
Dan ternyata team dari sekolah Tania berhasil membawa piala pulang, yang bertuliskan juara dua olimpiade se propinsi.
" Kita berhasil" seru mereka berpelukan
"Seperti yang ibu bilang, hasil tak akan membohongi usaha" kata Bu Lina sebagai pembimbing
"Saatnya makan-makan" seru Tania
"Makan aja otak lho" kata Andre
" Kan belajar nya udah selesai" jawab Tania sombong.
"Foto dulu dong" ajak sela si ratu Selfi
"Oh iya, belum ada dokumentasi sama piala" jawab Tania lagi
"Kak, boleh tolong fotoin nggak?" Tanya Andre pada orang yang lewat
"Boleh, tapi nanti gantian ya" jawab orang itu ramah
"Ok" jawab Andra memberikan ponsel Sela
Mereka berfoto dengan gaya melihat ke arah piala yang di pegang Bu Lina, dan bergantian mereka uang ikut lomba yang memegang piala, sambil tertawa, dan banyak lagi.
Mereka berangkat ke restoran favorit yang ada disana. Mereka makan sambil tertawa karena satu beban mereka lepas dengan membawa prestasi.
"Lho udah tanya sama Rio, siapa temen nya kmaren" tanya David
Mendengar itu, teman mereka yang lain yang tidak ikut ke caffe penarasan.
"Emang ada apa?" Tanya Dewi
"Nggak ada apa-apa" jawab Tania santai
"Dari kmaren kita belom pernah ketemu" jawab nya lagi
"Emang ngga nelfon, atau kirim pesan gitu?" Tanya David penasaran
"Hahaha, ponsel gue aja, gue lupa taro dimana terakhir gue pegang" ucap Tania lucu
"Ada ya, orang bisa hidup tanpa ponsel" Sela ratu sosmed pun heran
"Ya jelas lah" jawab Tania lagi.
"Emang elho" ketus Andre sama Sela
Setelah selesai, mereka pulang kerumah masing-masing. Tania yang mengingat pertanyaan David berinisiatif mencari ponsel nya.
Ternyata ada di laci, dalam keadaan low. Tania mengecash dan menghidupkan ponsel nya, dengan kaget nya 99+ panggilan tak terjawab, 999+ pesan masuk. Khususnya dari orang tuanya yang ingin menanyakan kabar nya, dan pesan grup dari teman-temannya dan yang lain nya. Tania membuka dan membaca satu persatu
**From Dea
Semangat yang olimpiade, biar besok kita bisa main lagi
** From Esra
Iya semangat, nggak kangen apa belajar di kelas
** From Intan
Jangan ganggu yang lagi berjuang woi, berisik
**From Esra
**From Prilly
Kalau lho menang, gue traktir deh makan bakso di kantin
**From Dea
Yaelah miskin amat sih, masak di traktir bakso doang
**From Esra
Yang penting iklas
Dan bla bla bla.
** From Tania
Gue tagih janji lho semua besok
** From Intan
Dasar Kunti, tengah malam baru nongol
Tania meletakkan ponsel nya, karena kelelahan seharian dia pun tertidur pulas.
Dengan sangat terpaksa, Tania mengumpulkan nyawanya karena terlalu lelah, dan dia masih ngantuk. Tapi memaksa untuk mandi agar kantuk nya hilang.
"Selamat sayangku" teriak Intan melihat Tania masuk ke kelas.
"Lebay deh, emang gue bisa menang kalau tanpa team" ucap Tania santai
"Gue udah bilang duluan kali sama sela" Intan sewot
"Jangan lupa janji traktir" ucap Tania mengingat kan
Seluruh siswa-siswi berbaris dan saatnya guru mengumumkan bahwa mereka berhasil menjadi juara kedua olimpiade tersebut.
Setelah barisan bubar, banyak orang memberikan ucapan selamat pada mereka satu persatu.
"Berasa artis gue" ucap Sela.
"Jangan lupa posting" sindir Tania.
"Ya pasti dong, semua yang ngajak gue foto, gue suruh tag gue di sosmed" ucap sela sombong.
"Belagu banget sih" ketus Tania pergi.
"Hey, adik ku yang paling manis, selamat ya, satu perbuatan mu udah di kenang di sekolah" ucap Dimas lebay.
"Tencuuu , harus nya kmaren kamu ikut dukung aku" sewot Tania manja
"Semalam aku udah ngirim pesan sama kamu, setelah lihat postingan Sela di sosmed" jelas Dimas
"Woops, maaf aku nggak sempat buka ponsel, buka sih semalam, cuma nggak buka semua pesan" jelas Tania
"Nggak papa, aku kenal dari lama sama kamu" sindir Dimas
"Udah ahk, aku mau kelas" Tania pamit lalu pergi
Jangan lupa di like ya, kalau sudah singgah di sini๐๐