Friendship Goals

Friendship Goals
sahabat



Hufft Prilly menghembuskan nafas nya kasar.


"Gue sahabat lo, nggak ada yang boleh nyakitin lo" Prilly merangkul tubuh Tania dengan lembut.


***


Jam istirahat seperti biasanya mereka pergi ke kantin. Karena tingkah teman-temannya dari pagi membuat Tania lupa akan masalahnya.


"Bentar lagi kita magang nih males gue gak bisa masuk sekolah" keluh Dea saat mereka berjalan pulang dari kantin


"Lo ber 4 mah enak, magangnya barengan, lah gue sendiri nggak ada temen" keluh Tania kesal


"Kan ada sela" ucap Intan santai


"Iya sih" ucap nya lagi


Namun di sisi lain, Prilly dan Esra memperhatikan tiga cowok datang menghampiri mereka. Esra menatap dengan hati bahagia, namun Prilly menatap dengan tatapan ingin menerkam.


"Kita duluan yuk" Prilly menarik Tania agar pergi lebih dulu dari mereka. Karena Prilly tahu dan ia pasti akan hancur melihat Rio.


"Gue tau kok kalau dia Dateng" ucap Tania mengerti.


"Nia thanks buat oleh-olehnya" ucap Rio saat mendekati Tania.


"Itu titipan dari kak Riska bukan dari gue" jawab Tania dengan wajah datar.


"Oh, ntar pulang sekolah kita keluar ya" ajaknya bingung dengan sikap Tania.


"Gue udah janji sama Prilly dan yang lainnya" Tania pergi lalu di ikuti oleh Prilly. Sedangkan ketiga temannya hanya menatap dengan terheran-heran.


"Aneh" ucap Dea heran


"Ya udah kita kekelas dulu ya" ucap Esra pamit sama Aldo.


Hanya di balas oleh anggukan.


Rio yang sedang bingung,hanya menatap kepergian Tania dan teman-temannya dengan pasrah. Iya sadar kalau Tania datang saat dia duduk berdua dengan Mita. Karena setelah kepulangan Mita. Ririn masuk dan memanggil Rio. Untuk memberikan paper bag yang diantar oleh Tania sebagai oleh-oleh. Saat itu rio baru sadar kalau Tania datang ke rumah nya.


Aaahhk, harusnya gue langsung susul Tania ke rumah nya waktu gue tau dia datang kerumah


Gumam Rio frustasi


***


"Aku antar yuk" ajak Rio saat bertemu Tania sepulang sekolah


"Nggak usah" jawab nya singkat


"Nia plis, kalau ada masalah ngomong sama gue bukan harus gini" ucap Rio lirih


"Kalau nggak mau nggak usah di paksa" Prilly menarik Tania menjauh dari Rio.


"Kalian ini kenapa sih" tanya Intan mengikuti mereka


"Jangan sebut gue Prilly Allura, kalau sahabat gue masih disakiti orang lain" ucap nya tegas. belakang Rio mendengar perkataan nya itu, merasa kecewa. Bukan cuma Tania yang kecewa sama dia, tetapi teman-temannya juga ikut.


****


"Banyak makanan nih" mata Dea berbinar binar saat melihat cemilan di kamar Tania.


"Urusan makan aja, langsung cepat" Intan merebut cemilan yang di pegang Dea.


"Esra kemana, kok nggak jadi nyusul kesini?" Tanya Prilly penasaran.


"Pacaran lah" jawab Dea bodoamat


"Nggak bisa nanti apa?" Tanya nya heran


"Ya udah sih Pril, kalau kita kesal sama Rio, Aldo ngga perlu di bawa-bawa kan" ucap Tania mengerti kalau Prilly kesal bukan karena Esra tidak ada, tapi karena Esra perginya sama Aldo.


"Emang kalian kenapa sih?" Intan penasaran


"Rio nolak perjodohan gue sama dia"