Friendship Goals

Friendship Goals
status kita



*Rio POV*


\=\=\=\= happy reading\=\=\=\=


Aku masuk ke kamar, aku memikirkan kata-kata mama kalau dari dulu mereka berencana menjodohkan aku dengan anak nya pak Ferdi. Orang yang membantu perusahaan papa nya setelah di tipu orang dulu. Namun begitu mereka sengaja mendekat kan kami dengan membuat sekolah yang sama.


Awal nya mama Ririn udah sempat mikir, kalau perjodohan itu nggak mungkin terjadi karena aku mencintai seseorang. Dan pemikiran itu berubah, setelah mama tau aku mencintai orang yang akan di jodohkan sama aku. Tapi apa itu etis??, kalau aku tetap akan pacaran sama Tania tapi kami tinggal seatap.


Kalau status kami hanya seperti ini terus-menerus, bagaimana klaau nanti Tania bosan dan mencintai orang lain. Rio terus menerus bergumam.


Aku pergi ke balkon depan kamar aku dan kamar Tania. Aku mengetuk pintu kamar. Dan memanggil dia keluar.


Lalu dia pun keluar dengan pakaian mini nya, karna dia sering tidur dengan pakaian seperti itu, makanya kalau dia sudah ke kamar, dia tak pernah keluar lagi sampai pagi.


Kaos nya yang tipis, dan celana pendeknya membuat bentuk tubuhnya semakin terlihat, kulit putih bersih, pinggang ramping, dadanya sangat terlihat karena baju kaos nya yang lumayan ketat. Rambut di gulung tapi terlihat sangat manis.


"Ngapain malam-malam keluar" katanya membuyar kan lamunan ku.


"Kalau tidur harus gitu ya" tanya ku iseng


"Kamu kan tau, aku nggak bisa tidur pake AC , kalau pake piyama kan panas" Tania sewot


"Duduk dulu yuk" ajak ku pada Tania


"Kita ngapain disini" tanya nya setelah kami duduk


"Kamu sih, Hari ini Valentine pergi nya sama temen-temen" aku sewot


"Hahaha, lucu kamu ya, masa aku pergi sama om om, ya kalau pergi sama temen lah" ucap nya sambil tertawa


"Tok" ku ketuk jidat nya


"Tau ahk, nggak nyambung" jawab ku judes


"Nggak nyambung apa nya" dia heran


Ekspresi wajah nya yang selalu buat aku gemas.


"Uuuuuhhhhh" kata ku sambil mengacak rambutnya


"Jahil lagi kan" Tania sewot dan lagi wajah nya bikin aku nggak kuat.


"Ngomong ya ngomong aja, nggak usah buang-buang waktu" katanya judes.


"Kita nggak usah pacaran ya, nanti kita langsung nikah"


"Emang yang mau pacaran sama kamu siapa" katanya sambil tertawa keras.


"Sssrrrrrggghh" rasanya hati ku teriris-iris


Aku diam terpaku, kalimat nya seakan-akan selama ini nggak ada yang istimewa diantara kami.


"Kamu kenapa" tanya nya membuyarkan lamunanku


"Nggak" jawab ku singkat.


"Hahaha, Rio kamu dengar ya, dulu aku suka banget sama kamu"


"Jadi sekarang nggak" ku potong perkata an nya.


"Dengar dulu sih" jawab nya sambil menutup mulut ku dengan tangan nya.


"Tapi karna Ibu aku bilang aku udah di jodohin, makanya aku nggak mau serius sama kamu, ternyata aku di jodohkan sama kamu, ya udah kita nggak perlu status pacaran, yang penting kita saling jaga perasaan" jelas nya sambil berdiri


"Ohhh" jawab ku singkat, ternyata kami sama ya pikir ku sambil tersenyum lega


Aku berdiri di samping nya, meletakkan tangan ku di pinggang nya yang ramping, dan membisikkan di telinganya.


"Kalau dari dulu aku tau di jodohin nya sama kamu, aku nggak mungkin nolak pas di ajak ketemu kamu " kata ku sambil menggoda


"Sekarang mulai resek ya" katanya sambil mencubit tangan ku sampai lepas dari pinggang nya


"Aku tidur dulu ya, bye" katanya sambil meninggalkan aku gitu aja


"Gitu aja?" Tanya ku sambil berbalik


"Ya" jawab nya singkat


Mau nggak mau aku harus balik ke kamar ku, karna nggak guna juga di paksa, kalau dia mau tidur, mau di tahan di luar juga dia bakalan tidur.