Friendship Goals

Friendship Goals
Berangkat Bareng



"pagi Tante" sapa Tania saat menemui Ririn di meja makan sebelum berangkat ke kantor.


"Pagi sayang, nih Tante udah siapin sarapan dan bekal buat makan siang kalian" ucap Ririn sambil menyusun bekal mereka


"Kenapa harus pake bekal Tante, kan di kantor juga ada makanan" ucap Tania heran


"Nggak boleh makan sembarangan, apalagi makan makanan cepat saji" ucap Ririn penuh penekanan.


"Ya udah, tutup aja cafe nya si Rio" ucap Tania refleks.


"Kan makanan di cafe aku steril" ucap Rio heran mendengar perkataan Tania.


"Kamu cemburu sama cafe" ucap Ririn polos


"Uhuk... Uhuk" Tania tersendak mendengar perkataan Ririn


"Minum dulu" ucap Rio kaget sambil memberikan air putih


"Emang ada orang ya orang yang cemburu sama cafe" ucap Tania polos


"Mana tau kau akan jadi orang pertama" ucap Ririn


"Emang" sahut Rio spontan.


"Hah? Gimana gimana" tanya Ririn bingung


"Nggak ada ma" ucap Rio


"Ya udah, Nia pamit dulu ya Tante, nanti kesiangan" ucap Tania berdiri


"Ini bekal nya di bawa" ucap Ririn memberikan paper bag.


"Makasi Tante" ucap nya sambil tersenyum lalu pergi.


"Ngapain masih disitu" tanya Ririn melihat Rio yang masih setia di meja makan.


"Kan sarapan ma" ucap nya bingung.


"Apa an sarapan-sarapan, itu Tania siapa yang anterin" sewot Ririn


"Iya iya, Rio pergi" ucap nya sambil berdiri dan mencium punggung tangan Ririn.


"Hati-hati" ucap Ririn tersenyum.


Sementara Tania sedang menunggu taksi di depan pagar rumah Rio.


"Ngapain" tanya Rio dingin


"Berdiri" ucap nya juga dingin


"Naik" ucap Rio masih setia di dalam di mobil.


"Nggak aku naik angkot aja" ucap Taniadingin


"Nggak ada angkot disini" sahut Rio


"Ya udah taksi" jawab nya singkat


"Naik, ada mama di depan rumah" ucap Rio yang berhasil membuat Tania langsung naik ke mobil Rio.


Sepanjang perjalan Rio selalu mencoba memulai perbincangan, namun tetap saja Tania tetap menjawab dengan dingin.


"Nanti pulang nya jam berapa?" Ucap Rio


"Nggak menentu, kalau sibuk pulang nya agak Sore an, kalau nggak ya cepet" ucap Tania.


"Lagian kalau untuk di lihat oleh tante Ririn, nggak usah khawatir, nanti aku yang ngomong" ucap Tania sambil turun.


Rio yang melihat kepergian Tania tanya dapat bersabar.


****


"Kalian aja, aku udah sarapan" ucap Tania


"tumben, bukan nya dirumah nggak ada yang nyuruh Lo makan, kan pembantu Lo mana berani" ucap Sela bingung.


"Gue nginap di rumah nya Tante Ririn, emak gue terlalu over" ucap Tania.


"Pindah-pindah aja kerjaan Lo" ucap Mia heran


"Biasa lah, disuruh mandiri, tapi nggak di biarin sendiri, diasrama hidup gue enak, malah di suruh pindah" ucap Tania


"Balik aja ke asrama, kan orang asrama nggak rugi, kalau Lo sering ke rumah Tante Lo" ucap Yanti.


" Ya udah sarapan gih" ucap Tania


"Gue nggak ikutan ya, gue di bawain bekal, kalau bagi tiga ngga cukup" ucap Sela melihat bekal yang di bawa Tania.


" Ya udah deh" jawab Mia dan yanti bersama an.


"Lo ngapain ke rumah Rio" ucap Sela setelah kepergian Yanti dan Mia


"Di jemput mama nya" ucap Tania


"Ngapain ?"


"Di suruh mama aku loh" ucap Tania


"Sering-seringlah ya, lumayan sarapan gue gratis" ucap Sela


"Macam di rumah Lo nggak ada makanan aja"ucap Tania lalu dibalas dengan tawanya.


****


Seperti biasanya sehabis jam kantor Tania langsung pulang kerumah, karena tidak ada angkutan umum yang lewat ke rumah Rio akhirnya dia memilih menaiki taksi online.


"Loh kok kamu pulang sendiri, Rio mana?" Ucap Ririn melihat kedatangan Tania.


"Aku emang sengaja pulang sendiri Tante, takut nya Rio lagi sibuk ntar terganggu" ucap Tania


"Ooohh" ucap Ririn heran


"Ya udah,aku masuk dulu ya Tan, mau bersihkan diri, badan aku lengket" ucap Tania berpamitan.


"Iya sayang, langsung turun ya" ucap Ririn tersenyum.


"Oke Tan" ucap Tania lalu melenggang dari Ririn.


"Berarti emang bener kata Tiara, kalau Rio sama Tania lagi berantem, biasanya kalau bareng nggak bisa diem, tapi sekarang ngomong yang penting aja jarang" gumam Ririn.


Sehabis mandi Tania langsung menemui Ririn di ruang keluarga, mereka menyaksikan acara komedi sambil berbincang-bincang tentang segala hal. Saat sedang asyik menonton Rio tiba-tiba masuk dengan Mitha melewati mereka tanpa menyapa.


"Eh, ada mama disini, asal lewat aja" sewot Ririn melihat Rio lewat.


"Ma Rio udah pulang" ucap Rio berbalik.


"Kenapa nggak jemput Tania" ucap Ririn yang membuat Tania dan Rio melotot, namun berbeda dengan Mitha yang berubah menjadi kesal.


"Kan aku udah bilang Tante , ntar Rio nya keganggu kalau harus jemput aku, lagian Tante kan liat aku pulang lebih dulu dari pada Rio, kan kasian kalau harus jemput aku" ucap Tania menjelaskan.


"Eh, ada nak Mitha sini duduk dulu sayang" ucap Ririn baru menyadari kehadiran Mitha sambil menepuk sofa sebelah nya


"Nanti aja Tante, kami masih mau meeting, karena bahan nya ketinggalan di rumah makanya kami bahas nya disini" ucap Mitha memaksakan senyuman nya.


"Ya udah, jangan lama-lama ya, nanti kita makan malam bareng" ucap Ririn ramah


"Iya ma, kami masuk dulu, Mitha ayok" ucap Rio meninggal kan mereka.


"Aku memang terlambat menyadari Nia, kalau kamu kangen sama aku, bahkan aku terlalu sibuk dengan dunia ku sampai kamu merasa aku terganggu sama kehadiran kamu. Karena aku nggak pernah punya waktu untuk kamu " gumam Rio setelah mendengar perkataan Tania.