
Hari ini pekerjaan Tania tidak terlalu banyak, jadi dia pulang tidak terlalu sore. Apalagi dia mendapat kabar kalau Tante nya Silvi akan pulang setelah adik nya Nita tamat sekolah.
Tania menaiki angkutan umum dan berhenti di cafe milik Rio, 'keren' gumam nya sendiri karena baru kali pertama dia menginjak kan kaki di tempat yang sangat populer bagi kaum muda. Kalau orang bilang sih paling nge-trend.
"Selamat sore, dan selamat datang. Ada yang bisa saya bantu" ucap salah satu Waiter disana.
"Saya mau ketemu Rio, Rio nya ada?" Ucap Tania sopan.
"Maaf ka, pak Rio belum datang. Mungkin sebentar lagi, silahkan duduk dulu" ucap waiter tersebut.
"Ya udah, aku pesan makanan dan minuman yang paling spesial di cafe ini" ucap Tania lalu pergi dan memilih duduk di bangku paling pojok, agar bisa melihat pemandangan outdoor di cafe tersebut.
Setelah pesanan nya datang, dia tidak menyangka kalau makanan spesial dia cafe milik Rio itu adalah makanan favorit nya. Makanan sederhana namun rasa siomay nya khas, seperti buatan yang sering di buat oleh ibu nya Andini dan Ririn (mama Rio).
Tania menghabiskan seluruh sisa makanan nya, karena sudah bekerja seharian sehingga harus mengisi kembali energi nya dengan makan.
Cukup lama Tania menunggu Rio, sampai-sampai para waiter yang disana pun heran dan bergantian memperhatikan gadis cantik itu.
Setelah sekian lama, akhir nya Rio datang " pak ada yang nungguin bapak" ucap salah seorang waiter.
"Siapa?" Tanya Rio heran karena dia merasa tidak ada janji dengan siapa-siapa hari ini.
"Saya lupa nanya namanya pak, tapi bukan orang yang kemarin" ucap waiter tersebut karena mengingat kejadian beberapa hari yang lalu Sissy datang dan memaksa untuk bertemu Rio.
"Mana orang nya?" Tanya Rio
"Itu pak, gadis yang duduk di pojok ?" Ucap waiter tersebut menunjuk ke arah Tania.
"Ok" ucap Rio pergi.
"Kalau mau kesini kenapa nggak bilang, kan aku bisa datang lebih awal" ucap Rio sambil duduk di sebelah.
"Lama amat pulang nya pak" sewot Tania.
" Ya udah kita masuk yok, bentar lagi rame" ucap Rio mengajak Tania.
"Bayarin makanan aku" ucap Tania dengan drama ngambek nya.
Mendengar perkataan itu, Rio hanya merasa geli. Namun dia langsung menarik Tania ke ruangan nya.
" Disini lebih adem dari pada di cafe yang satu lagi ya" ucap Tania setelah mereka masuk.
" Kamu diam dulu ya disini, aku ngurusin kerjaan bentar, abis itu kita jalan-jalan, nanti aku yang pamit sama mama" ucap Rio beranjak ke meja kerja nya.
"Ada toko pakaian nggak Deket sini, aku pengen mandi" ucap Tania
"Butik Tante Silvi kan Deket sini" ucap Rio
Tania menghubungi asisten silvi dan memberi tau barang-barang apa saja yang dia butuhkan, dan meminta untuk di antar secepatnya ke cafe milik Rio.
Tidak lama pesanan Tania datang, lalu gadis itu beranjak keluar dan menerima pesanan nya tersebut. Hampir semua waiters yang bekerja disana memperhatikan dia, ada yang menatap dengan sinis, dan ada juga menatap dengan tatapan heran.
Tania Langsung bergegas menuju kamar mandi Yang ada di ruangan kerja Rio, karena merasa badan nya sangat lengket. Tidak butuh waktu lama Tania keluar dengan wajah yang fresh dan pakaian nya juga sangat simpel, hanya memakai celana jeans panjang berwarna biru langit dengan corak spesial nya, dan kaos putih sebagai atasan nya.
Melihat hal itu Rio buru-buru menyelesaikan pekerjaan nya, karena jika membuat Tania menunggu dikhawatirkan akan terjadi hal yang sangat menyeramkan.
" Enak nya kita kemana ya?" Tanya Rio mendekati Tania.
"Aku mau disini aja" ucap Tania melihat pemandangan outdoor yang terlihat jelas dari ruangan Rio, air mancur di tengah nya dan lampu kelap-kelip sekelilingnya menampakkan lukisan di dinding cafe tersebut terlihat sangat menarik.
"Yakin" ucap Rio memastikan
"Aku nyesel baru kesini sekarang" ucap Tania bersandar ke tubuh Rio.
"Ya udah, kamu mau makan nggak?" Ucap Rio agar suasana tidak menjadi tegang.
"Kan tadi udah" sewot Tania.
"Mana tau kan, pengen ngemil atau ngeteh gitu" ucap Rio
"Aku tidur bentar ya" ucap Tania
"Ya udah tidur aja aku temenin" ucap Rio tersenyum.
Tania merebahkan tubuh nya dan menjadikan paha Rio sebagai bantal. Lalu memejam kan matanya, Rio tidak berhenti memandangi wajah cantik Tania, orang yang sangat dia rindukan selama ini.
"Rio aku kangen banget sama suasana seperti ini" ucap Tania membalas tatapan Rio, dengan tatapan yang penuh arti.
*
*
*
*
*
*
jangan pernah lupa tinggalin jejak ya, author ngetik ini pas lagi kangen banget sama someone yang tak bisa di ungkapkan 😑