
Tania mendapat kabar kalau Tante Silvi nggak bisa pulang secepatnya, karena masih banyak urusan, ditambah lagi Nita adik nya tidak bisa pindah sekolah karena harus menunggu sampai akhir semester.
Tiara mengirim banyak sekali coklat ke rumah Tante Silvi, karena setiap tahun mereka selalu merayakan nya walaupun berjauhan. Mengingat besok adalah hari valentine namun kiriman pake coklat Tiara sudah sampai lebih dulu.
Malam ini, Tania masih nginap di rumah Rio, mama Ririn merasa lebih senang kalau Tania di rumah nya. Karena sering nginap disana, kamar Tania sudah di buat kan khusus, di isi dengan pakaian secukupnya dan keperluan nya yang lain.
Pagi ini Rio dan Tania lebih semangat dari biasanya, sebelum berangkat sekolah mereka sarapan sama-sama dengan mama Ririn. Apalagi Ayah dan Ibu Tania mendengar kalau Tania berada di rumah Ririn, mereka semakin bahagia.
"Kami pamit ya Tante" ucap Tania sambil menyalim tangan Tante Ririn, setelah selesai sarapan
"Baik-baik ya sayang" ucap Tante Ririn lagi
"Siap bos" balas Tania sambil tersenyum
"Pamit ya ma" sambung Rio mencium pipi mama ririn
"Iya sayang" mama Ririn tersenyum
"Oh iya Tante, nanti Tania pulang nya agak telat ya, soalnya mau main sama temen-temen" Tania meminta ijin sebelum berangkat
"Iya sayang, tapi jangan pulang malam ya" kata Tante Ririn mengingat
"Iya Tante..." Sahut Tania
Mereka berangkat bersama-sama seperti biasa, namun hari ini berbeda mereka datang lebih pagi, tapi sekolah sudah lebih ramai dari biasanya.
"Aku langsung ke kelas ya" kata Tania pada Rio setelah turun dari motor
"Ok tuan putri" jawab Rio
Mereka berpisah dan menuju kelas masing-masing.
Teman-teman Tania sudah pada datang, kecuali Dea. Yang datang nya selalu pas detik-detik gerbang di tutup.
"Wah paket bunga sama coklat, dari siapa tu" tanya Tania heran melihat Esra memegang dua paket bunga dan paket coklat.
"Gak tau nih, tadi aku Nemu di laci,gadak nama pengirimnya, tapi di tulis buat Esra" jelas Esra yang juga bingung.
Teman-teman ku punya pengagum rahasia Dong" ledek Tania. Sambil duduk di kursinya dan meletakkan tas nya.
"Gaes, kok di laci aku ada juga" teriak Tania sambil menarik sebuah kotak di laci nya
"Dari Rio mungkin" ucap Esra
"Nggak mungkin dong, kan Rio udah ngasi hadiah di rumah, kita juga berangkat nya sama-sama tadi" jelas Tania.
"Waaah dari kak Dimas" kata Tania tak percaya setelah membaca nama pengirimnya.
"Masih ingat aja dia sama kamu" tanya Prilly
"Ya ingat dong, kan adik nya paling manis" ucap Tania dengan sombong nya
"Berarti ini dari dua orang juga dong" tebak Esra karna paket nya ada dua
"Waaah, Esra dapat dua pengagum rahasia Dong gaes" ucap Prilly lagi
"Keren, tapi siapa ya, apa mungkin Aldo.?" Tanya Tania
" Bodo Amat ahk, yang penting tujuan nya jelas, isinya juga bukan teror" kata Esra dengan PD nya
Ternyata mereka berlima mendapatkan paket yang diletakkan di laci mejanya masing-masing, dan dari mereka semua hanya Tania yang jelas nama pengirimnya.
Sepulang sekolah sesuai kesepakatan mereka berlima pergi ke mall X yang nggak terlalu jauh dari sekolah mereka. Mereka makan sambil bertukar kado, kemudian mereka nonton bareng. Nggak lupa kebiasaan cewek-cewek yang kalau ke mall harus shopping dulu.
------------------------------
***Hay guys, maaf kalau update nya tidak menentu, soalnya menulis hanya kalau ada waktu ruang. novel ini benar-benar masing on going jadi sewaktu-waktu bisa saja telat update
happy reading all
jangan lupa di like dan komen kalau kamu sudah baca cerita ini, jangan lupa kasi saran gimana baik nya alur cerita nya kita buat biar lebih menarik
stay health allππ***