
Rio Manarik Tania ke ruangan nya, tapi sebelum nya Rio Singgah ke ruangan Mitha.
"Mintha, untuk band yang akan kerja sama tolong kamu handle, saya ada urusan " ucap Rio tegas
"Baik pak" ucap mitha dari dalam ruangan nya.
Mendengar itu Tania langsung malu, wajah merah karena malu. Tiba-tiba Rio menarik dan membawanya ke ruangan nya.
" Kalau kmaren kamu kesini, kenapa nggak nyapa aku" tanya Rio lembut setelah sekian lama mereka membisu.
" Maaf, kmaren aku capek, jadinya kebawa emosi" ucap Tania sambil menunduk
"Ya udah, lain kali kalau ada apa-apa jangan di diemin ya" Rio memeluk Tania. Dan hanya di balas oleh anggukan.
" Ya udah makan yuk bareng temen-temen" ajak Rio
Mereka keluar dan menemui teman-teman nya.
Setelah pesanan mereka datang, mereka makan dengan lahap, mungkin karena udah lapar juga :).
" Ini dibayarin kan" Dea memulai perbincangan setelah makanan nya habis
"Yang gratisan aja langsung demen" sindir Esra
"Iya santai aja, kalau ada yang kurang pesan lagi" jawab Rio santai
" Makasi ya es" ucap Rio sambil tersenyum
"Yang penting makan mah, Esra paling santai" ucap Prilly yang membuat aldo tertawa.
"Resek banget sih" Esra sewot
"Aldo, temen gue butuh kepastian nih" ucap Tania yang dari tadi diam.
"Kepastian apa?" Tanya Rio bingung
"Iya ni Rio, masak di gantungin Mulu" ucap Prilly nggak mau kalah.
"Ok, kalian semua jadi saksi ya" ucap Aldo setelah menghembuskan nafas nya.
Aldo berdiri dan menemui Esra.
" Es, ini bukan permintaan mereka, tapi ini tulus, gue serius sama Lo es, Will you be mine? Ucap Aldo penuh keseriusan.
" Harus diterima dong" ucap Intan kompor
"Tapi aku mau nya tanpa mereka suruh" ucap Esra manja.
"Rencana nya sih gitu, tapi kata mereka kamu nggak sabar ya udah sekarang aja" Aldo polos
"Apaan sih begini" ucap Dea yang membuat semua nya tertawa.
"Lo mau nggak?" Tania kembali ke pembahasan.
"Ya udah deh, aku mau" jawab Esra.
"Abis ini makan lagi nih, peje dong" teriak Tania.
"Iya nih" Prilly nggak kalah
" Order lagi Donk" teriak Intan
"Emang muat" pertanyaan Rio menyadarkan mereka kalau mereka sudah makan banyak hari ini.
" Oh iya ya" jawab Tania polos
"Kan masih ada besok" ucap Aldo agar teman-teman nya tidak kecewa.
"Yes makan gratis tiap hari kita" Dea bangga.
"Giliran makan aja otak Lo lancar semua" ucap Esra.
"Apa bedanya sama Lo" tanya Intan. Yang membuat mereka semua tertawa.
"Balik aja deh, gue ada urusan" Dea menggendong tas nya.
"Nebeng gue" kata intan mengikuti Dea.
"Lah gimana sih" ucap Prilly heran
" Ya udah Pril, aku anterin aja yuk" kata Rio kasian melihat Prilly.
"Tania?" Ucap Prilly ragu.
"Biar dia disini aja, ntar kita pulang nya bareng" jelas Rio
"Ya udah barengan aja yuk, sekalian gue anterin Esra" ucap Aldo lagi.
" Ok, Nia kamu di ruangan aku dulu ya, aku nganterin Prilly, nggak papa kan" ucap Rio.
" Oke, kalian hati-hati ya" ucap Tania sambil berjalan mengikuti mereka.
Tania masuk ke ruangan Aldo, karena merasa lelah dia ketiduran di sofa yang ada di dalam nya.
Rio yang baru pulang dari rumah Prilly masuk dan melihat Tania tidur, menutup paha nya yang sedikit terbuka pakai jaketnya. Lalu mengurus pekerjaan nya yang cukup padat.
*
*
*
*
*
**nggak bosan ngingetin ya, kalau Singgah jangan lupa tinggalin jejak😍
like, komen, dan tambah sebagai favorit, jangan lupa di vote sebanyak mungkin 🙏😍**