
di rumah Rio
"Tania kok nggak pernah lagi main ke sini" tanya Satya
"Kmaren dia sibuk belajar tambahan Pa, dia ikut olimpiade" ucap Rio
"Waaah, bagus dong, perlombaan nya kapan?" Tanya Ririn lagi
"Udah ma kmaren" jawab Rio
"Trus, hasil nya gimana" Satya penasaran
"Dapat peringkat dua pa" Rio tersenyum
"Bagus" Satya tersenyum
"Kok kamu nggak ngajak dia kesini" Ririn sewot
"Rio lumayan sibuk ma, nggak enak Singgah ke rumah Tante Silvi malem-malem" sahut Rio
" Ya udah besok kamu jemput aja di ke sekolah, bilangin pulang sekolah kalian ke sini" saran Ririn
"Besok aku ada meeting ma, di caffe aku mau buatin live band, biar orang-orang nggak bosan" jawab Rio
"Kan ada Mitha" Ririn makin sewot
"Nggak ma, kalau hal seperti ini, aku mau turun tangan sendiri, Mitha udah banyak kerjaan" jawab Rio menimpali
"Ya udah, bagus kalau begitu, tapi kamu juga harus ingat sama Tania" ucap Satya tegas
"Bagaimana kalau kita buat acara pertunangan kalian secepatnya, ayah dan ibu Tania pasti juga ikut senang" ucap Ririn berharap
"Nggak ma, aku mau tunangan sama Tania atas dasar cinta dan kemauan kami, bukan atas dasar perjodohan" sahut Rio tidak terima
"Ya udah kamu lakukan secepatnya" ucap Satya karena merasa pilihan Rio tepat.
di rumah Esra
From Aldo
"Dinner yuk"
From Esra
"Sekarang?"
From Aldo
"Kalau sekarang boleh, kenapa harus besok-besok"
From Esra
"Ok aku siap-siap ya"
From Aldo
"Ok, aku otw"
Esra dan Aldo semakin dekat, dan Esra tau salah satu pengirim paket di hari valentine waktu itu adalah Aldo.
Setelah mereka pamit mereka pergi makan malam ke caffe milik Rio, selain desain nya kekinian makanan nya juga enak cocok buat anak muda seperti mereka.
"Ini beneran caffe milik Rio?" Esra penasaran
"Iya, tapi karena dia sekolah, jadinya di handle sama Mitha asisten nya" jelas Aldo
"Sama-sama sibuk mungkin, udah lah nggak perlu di urusin" jawab Aldo
"Kapan-kapan kita jalan bareng yuk Sama temen-temen kami juga" usul Esra
"Boleh kamu tanya aja dulu temen kamu" ucap Aldo
Pesanan mereka datang, dan selesai makan mereka keliling kota sebelum pulang, Karena malam hampir larut mereka memutuskan untuk langsung pulang.
di sekolah
"Pagi guys" teriak Intan saat masuk ke kelas
" Berisik woi, nggak liat gue lagi dandan" teriak Esra nggak kalah
"Lo dandan sejam juga, cantikan gue dari pada Lo" sahut Prilly
"Harus nya Lo pikirin omongan Lo, selama ada gue yang lebih cantik" Tania sombong
" Spesias dari mana Lo" ucap Esra.
"Tau tuh, males" sahut Prilly
" Sirik amat Lo semua sama gue" jawab Tania santai
" Sibuk banget urusan begitu doang tiap hari jadi permasalahan" Intan sinis.
"Dea punya anak berapa sih, kok tiap hari telat" tanya Tania
"Suka-suka dia lah, sibuk banget urusan orang" sahut Esra
" Iya juga sih, aneh emang itu orang" jawab Prilly.
"Nanti juga Dateng" Intan santai.
"Weekend nanti jalan-jalan yuks" ajak Esra
"Males banget" sahut Prilly
"Sama Pril, apalagi kalau ada Esra, bisa-bisa malu gue" jawab Tania sombong
"Biasanya kan yang malu-malu in Lo berdua" sindir Intan
" Paan si" jawab mereka bersamaan
Begitu lah mereka setiap hari, ngobrolin hal yang nggak jelas, nyambung kemana-mana tapi nggak ada ujung nya, tapi itu lah hal yang akan di rindukan kalau sudah berpisah nanti
seperti biasanya detik-detik bel berbunyi Dea baru masuk, karena pelajaran akan di mulai semua nya duduk di tempat masing-masing.
*
*
*
*
*
*
jangan lupa tinggalin jejak ya kalau sudah singgah di sini dukung terus biar author makin semangat 😍😍😍