Friendship Goals

Friendship Goals
bermain



Di rumah Esra


Esra bingung dan bertanya-tanya siapa dua orang pengirim paket bunga dan coklat itu tanpa nama pengirim itu. Hendak membuka kotak coklat nya, ada notif pesan masuk ke ponselnya.


From mr. X


Hay coklatnya enak nggak?


To Mr. X


Belum di coba, kamu yang ngirimin?


From Mr. X


Okey, ku harap kamu suka


Esra meletak kan ponselnya, dia tau pengirim nya, walau pun dia nggak tau persis siapa orang nya, namun dia yakin orang itu ada di sekitarnya.


Hari ini kelas 11 AP mengikuti pelajaran olahraga di jam terakhir, mereka sudah mengganti seragam dengan pakaian olahraga


Nggak lupa Esra yang kecentilan, yang kesemsem sama guru olahraga sendiri. Lumayan ganteng sih, tapi udah kepala tiga, nggak mungkin lah sama Esra yang anak belasan tahun.


"Semuanya baris, kita pemanasan" teriak Sela selaku ketua kelas


"Anak kecil baris di depan" intan sambil menarik Tania ke depan


"Ya elah, gue lagi" Tania sewot


"Tinggal berdiri aja sih" Dea sewot


"Tau ahk, males gue" ucap Tania sambil berdiri di depan


"Aduh, wajah ku yang cantik gosong nih" teriak Esra


"Cantik kan juga gue" sewot Prilly nggak terima ada yang lebih cantik dari dia


"Gitu aja, Sampek kita di hukum lagi" bentak Sela


Pelajaran selesai, saat nya bermain bebas mau kelapangan apa aja. Tania sendiri yang fisik nya nggak tahan panas, tetap bermain karena merasa rugi kalau sedetik aja melewatkan waktu bersama sahabat nya itu


Mereka bermain basket, permainan yang paling tidak sempurna dari yang pernah ada, maklum aja mereka cuma iseng, dan bukan anak basket juga.


"Sakit lho ya, ring basket di sana, malah di lempar ke pohon" sewot Prilly melihat Dea melempar bola ke pohon.


"Bodo amat" ucap Dea


Belum sempat Prilly mengambil bola, intan datang enah kemana membawa bola nya lari.


"Iiiiiihhhh, kalian nggak asik deh" sewot Esra


Intan melempar bola dari kejauhan hingga mendarat di kepala Prilly.


"Woi, bunuh gue nggak gini juga kali" teriak Prilly


Semua nya tertawa melihat wajah Prilly yang sangat merah.


"Intan aman, nggak ada yang lecet" Dea tertawa setelah memperhatikan wajah Prilly.


Keributan mereka membuat siapa pun yang lewat menjadi tertawa.


"Tau ahk, nggak jelas lho semua" ketus Prilly sambil sewot


"Gitu aja ngambek, nggak asik lho" sindir Tania tertawa


"Pala lho nggak asik, Lo kalau kenak bola panas-panas gini bisa masuk rumah sakit Lo" ketus Prilly


"Ngakak gue" Esra memegang perut nya yang sakit karna tertawa.


Prilly yang duduk di bawah pohon melihat ke atas, dan di ranting nya ada sangkar burung, tiba-tiba sakit kepala nya hilang.


"Nia, ada burung, cepetan" teriak Prilly sambil naik, karena cabang nya banyak , jadi mudah untuk menaiki nya


Tania langsung berlari kencang menemui Prilly di pohon.


"Nggak ada akhlak ya lho berdua" ketus Dea.


Sementara di atas pohon


"Itu ada anaknya nggak" teriak Tania


"Lho bisa diam nggak sih, nanti emak nya datang di bawa kabur loh" ketus Tania


"Ini gimana ngambilnya" tanya Prilly


"Gitu aja nggak bisa" ketus Tania sambil menarik ranting pohon tempat sangkar burung nya


Tiba-tiba burung nya terbang


\=\=\=\=\=\=\=\= happy reading\=\=\=\=\=\=


baca terus kelanjutan episode nya ya....