Friendship Goals

Friendship Goals
Melepas rindu



Jam istirahat sesuai janjinya Prilly ngajak Tania makan di kantin, pastinya Prilly yang bayar.


"Rio mana sih?" Tanya Tania penasaran


"Lho nanya gue, gue nanya siapa" Esra sewot


"Ngapain nyarik dia" Prilly sewot


"Jadi maksud lho gue nyarik siapa?" Tania lebih sewot.


" Makan aja dulu" Dea dengan santainya.


Mereka meninggalkan kantin, belum sampai di kelas sudah duduk berjejer di tangga.


"Sejak kapan lho semua punya kebiasaan nge gembel di tangga" tanya Tania heran


"Lho sih, kelamaan hilang, kmaren kami duduk di kasi coklat sama Abang kelas" sahut Prilly


"Dari tampang nya sih, cocok jadi gembel" ucap Tania memperhatikan wajah teman nya satu persatu


"Sialan" Intan melempar tangkai permen nya ke arah Tania


"Ih, jorok banget sih" Tania menoyor kepala Intan


"Nggak usah pake kekerasan woi" teriak Intan sambil mengelus kepalanya.


"Lho yang mulai" sahut Tania Nggak mau kalah.


"Seru banget nonton live, tanpa kuota" ucap Prilly santai


"Biasa aja dong" ketus Intan lagi


"Minggir woi, orang mau lewat" teriak Dea karna duduk paling atas di antara mereka


"Sejak Rio nggak nganterin makanan, orang kenal banget sama kita sebagai gembel sekolah" ucap Esra lemas


"Kasian banget sih, emang cocok lho semua jadi gembel" Tania naik meninggalkan teman-teman nya


Tania berjalan sendiri, sampai di kelas ternyata kelas kosong, dengan terpaksa dia kembali ke tangga menemui teman nya yang lain.


"Ngapain balik" tanya Esra melihat Tania turun.


"Paling juga udah kangen" ledek Prilly


" Diatas penghuni nya temen Dea semua" jawab Tania santai.


"Temen gue nihil disini" ucap Dea polos


"Emang siapa?" Tanya intan lagi


"Setan" teriak Tania berlari ke bawah


"Nggak ada akhlak nya jadi manusia" Prilly menatap Tania dengan polos nya.


"Pulang sekolah main yuk, dah lama nggak main" ajak Tania lagi


"Kita main terus kok" Intan sinis


"Tanpa gue" Tania melotot ke arah Intan


"Emang lho siapa" Intan menaikkan suaranya


"Baku hantam aja teros, Sampek Upin Ipin masuk ke sekolah kita" sindir Dea


" Lama-lama deket kalian gue ikutan ****" Prilly meninggal teman-temannya.


Mereka menaiki tangga beriringan, dan masuk ke dalam kelas.


Jam yang di tunggu semua murid akhirnya tiba, dan bel tanda pelajaran selesai berbunyi.


"Akhirnya, selesai juga" Keluh Intan


Sedangkan di belakang nya, Esra sudah menunduk tanda-tanda ketiduran.


"Lho berdua tadi nggak ghibah ya, kok Kanjeng mami tidur" tanya Tania sambil berdiri


"Nggak tau tema ghibah nya siapa, dah habis" Dea dengan polos nya.


"Jalan yuk" Prilly membawa tas nya


"Kemana?" Tanya Intan


"Pulang ****, ya mau kemana lagi" teriak Prilly berhasil membangun kan Esra


"Masih pagi, udah teriak" Esra sewot


" Dunia Lo yang pagi" Intan meninggalkan dia


"Mau kemana sih" tanya Esra lagi


"Suka-suka gue lah" jawab Prilly meninggal kan kelas


"Kawan laknat, masa gue di tinggal" Esra berjalan sempoyongan.


"temen lho tuh, udah jam segini nggak bangun-bangun" ucap Tania memukul pundak Dea pelan


"males banget" ucap Dea


"ngumpet yuk, kita kagetin Esra" Prilly jahil


"ginian nih gue demen" sahut Intan sambil berlari mengikuti Prilly


Esra turun dari tangga tiba-tiba


"HAAAAAAAA" teriak keempat teman nya serentak membuat nyawanya benar-benar pulih


mereka berlari sambil tertawa meninggalkan Esra.


*


*


*


*


*


*


*


Jangan lupa ninggallin jejak boleh like dan komen kalau kalian udah singgah, tandai typo ya para readers