Friendship Goals

Friendship Goals
Prolog



Hi guyss jadi ini part pertamanya.


Maaf kalo nanti banyak typo atau kesalahan penulisan.


Happy Readingā£


_____________________________________


Langkah kaki seorang gadis cantik bertubuh proposional dangan kaki jenjangnya memasuki halaman gerbang Sekolah Menangah Atas atau biasa disingkat SMA.


Salah satu sekolah elite didaerah tersebut.


Jarak antara sekolah dan rumah sang gadis cukup memakan waktu sehingga ia harus datang lebih awal ke sekolah barunya.


Ya,sang gadis baru saja pindah tempat tinggal untuk yang kesekian kalinya karena urusan pekerjaan sang ayah yang harus membuatnya merelakan rumah,sekolah,teman,dan suasana nyaman yang sudah diciptakan di tempat tinggalnya yang lama untuk kesekian kalinya.


Karena ia dan keluarga baru saja pindah 1 minggu yang lalu,maka untuk sementara mereka mengontrak di rumah yang sederhana sambil mencari cari rumah mana yang akan cocok untuk di tinggali bersama orang tua dan ke-2 saudaranya.


Ia adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara atau biasa disebut sebagai anak bungsu.


Nama orang tua:


Ayah : Ray Adinata


Ibu : Alina Adinata


Pekerjaan orang tua:


Ayah : Masih di rahasiakan


Ibu : Ibu rumah tangga


Ia memiliki 2 kakak laki laki bernama:


Glen Renaldi


Kenzo Alterio


Pekerjaan sudara:


Meneruskan perusahaan sang kakek


Kuliah.


Jika kalian bertanya 'siapa nama sang gadis?'


Kalian akan menemukan jawabannya nanti.


oke,kembali ke gerbang sekolah.


Saat ia menginjakkan kakinya untuk pertamakali di sekolah tersebut,semua mata tertuju padanya.


Semua orang yang ada disana baik lelaki maupun perempuan mengorbit kearah sang gadis. Tatapan tatapan kagum,memuja,dan iri tersorot jelas dari mata semua orang yang menatapnya.


Seolah ia adalah matahari dan mereka semua yang ada disana adalah planet dan benda benda luar angkasa lainnya yang terus mengorbit ke matahari tersebut.


Bisikan-bisikan dan teriakan manja terus terdengar saat sang gadis memasuki gerbang sekolah.


dan tiba tiba...


"BELLA DISSA" sebuah teriakan membuyarkan semuanya. Bisikan-bisikan dan teriakan manja dari siswa dan siswi yang terus terlontar hilang,lenyap entah kemana.


Semua kembali fokus pada urusan mereka masing masing.


Sang gadis yang merasa namanya di panggil-pun menoleh kearah sumber suara


"kamu yang namanya Bella Dissa kan?" seorang guru dengan usia yang cukup muda,ia terlihat lelah seperti orang yang habis lari maraton.


"iya bu,ada apa?"


"dari tadi-tuh saya nyariin kamu tapi nggak ketemu ketemu,ehh ternyata kamu disini"


"maaf bu saya baru aja dateng" ucap disa merasa tak enak


"ayo ikut saya"


"kemana bu?"


"udaah ikut aja"


Tanpa banyak bicara lagi Dissa pun mengikuti sang guru kesebuah ruangan yang diatasnya terdapat tulisan 'Ruang Guru'.


Dissa diajak kemeja ibu itu dan dipersilakan untuk duduk.


Entah apa yang memotivasi sang guru hingga Dissa dibawa ke mejanya.


Dissa di beri banyak pertanyaan layaknya orang yang sedang di interogasi karena mencuri sesuatu.


"kamu tau saya siapa?" tanya sang guru dengan raut wajah seolah sedang meng-interogasi.


Dissa menggeleng pelan.


"kamu tau nama saya siapa?" tak kehabisan akal Dissa pun melihat name tag yang tertempel di baju sang guru.


'Lily Laina'


"Lily Laina" ucap Dissa sedikit bangga karena dapat menebak nama wali kelas-nya tanpa perkenalan terlebih dahulu.


"Benar sekali" ucap Bu Lily sambil bertepuk tangan. Heboh sendiri!!


Tanpa disadari Dissa pun ikut bertepuk tangan melihat Bu Lily yang heboh.


"Selamat kamu dapat sepedaaaa HAHAHA"


Bu Lily berteriak heboh,padahal hanya karena Dissa berhasil menebak namanya dengan benar.


"eehh?" Dissa terlihat bingung


"Tapi bo'ong" Lagi lagi Bu Lily berteriak sambil tertawa terbahak bahak.


Entah apa-nya yang lucu hingga Bu Lily bisa tertawa se-begitu heboh-nya.


Bu Lily memiliki postur tubuh yang sedikit gemuk,memakai sanggul di kepalanya dan lipstick merah merona yang selalu menghiasi bibir seksi-nya.


Kalau kalian kesulitan membanyangkan,penampakan-nya mirip sekali dengan Kanjeng Mami di film Awas Ada Sule. Tapi bedannya postur tubuh yang lebih kurus dan umurnya yang baru 28 tahun.


30 menit kemudian...


Dissa baru di per boleh-kan keluar dari ruang guru oleh Bu Lily setelah setengah jam berlalu.


Suara yang sangat ramai terdengar dari ruang kelas XI IPA 3.


Bu Lily langsung nengantar Dissa ke ruang kelas dan menyuruh-nya untuk memperkenalkan diri.


"Baiklah anak-anak,sekarang kita kedatangan murid baru" ucap Bu Lily mencoba mencuri perhatian siswa siswi yang sedang sibuk dengan urusan mereka masing masing. Dan berhasil.


Semuanya menatap kedepan tepat dimana Dissa berdiri.


"Silahkan perkenalkan diri kepada teman teman" Bu Lily berjalan ke arah meja guru lalu duduk di kursinya.


"Hai semuanya,perkenalkan nama saya Bella Dissa kalian bisa memanggil Dissa" Dissa tak sedikit-pun merasa gugup karena ini bukan hal baru untuknya.


"Cantik banget,pindahan dari mana Neng?" tanya seorang lelaki yang duduk di pojok sebelah kiri.


"Bogor" jawab Dissa singkat


"Kenapa pindah?" kali ini seorang siswi yang duduk di dekat jendela yang bertanya.


"Karena papi pindah tugas"


"Oohhh anak papii" ucap seorang siswi yang duduk di barisa 2 dari kiri dengan nada tak bersahabat.


Dissa menoleh dan memandang tidak suka kearah siswi tersebut. Ia tau ada rasa ketidak suka-an yang sangat jelas dari sorot mata sang siswi.


"Apaan sih? sewot banget" seorang siswi lain menyahut dengan nada tak kalah sengit


Dissa mengernyit melihat kejadian tersebut. Dissa bisa melihat adanya api kebencian yang terus membara di antara kedua siswi itu.


"Sudah sudah,Dissa sebaiknya kamu duduk" Bu Lily mencoba menengahi,karena kalau tidak pertengkaran akan pecah saat itu juga.


Dissa melihat hanya ada 1 kursi kosong disamping siswi yang tadi membelanya.


Maka tanpa bisa memilih Dissa-pun duduk dengan tenang di sana.


"Hi,kenalin nama ku Rahma Marissa,panggil aja Rissa" siswi yang duduk sebangku dengan Dissa mengulur kan tangannya.


Dissa tersenyum dan menjabat uluran tangan Rissa.


'Ohh jadi namanya Rissa,punya masalah apa dia dengan siswi yang tadi?' Dissa bertanya dalam hati.


Pelajaran pun dimulai. Dissa mengikuti pelajaran dengan serius begitu juga dengan teman sebangkunya Rissa.


Mereka dapat bekerjasama dengan baik dalam mengerjakan soal yang diberi oleh Bu Lily.


KRRIIINNGG...


jam pelajaran Bu Lily telah habis. Saat Bu Lily keluar dan kebetulan sekali jam kosong karena guru-nya tidak bisa masuk,saat itulah kericuhan terjadi...


_____________________________________


Jadi gimana guyysss untuk part pertama ini?


Huuuhh aku harap kalian suka part ini dan part-part selanjutnya.


Salam sayang author😘


_________


Follow me on instagram @alyaaguzaen