
Sudah sebulan mereka mngikuti magang, Tania terpisah dari keempat sahabat nya. Namun dia sekantor dengan Sela, Mia, Yanti.
"Itu ibuk-ibuk kok nyeselin banget sih" ucap Sela kesal dengan pegawai di kantor tersebut.
"Tau tuh, dari pagi awal dia masuk juga, udah mancing emosi " ucap Tania.
"Ya udah makan aja dulu" sahut Mia lagi.
"Kita makan keluar dulu ya, nggak bawa bekal nih" ucap Yanti.
"Jangan telat lagi, awas karna Lo berdua kita kenak marah Mulu" sewot Tania
"Iya iya" jawab mereka bersamaan.
"Jangan lama ya, masing-masing dua porsi" ucap Sela berbicara dengan seseorang lewat telfon.
"David lagi?" Tania penasaran
"Iya dong" Sela dengan senyuman semangat nya
"Menu apa hari ini?" Tanya Tania lagi
"Nggak tau, terserah dia mau belik apa?" Ucap Sela sambil tertawa kecil.
Dia udah Dateng, tunggu disini" ucap Sela sambil berlari ke luar gerbang kantor
"Makan dong" ucap mereka bersamaan dengan bangga nya.
"Rio kapan ya nganterin makanan ke sini" gumam Tania saat membuka makanan nya
"Entar kesambet Lo" ucap Sela membuyar kan lamunan nya
"Paan sih" sewot Tania.
"Eh Rio apa kabar?" Tanya Sela tiba-tiba
"Uhuuuk uhhuuuk" Tania batuk mendengar ucapan Sela
"Mana gue tau ya ampun, bikin kaget aja" sewot Tania setelah minum air putih yang di berikan Sela
"Masih banyak kali yang antri jadi pacar Lo, yang lebih serius yang lebih ganteng" ucap Sela
"Buat apa gue pacaran sama orang lain, gimana nanti kalau gue atau orang itu terlanjur serius. Kan jadi sakit hati juga nanti" ucap Tania sendu
"Emang kenapa, makin serius makin bagus dong" ucap Sela santai
"Kalau orang normal, lah gue kan udah di jodohin sama dia, walaupun dia nolak, pasti tetap bakalan di jodohin juga, emang siapa yang bisa lawan ayah gue" ucap Tania
"Ya ampun, gue nggak bisa bayangin lo nikah sama manusia es, yang beku, plus Gilak kerja" ucap Sela penuh penekanan
"Nggak usah di bayangin juga kali" jawab Tania
"Emang Lo mau Tania Nadella lohui ganti namanya jadi Tania Nadella doang" ucap Tania penuh penekanan
"Kenapa?" Tanya Sela polos
"Di pecat jadi anak nya ayah gue" sewot Tania
"Kok gitu?" Sela merasa ngeri
"Soalnya ya kan, anak ayah gue itu cuma dua, cuma cewek. Ayah aku mau perusahaan nya di pegang oleh orang yang jelas asal usulnya, orang yang bertanggung jawab" ucap Tania kesal.
"Demi perusahan, kebahagiaan anak nya tertunda" ucap Sela tertawa mengejek.
****
"Lo pulang naik apa La?" Tanya Tania sepulang kantor
"Kayak nya David ngga bisa jemput, naik angkot yuk" ucap Sela
"Boleh banget, udah lama nggak kebut-kebutan" jawab Tania penuh kegirangan
Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang menaiki angkutan umum. Karena jarang sekali mereka bisa sebebas ini.
"Wah, kok bisa barengan?" Tania senang mendapati teman-teman nya juga ada di dalam angkutan yang sama
"Kita sering kok, naik angkutan umum" jawab Esra
"Pacar Lo mana, nggak jemput?"Tania penasaran
"Nggak, soalnya aku bilang nebeng sama Dea, ngga mau dong gue ketinggalan yang beginian" sahut nya lagi
Seperti biasanya kalau mereka sudah bersama pasti ada aja hal memalukan yang terjadi. Apalagi mereka nggak bisa ketemu tiap hari pasti unek-unek kejahilan nya sudah bertumpuk.
"woi jangan buat malu gue dong" teriak Prilly masih di dalam angkutan
"gimana-gimana" ucap mereka bersamaan
*
*
*
*
*
jangan lupa tinggalin jejak ya para readers😍