
"Ukh!!" Reyhan terduduk.
"Rey, kamu kenapa?" Dira berjongkok khawatir.
"Aku gak papa Dira, kamu gak usah khawatir." kata Reyhan berusaha tersenyum.
"Rey, gimana aku gak khawatir sebenarnya kamu kenapa? Apa yang terjadi? Kenapa kamu gak mau jujur sama aku? Apa aku sudah gak berguna lagi untukmu? Rey..." Dira mulai merasa kesal karena Reyhan menyembunyikan sesuatu darinya.
"Dira, aku lakuin ini semua untukmu, demi kamu." kata Reyhan, Dira menyadari sesuatu.
"Apa ini semua karena sesuatu yang kamu berikan padaku, apa hubungannya dengan ini semua?" Dira melihat gelang yang ada di tangannya.
"Rey, apa yang kamu lakukan?" tanya Dira serius.
"Sebenarnya sesuatu yang kuberikan padamu itu adalah sebagian dari kekuatan putih yang aku miliki," kata Reyhan.
"Kenapa Rey, kamu sudah terlalu banyak berkorban untukku. Kenapa kamu selalu melakukan hal-hal yang merugikan dirimu." kata Dira tertunduk.
"Dira karena aku percaya kekuatanku sesungguhnya adalah dirimu, tanpamu aku hanyalah raga tanpa jiwa. Dira jika aku tidak memberimu kekuatan itu sekarang belum tentu juga Demon sriver akan membiarkanku bebas, biar bagaimanapun Demon sriver akan mencariku dan menangkapku lagi. Oleh sebab itu, sebelum hal itu terjadi kamu harus visa melindungi dirimu." Ucap Reyhan membuat Dira memasang ekspresi tidak percaya.
"Rey, maaf aku hanya bisa menyusahkan dirimu. Jika hal itu benar adanya, kiata harus melawannya dan aku akan selalu membantumu" ucap Dira yakin dan Reyhan mengangguk.
"Kau tidak pernah menyusahkan diriku Dira, aku bahkan begitu bahagia karena bisa melindungimu dan berkorban untukmu seperti sekarang." Ucap Reyhan.
"Dan inilah yang kusebut pengorbanan cintaku padamu," lanjutnya.
"Rey..." Dira sudah tidak bisa bekata-kata lagi.
"Terimakasih untuk semuannya, terimakasih banyak." kata Dira.
"Kalau begitu aku akan berusaha keras untuk menjadi kuat dan menjadi salah satu kekuatanmu. Aku akan menjagamu." kata Dira tersenyum.
Prok! Prok! Prok!
Seseorang tiba-tiba muncul bertepuk tangan mereka berdua tidak menyadarinya.
"Tapi sayang sekali, adegan romansa kalian akan berakhir hanya sampai disini," kata seorang berjubah ia melempar kan sesuatu kepada Reyhan sebuah bola kegelapan.
"Siapa kamu?" tanya Dira.
"Arggh!!" Reyhan mengerang kesakitan.
"Rey, apa yang terjadi?" Dira tambah kebingungan.
"Hosh-hosh-hosh!! Dira cepat pergi dari sini, dia berbahaya. Dira dia anak buah dari Demon Sriver, dia memiliki aura kuat dari Demon Sriver, dia adalah pemimpin terkuat dari semua Sriver di dunia ini." jelas Reyhan.
"Gak Rey, aku akan tetap bersamamu," kata Dira bersikeras tetap berada di samping Reyhan.
"Dasar manusia tidak berguna!" tiba-tiba pria itu muncul di samping Dira dan ingin menusukkan pedangnya ke dada Dira, gadis itu hanya membelalak kaget.
Sejak kapan. Batinnya.
Tring!!
Reyhan menangkisnya dengan segenap kekuatannya.
"Dira cepat pergi dari sini! Aku akan menghalanginya," ucap Reyhan setengah berteriak suaranya memarau.
Dira mengeluarkan pedangnya.
"Ternyata kau juga punya kekuatan rupanya," kata Sriver itu.
"Arghh!" Reyhan mengerang lagi.
"Tapi sayang kau bukanlah tandinganku," katanya sombong dan tiba-tiba berada dihadapan Dira.
Saat akan menghunuskan pedangnya kepada Dira, Dira dapat menangkisnya dan bahkan pedang yang di pegang oleh sriver itu terpental.
"Dira," gumam Reyhan yang sudah tersungkur tidak berdaya.
Ia bertarung dengan kemampuan apa adanya. Dan pada akhirnya ia berhasil melukai sang sriver.
"Ternyata aku memang tidak bisa meremehkanmu manusia, hebat sekali kau sampai bisa melukaiku," katanya pada Dira, tapi gadis itu tampak mulai kehabisan tenaga.
Menyadari hal itu dan tahu ia tidak akan pernah bisa mengalahkan sriver itu perhatiannya teralihkan kepada Reyhan yang sudah mulai di kuasai kekuatan gelap, ia kemudian berlari ke arah Reyhan yang sudah mulai di selimuti aura hitam yang pekat.
"Rey!!" teriak Dira ingin menggapai Reyhan.
"Sebaiknya, kau jangan pernah mengganggu ritual penguasaan jiwa curses itu. Sebenarnya kau akan kubiarkan pergi. Asalkan kau tidak mengganggu curses yang akan bangkit sepenuhnya, tapi--" kata sang sriver tiba-tiba ada di samping Dira dan menendang Dira sehingga gadis itu terpental.
"Ukh!!" Darah keluar dari mulut Dira, Sriver itu tidak mengenal ampun pada Dira meskipun ia mengetahui bahwa Dira itu adalah seorang perempuan.
Tapi tekad Dira yang bulat untuk bisa menghampiri Reyhan membuatnya bangkit.
"Aku tidak merasakan sakit saat ini, aku juga tidak merasakan yang namanya takut. Itu semua karena dia, dia yang memberiku keberanian. Aku akan menolongnya," gumam Dira, ia berusaha berdiri dengan bertompang pada pedang yang ia gunakan.
Pedang itu mengeluarkan api, kemudian Dira berlari ke arah sriver itu.
Hyaaa!!!
Semangat Dira ia menghalau serangan demi serangan sang sriver dan ada juga beberapa serangan yang mengenainya. Namun, rasa sakit itu sudah tidak ia rasakan lagi. Dan Dira lagi-lagi berhasil melukai sang sriver.
Akhirnya ia berhasil berada dihadapan Reyhan untuk kedua kalinya. Kali ini ia tanpa basa-basi meraih tangan Reyhan.
Kemudian ia berkata. "Rey, sadarlah. Kau jangan sampai kalah dengan kegelapan, meskipun mungkin hanya ada setitik cahaya kau pasti masih bisa melihatnya." pria itu kemudian menatap gadis yang tersenyum padanya saat ini. Tubuh gadis itu telah dipenuhi luka-luka tapi ia masih berusaha untuk tegar.
"Mati kau manusia bodoh!!" teriak sriver itu dan sebuah serangan gelap menghantam Dira. Dira terpental ke dalam sebuah jurang dan pada akhirnya Reyhan sepenuhnya dikuasai oleh kekuatan gelap itu.
Reyhan, aku mencintaimu. Kuharap kita akan bertemu lagi. Batin Dira tergulung-gulung jatuh kedalam jurang.
"Selamat datang pangeran kegelapan," kata sang sriver.
Sedangkan Reyhan yang telah dirasuki kekuatan jahat itu, hanya menatap pria itu hampa.
"Aaaaaaaaaa!!!!" Kemudian ia berteriak sehingga aura hitam muncul dari tubuhnya sampai menembus awan di langit Arzahitonia dan awan hitam mulai menyelimuti langit Arzahitonia.
Kekuatan jahat mulai menguasai dunia itu, akibat hal itu, perperangan pun mulai terjadi dimana-mana sriver yang mudah terpengaruh mulai di kuasai oleh kekuatan hitam.
.
.
.
"Kak Atan!" Teriak seorang gadis cantik berambut warna kemerah-merahan sebahu.
"Ada apa, Alna." seorang pria yang bernama Atan mendatangi asal suara, pria dengan tubuh jangkung dan rambut kecoklatan dengan tampang yang cukup rupawan.
"Lihat kak, ada seorang manusia yang sekarat!" tunjuk Alna.
"Ayo kita tolong dia, ia harus segera cepat diberi pertolongan. Denyut nadinya saat ini melemah." kata Atan memegang pergelangan tangan gadis itu.
Kemudian ia menatap ke arah langit yang saat ini perlahan-lahan diselimuti oleh kegelapan.
"Sekarang Curses, itu telah bangkit." kata Atan langsung mengetahui kejadian sebenarnya.
"Ayo Alna cepat kita bawa gadis itu, sebelum ada siluman yang menyadari keberadaannya." kata Atan dan Alna hanya mengangguk mengiyakan kemudian Atan menggendong gadis itu dan tiba-tiba saja menghilang setelah membuat portal.
Kedua orang itu merupakan keturunan penyihir, mereka biasanya melindungi semua makhluk yang ada di dunianya itu dan mengobati makhluk apapun yang tengah terluka.
"Sebenarnya siapa gadis ini?" tanya Alna.
"Entahlah," kata Atan.
Apa dia ada hubungannya dengan bangkitnya Curses. Batin Atan mengira-ngira.
Bersambung...