Eyes Of Curses

Eyes Of Curses
Part 18



Gdebuk!


Srak!


Seorang gadis tiba-tiba muncul dari sebuah portal ia terhempas dan tergulung-gulung.


"Ukh!" rintihnya sekujur tubuhnya di penuhi luka-luka.


Dengan tubuh bergetar ia berusaha bangun.


"A-apa aku masih hidup?" tanyanya pada diri sendiri, tampilannya begitu acak-acakan bahkan luka di wajahnya tidak terlihat karena tertutup rambut panjangnya ia melihat telapak tangannya tanda bintang itu telah menghilang.


"Tapi ini dimana?" Dira tidak tahu ia berada dimana.


"Hosh! Hosh!" bahkan tenaga untuk duduk saja ia tidak punya.


Tepat saat ia berhasil mendudukan diri, ujung pedang tiba-tiba berada dihadapannya.


Sebegitu susahnya kah untuk bertahan hidup. Batin Dira ia tersenyum miris.


Dira sudah pasrah dengan keadaan jika dia mati sekarang pun ia tidak akan menolak hanya saja ia teringat janjinya dengan seseorang yang harus ia tepati, dan karena itu juga ia harus bertahan untuk hidup karena dia hidup.


"Kau sriver?" tanya sang pemegang pedang orang itu menggunakan jubah dan hanya matanyalah yang terlihat karena seluruh tubuhnya tertutup bahkan wajahnya. Gadis itu hanya tersenyum miris menanggapinya.


"Sriver, apa itu?" tanya Dira bertanya pada pria itu sambil menatap mata pria yang menatapnya tajam ia masih tidak tahu apa itu sriver.


Dira ia tidak merasa takut dengan pria itu dan malah menantang menatap mata dingin pria itu.


Srat!


Pedang terhunus di depan wajah Dira gadis itu menatapnya terkejut tanpa berkedip sedikitpun, ia pikir saat itu juga dia akan mati.


Beberapa helai rambut Dira terpotong pipi Dira tiba-tiba tergores lalu mengeluarkan darah segar dan pria itu mengetahui bahwa gadis itu adalah manusia.


Dira memegang wajahnya, sudah cukup luka-luka yang diterimanya.


"Aku pikir kau sriver, tubuhmu bau sriver. Maafkan aku disini bahkan hampir tidak ada manusia." jelas pria itu dengan suara bariton yang terkesan dingin dan datar kemudian pedang yang dipegang pria itu menghilang secara tiba-tiba.


Dira benar-benar terkejut bahkan berkedip pun ia tidak bisa, padahal pedang itu tidak mengenainya tetapi wajahnya terluka akibat anginnya saja.


Sekarang ia tidak bisa membedakan dirinya berani atau takut tidak ada yang bisa ia bedakan, bagi Dira saat ini semuanya terasa sama tidak ada bedanya ia kebingungan.


"Bagaimana kau bisa ada disini?" tanya pria itu.


"Aku tidak tahu. Tempat apa ini pun aku tidak tahu." jawabnya.


"Arzahitonia itulah nama dunia ini," kata pria itu, Dira tidak perduli kemudian ia pergi meninggalkan pria itu.


Pria itu menatap gadis yang sekarang berjalan terpincang-pincang, entah mengapa ia mau mengikuti gadis itu.


"Kenapa kau mengikutiku?" tanya Dira tidak kalah datar dan dinginnya dari pria itu tetapi tidak di jawab oleh pria itu, ia sekarang tengah membersihkan dirinya di pinggir sungai dengan sedikit meringis akibat luka-lukanya yang terasa perih karena terkena air sedangkan pria itu sedang bersandar disebuah pohon yang cukup dekat dengan sungai itu ia memperhatikan Dira, saat ini Dira benar-benar merasakan yang namanya mati segan hidup tak mau.


"Sebaiknya kamu pergi urusi urusanmu sendiri lagipula aku tidak ada hubungannya denganmu mau jadi apapun aku itu bukan urusanmu, kau juga sepertinya tidak menyukai kehadiranku," kata Dira matanya mulai berkaca-kaca ia juga berbicara dengan suara bergetar, ia teringat dengan Reyhan saat ini.


Dira bertanya pada dirinya apakah Reyhan juga berada di tempat ini. Apakah keinginannya untuk bertemu dengan Reyhan akan terkabul. Memikirkan hal itu sangatlah membuat Dira sedih, ia takut jika harapan yang ia inginkan tidak terkabul. Dan ia juga akan berakhir di tempat ini. Ia akan berkelana di dunia yang tidak di kenalnya, bagaimana cara bertahan hidup di tempat ini pun ia tidak tahu. Mungkin sangat kecil kemungkinan ia akan selamat jika berada di tempat ini.


Reyhan, apa kau juga berada di tempat ini. Batin Dira bertanya sambil melihat bayangan dirinya di atas air.


Dira takut tapi ia lebih takut dengan orang yang tidak dikenalnya sekarang, belum lagi orang itu bisa saja membunuhnya kapanpun, dan juga ia berada di tempat yang bahkan tidak ia ketahui sama sekali.


Pria berjubah itu berdiri dan ingin pergi, ia mungkin berpikir apa yang di katakan gadis itu sebelumnya ada benarnya, ia tidak perlu mengkhawatirkan gadis itu. Dira mengucek matanya yang sebentar lagi akan mengeluarkan air mata itu. Mulai sekarang ia tidak boleh cengeng lagi, ia harus kuat dan memikirkan bagaimana caranya untuk bertahan hidup.


Tiba-tiba air di hadapan Dira bergetar, tida hanya itu saja tanahnya pun bergetar. Dira merasakan tidak bisa bergerak seperti ada yang membuat dirinya tidak dapat bergerak rupanya tanpa Dira sadari ia sudah tersengat racun siluman di dunia itu.


Pria yang mengikuti Dira langsung mengeluarkan pedangnya kemudian mengangkat tubuh Dira yang tidak dapat bergerak itu di pohon tempatnya bersandar barusan. Kemudian berdiri di hadapan Dira, Dira memerhatikan pria itu ia bingung kenapa pria berjubah itu mau melindunginya dan menolongnya padahal dirinya dan diri pria itu tidak saling mengenal.


Sedangkan pria itu juga bingung kenapa dia mau melindungi gadis yang tidak dikenalnya, apa karena dia manusia sama seperti dirinya atau ada hal lainnya yang ia tidak tahu tiba-tiba saja dirinya ingin melindungi gadis itu.


Tiba-tiba laba-laba raksasa muncul menyerangnya dengan sekali tebasan makhluk itu langsung mati tetapi ternyata di tempat itu ia tidak sendiri ada ratusan makhluk itu di situ, mungkin karena terundang bau manusialah yang menyebabkan makhluk siluman itu menyerang mereka, sekaligus mungkin tempat itu adalah sarang mereka.


Di dunia itu manusia bagi mereka adalah makanan terlezat dan dapat meningkatkan stamina mereka, biasanya manusia yang terkirim ke dunia itu adalah seorang manusia yang sudah mengetahui keberadaan para sriver atau yang memiliki sangkut paut dengan makhluk dunia itu. Energi yang mereka dapat jika berhasil memakan manusia, dapat meningkatkan kekuatan mereka dan dapat merubah makhluk-makhluk itu menjadi lebih kuat.


Pria itu tahu gadis itu termasuk salah satu orang yang tahu tentang sriver walaupun hanya sekilas tahu tetap saja orang yang mengetahui tidak akan selamat, padahal kenyataannya Dira masih belum tahu menahu sriver itu apa, ia benar-benar hanya terlibat saat penculikan Reyhan tapi hal itu cukup untuk membuat gadis itu tidak akan selamat jika bertemu orang yang salah.


Pria itu terus menyerang makhluk-makhluk itu dan ternyata ada salah satu makhluk yang berhasil menjerat Dira dalam jaringnya, Dira sudah tidak dapat bergerak ia sudah tidak sanggup untuk berteriak ia terlalu syok sekarang. Karena ini baru pertamakalinya dalam hidup Dira menghadapi makhluk semacam itu.


Bersambung...