
Waktu perburuan telah tiba, dalam perburuan di hutan telah di siapkan kemah-kemah untuk peristirahatan para bangsawan yang masing-masing di bagi berdasarkan keluarganya selain itu juga di siapkan tempat bagi para putri bangsawan untuk mereka dapat bersosialisai satu dengan lain dengan santai.
Para putri bangsawan duduk di kursi yang berada di pinggir hutan sambil menikmati makanan pencuci mulut yang telah di siapkan sedangkan para pria yang ikut berburu menyiapkan dirinya. Para pria bangsawan yang mengikuti kontes perburuan akan memberikan hasil tangkapannya kepada para putri bangsawan yang mereka pilih sebagai tanda bahwa dia tertarik dengan orang tersebut. Putra Mahkota dan Vander ikut serta dalam acara perburuan sedangkan Lucas dan Elona bertugas untuk menjaga keamanan di sekitar hutan. Kontes perburuan akan dilaksanakan selama 3 hari , perburuan di mulai setelah terdengar suara terompet di bunyikan. Ttrangg... Ttrangg...
Setelah mendengar suara terompet mereka yang langsung memacu kudanya dan masuk ke dalam hutan untuk mencari binatang buruan. Di dalam hutan Lucas dan Elona sudah menandai area-area yang aman untuk berburu menggunakan pita berwarna kuning dan pita warna merah untuk binatang buas. Beberapa bangsawan telah menangkap buruannya berupa kelinci, musang, kijang, rusa dan lainnya. Putra Mahkota dan Vander juga telah menangkap kelinci, rusa dan rubah.
Tiba-tiba Ricardo merasa ada anak panah yang melaju ke arah mereka. Shut...shutt.... Ricardo dan Vander terus memacu kudanya sambil menangkis panah yang terus menyerang dengan pedang mereka tanpa sadar mereka memasuki area pita merah. Setelah memasuki area itu cukup dalam Ricardo dan Vander memutuskan untuk menghentikan kuda mereka dan bertarung secara langsung dengan para pembunuh tersebut. Heighh.. Neigh.... panah yang mereka tangkis berhasil mengenai 2 orang pembunuh lainnya setelah mereka anak panahnya, mereka keluar dari tempat persembunyiannya. Lalu 6 orang pembunuh tersebut ikut keluar dari persembunyiannya dan
tang...klang... klang..... dan 2 orang diantara mereka mempunyai kemampuan yang sama dengan RIcardo dan Vander.
Setelah beberapa saat tinggal mereka berempat yang masih bertahan Ricardo, Vander dan kedua musuhnya itu meski tubuh mereka dipenuhi luka. Haumm... haumm... ada suara singa besar yang sedang mendekat kemudian kedua musuh itu memutuskan untuk meninggalkan Ricardo dan Vander dengan singa itu. Ketika melihat kesempatan kedua pembunuh untuk kabur pembunuh itu saling berbicara lewat tatapan mata yang mengatakan " kita lemparkan saja mereka pada singa itu lalu kabur". Setelah para pembunuh itu berhasil memojokan posisi Ricardo dan Vander ke arah singa yang semakin dekat dengan mereka, kedua pembunuh itu kabur menggunakan alat magic mereka. Ricardo dan Vander melihat mereka yang kabur dengan menggunakan alat magic akhirnya mendapat gambaran bagaimana mereka dapat melancarkan serangan tapi tidak dapat dilihat oleh para bangsawan yang lain dan bagaimana hutan tersebut menjadi sepi seperti tidak ada orang disekitar mereka.
Haumm..... singa yang tadi mendekat secara diam-diam seperti sedang mengamati target buruannya, langsung meloncat ke arah Ricardo, Ricardo menahan serangannya dengan menggunakan pedang miliknya sedangkan Vander menusuk badan singa itu dari belakang.
Disaat yang bersamaan acara perburuan untuk hari itu telah selesai dan banyak dari para bangsawan sudah kembali ke tempat pertemuan.
" Kenapa Putra Mahkota dan ketua komandan Vander belum kembali?" kata Elona ke Lucas
" Kita tunggu sebentar lagi jika masih belum kembali juga aku akan mencari mereka dan kamu yang menjaga tempat ini!"
" Baik, komandan"
Di dalam hutan setelah mereka melawan singa itu, Vander dan Ricardo duduk bersandar pada pohon besar yang ada disana. Haaah...haahh.... mereka menghela napas karena kelelahan melawan pembunuh dan singa sambil mengatur napas mereka mengobati luka yang ada di tubuh mereka.
" Putra Mahkota, bagaimana dengan luka anda?" tanya Vander
" Tidak ada masalah, ini bukan luka besar. Kamu sendiri bagaimana lukamu lebih parah dari aku?" kata Ricardo sambil membalut luka panah yang pukang kakinya dan luka pedang di lengannya
" Melihat bagaimana dengan menggunakan alat magic yang tergantung di pedang mereka sepertinya kita tidak mempunyai pilihan selain menyembunyikan kejadiaan ini hanya pada orang sekitar dan bersikap seperti tidak terjadi apapun" lanjut Ricardo
" Ya, saya memahami kenapa anda mengambil keputusan seperti itu karena alat magic yang mereka gunakan adalah untuk menciptakan ilusi dan teleportasi. Kedua alat itu hanya di miliki oleh beberapa bangsawan kelas atas, apa menurut anda mereka bekerjasama dengan tower pemilik magic?" tanya Vander
" Ada kemungkinan tapi sebelum itu sebaiknya kita kembali supaya mereka tidak khawatir sekaligus kita dapat melihat wajah para pelaku jika mengetahui kita dapat kembali dengan selamat" kata Ricardo ke pada Vander sambil bangkit berdiri.
Siuuttt...siuuttt... drap...drap.... suara kuda Ricardo dan Vander yang mendatangi tuannya
Mereka kembali ke tempat pertemuan acara dengan menggunakan kuda mereka yang tadinya mereka lepaskan sebelum bertarung dengan para pembunuh bayaran, tidak lupa mereka membawa hasil buruannya termasuk singa yang baru saja mereka kalahkan. Ketika mereka kembali Lucas telah bersiap untuk mencari mereka yang akhirnya bertemu di garis start perburuan, Lucas yang melihat kedatangan mereka langsung berlari menghampiri Ricardo dan Vander dengan wajah cemasnya.
" Putra Mahkota apa anda baik-baik saja?" kata Lucas dengan nada pelan
" Nanti aku akan menjelaskan semuanya di kemah peristirahatanku bawa juga Elona ikut bersamamu" kata Ricardo pada Lucas
Lalu Lucas kembali untuk menyampaikan pesan yan di perintahkan pada Ricardo ke Elona sedangkan Ricardo dan Vander menghadap Raja sambil membawa singa buruannya. Sambil berjalan menghadap Raja mereka berusaha memperhatikan wajah dan sikap para bangsawan yang terlihat mencurigakan dengan kehadiran mereka
" Terima kasih akan hadiahmu Putra Mahkota" kata Raja
Setelah itu, acara hari pertama perburuan telah berakhir dan semuanya kembali ke kemah mereka masing-masing. Ricardo, Vander, Lucas dan Elona telah berkumpul di kemah Ricardo untuk mendiskusikan kejadian penyerangan siang hari tadi.
" Apakah terjadi sesuatu di dalam hutan tadi, Putra Mahkota?" tanya Lucas
" Di hutan tadi kami bertemu dengan pembunuh bayaran dan 2 diantaranya berhasil kabur dengan menggunakan alat magic" kata Ricardo
" Apa anda dan kepala komandan Vander terluka?" tanya Elona
" Aku hanya ada luka kecil di kaki dan lengan tangan sedangkan Vander punggungnya terluka karena ayunan pedang musuh, tadi sudah ku suruh dokter kerajaan untuk memeriksa keadaannya kalian tidak perlu khawatir" jawab Ricardo. Lalu masuklah Vander yang telah selesai mendapat perawatan dari dokter kerajaan dan duduk di sebelah Elona.
" Apa yang dokter katakan tentang lukamu?" tanya Ricardo
" Tidak ada yang perlu di khawatirkan hanya perlu istirahat selama beberapa hari saja"
" Baguslah kalau begitu kau besok istirahat saja dan tugasmu akan digantikan Lucas sementara waktu"
" Tapi jika begitu alasan apa yang anda berikan jika ada yang menanyai keberadaanku"
" Aku akan katakan kau terluka saat sedang berburu kemarin. Apa kau memperhatikan wajah bangsawan yang terlihat mencurigakan dengan kehadiran kita?" tanya Ricardo pada Vander
Vander menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Jadi apa ada yang mencurigakan dari pembunuh bayaran itu? apa maksudnya dengan alat magic?" tanya Lucas
" Sebelum mulai penyerangan kami merasa tiba-tiba keadaan di dalam hutan menjadi aneh jadi kami menduga bahwa mereka menggunakan magic sejenis ilusi karena tidak ada satu orang pun yang mengetahui bahwa kami sedang diserang tentu saja selain kita dan pelaku. Lalu saat kita sedang bertarung, Aku dan Vander melihat pedang yang mereka gunakan terdapat alat magic teleportasi yang mereka pakai untuk kabur dengan cara menyudutkan kita ke singa itu" jelas Ricardo.
" Apa ini ada hubunganya dengan tower pemilik magic? bukankah kedua alat magic itu hanya bisa dimiliki oleh bangsawan sekelas Marques dan Duke saja? tanya Elona
" Aku tidak tau apa ini ada hubungannya dengan tower pemilik magic, tapi memang kami dapat memperkecil skala pencarian pelaku" tapi aku ingat di kehidupan sebelumnya tidak ada kejadian seperti ini selama acara perburuan, apa ini ada halnya dengan tertangkapnya Count Raymond. kata Ricardo sambil mencoba mengingat kejadian di kehidupan sebelumnya.
" Tapi harus ku akui bahwa orang yang merencanakan kejadian ini cukup berhati-hati karena kita tidak dapat mengatakan bahwa kita telah di serang oleh pembunuh bayaran karena tidak ada bukti bahkan mayat mereka pun ikut lenyap begitu juga dengan saksi, tidak ada yang melihatnya karena ilusi dari kekuatan magic tersebut" kata Vander.
" Lalu apa yang akan anda rencanakan untuk mencari pelakunya, Putra Mahkota?" tanya Elona
" Sementara ini kita hanya bisa berpura-pura tidak terjadi apapun dan melihat rencana apalagi yang akan mereka gunakan selama 2 hari terakhir"
Lalu mereka keluar dari kemah Ricardo dan kembali ke kemah peristirahatan mereka masing-masing