Elona'S Legacy

Elona'S Legacy
Bertemu Hans



Siang hari, Ricardo, Elona, Vander, Lucas, Maria, dan Leana makan bersama di istana


" Salam Putra Mahkota" kata Elona dan kedua temannya


" Salam Putri Mahkota" kata Vander dan Lucas


Tak lama kemudian para pelayan mengeluarkan hidangannya, lalu para pelayan undur diri meninggalkan mereka


" Hari ini kita bicara santai saja dan nikmati makan kalian!" kata Ricardo


" Apa kalian akan ikut menemani Elona ke acara ekspedisi?" tanya Ricardo ke Maria dan Leana


" Hanya saya saja yang ikut sementara Leana akan tetap tinggal di istana untuk menyelesaikan tugasnya" jawab Maria


" Itu bagus jika salah satu dari kalian ikut Elona tidak akan kesepian" kata Ricardo


Elona dan Ricardo melihat wajah Vander yang terlihat senang ketika mendengar Maria akan ikut pergi ekspedisi wajah Vander terlihat senang. Setelah itu, mereka kembali untuk menyelesaikan pekerjaaan yang ada dan menyiapkan acara ekpedisi.


Beberapa hari kemudian para rombongan ekspedi menaiki kuda menyusuri tempat yang di tujunya, mereka telah berjalan selama 2 hari.


" Kita istrahat disini sebentar!" kata Ricardo


" Baik"


Lalu para prajurit membantu untuk mendirikan tenda, mereka akan tinggal untuk 1 malam


" Elona, apa kau baik saja?" tanya Ricardo


" Aku baik saja, aku lebih khawatir pada Maria karena dia tidak biasa melakukan perjalanan jauh seperti ini" balas Elona


" Kalau soal itu kau dapat tenang karena Vander yang akan menjaga dia" kata Ricardo sambil menunjuk ke arah Maria dan Vander berada


" Aku setuju denganmu!" balas Elona


Maria yang merasakan pada pandangan aneh yang di berikan oleh Ricardo dan Elona,Maria langsung mengahlikan pandangannya


Pagi hari mereka semua bersiap berangkat ke tempat tujuannya, daerah perbatasan dekat kerajaan Merioa


" Putra Mahkota, kita sudah siap berangkat!" lapor Vander


" Ayo! kita berangkat menuju pebatasan kerajaan Merioa" perintah Ricardo


Beberapa jam kemudian mereka telah masuk ke perbatasan kerajaan Merioa dan tinggal di villa yang telah mereka sewa


" Putra Mahkota ita sudah sampai!" kata Vander


" Kau ikut aku dan ajak 5 pengawal menemui orang kita yang melakukan transaksi ekspedisi. Lucas dan Elona kalian tinggal di villa ini bersama dengan yang lain!" perintah Ricardo


Ricardo dan Vander menuju ke dermaga untuk bertemu dengan orang yang bertangungjawab atas ekspedisi di kerajaan Merioa. Di dermaga tanpa sengaja dia bertemu dengan Hans, pangeran dari kerajaan Merioa.


" Bagaimana keadaan barang kita yang ada di dermaga?" tanya Ricardo


" Kita berhasil mengamankan sebagian besar barangnya, Putra Mahkota" jawab penangunggjawab dermaga


" OH! lihat siapa yang ku temui disini?" sapa Hans


Ricardo dan Vander menoleh ke arah suara itu " Pangeran Hans!?"


" Putra Mahkota Ricardo dan Komandan Vander, lama tak berjumpa. Ada keperluan apa kalian datang kesini?"


" Seperti yang Pangeran Hans lihat, apa yang pangeran lakukan disini?" balas Ricardo


" Aku hanya memeriksa keadaan di dermaga"


" Aku dengar Putra Mahkota Ricardo telah mendapatkan pasangannya, selamat!"  lanjut Hans


" Terima kasih pangeran Hans"


" Apa Putri Mahkota juga ikut dalam perjalanan kali ini?"


" Sepertinya Anda mempunyai banyak waktu untuk tertarik dengan kerajaan kami" sindir Ricardo


" Pangeran Hans jika kau masih ada urusan disini lanjutkan saja, aku sudah menyelesaikan urusanku"


" Putra Mahkota jangan lupa 3 hari lagi kerajaan Merioa akan mengadakan pesta, datanglah bersama pasanganmu! kalau begitu sampai nanti"


Ricardo dan Vander pergi meninggalkan Hans kembali ke kediamannya. Setibanya mereka di tempat penginapan, Ricardo langsung pergi menemui Elona untuk membicarakan pertemuannya dengan Hans, pangeran dari kerajaan Merioa itu.


" Anda sudah kembali, Putra Mahkota" sambut Elona


" Aku tadi bertemu pangeran Hans dan dia bilang akan mengundang kita ke acara kerajaannya 3 hari lagi, kau bersipalah"


" Baik. Bagaimana dengan inspeksi dermaga?"


" Hanya ada sedikit masalah tapi semuanya sudah berjalan lancar"


" Apa ada yang perlu kita perhatikan saat acara kerajaan nanti?"


" Kau hanya perlu berhati-hati dengan pangeran Hans dan pengawal pribadinya"


" Tenang walau tidak bisa membawa pedang ke dalam tapi aku bisa menyembunyikan belati di dalam pakaianku" canda Elona


" Ide bagus" balasnya sambil tertawa


3 Hari kemudian di istana kerajaan Merioa, Ricardo dan Elona pergi ke acara pesta disana dia bertemu Hans


" Beri hormat Putra Mahkota kerajaan Bisania Ricardo D' ferdrick dan Putri Mahkota Elona Delaona tiba!"


" Salam pada Yang Mulia Raja Merioa dan Pangeran Hans" kata Ricardo dan Elona


" Salam Putra Mahkota dan Putri Mahkota kerajaan Bisania, aku senang kalian dapat datang di acara ini"


" Putri Mahkota anda terlihat cantik" puji Hans


" Terima kasih atas pujian anda, Pangeran Hans"


" Bisa kita bicara berdua Putra Mahkota?" tanya Hans


Mereka berjalan menuju balkon ballroom istana


" Aku dengar beberapa bulan yang lalu kau pergi ke perbatasan dan menyelamatkan anak-anak yang diculik?" tanya Hans


" Aku sedang menyelidiki kasus penculikan yang terjadi di kerajaanku, pentunjuk mengarah ke daerah perbatasan kerajaan"


" Aku hanya ingin bilang terima kasih karena kau juga sudah menemukan mereka dengan selamat ke orang tuanya, bagaimanapun mereka juga rakyat kerajaan Merioa"


" Aku tidak tahu kau mempunyai sisi yang peduli akan rakyat"


" HAHAHA... Kau pasti bercanda Putra Mahkota Ricardo, kita tidak dekat untuk mengetahui sifat masing-masing"


" Aku harap suatu saat kerajaan kita dapat berdamai"


" Apakah dia orang yang sama dengan orang merencanakan perang atau ini semua hanya aktingnya" batin Ricardo


" Aku juga" balasnya


" Kalau begitu kita kembali ke dalam" ajak Hans


Disana Elona telah menunggu Ricardo


" Apa semuanya baik-baik saja, Putra Mahkota?"


" Tenang saja! Dia hanya ingin berterima kasih untuk kasus penculikan waktu itu"


" Syukurlah!"


" Ayo, kita berdansa!"


Mereka berdansa mengikuti iringan musik, dimata banyak orang mereka terlihat serasi. Hans juga ikut memperhatikan keserasian Ricardo dan Elona lebih tepatnya tertuju pada Elona. Hal ini membuat baik Ricardo dan Elona menyadari sorotan yang di berikan Hans.