Elona'S Legacy

Elona'S Legacy
Penobatan Prajurit Baru



Pagi hari di Istana kerajaan, bal room istana


Waktu penobatan prajurit baru tiba, semuanya telah berkumpul dan berbaris dengan rapi. Mereka memakai baju seragam prajurit berwarna navy dan putih sambil menyarungkan pedang di samping kiri pinggang mereka.


" Elona, kepada siapa kau akan memberikan janjimu?" tanya salah satu teman prajurit


" Kau tidak akan percaya kalau aku beri tahu sekarang, nanti kau akan melihatnya sendiri" kata Elona pada temannya itu.


" Beri hormat pada Yang Mulia Raja Richard D' Ferderick dan Putra Mahkota Ricardo D' Ferderick" kata salah satu prajurit penjaga pintu mengumumkan kedatangan mereka sambil membuka pintu bal room istana.


Setelah masuk, Raja dan Ricardo duduk di kursi yang telah di siapkan. Kemudian acara penobatan di mulai dengan Yang Mulia Raja memberikan sambutan yang terakhir diserahkan kepada Putra Mahkota.


"Saya sebagai Putra Mahkota kerajaan Bisania berbahagia karena pada generasi ini banyak yang ingin mengabdikan dirinya sebagai seorang prajurit kerajaan, saya juga berharap kalian dapat berkerja dengan baik,dan tetap setia dalam melayani dan menjaga keamanan kerajaan ini. Dan saya berharap bahwa semangat yang kalian miliki sebagai prajurit kerajaan hari ini akan terus kalian bahwa ke depannya. Sekian pesan dari saya".


Setelah selesai memberikan sambutan kecil Ricardo kembali ke tempat duduknya yang semula di samping Raja.


" Putra Mahkota apa kau akan mengambil pengawal pribadi baru tahun ini?" tanya Yang Mulia Raja.


" Iya Yang Mulia, aku sudah menentukan satu orang yang ku pilih sebelum acara penobatan ini"


Para prajurit yang baru terbagi menjadi dua bagian, sebagian ada yang menjadi pengawal istana dan sebagian dipilih oleh bangsawan kelas atas seperti Duke dan Marques. Giliran Elona yang akan memberikan janji, Putra Mahkota bangkit berdiri dari kursinya lalu menghampiri Elona yang sudah berlutut satu kaki dan memegang pedang dengan kedua tangannya, kemudian Ricardo mengambil pedang itu dari tangan Elona dan menaruhnya ke pundak kiri Elona sebagai simbol dari perjanjian prajurit.


" Berikan janjimu Dame Elona" kata Ricardo


"Dame Elona, memberikan janji prajuritnya bahwa akan selalu setia dan melindungi Putra Mahkota Ricardo D' Ferderick dalam menjalankan tugas sebagai pengawal pribadi sampai akhir hidup saya" kata Elona.


" Aku Putra Mahkota menerima janjimu"


" Terima kasih Putra Mahkota"


Setelah acara upacara penobatan prajurit baru selesai, malam harinya di bal room istana akan diadakan pesta untu merayakan penobatan prajurit baru sekaligus merayakan ulang tahun Putra Mahkota ke-18 tahun. Semua tamu telah mengenakan pakaian pestanya. Ricardo menghampiri Elona yang baru saja selesai berbicara dengan teman-temannya.


" Putra Mahkota Ricardo, saya ucapkan selamat ulang tahun ke-18" kata Elona


Ricardo terdiam sesaat karena dia melihat Elona mengenakan gaun pesta yang berwarna merah muda dengan rambut perak yang di kepang. Elona terlihat sangat cantik dengan gaunnya itu.


" Terima kasih Elona. hari ini kau terlihat berbeda, aku hampir tidak mengenalimu"


" Berbeda? mungkin ini karena rambutku, waktu pertama kali bertemu saya mengubah warna rambut agar tidak terlihat mencurigakan dan waktu itu aku menyamar sebagai laki-laki. Tapi apa segitu berbedanya bahkan komandan Lucas juga berbicara seperti itu?"


" Itu karena hari ini kau terlihat sangat cantik" Ricardo tersipu-sipu dengan pikiranya sendiri


" Yang Mulia apa anda baik-baik saja? wajah anda terlihat merah"


Hhmmm... ternyata kau dapat beradaptasi dengan Lucas dengan cepat, ini hal bagus karena nanti kalian akan sering berkerjasama"


" Putra Mahkota, Yang Mulia Raja memanggil anda" sela kepala butler istana yang datang di tengah perbincangan mereka.


Lounge istana, Yang Mulia Raja dan dua pengawal pribadinya yang berdiri di samping kanan-kirinya. Tok.. Tok... Tok...


" Yang Mulia Raja ini kepala butler, saya telah membawa Putra Mahkota"


" Yang Mulia anda memanggil saya?" kata Ricardo


" Duduklah Ricardo! Kalian tinggalkan kami berdua!" kata Raja pada para pelayan dan pengawalnya.


Setelah mendengarkan perintah Raja para pelayan menyelesaikan tugasnya untuk menyuguhkan hidangan bagi Raja dan Putra Mahkota kemudian mereka pamit keluar ruangan.


" Terima kasih ayahanda atas kepercayaannya. Aku sudah mengirim Lucas ke daerah perbatasan untuk mencari informasi lebih lanjut dan besok pagi kami akan membahasnya bersama-sama"


" Sebaiknya aku tidak memberitahu ayahanda mengenai kecurigaanku sebelum ada bukti yang pasti" batin Ricardo


" Apakah prajurit yang kau pilih hari ini ada hubunganya dengan pemecahan kasus kali ini?" tanya Raja


" Ya, dia adalah mata-mata yang di kirim kerajaan untuk membantu dalam penyelidikan penculikan anak-anak untuk di jual menjadi budak dan Count Raymond"


" Apa hanya itu alasanmu mengangkatnya menjadi pengawal pribadimu? Bagaimana dengan karakter dia dan kemampuan bela diri atau pedangnya?"


" Dia cukup mahir dalam kemampuan pedangnya meski tidak sehebat Lucas dan Vander, tapi kemampuannya memenuhi syarat sebagai pengawal pribadi." Kata Ricardo yang tanpa sadar dia memberikan jawaban kepada Raja berdasarkan ingatan di masa lalunya.


Mendengar hal itu Raja terkejut " Jika kau membandingkannya dengan kedua temanmu itu, dia pasti ahli dengan pedangnya. Kau pernah melihatnya bertarung?" tanya Raja penasaran


Kukkk... Ricardo tersedak dia tersadar dengan jawaban yang dia berikan


" Baiklah aku akan mempercayai keputusanmu itu. jika aku tidak salah ingat namanya Elona Delaona, apa dia putri tunggal dari Marques Delaona?"


" Benar, seperti ayahnya dia berwatak jujur, bijaksana dan berani"


" Kalau begitu aku bisa tenang karena ayahnya merupakan orang yang setia pada kerajaan\, walaupun untuk seorang bangsawan dia mempunyai watak yang cukup blak-blakan (a.k.a terus terang*)* dalam memberikan saran tapi sebagai pribadi dia adalah orang yang tertutup" kata Raja


" Apa ayah kenal dekat dengan Marques Delaona?"


" Bukan aku tapi ibumu dan istrinya adalah teman dekat, mereka sering saling curhat dan aku ingat dari cerita ibumu dia adalah orang yang tertutup apalagi setelah kehilangan istrinya dia menjadi sangat tertutup. Kalau begitu kau lanjutkan pimpin acara di luar" kata Raja pada Ricardo.


Setelah Ricardo keluar dari lounge dan kembali ke pesta, di sana para bangsawan dan putri-putri bangsawan langsung berkumpul memberikan ucapan selamat ulang tahun pada Ricardo sambil mencari kesempatan untuk mencuri perhatian Ricardo dengan harapan bahwa putri mereka dapat menjadi Putri mahkota termasuk diantaranya Sabrina anak dari Marques Casia tetapi Ricardo tidak memperhatikan mereka, dia hanya mencari keberadaan Elona di tengah acara pesta itu.


" Putra Mahkota Ricardo selamat ulang tahun" serentak para putri bangsawan yang mengerumuninya


" Terima kasih atas ucapan yang kalian berikan" Ricardo membalas mereka dengan nada dan senyuman formalnya.


    Ketika Ricardo berjalan keluar dari kerumunan untuk menghampiri Elona, Ricardo bertemu dengan Sabrina dan memberikan tatapan yang dingin di bandingkan dengan para putri bangsawan yang tadi dia berjumpa tadi. Sabrina memberi ucapan selamatnya pada Ricardo dan di balasnya dengan nada datar " terima kasih". Lalu dia pergi menemui Elona meninggalkan Sabrina sendiri.


" Elona di sini kau rupanya? Aku mencarimu"


" Salam hormat Putra Mahkota Ricardo" teman-teman prajurit Elona. Setelah itu, mereka pergi meninggalkan mereka berdua.


" Apa ada yang bisa saya bantu Putra Mahkota?"


" Aku lihat dari tadi kau hanya berbicara dengan teman sesama prajurit mu saja. Kenapa kau tidak berkumpul bersama dengan para putri bangsawan di sana?"


" Saya tidak terlalu bisa bergaul dengan gaya pembicaraan mereka"


Mendengar jawaban dari Elona, Ricardo tertawa kecil " hmpftt... ah, aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk menghinamu. Apa kau sudah siap untuk berkerja denganku besok?"


" Tentu saja Putra Mahkota"


" Kalau begitu aku akan tunggu besok di ruanganku dan juga kita akan membahas kasus itu lebih lanjut"


" Baik Putra Mahkota"


Dari jauh Sabrina yang sudah lama memendam rasa sukanya pada Ricardo merasa iri terhadap Elona dengan kedekatan mereka berdua.