Elona'S Legacy

Elona'S Legacy
Awal dari Reinkarnasi



    Diruang tidur, Putra Mahkota Ricardo D' Ferderick, 18 tahun


    Ricardo terbangun dari tidur dan membuka matanya yang memili warna yang sama dengan langit biru dan melihat dirinya di cermin kamarnya, dia menyadari bahwa dirinya telah kembali ke 5 tahun sebelum dia meninggal.  Sambil dengan wajah yang terkejut dia menghela napasnya " Hahh..... bukanya aku sudah meninggal dibunuh oleh Ratu, bagaimana aku bisa kembali ke masa mudaku?"


" Aku akan mengubah semua agar teman-teman seperjuanganku tidak mati dan kerajaan tidak jatuh kedalam genggaman tangan wanita itu" batin Ricardo. Ricardo mencoba mengingat kembali hal yang terjadi 5 tahun yang lalu sebelum dia meninggal. Dia mengingat sebuah kasus penjualan budak yang telah di illegalkan di kerajaan Bisania.


Tok... tok..." Putra Mahkota, anda dipanggil oleh Yang Mulia Raja untuk menemuinya diruang kerja Beliau" kata kepala pelayan istana.


" Ayahanda, anda memanggil saya?"


" Ricardo,  kamu pergilah selidiki kasus penjualan budak yang sedang ramai terjadi belakangan ini!"


" Baiklah, Ayahanda". Ricardo pergi meninggalkan ruangan dan bersiap dengan membawa 2 orang kepercayaannya.


    Vander dan Lucas, mereka adalah teman masa kecil Ricardo sekaligus teman seperjuangannya pada waktu perang antara 2 kerajaan.


" Salam pada Putra Mahkota" kata Vander dan Lucas secara bersamaan memberikan hormat dengan membungkukan badan sedikit dan dengan tangan kanannya diletakkan didada mereka.


" Senang dapat melihat kalian berdua lagi setelah sekian lama" kata Ricardo.


Lucas dan Vander saling melihat satu sama lain dengan tatapan kebingungan. " Bukankah kita baru bertemu kemarin?" Ricardo hanya membalasnya dengan senyuman


" Besok kita akan pergi menyelidiki kasus penjualan budak dengan menyamar sebagai pedagang, persiapkanlah semuanya!.


" Baik, Putra Mahkota" jawab mereka


    Dalam perjalanan menyelidiki kasus tersebut, Ricardo, Vander, dan Lucas telah mengenakan pakaian layaknya pedagang dan mengubah warna rambut mereka (Ricardo dan Vander) menjadi coklat seperti warna kebanyakan orang di kerajaan. Selama ada di kereta kudanya, Ricardo mengingat kembali masa lalunya


*** Flashback ***


    Ricardo dan para prajuritnya berperang melawan kerajaan Merioa yang telah sampai perbatasan. Kedua kerajaan saling menghunuskan pedangnya dan bertarung hingga akhir, banyak korban berjatuhan baik pihak musuh maupun prajurit dari Kerajaan Bisania. Di garis depan hanya tersisa Ricardo, Vander, dan Elona mereka berjuang sampai titik akhir. Vander yang melihat situasi semakin sulit memutuskan untuk melawan mereka dengan sisa prajurit mereka yang ada sedangkan Elona akan membawa pergi Ricardo. Elona yang terpaksa menyetujui keputusan Vander itu langsung menarik tangan Ricardo dan membawanya pergi dengan menaiki kuda.


    Pihak lawan (Hans dan 2 pengawalanya)  yang melihat itu langsung ikut mengejar Ricardo akan tetapi berhasil ditahan oleh Vander walau tidak lama kemudian Vander ikut gugur. Prajurit musuh mulai menembakkan anak panah ke arah mereka dan mengenai kuda yang mereka tunggangi, mereka terjatuh dari kuda dan membuat mereka harus berlari  sedangkan musuh terus menembaki mereka dengan panah yang pada akhirnya mengenai Elona karena berusaha untuk melindungi Ricardo.


    Di depan mereka hanya ada jurang, pihak musuh berhasil mengejar mereka dan mereka sempat bertarung secara sengit "klang...klang...klang..." suara pedang yang saling beradu. Elona yang berhasil membunuh  satu orang  dari musuh itu langsung membantu Ricardo yang sedang kewalahan melawan mereka berdua, karena Ricardo dan Elona yang sedang terluka  mereka tidak dapat melawan musuh dengan maksimal, Elona menyarankan kepada Ricardo untuk mereka berdua melompat dari jurang itu. pada saat melompat ke jurang, Hans sempat melemparkan belati yang mengenai lengan Elona, mereka bertahan dengan menggunakan pedang yang ditancapkan ke dinding tebing itu. Ricardo yang melihat ada gua kecil dalam tebing itu berkata pada Elona " kita dapat bersembunyi di gua itu, aku akan mencobanya terlebih dahulu lalu aku akan menangkapmu" karena letak gua yang lebih dekat dengan Ricardo dia mencobanya lalu dengan kekuatan yang tersisa mengayunkan dirinya ke dalam gua dan berhasil, giliran Elona karena posisi yang lebih jauh dan luka yang ada dilengannya membuat Elona hampir gagal.


" ahh.." suara Elona yang mengira akan jatuh ke dalam dasar jurang tapi Ricardo berhasil menangkap tangan Elona dan menarinya masuk ke dalam gua. Selama di dalam gua mereka membalut luka mereka dan beristirahat satu hari didalam sana sambil mencari cara untuk keluar dari sana. Keesokan harinya setelah mereka berhasil keluar dari gua itu mereka bertemu Hans dan pengawalnya itu, mereka bertarung lagi "klang.. klang.. tang" tak lama kemudian pengawal Hans kalah tapi berhasil memberi waktu untuk Hans kabur dari Ricardo dan Elona. Mereka mencari tempat untuk berteduh sambil menunggu bantuan dari kerajaan datang.


"Aku akan pergi melihat situasi dan membawakan makanan, kamu rawatlah lukamu".


Elona merasa bahwa waktu yang dia miliki tidak banyak dia memegang tangan Ricardo.


" Tunggu Putra Mahkota, ada yang ingin saya berikan" sambil menahan sakit Elona mengeluarkan gelang dan memberikannya pada Ricardo


" Gelang? kenapa kau memberikan ini padaku?"


" Jika ada bahaya, aku berharap gelang magic itu dapat menyelamatkanmu" Ricardo menerima gelang itu walau dengan kebingungan. Setelah selesai memastikan keadaan aman dan membawa beberapa buah untuk dimakan, Ricardo kembali dan melihat Elona yang sedang tidur bersandar di bawah pohon dengan rambut peraknya yang terurai terkenai tiupan angin walau dengan baju yang berlumuran darah Elona masih terlihat cantik berpikir dalam hatinya " Jika dia tidak menjadi seorang prajurit pasti dia akan sangat terkenal di kalangan para putri bangsawan" 


" Elona, bangun dan makanlah buah-buah ini lalu kita akan melanjutkan untuk mencari jalan keluar" tapi tidak ada balasan dari Elona.


"Elona...Elona.. hei Elona bangunlah!" Ricardo yang memanggilnya dengan suara agak keras sambil menggoyangkan tubuh Elona karena taku mengenai lukanya.


" Hhmm...." Elona membuka matanya perlahan


" Makanlah buah-buah ini" Ricardo memberikan makanan kepada Elona dan duduk didekatnya tanpa senga melihat luka balutan dengan darah yang berwarna hitam.


" Apakah ada racun di lukamu?" tanya Ricardo dengan nada cemas


" Rick, hiduplah dengan bahagia" kata Elona dengan nada yang pelan dan senyuman tipis diwajahnya


" Bagaimana kau tau nama panggilanku?" " hanya ibu Ratu yang memanggilku dengan nama itu ketika kecil"


    Belum sempat menjawab Ricardo, Elona menjatuhkan kepalanya di pundak Ricardo dan meninggal. Ricardo tanpa tersadar dia meneteskan air mata karena kehilangan teman-teman dekatnya. Setelah satu tahun setelah perang berakhir dua kerajaan masih terus bermusuhan, Ricardo yang akhirnya menjadi raja dan menikah secara politik dengan Sabrina dan melahirkan seorang putra mahkota. Sabrina membenci Ricardo karana terus memperlakukannya secara dingin dan hanya memperhatikan gelang peninggalan Elona.


" Ricardo setelah ini kamu akan selamanya dengan wanita itu dan teman- temanmu" sambil menaruh racun ke dalam gelas anggur Ricardo.


    Malam hari ketika Ricardo tidak dapat tidur dan meminum anggurnya tidak lama kemudian terdengar suara " heukk... hahh..." darah keluar dari mulut Ricardo dan meninggal sambil memegang gelang milik Elona.


**** Flashback end***


    Ricardo membuka matanya " Apakah gelang itu yang membuatku kembali ke masa lalu"


" Putra...hmm tuan muda sebentar lagi kita akan sampai dilokasi" kata Vander.