Elona'S Legacy

Elona'S Legacy
Persiapan Acara Penobatan Prajurit Baru



Tok.. tok... tok... " Putra Mahkota, ini butler istana boleh saya masuk?"


" Masuklah! ada kepentingan apa butler istana?"


 Butler masuk sambil memberikan hormat dengan membungkukan badanya 45 derajat dengan tangan kanan menyentuh dadanya.


" Saya membawa pesan dai Yang Mulia Raja, Putra Mahkota ditugaskan untuk mempersiapkan acara penobatan para prajurit pengawal istana yang baru"


" Sampaikan pada Raja aku akan melaksanakan perintahnya" setelah menerima balasan dari Ricardo, butler undur diri dari dari ruangan tersebut.


" Lucas kau pergi ke tempat dekat perbatasan yang dimaksudkan oleh Count Raymond, carilah apa ada informasi lain yang dapat kita temukan!"


" Baik Putra Mahkota, saya akan segera berangkat"


" Elona, ku beri kau waktu istirahat selama 4 hari sampai acara dimulai karena selanjutnya kau akan mengikutiku terus seperti Lucas dan Vander"


" Terima kasih Putra Mahkota" Elona pamit keluar dari ruangan


" Vander kau akan membantuku untuk mempersiapkan acara penobatan ini"


" Baik Putra Mahkota saya akan menyiapkan hal-hal yang diperlukan" ketika Vander ingin keluar dari ruangan Ricardo bertanya pada Vander " Bagaimana pendapatmu mengenai Dame Elona?"


" Jika dilihat dari 2 kasus ini sepertinya dia orang yang cukup cepat tanggap dalam menilai situasi di sekelilingnya dan dia juga orang yang sangat berhati-hati, selain itu aku melihat dia mempunyai semangat perjuangan seorang prajurit yang cinta akan kerajaan dan rakyat. Tapi untuk menjadi pengawal pribadi membutuhkan kemampuan dalam berpedang dan aku juga tidak tahu karakter yang dia miliki" jelas Vander


Mendengar ucapan Vander, Ricardo mengeluarkan suara tawa kecil " Hhmpft... melihat kau berkata panjang lebar menjelaskan padaku, aku anggap kau cukup tertarik dengan Elona.


" Harusnya aku yang bilang seperti itu pada anda, Putra Mahkota. Kau memperlakukannya dengan sikap yang tidak biasa" jawab Vander dengan wajah penuh penasaran. Ricardo hanya memiringkan kepalanya dengan menunjukan wajah yang bertanya-tanya.


" Kau memperlakukannya seperti seorang teman lama"


" Begitukah..... mungkin apa yang kau katakan benar"


" Akhir-akhir ini dia aneh sekali sikapnya, apa dia salah makan? atau mungkin obatnya sudah habis?" batin Vander dengan wajah datarnya.


" Hei.. Vander kau tidak sedang menghinaku dalam hati kan?" kata Ricadro dengan bercanda


Vander menggeleng-gelengkan kepalanya, setelah perbincangan mereka selesai Vander keluar dai ruangan Ricardo dan mulai mengatur persiapan acara penobatan serta memperketat keamanan istana selama acara. Disaat yang bersamaan Ricardo dalam ruangan kerjanya mencoba untuk mengingat lagi apa yang terjadi setelah kasus penjualan budak.


Dalam ingatan Ricardo di kehidupan sebelumnya, kasus ini hanya berakhir pada seorang pencarian pria misterius karena orang itu berhasil kabur, sekarang dia mengetahui orang itu adalah Viscount Raymond.


" Apakah waktu itu dia berhasil kabur dengan bantuan orang di istana? daerah perbatasan? apakah itu tempat yang sama dengan tambang batu tambang dan permata itu? apa ini ada hubungannya dengan kerajaan Merioa? aku harus mulai mencatat hal apa saja yang dapat aku ingat " Ricardo berbicara pada dirinya sendiri


Rumah kediaman Marques Delaona


    Sementara itu Elona yang sudah sampai di rumahnya disambut dengan hangat oleh pelayan-pelayan yang ada di rumahnya " Nona muda, selamat anda telah kembali". Elona membalas mereka dengan senyuman lalu pergi menemui Marques Delaona di ruangan kerjanya.


Tok.. Tok... Tok... " Apa kau lagi sibuk papa?" sambil membuka pintu ruang kerja ayahnya


" Elona kau sudah lama sekali tidak pulang. papa merindukanmu anakku" melihat Elona, Marques langsung berdiri dari kursinya dan memeluk Elona.


" Elona kemari duduk dan ceritakan apa saja yang terjadi selama kau dalam misimu? penampilanmu juga kenapa seperti ini?"


Beberapa menit kemudian setelah Elona menceritakan semua detail yang terjadi dan juga mengenai penampilannya.


" Apa kau sudah mempertimbangkan tawaran dari Putra Mahkota dengan baik? Menjadi seorang pengawal pribadinya adalah suatu kehormatan tapi juga tugas itu sangat berbahaya. Papa hanya tinggal punya satu keluarga jika terjadi sesuatu denganmu..." kata Marques dengan wajah cemas


" Papa tenanglah, aku tau resiko dari keputusan yang aku ambil dan aku akan menjaga diriku dengan baik-baik agar tidak sampai terluka" sela Elona


" Kalau begitu papa hanya bisa mendukung keputusanmu itu. Meski melindungi Putra Mahkota merupakan tugas penting tapi kau tidak boleh menempatkanmu dalam bahaya" sambil menepuk-nepuk pundak Elona


" Apa ada pekerjaan yang perlu ku bantu papa? Putra Mahkota memberiku libur selama 4 hari sebelum acara penobatan di mulai"


" Tidak, kau pasti lelah setelah menyelesaikan misimu. Istirahatlah !"


" Kalau begitu aku akan ke kamarku"


Setelah Elona keluar, Marques Delaona melihat foto lukisan dia dan istrinya  yang tergantung di dinding ruang kerjanya " Anak kita sekarang sudah besar, dia semakin mirip denganmu", di foto itu terlihat bahwa Elona mewarisi rambut perak milik ayahnya dan mata emerlad seperti ibunya. Selama beberapa hari liburnya, Elona dia makan bersama ayahnya dan melatih kemampuan pedangnya bersama dengan prajurit ayahnya yang berada di arena pelatihan.


Satu hari sebelum acara penobatan, ruang kerja Ricardo


Tok...tok... " Putra Mahkota, saya telah memeriksa persiapan acara dan memerintahkan keamanan istana untuk diperketat " Vander memberikan laporan pada Ricardo.


" Terima kasih atas kerja kerasmu, Vander bagaimana menurutmu mengenai kasus penjualan budak? Apa ada kemungkinan jika para bangsawan berkerjasama dengan kerajaan lain?"


" Apa maksud Putra Mahkota untuk mereka merencanakan pemberontakan?! tanya Vander dengan wajah terkejut


" Hal ini hanya dugaanku sementara, hal yang membuatku bingung kenapa anak-anak remaja itu di kirim ke perbatasan?"


" Tapi ini aneh jika mereka benar merencanakan pemberontakan apa hubunganya dengan anak-anak remaja dan para gadis, kalau mereka ingin menjadikan mereka sebagai prajurit itu juga membutuhkan waktu yang lama untuk ahli dalam bela diri maupun bertarung menggunakan pedang"


" Ya, semoga dugaanku salah. Kita akan tunggu kabar dari Lucas"


Hari penobatan prajurit baru telah tiba Elona telah mengenakan seragam prajuritnya dan bersiap berangkat ke istana bersama dengan ayahnya. Elona dan ayahnya naik kereta kudanya


" Apa kau tegang?" kata Marques


" Sedikit"


" Tidak apa itu hal biasa, setelah bertemu dengan taman-temanmu kau akan segera lupa. Asalkan kau jangan ikut melupakan untuk mengucapkan janji prajurit mu pada Putra Mahkota" kata Marques Deolana dengan nada bercanda. Akhirnya, Elona ikut tertawa dan melupakan rasa tegangnya.