
Pertemuan di bubarkan dengan suasana canggung bagi para bangsawan yang tadinya meminta untuk menghapus nama Elona dari calon Putri Mahkota.
Di sisi lain, tempat belajar para calon Putri Mahkota
" Aku dengar pagi tadi para bangsawan berkumpul untuk membicarakan rumor yang sedang beredar di kerajaan, apa kau mengetahuinya?" tanya Sabrina pada Elona
" Aku juga mendengarnya dan sepertinya mereka sudah menyelesaikan permasalahnnya" jawab Elona
" Apa kau baik-baik saja?" tanya Sabrina
" Tentu saja, apa ada hal yang harus ku khawatirkan?" tanya balik Elona
" Senang mendengarnya, Aku sempat khawatir tentangmu karena rumor yang aku dengar di luar istana kemarin"
" Terima kasih atas perhatiannya"
"Menurutmu siapa yang menyebarkan rumor itu?" tanya Sabrina dengan maksud untuk mencari tahu apa Elona mengetahui sesuatu
" Mhm... Entahlah, mungkin hanya orang yang iseng saja" kata Elona sambil menatap mata Sabrina
" Kau benar" jawab Sabrina dengan senyuman di wajahnya.
Setelah menyelesaikan pelajaran, mereka kembali ke kamar masing-masing
" Nona, sepertinya rumor di dalam kerajaan telah berhenti jadi kita hanya dapat mengandalkan yang tersebar di luar sana" kata pelayan pribadi Sabrina
" Untuk sementara kita diam dulu sampai istana tidak menyelidiki kasus ini lagi" kata Sabrina
" Baik nona"
Beberapa hari kemudian rumor yang berada di luar istana juga mulai mereda dan penyelidikan akan rumor itu pun juga ikut dihentikan. Dalam beberapa hari terakhir mereka berdua belajar etika tentang kerajaan sebagai Putri Mahkota.
" Dalam waktu dekat ini kerajaan akan mengadakan pesta untuk merayakan hari Nasional, kalian harus bersiap untuk menghadapi para bangsawan karena ini juga berarti penambahan dalam menilai siapa yang berhak untuk menduduki posisi Putri Mahkota" kata tutor Estia Kart
Mereka bertiga keluar dari ruang pelatihan dan mulai menyiapkan diri untuk menghadiri pesta mulai dari gaun, aksesoris dan topik-topik yang sedang terjadi di istana baru-baru ini.
Tibalah hari pesta di kerajaan dan semua para bangsawan bersama keluarganya telah berkumpul menunggu kedatangan Raja dan Ricardo
" Calon Putri Mahkota Elona Delaona dan Sabrina Casia memasuki ruangan" kata pengawal yang membukakan pintu
Elona dan Sabrina memasuki aula istana secara berdampingan, mereka berdua terlihat dengan gaun yang dipakainya.
Elona mengenakan gaun pesta bermodel kan sabrina dengan warna merah darah sedangkan Sabrina menggunakan biru tua yang diramaikan dengan manik-manik kecil yang berwarna emas.
Duk... duk... suara tongkat yang diketukkan di lantai oleh pengawal pintu istana
" Beri hormat! Yang Mulia Raja dan Putra Mahkota Ricardo memasuki ruangan" kata pengawal
Semua orang yang ada di aula istana memberikan hormat mereka termasuk Elona dan Sabrina yang berdiri di samping kiri Ricardo. Setelah Raja dan Ricardo memasuki aula istana sebagai orang terakhir tidak lama kemudian pesta dimulai.
" Selamat datang, hari ini kita merayakan hari Nasional kerajaan Bisania dan disaat yang bersamaan kita juga merayakan untuk kedua calon putri Mahkota yang telah berhasil melaksanakan misi mereka dengan baik" kata Raja sambil mengangkat gelas sampanye di tangannya.
Para putri bangsawan mulai mendatangi Elona dan Sabrina karena ini juga merupakan kesempatan yang bagus untuk mereka menjadi teman dari Putri Mahkota nantinya. Ada juga beberapa para mentri dan kepala keluarga dari bangsawan lainnya mengajak mereka berdua berbicara.
" Ya kau tak usah cemas kami mempercayaimu" sambung Leana
" Terima kasih kalian sudah mengkhawatirkan-ku tapi aku sungguh baik-baik saja"
" Apa kau tahu siapa yang melakukannya?" tanya Maria
" Hanya kecurigaan, bukti yang ku miliki terlalu sedikit"
" Jika kau butuh bantuan kami langsung katakan saja" kata Leana
Tiba saatnya pesta dansa, para orkestra pun mulai memainkan alat musik mereka untuk mengiringi para bangsawan yang berdansa, Putra Mahkota harus berdansa dengan Elona dan Sabrina sebagai formalitas karena mereka telah menyelesaikan misinya dengan baik.
Ricardo melangkah keluar dari kerumunan bangsawan menuju ke arah Elona, dia membungkukan sedikit badannya dan mengeluarkan tangannya yang meminta untuk berdansa. Elona mengambil uluran tangan Ricardo lalu mereka menuju ke tengah aula/ballroom istana dan mulai berdansa yang diikuti pasangan para bangsawan lainnya. Ketika berdansa banyak para bangsawan melihat kecocokan diantara mereka berdua.
" Masalah tentang rumor yang terjadi telah diselesaikan kerajaan jadi kau tidak perlu mengkhawatirkannya" kata Ricardo kepada Elona sambil mereka berdansa.
" Terima kasih Putra Mahkota, tapi saya juga tidak terlalu memperdulikannya karena kita tahu siapa orang yang dijadikan bahan pembicaraan banyak orang" balas Elona sambil tersenyum
" Kau benar... Apa kau mencurigai seseorang?" tanya Ricardo
" Ya, ada yang ku curigai tapi masalah ini tidaklah cukup untuk menghukumnya dengan status yang dia miliki di kerajaan jadi kita lupakan saja. Apa Putra Mahkota juga mencurigai seseorang?"
" Aku mencurigai beberapa orang tapi kita tetap harus mengawasi orang itu dengan ketat karena pastinya dia tidak akan menyerah begitu saja"
" Baik. Apakah saya boleh mengetahui jika kita mencurigai orang yang sama?"
Sambil mendekatkan dirinya Ricardo sedikit menundukkan kepala dan berbisik ke telinga Elona " tersangka utama putri Sabrina Casia"
" Ternyata anda juga mencurigainya" kata Elona
Selang beberapa menit lagu dansa pertama telah berhenti Ricardo dan Elona memberikan penghormatan masing-masing kemudian lagu lain dimainkan dan kali ini Ricardo mengajak Sabrina untuk berdansa
" Apa kau dapat beradaptasi dengan baik di istana, putri Sabrina?" tanya Ricardo
" Saya dapat beradaptasi dengan baik, terima kasih atas perhatian Putra Mahkota" balas Sabrina
" Bagaimana menurutmu dengan rumor yang tersebar di kerajaan?"
" Apa yang anda maksud rumor mengenai putri Elona Delaona? saya dengan sepenuh hati mempercayai putri Elona Delaona tidak akan melakukan tindakan memalukan keluarganya maupun kerajaan, Putra Mahkota" sambil tersenyum melihat Ricardo
" Benarkah?! Apa kau tau siapa dalang di balik semuanya?" lagi tanya Ricardo yang mencoba untuk mengorek informasi lebih dalam
" Saya tidak tahu apa yang anda maksudkan, Putra Mahkota Ricardo" jawa Sabrina dengan wajah yang tetap tenang
" Aku hanya penasaran karena kudengar putri Sabrina memiliki banyak teman dan terkenal di aktif sebagai sosialita kerajaan" kata Ricardo dengan wajah datar walau dalam hatinya dia tidak mempercayai kata Sabrina
" Jika Putra Mahkota membutuhkan bantuan dari saya katakan saja, akan saya pastikan membantu sampai akhir"
" Terima kasih dukunganmu"
Lalu lagu kedua pun berhenti dan semuanya kembali ke tempat semula. Pesta pun berakhir dan banyak dari para putri bangsawan yang menilai bahwa Ricardo dan Elona lebih terlihat seperti kekasih tapi mereka juga mengetahui kekuatan yang ada di belakang keduanya yang lebih penting di bandingkan apapun.