
Setelah Mark selesai membacakan hasil pengumuman kompetisi tahap ke-2, para kandidat yang tereliminasi langsung mengemasi barang mereka dan bagi kandidat yang bertahan para pelayan istana menunjukkan kamar baru yang akan mereka tempati, karena setelah eliminasi tahap ke-2 para kandidat tidak lagi tidur dengan peserta lainnya melainkan tidur seorang diri.
Para kandidat yang tersisa dapat beristirahat 1 hari sebelum mereka kembali memulai kompetisi berikutnya.
Keesokan harinya mereka telah berkumpul di ruang makan untuk menikmati sarapan pagi yang telah di sediakan oleh juru masak istana, disana mereka juga menghabiskan waktu sambil bercakap-cakap tentang banyak hal.
" Apa kalian tidak penasaran dengan tes akhir yang akan kita hadapi?" kata Elizabeth
" Karena ini tes akhir, apa berarti mereka hanya akan memilih 1 diantara kita?" kata satu kandidat yang duduk di sebelah Elizabeth
" Apa yang akan kalian lakukan jika nantinya mereka akan memilih 2 orang kandidat?" tanya Elizabeth
" Tapi bukankah kerajaan menerapkan sistem monogami?" tanya lady Rose
" Ya, kerajaan memang menerapkan monogami tapi pemilihan ini diadakan untuk menentukan calon Putri Mahkota dan baru akan di sahkan menjadi Putri Mahkota yang sebenarnya setelah berhasil melalui masa percobaan selama menjalankan tugas Putri Mahkota" jelas Elizabeth
" Bagaimana menurutmu Dame Elona? Ah! mungkin sekarang aku akan memanggilmu putri Elona karena kau tidak lagi bekerja sebagai pengawal" lanjut Elizabeth yang secara tiba-tiba menunjukan perhatiannya pada Elona
" Hal mana yang kau tanyakan?" jawab Elona dengan nada datar
" Jika ada 2 kandidat yang terpilih, apa yang akan kau lakukan?" balas Elizabeth
" Tidak ada, itu sudah keputusan dari para juri apa yang bisa kita lakukan hanya melakukan tugas kita dengan baik"
Mendengar jawaban dari Elona suasana jadi sunyi sejenak, di tengah itu ekspresi wajah Elizabeth menjadi kesal karena rencana untuk menjatuhkan Elona dengan pertanyaannya tidak berhasil.
" Cough... cough... apa kalian dapat menebak tes yang akan diadakan besok?" tanya lady Rose dengan tujuan untuk memecahkan suasana.
" Kita sudah tes teori dan mencoba untuk memecahkan kasus, bukankah hanya tinggal prakteknya. Bukankah begitu putri Sabrina?" tanya Elizabeth
" Jika kerajaan tetap melakukan peraturan kompetisi sama seperti pemilihan Ibu Ratu terdahulu kemungkinan besar yang dikatakan putri Elizabeth adalah hal yang benar" kata Sabrina sambil mengakhiri perkataannya dengan senyuman.
" Apa pendapatmu putri Elona?" tanya Sabrina
" Aku juga setuju dengan perkataan anda putri Sabrina"
Lalu para kandidat menghabiskan waktunya dengan saling berbicara dan sambil menyiapkan diri untuk pengumuman tes esok hari.
Hari pengumuman tes tiba, 6 kandidat telah tiba di Hall seperti biasanya dan disana juga sudah ada Mark, sebagai pembawa acara dalam kompetisi pemilihan Putri Mahkota.
Dan beberapa saat kemudian para juri juga memasuki Hall dan duduk di kursi mereka masing-masing, di Hall itu juga ada 9 kandidat lainnya yang telah di eliminasi di tahap sebelumnya
" Para kandidat yang telah berhasil, pertama dalam tes kali ini kalian akan mengambil kertas undian yang berada di tabung kaca di meja juri dan di dalam kertas itu telah terdapat nama ujian yang berkaitan dengan macam-macam bakat yang akan kalian hadapi. Kedua, kami memberikan kalian waktu hingga siang esok harinya" kata Ricardo sambil tanganya menunjuk ke arah tabung kaca yang ada di atas meja juri.
Lalu para kandidat maju satu persatu ke meja juri dan mengambil gulungan kertas yang ada di tabung kaca itu sesuai dengan perintah Ricardo setelah itu menunggu aba-aba untuk bersama-sama membuka kertas yang telah ada di tangan mereka.
" Kalian telah melihat nama ujian di kertas kalian masing-masing sekarang kalian dapat pergi dan menyelesaikannya, kemudian besok pagi jam 10 kami akan menunggu kalian disini" lanjut Ricardo.
Keesokan harinya jam 10 pagi keenam kandidat itu telah berkumpul di Hall yang telah ditunggu oleh 4 juri dan 9 kandidat yang sebelumnya telah tereliminasi kembali datang untuk menilai mereka. Mark, host dari acara mulai memanggil kandidat satu persatu sesuai dengan perintah para juri untuk menjelaskan bagaimana cara mereka menyelesaikan ujiannya.
" Kandidat pertama lady Rose maju dan jelaskan ujian yang kau dapatkan? lalu kau beri alasan dan apa kegunaannya bagi kerajaan. Sekarang silahkan siapkan pertunjukkanmu!" kata Marquis Piere, pria yang berusia 35 tahun itu terkenal sangat menyukai musik
" Saya mendapatkan menunjukkan bakatku di bidang musik karena itu saya akan menunjukkan keahlian saya dalam memainkan biola" kata Rose sambil memegang biola ditangannya dan memulai memainkan musik
" Sekarang jelaskan kenapa kau memilih memainkan lagu choopin ini dan apa kegunaannya?" tanya Marquis piere
" Secara pribadi saya sangat menyukai musik terutama karya choopin dan menurut saya musik juga dapat digunakan sebagai bahasa untuk menyampaikan perasaan yang dapat menghubungkan dengan orang tidak kita kenal atau berbeda budaya dengan kita sekalipun" jelas Rose
" Terima kasih atas penampilan anda lady Rose, kau boleh kembali ke tempatmu. Kandidat selanjutnya putri Elizabeth anak dari Viscount Dorme silakan maju!" kata Mark
" Bakat apa yang akan kau tunjukkan?" tanya Duke kecil Gerlado
" Saya mendapatkan ujian untuk menunjukkan bakat yang berhubungan dengan seni, karenanya saya akan menunjukkan cara menghidangkan teh untuk para juri dan tamu yang ada disini" kata Elizabeth
Beberapa pelayan wanita istana masuk membawa berbagai perlengkapan untuk menyuguhkan teh dan Elizabeth memulai proses untuk menyuguhkan teh yang berasal dari daerah timur kepada para juri.
Elizabeth melakukan proses dari awal dia menyeduh air teh hingga memasukkan daun teh yang akan dia gunakan dalam tes kali ini.
Setelah itu, dia menyajikan-nya ke pada para juri dan pelayan wanita istana memberikan teh-teh lainnya kepada kandidat lainnya termasuk 9 kandidat lainnya yang berada di ruang itu.
" Terima kasih teh yang kau hidangkan terasa unik dan nikmat" kata Marquis Piere.
" Ya, terima kasih atas pujiannya juri Marquis Piere" kata Elizabeth sambil menekuk lutunya sedikit dengan dua tangan yang memegang ujung baju sebagai tanda memberikan penghormatan secara formal.
" Apa keuntungan dari bakatmu ini untuk kerajaan?" tanya Duke kecil Gerlado
" Saya sangat tertarik dengan kebudayaan dari daerah-daerah lain salah satunya adalah mengenai kebiasaan makan dan minuman khas yang mereka miliki. Dan dari sini saya percaya akan sangat membantu kerajaan jika suatu hari di adakan pertemuan untuk perwakilan dari beberapa daerah" jawab Elizabeth
Lalu Elizabeth kembali ke tempatnya, sekarang tinggal giliran Elona dan Sabrina yang belum menunjukkan bakat mereka.