Elona'S Legacy

Elona'S Legacy
Hint Kembalinya ke Masa Lalu



Selesainya acara pesta Sabrina cepat-cepat kembali ke kamarnya, pelayan pribadinya itu mengikuti Sabrina dari belakang karena ekspresi wajahnya terlihat sedikit pucat


" Nona ada apa kenapa muka anda kelihatan khawatir" kata pelayan pribadi Sabrina


" Tidak apa, kau keluarlah! aku ingin sendiri" kata Sabrina pada pelayan pribadinya itu


" Putra Mahkota dia tidak mungkin mengetahui kalau aku orang dibalik semua ini kan. Dia pasti hanya ingin melihat reaksiku" pikir Sabrina


Malam itu di habiskan Sabrina dengan rasa cemas sampai pagi harinya dia baru bisa menenangkan hatinya.


" Apa kau benar-benar tidak meninggalkan jejak apapun?" tanya Sabrina kepada pelayan pribadinya yang sedang menata rambut nonanya


" Ya, tenang saja nona saya sudah memastikan-nya lagi tidak ada jejak apapun yang dapat mengarah kembali ke anda. Apakah ada masalah?"


" Tidak, mungkin aku yang terlalu berpikir yang berlebihan"


Beberapa minggu kemudian misi ke-2 dikeluarkan kali ini Putra Mahkota akan ikut menyelesaikan misi bersama dengan Sabrina sekaligus untuk mengawasi apakah dia akan tetap melakukan


" Kali ini kalian juga akan menjalankan tes ke-2 sama seperti sebelumnya akan diberikan waktu 3 hari untuk menyiapkan segala hal yang diperlukan" kata Estia


" Baik, apakah Putra Mahkota juga akan ikut dalam misi kali ini?" tanya Sabrina


" Ya dan akan pergi bersama anda, putri Sabrina" jawab Estia


" Kalian pelajari dengan baik tes kali ini karena akan menjadi penentu terakhir kalian" kata Estia


Kemudian mereka mulai melihat yang akan menjadi tes selanjutnya dan mulai merencanakan solusi. Sebelum melakukan tes ke-2 seperti biasa Elona melatih kemampuannya dalam berpedang disana dia bertemu kembali dengan Putra Mahkota yang tanpa sengaja juga melihat gelang yang di pakai Elona.


Sore hari, tempat pelatihan pedang, Elona yang sedang berlatih pedang menghentikan aktivitasnya ketika dia merasakan kehadiran seseorang


" Hai Elona! apa kau sudah selesai berlatih?" tanya Ricardo


" Putra Mahkota. Ya, aku baru selesai. Apa anda ingin menggunakan tempat pelatihan?"


" Ya... " kata Ricardo yang terhenti ketika melihat gelang di tangan Elona


" Apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Elona yang melihat ekspresi wajah Ricardo sedikit tertegun


" Gelang yang kau pakai.. boleh aku melihatnya?"


" Tentu saja" kata Elona sambil melepaskan gelangnya walau sebenarnya dia merasa bingung


Ricardo mengamati gelang Elona yang ada di tanganya, dia ingat bahwa itu adalah gelang yang sama terakhir kali dia lihat sebelum dia dibunuh serta benda peninggalan Elona sebelum dia meninggal. Gelang perak dengan lilitan violet dan ditengahnya terdapat permata kecil seperti bunga iris dia tidak mungkin salah mengingatnya.


" Apa ada masalah dengan gelangnya?" tanya Elona penasaran melihat wajah Ricardo yang terpaku pada benda di tanganya itu


" Tidak, Gelang ini dari siapa kau mendapatkannya? Apa ini mempunyai magic?" jawab Ricardo sambil mengembalikan gelang itu ke Elona


" Ya, gelang itu peninggalan milik ibuku dan sepertinya ada magic pelindung hanya itu yang aku tahu tapi jika masih penasaran nanti akan ku tanyakan kepada ayah secara detail"


" Tidak pelu sampai merepotkan Marques Delaona" kata Ricardo


" Sepertinya kecurigaanku selama ini benar bahwa gelang milik Elona-lah yang membawaku kembali ke masa lalu" batin Ricardo


Selesainya pertemuan mereka di ruang pelatihan Elona yang masih terus terbayang ekspresi Ricardo saat melihat gelang miliknya memutuskan untuk menulis surat ke Marques Delaona.


[ Untuk Papaku,


Bagaimana kabar papa? Aku disini baik-baik saja. Ada hal yang ingin aku tanyakan mengenai gelang peninggalan ibu.


Mengenai magic yang ada di gelang ini, apa ada kegunaan lain selain untuk melindungi diri?


Jika kurang nyaman bicara melalui surat kita dapat bertemu di istana


Anak tercinta Elona].


Surat yang selesai ditulisnya itu kemudian diberikan ke pelayan pribadinya, Emma untuk diantarkan ke ayahnya.


Esok hari, di kediaman Marquess Delaona


" Tuan anda mendapat surat dari nona Elona?" kata butler sambil membawakan surat yang dipegang ke Marques


" Elona?! cepat berikan padaku! Apakah Emma masih menuggu di depan?"


" Ya tuan"


Lalu Marques Delaona membalas surat Elona dengan cepat agar bisa langsung dibawa oleh Emma. Surat balasan dari Marques Delaona telah sampai ke tangan Elona dan dia segera membaca surat itu.


[ Untuk anakku Elona,


Ayah akan segera mengunjungimu di istana setelah misi ke-2 kalian berakhir dan akan menceritakan magic yang ada di gelangmu itu]


" Aku benar-benar penasaran kenapa Putra Mahkota sangat tertarik dengan gelangku? apa dia mengetahui sesuatu yang tidak ku ketahui" katanya dengan suara pelan setelah membaca surat balasan dari ayahnya itu.


Siang hari, di taman istana yang terletak tak jauh dari Elona dan Sabrina tinggal mereka saling berpapasan


" Putri Sabrina, bagaimana persiapanmu dengan misi kali ini?" tanya Elona


" Baik, bagaimana denganmu?"


" Persiapanku juga hampir selesai, apa kau menyukai bunga?"


" Ya, bukankah taman istana indah! Bagaimana jika kita duduk terlebih dahulu"


Lalu mereka berjalan menuju kursi yang ada di dekat taman istana.


" Aku dengar kau sering bertemu dengan Putra Mahkota?" tanya Sabrina


" Kita hanya bertemu 2 kali. Siapa yang mengatakan hal itu padamu? sepertinya mereka sangat menyukai rumor"


" Aku sarankan kau lebih memperhatikan perlakuan kedepannya, jangan suka menemui Putra Mahkota!" kata Sabrina dengan nada tadar tapi seperti memberikan perintah pada Elona dan memberitahunya bahwa Ricardo adalah milik dia.


" Terima kasih saran yang kau berikan putri Sabrina tapi aku perlu mengkoreksi perkataanmu bukan aku yang menemui Putra Mahkota, kita hanya kebetulan bertemu"


" Tentu saja aku percaya padamu!" kata Sabrina sambil meminum teh yang ada di depannya


" Oh! Apa kau mendapatkan kelanjutan dari kasus rumor tentangmu?" tanya Sabrina yang sedari semula merupakan tujuan dia mengajak Elona berbicara


Sabrina menanyakan hal tersebut karena dia masih tidak tenang jika diantara Elona atau Ricardo mengetahui pelaku sebenarnya di balik rumor yang menyerang Elona dan berkerjasama untuk menjatuhkan dia nantinya.


" Tidak ada karena pihak kerajaan sudah memutuskan untuk menutup kasus itu lagipula rumornya sudah berhenti"


" Apa yang akan kau lakukan jika suatu saat bertemu dengan pelaku?"


" Jika dia tidak melakukan kesalahan fatal lainnya kita biarkan saja. Kita tidak bisa menyuruh setiap orang untuk menyukai kita dan bisa jadi dia juga seddang kesepian makanya mengunakan cara yang salah untuk mendapatkan perhatian dari orang lain" kata Elona dengan tersenyum.


Walau tidak menunjukan ekspresi apapun di wajahnya tapi mendengar alasan Elona membuat hati Sabrina kesal


" Aku tidak menyangka kau orang yang berbesar hati pada si pelaku" sindir Sabrina yang sebenarnya bermaksud untuk mengatai bahwa Elona tidak memperdulikan harga diri dan statusnya sebagai bangsawan.


" Kau terlalu memujiku putri Sabrina" balas Elona dengan wajah polosnya.


Melihat wajah dan senyuman polos Elona membuat hati Sabrina semakin kesal.