
Hari pengumuman pun tiba, Sabrina dan Elona telah menunggu kedatangan Putra Mahkota beserta juri Duke Grekor ayah dari Vander dan Duke kecil Gerlado, serta Marques Piere. yang saat pertama menilai penampilan mereka.
Seperti biasanya, prajurit yang menjaga pintu masuk ballroom istana mengumumkan kehadiran mereka sebelumnya.
" Salam pada Putra Mahkota dan para juri" kata Elona dan Sabrina sambil memberikan hormat mereka
" Aku ucapkan terima kasih karena kalian berdua telah berkerja keras menyelesaikan semua misi yang telah diberikan dengan baik dan kami para juri serta Yang Mulia Raja menilai bahwa kalian juga mencintai rakyat kerajaan Bisania. Kami akan umumkan orang yang menjadi Putri Mahkota... sebelum itu, apa kalian sudah yakin dengan jawaban dari perkataan kita kemarin?" kata Ricardo
" Ya" jawab Elona dan Sabrina serentak
" Baik, setelah kami melakukan penilainan dari awal sampai akhir pemenangnya adalah putri dari keluarga Marques Delaona, Elona Delaona"
" Selamat atas kemenangannya putr Elona Delaona" kata juri yang lain
" Terima kasih karena telah memilih saya sebagai pendamping Putra Mahkota, saya akan berusaha dengan sebaik mungkin dalam menjalankan peran dan tugas sebagai Putri Mahkota" kata Elona
" Aku ucapkan selamat untukmu putri Elona" kata Sabrina dengan senyuman tipis
" Putri Sabrina Casia apa kau sudah memiliki keputusan untuk tetap tinggal di istana untuk membantu Putri Mahkota atau kembali ke lingkup sosialita?" tanya Ricardo
" Saya akan kembali pada kegiatanku sebelum mengikuti audisi ini, Yang Mulia Putra Mahkota"
" Aku menghormati keputusan yang kau ambil" kata Ricardo
Mereka kembali kegiatan masing-masing seperti biasanya, orang-orang yang ada dalam istana di sibukan dengan persiapan acara penobatan Putri Mahkota mereka yang baru.
Hari penobatan tiba, pagi harinya semua bangsawan telah tiba di istana kerajaan menuggu di mulainya acara. Tak lama kemudian Elona dan Sabrina memasuki hall istana yang disusul oleh Yang Mulia Raja dan Putra Mahkota.
" Beri hormat! Raja D' Fedrick dan Putra Mahkota Ricardo D' Fedrick memasuki ruangan" kata prajurit penjaga pintu hall istana.
Raja dan Ricardo mengenakan pakaian merah kekasiarannya sedangkan Elona dan Sabrina mengenakan gaun berwarna biru tua.
" Hari ini merupakan hari bahagia bagi kerajaan yang telah menemukan pendamping bagi Putra Mahkota. Mari kita sambut Putri Mahkota kerajaan Bisania, putri dari keluarga Marues Delaona, Elona Delaona" kata Raja sambil mengangkat gelas wine yang ada ditanganya.
Mendengar hal itu para bangsawan bertepuk tangan dan ikut mengangkat gelas wine yang di tangan mereka sebagai tanda perayaan penobatan Putri Mahkota begitu pula dengan Ricardo, Elona dan Sabrina yang berdiri di sebelah kanan Raja.
" Selamat Putri Mahkota Elona Delaona!!" seru para bangsawan
Elona dan Sabrina turun kebawah berbaur dengan para bangsawan lainnya. Di tengah-tengah itu teman Elona datang untuk memberikan selamat
" Dame Elona.. Ah! sekarang kita harus memanggilmu Putri Mahkota, Selamat atas kemenanganya" canda Lucas
" Benar... Benar... kita tidak bisa lagi se-enaknya memanggil namamu" canda Maria dan Leana
" Aku harap kalian bisa bersikap seperti biasanya, karena kita masih berteman" kata Elona
" Apa kau sudah menemukan orang yang dapat di percaya untuk membantumu selama di istana nanti?" tanya Maria
" Ya sebenarnya aku ingin memintamu dan Leana untuk membantuku? Apa kalian mau?" tanya Elona
" Aku tidak yakin kita dapat membantu banyak untuk urusan istana" jawab Maria dan Leana menganggukan kepalanya
" Tidak masalah, karena hanya kalian teman yang dapat aku percaya" kata Elona
" Aku dan senior Vander selalu siap jika kau membutuhkan bantuan" kata Lucas
" Terima kasih teman-temanku" kata Elona sabil tersenyum
" Apa yang sedang kalian bicarakan? sepertinya seru!" kata Ricardo yang tiba-tiba muncul
" Salam, Putra Mahkota" kata mereka serentak yang kaget melihat kemunculan Ricardo
" Kita hanya mengajaknya bercanda, Putra Mahkota Ricardo" kata Maria
" Itu hal yang bagus jika mereka dapat membantumu" kata Ricardo
Tak lama kemudian mereka meninggalkan Elona dan Ricardo sendiri untuk saling berbicara.
" Bagaimana perasaanmu waktu terpilih jadi Putri Mahkota?" tanya Ricardo
" Aku terkejut, aku berpikir para bangsawan akan lebih memilih putri Sabrina karena dia lebih banyak mengenal putri-putri dari bangsawan lainnya yang mugkin dapat menguntungkan mereka"
" Mhm... masuk akal jika kau berpikir seperti itu karena pada awal kalian berdua terpilih memang banyak yang memihak putri Sabrina Casia tapi saat kalian menjalankan misi tidak sedikit dari mereka yang berubah pikiran untuk mendukungmu"
" Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk membantu Putra Mahkota"
" Sepertinya tidak akan ada yang memarahimu jika kau memanggil namaku secara langsung" kata Ricardo sambil tersenyum
" Ya, Ricardo"
Mendengar Elona memanggil namanya secara langsung membuat Ricardo senang dan wajahnya memerah
Keesokan harinya di istana tempat Elona menginap, para pelayan menyapanya di pagi hari bersiap untuk membantu Elona untuk mempersiapkan dirinya.
" Pagi, Putra Mahkota kami para pelayan yang di tunjuk kepalata pelayan wanita untuk melayani anda" kata salah satu pelayan wanita itu
" Kalau begitu aku minta kerjasama kalian" kata Elona
Para pelayan membungkukan badan dan memulai melayani Elona. Beberaapa jam kemudian setelah semua persiapan selesai
Tok..tok... " Putri Mshkota anda ditunggu oleh Putra Mahkota di ruangan makan" kata kepala bulter istana
" YA! aku sudah siap" jawab Elona
Di ruang makan istana
" Putri Mahkota memasuki ruangan" kata pelayan istana
Elona memasuki ruang makan dan semua pelayan istana undur diri meninggalkan mereka berdua
" Bagaimana dengan tempat barumu? apa desain ruangan sesuai selera?" tanya Ricardo
" Ya, aku dengar Put.. Ricardo yang mengatur semua desain kamar" jawab Elona yang sempat memanggil Ricardo dengan gelarnya lagi.
" Aku memilihnya sesuai dengan seleramu" kata Ricardo
" Tapi bagaimana kau tahu kesukaanku?" tanya Elona
" Ehem... aku menebaknya dari kebiasaanmu" jawab Ricardo yang tersedak karena informasi itu dia ketahui di masa lalunya.
" Kebiasaanku?! " tanya Elona yang bingung
" Ah! bagaimana dengan teman-temanmu, apa mereka sudah memutuskan untuk menerima tawaran yang kau berikan?" tanya Ricardo yang mengahlihkan pembicaran
" Mereka akan memberikan aku kabar besok"
" Jika kau membutuhkan orang kepercayaan lainnya langsung katakan saja padaku, aku akan mengenalkanyya padamu" kata Ricardo
" ... Apa kau sibuk setelah ini?" lanjut Ricardo
" Tidak"
" Apa kau ingin berlatih pedang? kita sudah lama tidak berlatih bersama?"
" Ide yang bagus" jawa Elona dengan menganggukan kepalanya dan mata penuh antusias