
Keesokan harinya kedua teman Elona telah berada di istana, mereka berbincang-bincang di balkon kamar tidur Elona.
" Elona lama kita tidak bertemu." kata kedua temannya itu
" Sepertinya baru 2 atau 3 minggu kita terakhir tidak bertemu" jawab Elona
" Bagaimana selama pelatihan apa pernah terjadi masalah?" tanya Maria
" Tidak kami mengikuti para pengajar dengan baik dan sampai sekarang jika tidak hal penting yang menyangkut pelatihan juga kita tidak saling berbicara, layaknya orang asing"
" Waaah!!! kalian berdua bisa saling tidak bicara selama ini"
" Sudah kita bahas hal lainnya saja... Bagaimana denganmu Leana apakah kau berhasil mendapatkan ijin dari orang tuamu untuk belajar mengunakan pedang?" tanya Elona
" Pertama mereka tidak mengijinkannya tapi setelah ku bujuk akhirnya berhasil dengan syarat aku hanya dapat menggunakan pedang kayu saja tidak boleh pedang asli" jawab Leana
" Itu berita bagus jika ada kesempatan aku akan mengajarimu"
"Ok! aku akan sangat menantikannya"
" Bagaimana dengan kabarmu Maria? apa ada perkembangan yang tidak kami ketahui mengenai hubunganmu dengan kepala komandan Vander?" tanya Elona
" Sepertinya baru 2 minggu yang lalu kau menanyakan hal ini, apa yang bisa terjadi dalam waktu sesingkat ini" jawab Maria
" Entah! kita tidak dapat menduganya"
" Daripada mengkhawatirkan keadaanku lebih baik kau khawatir dengan dirimu. Aku lihat kau lebih sering bertemu dengan Putra Mahkota ketika menjadi pengawalnya daripada sebagai calon istrinya" tanya Maria dengan suara pelan
" Ya mungkin karena kita juga sedang sibuk pelatihan dan Putra Mahkota juga pasti sangatlah sibuk membantu Yang Mulia Raja dalam mengurusi kerajaan" kata Elona.
" Apa kalian akan baru di ijinkan untuk bertemu dengan Putra Mahkota setelah selesai pelatihan atau sampai pada saat pemilihan terakhir?" tanya Leana
" Mhm... aku tidak tahu mengenai hal itu sementara ini jika ku lihat dari jadwal yang telah diberikan kami belum boleh dipertemukan mungkin jika ada situasi yang mendukung untuk diperlukannya kerjasama antar Putra mahkota dan calon Putri Mahkota baru kita dapat bertemu, ya setidaknya untuk membahas permasalahan yang ada" jawab Elona.
" Apa teman putri Sabrina tidak ada yang berkunjung?" tanya Maria
" Tidak, mungkin dia menggunakan waktunya untuk beristirahat" kata Elona
" Apa kalian tidak ada rencana untuk menjadi teman?" tanya Maria
" Aku mau-mau saja tapi aku tidak tau caranya, kalian juga tau kalau aku bukanlah tipe orang yang pandai bergaul" kata Elona
Tak terasa waktu telah menjelang petang akhirnya Maria dan Leana memutuskan untuk pulang
" Baiklah! kita pulang agar kau bisa istirahat dan menyiapkan pelatihan untuk esok harinya" kata Maria
Setelah kedua teman Elona pulang, dia membaca buku yang akan menjadi bahan pelatihan untuk esok harinya selama beberapa jam kemudian dia tidur.
Keesokan harinya mereka berdua telah siap untuk menerima pelatihan dari tutor pertama, Estia. Di sela-sela pelatihan Putra Mahkota secara mendadak mengunjungi mereka.
" Putra Mahkota, ada keperluan apa sampai membuat Anda datang ke sini?" kata Estia yang memberikan salamnya kepada Ricardo
" Ini bukanlah hal yang mendesak saya mampir untuk melihat sejauh mana pelatihan para calon Putri Mahkota" kata Ricardo
" Sudah sejauh mana pelatihan para calon Putri Mahkota?" tanya Ricardo pada Estia
" Para calon sedang mempelajari etika dan silsilah keluarga kerajaan yang hanya di gunakan untuk sesama anggota keluarga kerajaan saja" jawab Estia
" Apa kalian mengalami kesusahan selama pelatihan?" tanya Ricardo kepada Elona dan Sabrina
" Tidak, terima kasih atas perhatian anda Putra Mahkota" jawab mereka berdua secara bersamaan
" Baguslah, tetap pertahankan usaha kalian! besok kosongkan jadwal pelatihan kalian karena akan digunakan untuk makan bersama denganku" kata Ricardo
" Baik Putra Mahkota"
Setelah melihat keadaan Elona dan Sabrina serta menyampaikan pesa Ricardo keluar dari ruangan tersebut dan kembali ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaan seperti biasa yang dia lakukan.
Waktu menunjukan jam 12 siang, Elona dan Sabrina telah menunggu kedatangan Ricardo di meja makan istana tempat dimana mereka tinggal untuk sementara selama pelatihan berlangsung.
Beberapa saat kemudian hidangan makanan untuk mereka di keluarkan, mereka mulai menyantap makanan yang ada di depan sambil berbicara.
" Aku dengar saat waktu kunjungan Marques Delaona dan Casia datang mengunjungi kalian. Apa kalian sudah saling menuntaskan rasa rindu kalian?" tanya Ricardo
" Ya, Putra Mahkota" jawab Elona dan Sabrina
" Baguslah! jika sudah semakin dekat dengan waktu pemilihan Putri Mahkota kalian tidak akan dapat menemui keluarga atau teman kalian seperti dulu lagi karena pasti akan disibukan oleh urusan kerajaan. Jika kalian membutuhkan bantuan dapat memintanya pada Dane kepala pelayan wanita, nanti dia akan menyampaikannya kepada sekertaris pribadiku" kata Ricardo
" Terima kasih atas perhatian anda, Putra Mahkota" balas keduanya
" Pada pelatihan esok tutor kalian akan memberitahukan akan ada misi yang harus kalian selesaikan, itu akan dimulai 1 minggu setelah pemberitahuan informasinya secara detail agar kalian berdua dapat menyelesaikannya dengan baik.
Apa ada hal lain yang ingin kalian ketahui atau sampaikan langsung padaku?" kata Ricardo
" Apakah misi ini akan menjadi penentuan pemilihan Putri Mahkota atau kita nantinya akan di berikan misi lainnya lagi?" tanya Sabrina
" Sepengetahuanku misi ini merupakan salah satunya yang digunakan untuk menilai kemampuan kalian sebagai Putri Mahkota, setidaknya akan ada 3 misi. Bagaiman dengan kau putri Elona" jawab Ricardo
" Bagaimana jika nantinya setelah 3 misi itu selesai dan kami mendapatkan hasil yang sama apakah perlu melakukan ujian lagi?" tanya Elona
" Mhmm... selama ini belum pernah ada kejadian yang seperti itu tapi aku akan coba mendiskusikannya dengan Yang Mulia Raja dan para Mentri lainnya. Apa ada hal lainnya lagi?" jawab Ricardo
" Tidak, Putra Mahkota" jawab mereka berdua
" Jika tidak ada lagi yang ingin kalian sampaikan, aku akan kembali ke istanaku dan kalian dapat meneruskan aktivitas yang harus dilakukan" kata Ricardo
Lalu mereka melanjutkan untuk memakan hidangan penutup yang telah di siapkan oleh koki kerajaan kemudian Ricardo meninggalkan ruang makan yang juga dikuti Elona dan Sabrina. Setelah mereka berdua mengantar Ricardo pergi dari paviliun, mereka kembali ke kamar untuk menyiapkan hari esok.
Keesokan harinya tutor mereka, Estia Kart telah menunggu mereka berdua di ruangan yang letaknya dekat perpustakaan kerajaan sambil membawa berkas misi yang akan dilakukan seperti perkataan Ricardo.
" Pagi, putri Elona dan Sabrina silahkan kalian lihat dengan baik dan teliti berkas yang saya berikan. Saya yakin Putra Mahkota kemarin telah memberitahukan pentingnya penyelesaian misi ini bagi kalian jadi saya harap kalian tidak mengecewakan ekspektasi kita semua kepada kalian sebagai calon Putri Mahkota" jelas Estia Kart