
Ruang kerja Raja
" Tidak ada yang ku sukai" kata Ricardo
" Aku dengar kau pergi melihat acara festival di luar istana dengan membawa pengawal barumu, apa kau menyukainya" kata Raja
" Ahem... aku hanya mengaguminya saja" kata Ricardo sambil berusaha untuk menyembunyikan ekspresi terkejut di wajahnya dari Raja
" Apa menurutmu dia akan ikut serta dalam kompetisi pemilihan Putri Mahkota?"
" Entahlah"
" Bagaimana jika kandidat untuk kompetisi pemilihan Putri Mahkota kali ini kita adakan untuk semua gadis di kerajaan yang memasuki umur menikah dan pastinya dia juga akan ikut serta. Apa kau setuju dengan saranku ini?"
" YA! sepertinya itu ide bagus, aku akan mengikuti saran yang ayahanda berikan"
Lalu Ricardo kembali ke ruangan kerjanya dan satu minggu setelah mereka selesai berdiskusi, istana mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan kompetisi pemilihan Putri Mahkota bagi semua gadis di kerajaan yang sudah cukup umur untuk menikah dan bagi mereka yang ingin mengikuti kompetisi diharapkan untuk bersiap 1 bulan kemudian untuk memasuki istana.
Perkumpulan para putri bangsawan sedang duduk dengan menikmati dessert sambil membicarakan pengumuman tentang pemilihan Putri Mahkota sebagai topik utama.
" Kalian sudah mendengar kali ini pemilihan Putri Mahkota dapat di ikuti oleh gadis dari rakyat biasa" kata salah satu putri bangsawan yang berkumpul disana
" Iya, tapi tetap saja itu akan susah bagi rakyat biasa untuk mengikuti tes dalam kompetisi ini"
" YA! tidak semua orang cocok untuk mengikutinya"
" Tapi apa semua putri bangsawan mengikuti kompetisi pemilihan Putri Mahkota?"
" Apa menurutmu Dame Elona akan ikut kompetisi ini?"
Akhirnya para putri bangsawan itu saling berdebat mengenai keikutsertaan Dame Elona
" Jika dia ikut apa kalian rasa itu adil? dia bisa saja mendapatkan bocoran tes lebih dahulu mengingat hubungannya dengan Putra Mahkota" hasut Elizabeth sahabat dari Sabrina kepada para putri bangsawan yang berkumpul di sana.
"Tidak peduli siapa yang akan menjadi kandidat Putri Mahkota tapi pasti putri Sabrina yang paling unggul" lanjut Elizabeth
" Benar! putri Sabrina dia adalah murid terpintar diantara para putri bangsawan lainnya pasti akan dengan mudah lolos tes pemilihan Putri Mahkota" kata gadis yang duduk di sebelah Elizabeth
" Ya! pasti akan banyak bangsawan yang akan mendukung jika putri Sabrina menjadi Putri Mahkota" kata salah satu gadis yang ingin dekat dengan Sabrina
" Terima kasih kalian telah memberikan dukungan dan percaya bahwa aku akan memenangkan tes kompetisi pemilihan Putri Mahkota" kata Sabrina
Di lain tempat Elona dan kedua temannya juga sedang membicarakan hal yang sama. Ketika mendengarkan kabar tentang kompetisi pemilihan Putri Mahkota, Maria dan Leana langsung pergi ke rumah Elona karena mereka juga penasaran apa Elona akan mengikuti kompetisi tersebut.
" Elona... kau tau sekarang para putri bangsawan sedang ramai membicarakan kompetisi pemilihan Putri Mahkota" kata Maria
" Dan kau juga menjadi salah satu topik pembicaraan mereka" susul Leana
Mereka saling menganggukan kepalanya ketika mendengar perkataan mereka masing-masing
" Kalian tenanglah lebih dulu! apa maksud kalian aku juga menjadi topik mereka?" kata Elona
" Mereka penasaran kau akan mengikuti kompetisi atau tidak? Apa Putra Mahkota akan berlaku adil jika kau mengikuti kompetisi? orang-orang menyangka kau akan mendapatkan bocoran tentang tes dalam kompetisi ini" kata Maria
" Aku tidak ikut karena pasti akan ada banyak putri bangsawan lainnya yang telah menunggu-nuggu kesempatan seperti ini. Lagipula Putra Mahkota bukanlah tipe cowok yang ku sukai" kata Maria
" YA ! aku sama dengan Maria, aku juga tidak yakin dapat melakukan tugas dan tanggungjawab sebagai Putri Mahkota. Kamu gimana ikut tidak?" kata Leana
" Entahlah! aku masih bingung. Menurut kalian aku lebih baik ikut atau tidak?"
"Jika sampai terpilih menjadi Putri Mahkota, apa kau sudah siap melepaskan pedangmu karena kau tidak akan lagi bisa menjadi prajurit?" kata Leana
" Iya, apa kau siap untuk melepas pedangmu karena waktu kecil cita-citamu menjadi prajurit terbaik di kerajaan?" kata Maria
" Kenapa kalian yakin sekali kalau aku akan memenangkan kompetisi pemilihan Putri Mahkota diantara para putri bangsawan lainnya?"
" Karena kamu salah satu kandidat terbaik, apa kau menyukai Putra Mahkota?" kata Maria
" Darimana aku tahu kalau aku menyukai orang itu?" tanya Elona
" Mhmm... aku juga belum pernah jatuh cinta" kata Maria sambil mengalihkan pandangannya ke Leana dengan harapan dapat membantu mereka
" Aku juga belum punya, aku hanya membacanya dari novel-novel romansa, katanya hati kita akan berdebar dan selalu memikirkan orang itu"
" Aku akan memikirkannya lagi, terima kasih saran kalian"
Setelah Maria dan Leana pulang kerumah mereka, Elona pergi ke ruangan kerja papanya dan meminta pendapat mengenai kompetisi pemilihan Putri Mahkota apa dia akan ikut serta atau tidak.
" Papa, apa aku bisa bicara sebentar?"
" Elona masuklah! baru saja aku ingin memanggilmu, kau ingin membahas masalah kompetisi pemilihan Putri Mahkota yang sebentar lagi akan diadakan"
" Iya, aku ingin menanyakan pendapat papa karena ini bukan hanya masalah tentangku tapi juga berhubungan dengan politik"
" Apa kau takut jika keluarga kita akan mendapatkan masalah karena para bangsawan saling berlomba-lomba untuk menjadikan anaknya Putri Mahkota?"
" Iya, aku takut jika ada bangsawan yang akan dibutakan oleh kekuasaan dan akan menggunakan segala cara untuk mendapatkan posisi Putri Mahkota"
" Itu memang tidak bisa dielakan, tapi bagi papa yang terpenting adalah kebahagiaanmu saja. Apa kau menyukai Putra Mahkota? jika iya papa akan mendukung keputusan mu itu"
" Tapi kau harus memikirkannya dengan baik-baik, walaupun kerajaan kita memiliki sistem pernikahan monogami tapi akan ada banyak orang yang mengincar posisimu dan kau harus selalu berhati-hati dalam setiap keputusan politik yang kau ambil karena keputusanmu juga dapat mempengaruhi baik kerajaan dan Putra Mahkota.
Apa kau siap dengan tanggungjawab yang berat itu?" lanjut Marques
" YA! aku juga masih memikirkan hal itu dan aku tidak tahu apa aku menyukai Putra Mahkota selama ini perasaanku hanya kagum sebagai bawahan kepada atasan atau rakyat kepada calon pemimpin kerajaan ini"
" Jika kau hanya mengaguminya sebagai pemimpin dan ingin membantunya kau tidak perlu mengikuti kompetisi pemilihan Putri Mahkota ini kamu tetap jadi pengawal pribadinya atau teman yang dapat di ajak bertukar pikiran, tapi jika kamu menyukai Putra Mahkota ikut saja kompetisi"
" Aku akan mencari tahu perasaan apa yang ku rasakan kepada Putra Mahkota secara jelas terlebih dahulu dan jika aku sudah mengetahuinya aku akan memberitahu papa keputusan apa yang akan kuambil"
" Apapun keputusan yang kau ambil jangan lupa bahwa papa akan tetap mendukungmu"
" Ya! terima kasih atas dukungannya papa. Aku kembali dulu ke kamar"