
Di sisi lain pinggiran kota, di tempat ruang bawah tanah penyimpanan anggur terdapat sel yang berisi anak-anak remaja.
Elona yang mendapatkan misi beberapa bulan sebelumnya untuk menjadi mata-mata di " BLUE MOON", sebuah tempat bar yang di curigai telah melakukan penculikan terhadap anak remaja untuk di jual menjadi budak. Elona menyamar sebagai pria dan dia mengubah warna rambutnya, karena warna rambut Elona tergolong langkah dalam kerajaan Bisania.
Dalam waktu 1 bulan Elona berhasil mendapatkan kepercayaan untuk mengawasi dan membagikan makanan bagi para budak yang ada di dalam sel. Kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak yang baru memasuki usia remaja, tubuh mereka banyak bekas luka cambukan. Para budak terlihat cukup dekat dengan Elona, karena mereka sering dibantu dan keadaan mereka lebih baik setelah Elona datang.
" El, apa ada berita baik ?" tanya salah satu gadis yang dalam sel itu.
Elona selama melakukan penyamaran menggunakan nama El, bagi mereka pembeli lebih baik daripada dikurung dalam sel bawah tanah.
" Ya, baru saja aku melihat ada pedagang kaya yang ingin membeli budak, kalian bersabarlah mungkin akan ada kabar yang lebih baik lagi" jawab Elona dengan memberikan senyuman di wajahnya dengan penuh harapan.
" Sepertinya pesan rahasia yang aku kirimkan berhasil, jika aku tidak salah lihat pedagang itu mengenakan simbol seperti yang ada di surat"
Beberapa menit sebelumnya
Putra Mahkota dan 2 temanya telah tiba di lokasi.
Nieghhh... "Tuan mudah kita sudah sampai di lokasi" kata kusir sambil tangannya menunjuk ke arah papan kayu yang tergantung di depan pintu bar " BLUE MOON"
" Berikan kami anggur kalian yang terbaik !"
" Aku dengar kalian suka mengasakan pertunjukan menjual barang bagus disini?" kata Ricardo
" Kau punya tiket?" kata pelayan bar itu dengan wajah dan tubuh kekarnya yang dapat mengintimidasi orang lain.
" Beri aku satu yang paling terbaik !"
Dari percakapan itu, pelayan bar langsung mengetahuinya bahwa mereka ingin membeli budak.
" Ikuti aku! kau hanya boleh bawa satu orang dan berikan jaminan"
" Berikan uang 20 koin emas!" perintah Ricardo pada Lucas
" Van, kau ikut bersamaku dengan tuan ini"
" Panggil saja aku Lo, nama tuan?" sambil menuju ke arah tempat penyimpanan anggur
" Panggil aku tuan Derek"
Setelah sampai di tempat penyimpanan, Lo dan seorang penjaga disana memindahkan beberapa barrel anggur yang menutupi pintu ruang bawah tanah mereka. Kemudian setelah Lo, Ricardo, dan Vander menuruni anak tangga yang ada di ruang bawah tanah tidak lama mereka melihat sel-sel kecil yang berisi para gadis dan anak remaja.
" Tuan Derek silahkan pilih sesuai kebutuhan anda"
Ricardo yang melihat situasi itu berusaha untuk menahan rasa amarahnya
" Tuan Lo, apakah ini pembeli barunya?" tanya Elona yang menghampiri mereka dari samping
Lo menganggukan kepalanya " Anak ini adalah penanggungjawab di tempat ini, El"
" Tuan apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Elona sambil berjalan mendekat ke Ricardo dan melihat bros yang dikenakan sesuai isis surat rahasia.
[Bros safir, lili, bantuan]. Ricardo berpura-pura memilih 6 orang dan bersiap untuk pergi.
" Tuan jika anda kurang puas dengan yang anda pilih, besok kembalilah saya akan menyiapkan sesuai dengan kriteria anda"
" Bros yang anda pakai sangat memiliki bentuk unik tuan muda" kata Elona ynag berusaha menyapmaikan sandi mereka.
Ricardo yang mendengar ucapannya berhenti sejenak " kau menyukainya? ini ambillah! sambil melepaskan bros dari bajunya
Setelah itu Ricardo dan 2 temannya kembali membawa 6 budak yang di belinya, dalam perjalanan pulang mereka mengembalikan mereka kerumah orang tuanya atau ketempat yang aman sesuai dengan keadaan anak-anak itu. Di kereta menuju istana vander bertanya " El. dia mata-mata yang memberi pesan itu?"
Ricardo menganggukan kepalanya
" Besok pagi bawa prajurit unuk mengepung tempat bar itu!" kata Ricardo kepada Lucas dan Vander
****
Keesokan pagi harinya, Ricardo dan para prajuritnya sudah mengepung "BLUE MOON"
" Masuk... tangkap para pelayan di bar ini. Jangan sampai ada yang kabur !"
" Ternyata kau seseorang dari biro kerajaan?!"
" Prajurit sayap kiri ikuti aku ke bawah tanah, sisanya kalian jaga para kriminal dengan baik-baik berama dengan kapten Lucas !"
" Baik" serentak para prajurit
Di tempat penyimpanan anggur, Elona sudah menuggu kedatangan Ricardo. " Anda sudah datang tuan "
"Pindahkan barrel-barrel ini!" perintah Ricardo kepada para prajuritnya
Setelah membebaskan semua para sandera, Ricardo membagi tugas kepada bawahannya, Lucas dan 10 prajurit lainnya menangkap dan membawa para kriminal ke penjara istana untuk di introgasi nantinya sedangkan Vander dan beberapa prajurit lainnya mengembalikan para sandera dan merawat luka-luka mereka.
" Terima kasih tuan-tuan telah membantu kami" para sandera itu memberikan hormatnya pada para prajurit
"El, terima kasih karena kamu sudah banyak membantu kami" kata para sandera, para gadis dan anak-anak itu memeluk Elona menunjukan rasa terima kasih mereka.
Ketika mereka semua sudah pergi, Ricardo menghampiri Elona " Apa kita bisa berbicara sebentar?"
Elona mengikuti Ricardo, mereka berbicara di tanah kosong sekitar bar. Ricardo memberikan tanda kepada 2 orang pengawalnya untuk menjaga jarak
" Apa kamu Elona Delaona anak dari Marques Delaona?" tanya Ricardo dengan ragu
" Benar tuan, apa saya boleh tau nama tuan?"
" Aku Ricardo, Ricardo D' Ferderick " jawabnya dengan senyuman tipis dan mata yang berkaca-kaca
" Dame Elona memberikan salam pada Putra Mahkota kerajaan Bisania" Elona memberikan salamnya dengan berlutut satu kaki dan tangan kanan memegang dadanya.
" Berdirilah! Apa kamu mau bekerja menjadi pengawal pribadiku?"
" Dame Elona menerima tawaran Putra Mahkota, merupakan kehormatan bisa menjadi pengawal Anda"
" Baiklah, kau ikuti aku ke istana akan ku perkenalkan dengan kedua pengawal pribadi sekaligus teman dekatku"
Elona ikut kedalam kereta Ricardo kembali ke istana kerajaan.
Istana kerajaan Bisania, ruang kerja Ricardo
" Butler, bilang pada pelayan untuk menyiapkan teh untuk tamuku!"
" Elona duduklah! kita akan menunggu mereka dan juga membahas kasus ini, kau nikmati dulu tehnya"
"Terima kasih Putra Mahkota"
Vander dan Lucas memasuki ruangan " Salam pada Putra Mahkota"
" Kenalkan dia adalah Dame Elona, orang yang berjasa dalam kasus ini dan akan menjadi teman kalian karena aku berencana menjadikan pengawal pribadiku"
" Elona kenalkan Vander Greekor (berada di kanan) dan Lucas Rosz (berada di kiri).
"Salam kenal Dame Elona"