
Hari keberangkatan Sabrina untuk menjalankan misinya telah tiba dan Emma juga mulai berusaha untuk mencari cara mendapatkan informasi dari pelayan-pelayan istana yang melayani Sabrina. Setelah menghabiskan setengah hari mencari informasi akhirnya, Emma melaporkan hasil yang di dapatnya ke Elona.
Tok..tok... Emma mengetuk pintu kamar Elona
" Nona, ini saya Emma"
" Masuklah!" kata Elona
" Apa kau dapat sesuatu hari ini?" tanya Elona
" Nona, saya hanya mendapatkan informasi rumor itu di sebarkan oleh seorang pelayan istana yang bertugas melayani putri Sabrina Casia kemari malam dan setelah itu belum ada yang melihat pelayan itu lagi sampai hari ini"
" Apa kau mengetahui nama pelayan itu?"
Emma menggelengkan kepalanya " saya sudah menanyakan ke para pelayan istana tapi mereka tidak ada yang mengetahuinya, mereka beralasan dia adalah orang baru jadi kami belum terlalu dekat. Saya merasa aneh".
" Benar sangat aneh, tidak ada yang mengenalnya tapi dia bisa berkerja untuk melayani calon Putri Mahkota dan hilang begitu saja" kata Elona
" Apa yang harus saya lakukan selanjutnya?" tanya Emma
" Kita biarkan saja dulu dan lihat selama beberapa hari kedepan jika rumor telah reda kita akan kubur kasus ini"
Di lain tempat Sabrina dan pelayan pribadinya dalam perjalanan menuju lokasi pusat kesehatan yang menampung para pengungsi dari desa yang terkena banjir sebelumnya
" Apa kau sudah menyelesaikan masalah yang kuminta?" tanya Sabrina dengan suara pelan kepada pelayan pribadinya
" Tenang saja nona, saya sudah membereskan semuanya" jawab pelayan itu
Neigh.... " Putri Sabrina Casia kita sudah sampai" kata kusir
Mereka berdua turun, memasuki tempat pusat kesehatan itu dan menemui orang bertanggungjawab di sana untuk melakukan pemeriksaan.
" Selamat datang putri Sabrina Casia, saya Benzo yang ditunjuk oleh Putra Mahkota untuk menjadi penanggungjawab untuk semua hal yang terjadi pada pusat kesehatan ini" kata bapak tua itu
" Mr. Benzo saya mendapatkan perintah dari istana untuk melihat situasi di pusat/balai kesehatan ini. Apa saya dapat melihat buku catatannya?" kata Sabrina
" Tentu saja, silahkan duduk sebentar saya akan membawakan buku catatannya"
5 Menit kemudian
" Ini buku catatan persediaan barang dan saya juga telah mencatat masalah yang penah terjadi" kata Benzo sambil memberikan buku-buku itu ke Sabrina.
Sabrina menghabiskan waktu untuk melihat semua buku yang ada setelah itu dia mengelilingi pusat/balai kesehatan itu serta melihat beberapa pasien yang ada
" Kau sudah mengerjakan dengan baik, saya akan melaporkan kepada istana untuk mengirim persediaan bahan kesehatan maupun makanan yang sudah habis"
" Terima kasih putri Sabrina Casia"
Tak lama kemudian Sabrina meninggalkan balai kesehatan itu. Sabrina dan pelayan pribadinya itu memasuki kereta kuda untuk kembali ke istana, di tengah perjalanan Sabrina meminta kusir menghentikan kereta mereka
" Pak kusir berhenti sebentar" kata Sabrina
Kemudian pelayan pribadi Sabrina turun dan melakukan sesuai perintah Sabrina yang dikatakannya selama perjalanan
" Lanjutkan lagi perjalanannya!" perintahnya pada pak kusir
Petang hari Sabrina telah kembali ke istana dan bertemu dengan Elona ketika dia menuju ke arah kamar tidurnya.
" Sabrina kau sudah pulang dari misimu?" tanya Elona
" Apa ada sesuatu yang terjadi hari ini? ekspresi wajahmu tidak kelihatan baik"
" Tidak"
Lalu Sabrina masuk ke kamarnya begitu pula dengan Elona. Di dalam kamarnya Sabrina berkata dalam hatinya
" Padahal sudah mendengar rumor seperti itu tentang dirinya tapi dia masih saja bisa tersenyum. Menarik dia lebih tangguh dari yang ku bayangkan, pertarungan ini akan jauh lebih menari ke depannya"
Di sisi lain kamar Elona juga sedang memikirkan ekspresi Sabrina yang terlihat dingin dan sedikit kemarahan pada sorotan matanya.
"Apa yang terjadi dengan Sabrina, wajahnya kembali menjadi dingin? sepertinya rumor ini tidak akan selesai dengan mudah" tanya Elona dalam hatinya
Tok... tok... suara ketukan pintu dari kamar Sabrina terdengar tak lama setelah pembicaraan kedua orang itu selesai
" Masuklah!" perintah Sabrina
" Nona, saya sudah menjalankan sesuai perintah anda. Besok saya jamin semua orang di kerajaan akan mengetahuinya" kata pelayan pribadi Sabrina
" Kau tidak meninggalkan jejak apapun kan?"
" Tenang saja nona, saya menugaskan ke orang yang dapat dipercaya"
" Bagus! kau boleh kembali sekarang"
Lalu pelayan itu pamit dan kembali ketempat istirahat para pelayan pribadi calon Putri Mahkota berkumpul.
" Aku menantikan reaksimu besok Elona" kata Sabrina dengan ekspresi wajah gembira
Keesokan harinya, para bangsawan telah berkumpul di aula istana dan menghadap Yang Mulia Raja dan Putra Mahkota untuk membahas rumor yang telah beredar di luar sesuai dengan rencana Sabrina.
" Yang Mulia Raja baru-baru ini ada kabar mengenai calon Putri Mahkota yang bertemu dengan pria asing di istana pada malam hari" kata salah satu bangsawan pria paruh baya itu
" Calon Putri Mahkota? Siapa yang kau maksudkan?" tanya Yang Mulia Raja
" Ini tentang putri Elona Delaona" kata bangsawan itu sambil mengahlikan pandangannya ke arah Marquis Delaona
" Benarkah!? Bagaimana tanggapanmu Marquis Delaona" tanya Yang Mulia Raja
" Itu hanya omong kosong orang yang iri dengannya Yang Mulia Raja. Saya percaya putri saya tidak akan melakukan hal yang seperti itu" jawab Marquis Delaona
" Mhm... tentu saja kau akan membelanya dia adalah putrimu tapi kita punya buktinya, kau tidak bisa mengelaknya Marquis" kata bangsawan itu
" Hha... bukti apa? itu hanya perkataan yang tidak berdasar"
" Bagaimana menurutmu Putra Mahkota" kata Raja yang tiba-tiba menginterupsi pembicaraan antara kedua bangsawan
" Saya setuju dengan perkataan Marquis Delaona Yang Mulia Raja, itu hanya perkataan dari orang yang berniat jahat. Saya dapat berkata seperti ini selama putri Elona Delaona menjadi pengawal pribadi saya dia tidak pernah berlaku di luar batasan" kata Ricardo
" Tapi anda baru mengenalnya sebentar Putra Mahkota, kita harus berhati-hati akan hati seseorang" kata bangsawan itu
" Anggap saja rumor itu benar adanya tapi apakah ada orang yang sebodoh itu untuk bertemu dengan 'orang asing' secara terbuka di istana dengan banyak mata yang mengawasi mereka lagipula orang yang kalian bicarakan adalah aku, Putra Mahkota Ricardo"
" Apa yang kau maksud Putra Mahkota?" tanya Raja
" Saya melakukan inspeksi yang sama dengan misi yang diberikan Elona sebagai calon Putri Mahkota dan melihat hari sudah malam saya mengantarnya pulang ke istana" jawab Ricardo
Mendengar itu ruangan pertemuan langsung sunyi seketika, mereka tidak sangka yang menjadi pembicaran orang-orang tentang 'orang asing' ternyata adalah Putra Mahkota sendiri. Hal ini membuat para bangsawan yang tadinya ikut mendukung untuk mengeluarkan Elona menjadi tidak dapat berbuat apa-apa.