Elona'S Legacy

Elona'S Legacy
Perbincangan antar Teman



Rumah Marques Delaona


" Elona, kau tidak lupa kalau hari ini kita ada janjikan?" kata Maria yang telah sampai di rumah temannya itu


" Tentu saja sekarang juga kita langsung bertemu dengan Leana!


Lalu keduanya pergi menuju tempat Leana, di restoran 'A'


" Elona, Maria kalian sudah datang, cepat kemari!" panggil Leana sambil melambaikan tangan ke arah Elona dan Maria.


" Elona bagaimana kabarmu selama kompetisi pemilihan? aku dengar sebentar lagi kau akan memasuk istana kembali untuk mendapatkan pelatihan lebih lanjut sebagai calon Putri Mahkota?" tanya Leana dengan antusias.


" Ya! aku baru saja menadapat surat dari istana" jawab Elona


" Jika kau memasuki istana untuk mendapatkan pelatihan bukankah kita akan susah untuk bertemu seperti ini?" tanya Maria


" Pastinya akan lebih susah dibandingkan ketika aku berkerja sebagai pengawal pribadi Putra Mahkota, karena aku tidak mungkin untuk keluar istana tanpa persetujuan tapi kalian tetap dapat mengunjungiku dengan membuat janji terlebih dahulu" kata Elona


" Kalau begitu kita puaskan saja bertemunya sebelum kau masuk ke istana" kata Maria


Mendengar perkataan Maria, Elona dan Leana menganggukan kepalanya. Mereka menghabiskan sisa hari itu dengan mengelilingi kios-kios yang ada di sana dan malamnya mereka menginap di rumah Elona.


Di kamar tidur Elona, mereka bertiga melanjutkan percakapan mereka


" Sebenarnya waktu tes ke 2 aku dengar penilaian tidak hanya ditentukan oleh para juri tapi juga kandidat yang telah tereliminasi, aku khawatir karena reputasi sebagai 'ratu sosialita' yang dimiliki oleh Sabrina akan menguntungkannya dan kau akan kalah tapi baguslah jika kau akhirnya tetap terpilih?" kata Maria


"Ya aku juga sependapat dengan Maria aku khawatir dia akan menggunakan reputasi yang dia miliki untuk memenangkan suara para putri bangsawan yang menjadi juri di kompetisi itu" kata Leana


"Kurasa putri Sabrina tidak akan melakukan hal yang seperti itu, ketika aku bertemu dengan orangnya secara langsung dia adalah tipe orang yang punya harga diri yang tinggi" balas Elona


" Aku juga berharap dia tidak seperti rumor katakan" balas Leana


"Aku pernah berbicara dengan putri Sabrina beberapa kali, aku dapat mengerti kenapa dia terkenal di kalangan para sosialita selain anggun dia juga sangat pandai bicara walau kadang cara dia bicara kadang sering bermakna ambigu yang mudah di salah pahami orang lain tapi aku belum pernah lihat dia melakukan hal-hal licik lainnya" kata Maria.


" Lupakan saja kita ganti topik pembicaraan lain yang lebih seru!" kata Elona


" Mhmm... aku tau topik yang lebih seru... gimana kalau kelanjutan hubungan Maria dan kepala komandan" kata Leana dengan menggoda Maria


" Eh, apa ada kabar lainnya selama aku masih ikut kompetisi?" tanya Elona dengan antusias


" Omong kosong apa yang kalian berdua bicarakan, kita hanya bertemu beberapa kali" jawab Maria dengan wajah malu-malu yang memiliki warna yang sama dengan rambutnya


" Oh!... apa saja yang kalian bicarakan? jangan bilang kalian hanya bicara soal dessert" goda Elona


" Cough... cough... ba...gaimana kau bisa tahu?!" tanya Maria kaget sampai tersedak teh yang sedang diminumnya


Mendengar perkataan Maria, Elona dan Leana saling bertatapan satu dengan lainnya karena tidak menyangka mereka menebaknya dengan benar.


" Wah... aku dan Leana hanya menebaknya saja!" kata Elona


" Memang sebagian besar dari pembicaraan kita mengenai dessert, tapi ada juga yang lain.." kata Maria yang berhenti bicara melihat ekspresi rasa ingin tahu dari wajah kedua temannya itu


" Kenapa tiba-tiba kau berhenti bicara? cepat lanjutkan kami penasaran" kata Leana dengan penuh antusias


Maria yang tadinya sempat bicara berpikir untuk kembali menggoda Elona sambil berencana untuk mengahlikan topik pembicaraan


" Eh! kenapa jadi aku lagi yang jadi topik pembicaraan" kata Elona


" Ah! aku juga sempat dengar hal itu dari para putri bangsawan lainnya, siapa sangka teman kita yang kelihatan tomboi di luar tapi dapat menari" kata Leana


" Hei! kenapa kau jadi ikut-ikutan menggodaku" balas Elona dengan wajah yang mulai memerah karena malu


" Ayo! tunjukkanlah pada kami tarian yang kau tarikan waktu kompetisi di istana" kata Maria dan Leana dengan pandangan mata penuh harap


" HAh...." Elona menghela napasnya


Lalu berkata " Ok! tapi kalian janji jangan tertawa" lanjut Elona


Mendengar perkataan Elona, kedua temanya itu menganggukan kepala dengan keras sebagai tanda bahwa mereka menyetujui persyaratan yang diajukan. Lalu Elona mulai bangkit dari kursinya dan mulai memeragakan tarian pedang yang dia tunjukan pada saat kompetisi.


Kali ini dia menggunakan pedangnya tidak lagi menggunakan alat ganti (tangkai bunga), Elona lalu mengangkat satu kakinya dan berputar sambil memegang pedang di tangan kanannya


Beberapa menit kemudian


Setelah melihat pertunjukan Elona, kedua temanya membuka mulut mereka dan menunjukkan pandangan mata kagum sekaligus tidak percaya karena teman baik yang mereka kenal tomboi dan tidak sepandai para putri bangsawan lainnya dalam hal keterampilan wanita yang biasa di banggakan oleh putri bangsawan ternyata dapat menari dengan indah, lincah sekaligus terlihat elegan.


" Kenapa dengan wajah kalian?" tanya Elona dengan nada kaget karena melihat ekspresi wajah kedua temannya itu


Maria dan Leana akhirnya tersadar setelah mendengarkan pertanyaan dari Elona


" Ah! aku tidak tahu ternyata kau juga dapat terlihat seperti wanita" goda Maria


" Benar aku terharu melihat tarian indah teman baikku" kata Leana sambil berpura-pura menangis terharu


" Kalian menggodaku lagi" kata Elona


"Tidak, kita hanya tidak percaya kau dapat menari dengan baik" kat Maria


" Omong-omong kau belajar dari mana tarian tadi?" tanya Leana


" Aku belajar dari temanku di akademi keprajuritan, tarian itu berasal dari negara timur" jawab Elona


" Tarian mereka sangat unik, baru kali ini aku melihatnya" kata Maria


" Apa kau dapat mengajariku tarian itu?" tanya Leana


" Tentu saja! aku lihat sepertinya kau cukup tertarik dengan pedang"


" Sebenarnya aku mengagumi wanita-wanita sepertimu yang mempunyai keberanian untuk maju di medan perang membela kerajaan kita"


" Jika kau memang tertarik, aku dapat mengajarimu?" kata Elona


" Benarkah?! tapi aku tidak tahu apa orangtua dan kakakku akan mengijinkanku belajar beladiri"


" Eh! tapi bukankah kau 1 minggu lagi akan masuk ke istana untuk latihan pemilihan Putri Mahkota? kata Maria mengingatkan Elona


" Mhm... kau benar juga, akan sangat susah jika aku sudah masuk dan mengikuti pelatihan. Bagaiman selama 1 minggu ini aku ajari kau cara untuk sekedar dapat membela diri dari orang-orang yang ingin berniat jahat dan kalau kau masih ingin belajar untuk memegang pedang mintalah ijin terlebih dahulu baru kita pikirkan lagi kelanjutannya" kata Elona.