Elona'S Legacy

Elona'S Legacy
Hari Pertama Elona jadi Pengawal



Pagi hari, ruang kerja Ricardo, Vander, Lucas dan Elona telah berkumpul


" Lucas apa ada informasi baru dari hasil penyelidikanmu?" tanya Ricardo


" Aku sudah pergi ke tempat seperti bar, kantor biro investigasi baik secara legal ataupun il legal dan mencoba bertanya kepada orang-orang sekitar yang mengetahui tempat anak-anak remaja yang di jual sebagai budak baru-baru tapi mereka semua tidak ada yang mengetahui hal itu" jawab Lucas


" Apa dia berbohong pada kita?" tanya Vander


" Aku rasa tidak meski Count Raymond adalah orang yang serakah akan harta tapi paling tidak dia akan sayang dengan nyawanya sendiri. Aku mencurigai suatu tempat di mana anak-anak itu di sembunyikan, tapi untuk kesana kita harus menyamar seperti rakyat biasa agar tidak mengundang masalah ataupun membuat musuh kita berwaspada terhadap tindakan kita" kata Ricardo


" Memangnya tempat seperti apa itu sampai kita harus berhati-hati?" tanya Lucas


" Ada sebuah gua di sana walau tidak ada penghuninya tapi gua itu mempunyai banyak barang berhaga di dalamnya yang dapat membuat orang-orang ingin memilikinya" kata Ricardo


" Apa berang berhaga yang anda maksud seperti batu permata, Putra Mahkota?" tanya Elona


" Ya, tidak hanya itu tapi juga logam dan perak yang dapat di gunakan untuk membuat pedang dan alat perang lainnya" jawab Ricardo


" Apa anda takut jika hal ini akan menimbulkan terjadinya perang antar kerajaan?" tanya Vander


" Benar, terutama kerajaan Merioa yang sejak dulu sudah menjadi musuh kita dan selalu berusaha untuk mencari kesempatan untuk memulai perang"


" Kapan anda akan berencana untuk pergi ke tempat itu?" tanya Elona


" Setelah acara perburuan yang diadakan istana selesai 3 hari kemudian kita akan bersiap pergi ke tempat yang ku maksud. Kita sudahi dulu diskusi kita hari ini, Lucas kau bisa mengajak Elona keliling istana dan perkenalkan juga pada rekan-rekan pengawal lainnya"  kata Ricardo


" Baik, Putra Mahkota" Serentak mereka bertiga.


Setelah itu, Lucas mengajak Elona keliling istana sesuai perintah RIcardo dan menunjukkan tempat-tempat yang sering di kunjungi oleh Ricardo termasuk kamar tidurnya, karena dia juga akan mendapat tugas untuk menjaga Ricardo waktu malam hari. Mereka terus berjalan sampai pada tempat pelatihan para prajurit, disana mereka saling mengasah kemampuan ber-pedangnya.


Tempat pelatihan prajurit istana, disana ada sekitar 15 orang yang sedang berlatih. Lalu Lucas menghentikan aktivitas mereka sesaat dan memperkenalkan Elona sebagai rekan kerja barunya.


" Semuanya perhatian, hari ini kita mempunyai rekan baru yang akan bergabung bersama kita dalam menjaga Putra Mahkota" mendengar perkataan Lucas semuanya langsung berkumpul untuk melihat Elona


Lalu Lucas memberikan tanda kepada Elona untuk memperkenalkan dirinya.


" Nama saya Elona Delaona. Kalian dapat memanggil saya dengan Elona saja, hari ini adalah hari pertama saya akan bergabung dengan para senior, saya mohon bimbingannya"


" Dengan senang hati kami menerima rekan baru, tanya saja pada kami jika ada yang tidak kau ketahui" kata salah satu prajurit


Disaat Elona memperkenalkan dirinya Ricardo dan Vander baru saja tiba di tempat pelatihan. Lalu mereka semua memberikan salam pada Ricardo setelah mengetahui kedatangannya. Lalu Ricardo duduk di bangku yang ada di tempat pelatihan itu bersama dengan Vander.


" Lucas coba kau latihan pedang dengan Elona, aku ingin melihat kemampuannya!" perintah Ricardo


" Putra Mahkota, apa itu akan baik-baik saja bagi Elona?" tanya Vander sambil berbisik ke telinga Ricardo


" Bagaimana Elona apa kau takut dengan tantanganku ini?"


" Tidak saya akan mencoba yang terbaik" jawab Elona


" Komandan Lucas kau juga berusahalah yang terbaik jangan mengalah hanya karena aku seorang wanita atau junior-mu" katanya pada Lucas.


" Baiklah, aku juga bukan tipe yang akan mengalah hanya karena hal sepele seperti itu"


Lalu para prajurit yang tadi berlatih ikut duduk bersama dengan Ricardo dan Vander untuk menyaksikan pertarungan diantara mereka berdua.


Keduanya mengambil posisi bersiap mereka masing-masing dengan mengeluarkan pedangnya.


Klang...klang....klang.... mereka berdua saling beradu dan menangkis serangan masing-masing dengan baik dan pertarungan terus berlanjut sampai 30 menit kemudian dengan keadaan seri, kemudian di menit terakhir klang...klang... pedang mereka saling mengarahkan pedang ke leher masing-masing sambil menghela napas mereka.


" Tidak ku sangka ternyata kemampuanmu hebat juga ya Dame Elona" puji Lucas dengan senyuman


" Junior kita ternyata hebat dapat seri dalam berpedang dengan Komandan Lucas" kata prajurit yang berada di kursi


" Apa kau sudah mengetahuinya dari awal kalau mereka akan seri dalam pertarungan ini?" tanya Vander ke Ricardo dengan suara pelan


" Tentu saja orang yang aku pilih tidak mungkin berkemampuan buruk kan" dengan menunjukkan muka pedenya


" Hei... Kenapa dengan reaksimu itu?"


" Kerja bagus Elona dan Lucas" puji Ricardo


Setelah itu mereka semua kembali ke pos jaga mereka masing-masing, tinggal mereka berempat di tempat pelatihan.


" Kalian akan membantuku dalam mempersiapkan acara perburuan yang akan diadakan seminggu lagi. Lucas dan Elona kalian periksa keamanan hutan yang akan dijadikan tempat berburu jangan sampai ada binatang buas yang memasuki wilayah kita. Aku dan Vander akan memberi kabar pada para bangsawan" kata Ricardo


" Baik, Putra Mahkota akan segera kami laksanakan perintah anda" jawab mereka


" Oh.... Elona malam ini kau akan ada acara pesta penyambutan yang diadakan oleh tim pengawal kami seperti biasanya. Kami akan menunggumu di ruang makan para prajurit pastikan untuk tidak terlambat" kata Lucas


" Baik komandan" jawab Elona


" Berhati-hatilah saat acara pesta nanti" kata Vander


" Apa ada sesutu yang perlu ku takutkan?" tanyanya pada Vander, tapi Vander tidak menjawabnya yang semakin membuat Elona merasa penasaran dan resah.


Malam tiba di ruang makan para pengawal telah tersedia hidangan makan malam mereka dan gelas bir yang besar, Elona masuk ke dalam ruangan dan duduk di tengah-tengah para rekan lainnya. Mereka meminta Elona untuk minum semua bir yang ada di depannya, melihat 2 gelas bir besar yang ada di depannya.


" Apa aku harus meminumnya?" tanya Elona


" Yap, ini adalah aturan di sini setiap anak baru harus meminum 2 gelas bir besar"


" Baiklah aku akan meminumnya" glup...glup... Elona berhasil meminum 1 gelas dengan lancar


" Apa kau masih kuat untuk meminum 1 gelas lagi?" tanya Lucas cemas


" Apakah ada peraturan yang kalau tidak kuat dapat mencari pengganti sukarelawan?"


" Minum...minum.... ayo! Elona selesaikan semuanya " sorak rekan-rekan kerjanya itu


" Tidak ada tapi mungkin kali ini dapat menjadi pengecualian secara mereka semua adalah pria yang kuat minum" kata Lucas


Kemudian Elona mengambil gelas berikutnya dan meminumnya sedikit, lalu menaruhnya dan melambaikan tangan dia menyerah karena tidak kuat lagi untuk meminum sisanya.


" Kali in sisanya biar aku saja yang meminumnya" kata Lucas sambil mengambil gelas Elona


" Wahhh... komandan mau menjadi Black Knight" kata mereka


Glup..glup..... " Terima kasih komandan" kata Elona.


" Tidak masalah kau adalah junior ku" kata Lucas


" Hari ini kau pulang saja ke rumahmu dahulu, besok baru kau akan mendapatkan tugas jaga malamnya. Apa kau bisa pulang sendiri dengan kondisimu yang seperti ini" kata Lucas yang melihat Elona berjalan dengan sempoyongan.


" Tentu saja komandan"


" Tidak lebih baik aku menemanimu sampai di depan rumah"


Lucas menggendong Elona selama perjalan pulang mereka. Setelah sampai di rumahnya Elona mengucapkan terima kasih pada Lucas karena sudah mengantarnya dengan susah payah lalu Lucas kembali ke istana. Ricardo dan Vander telah menunggu kepulangan mereka karena cemas dengan keadaan Elona setelah acara penyambutan


" Bagaimana keadaan Elona?" tanya Ricardo


" Dia baik-baik saja hanya bukan orang yang kuat minum" jawab Lucas dengan tertawa kecil


" Apa ada sesuatu yang membuatmu senang?" tanya Vander


" Bukan sesuatu yang penting, hanya lelucon para pengawal yang ingin mengerjai anak baru dengan meminum 2 gelas bir besar seperti biasanya tapi malah aku yang meminum sisanya karena Elona tidak kuat lagi" jawab Lucas


"  Sepertinya aku baru ingat bahwa Lucas sangat dekat dengan Elona di masa lalu mereka" batin Ricardo


Seminggu kemudian acara perburuan di mulai semua telah di persiapkan dengan baik baik dari undangan sampai keamanan. Para bangsawan dan putri-putrinya yang ikut acara perburuan duduk di tempatnya masing-masing.