
Pagi setelah acara pesta ulang tahun Elona, kamar tidurnya di penuhi hadiah dari para bangsawan. Elona yang dibantu oleh pelayan pribadinya dia membuka hadiah-hadiah tersebut. Maria memberikan kotak musik yang didalamnya ada mainan kecil berbentuk prajurit wanita dan seorang pangeran, Lucas memberikan belati dengan ukiran unik dan Vander dia memberikan pedang. Ricardo memberikan Elona mantel berwarna putih yang terbuat dari bulu rubah yang di dapatkannya pada saat acara perburuan kemarin.
Setelah selesai membuka semua hadiahnya Elona bersiap berangkat untuk kembali menjadi pengawal pribadi Ricardo.
Di ruang pelatihan istana kerajaan, Lucas dan Elona yang sedang beristirahat setelah melatih kemampuan berpedang mereka
" Apa kau suka dengan belati yang kuberikan?"
" Tentu saja ukiran di belati sangat unik seperti macam-macam kerang yang di pantai, terima kasih komandan"
" Yup! kau bisa memanggilku Lucas jika sedang tidak ada orang lain"
" Oke kalo begitu kau jika bisa memanggil namaku"
Lalu Ricardo dan Vander juga datang untuk berlatih
" Kalian sudah selesai berlatih?" tanya Ricardo
" Iya baru saja" kata Lucas
" Bagaimana kau ber adu denganku setelah aku berlatih dengan Vander?"
Lucas menganggukan kepalanya tanda setuju, beberapa menit setelah Vander selesai berlatih dengan Ricardo, Lucas bangkit berdiri dan sudah bersiap dengan pedangnya. Ricardo juga telah bersiap mengambil posisi untuk menyerang.
Klang...klang... Hiah...klang.... suara pedang mereka saling beradu dan di menangkan oleh Ricardo dengan keadaan pedang Lucas terlempar ke tanah dan pedang Ricardo mengarah pada leher Lucas.
" Vander dan Elona kalian juga coba latihan bersama!" kata Ricardo
" Putra Mahkota, Vander dia di juluki sebagai seorang jenius pedang dari kecil kalau di berlatih dengan Elona, dia akan terluka" kata Lucas
" Kalian berlatih menggunakan pedang kayu agar tidak ada yang terluka. Bagaimana setuju?"
" Aku setuju! apa kau tidak masalah kalau berlatih dengan ku?" kata Vander
" Ya! aku tidak masalah" kata Elona
Lalu mereka berdua mengambil posisi untuk bersiap sedang Ricardo dan Lucas dudu dan melihat mereka saling ber adu pedangnya
" Putra Mahkota, kenapa kau tiba-tiba menyuruh mereka berlatih? kau percaya dengan kemampuan Elona dapat mengimbangi Vander atau mau mengasah kemampuannya?" tanya Lucas
" Aku percaya walau dia tidak sehebat Vander paling tidak dia akan kalah telak" kata Ricardo
Beberapa saat kemudian Vander mengalahkan Elona
" Kemampuan berpedang mu lumayan juga" kata Vander
" Terima kasih senior atas pujiannya, aku pasti akan latihan lebih keras lagi"
" Wah!! baru kali ini aku melihat Vander memuji kemampuan seseorang dalam berpedang" kata Lucas
" Aku tidak salah memintamu untuk menjadi pengawal pribadiku" kata Ricardo dengan senyuman di wajahnya
Setelah itu mereka semua kembali ke ruang kerja Vander.
Tok... tok... tok... " Putra Mahkota saya kepala bulter istana membawakan pesan dari Yang Mulia Raja untuk anda"
" Masuklah!"
" Putra Mahkota, Yang Mulia Raja menyuruhmu untuk bersiap untuk memilih calon putri mahkota setelah acara kompetisi para prajurit selesai"
" Apa?! putri mahkota ini masih terlalu awal aku akan memikirkan tentang hal itu setelah orang di balik perbudakan itu tertangkap, karena sampai sekarang kita hanya menangkap kaki tangannya saja. Kau bilang saja aku belum mau menikah sekarang" kata Ricardo
" Apa para prajurit sedang berlatih untuk kompetisi berpedang besok?" tanya Ricardo
" Iya sekarang mereka semua sedang berada di ruang latihan pedang" kata Vander
" Baiklah, kalian dapat kembali mengerjakan tugas yang diperlukan untuk acara besok"
Setelah itu mereka keluar dari ruangan kerja Ricardo, Lucas dan Elona kembali mengawasi para prajurit sedang Vander kembali menjaga Ricardo sebelum Elona pergi Vander mengajaknya untuk berbicara sebentar secara pribadi.
" Tunggu Elona ada hal yang ingin aku bicarakan sebentar" kata Vander sambil memberi kode kepada Lucas untuk meninggalkan mereka berdua
" Aku akan pergi ke ruang pelatihan terlebih dahulu" kata Lucas
" Apa ada yang bisa ku bantu senior Vander?"
" Mhmm.. Elona besok pada saat acara kompetisi prajurit apa kau mengundang temanmu?" tanya Vander
" Temanku? Ah, apa maksud senior Maria?" tanya Elona
" Mhmm..."
" Iya aku mengundangnya karena dia ingin melihat kompetisi itu"
" Ok! terima kasih informasinya, kau isa melanjutkan tugasmu"
Lalu Elona pergi meninggalkan Vander dan pergi ke tempat pelatihan para prajurit. Lucas yang penasaran dengan apa yang mereka bicarakan karena melihat ekspresi wajah Elona seperti menemukan hal yang menarik lanfsung menghampiri Elona dan menanyakan apa yang terjadi.
" Besok sepertinya kita akan menemukan hal yang menarik tentang senior Vander" bisik Elona
Keesokan harinya di lapangan istana telah di siapkan arena untuk mereka beradu pedangnya jika mereka keluar dari arena itu maka akan dianggap kalah, para prajurit telah duduk dikursi bawah dekat arena peserta untuk bersiap melakukan kompetisi pedang mereka sedangkan para penonton duduk di balkon agar dapat melihat pertandingan secara jelas. Ricardo dan para pengawal pribadinya telah bersiap untuk pergi ke arena tapi sebelum pergi ke arena Vander menemui Elona dengan membawa dessert yang di belinya dari toko.
" Elona, apa temanmu yang namanya Maria sudah datang?"
" Belum mungkin sebentar lagi, apa senior sedang mencarinya?"
" Kalau dia sudah datang berikan ini, katakan ini sebagai ganti dessert di acara ulang tahunmu" kata Vander sambil memberikan dessert yang ada di tangannya ke Elona.
" Apa tidak sebaiknya senior memberikannya langsung dan sekaligus menyelesaikan kesalahpahaman-nya"
Beberapa saat kemudiaan Maria datang menemui Elona, dan Elona yang memberi tahu kedatangannya ke Vander
" Itu Maria datang, kau dapat memberikannya secara langsung senior"
" Elona, apa kau menungguku?" tanya Maria dengan nada yang menggoda Elona
"Maria ada yang ingin senior Vander bicarakan"
" Oh! pria dessert waktu itu. Tuan kepala komandan senang bertemu dengan anda lagi" kata Maria
" Iya, Nona Coper senang bertemu anda lagi. Ini dessert sebagai ganti waktu di acara ulang tahun Elona, aku benar tidak bermaksud untuk berebut dessert denganmu"
" Baiklah aku terima dessert-nya lagipula aku juga sudah melupakan kejadiaan waktu itu, tuan kepala komandan tidak perlu khawatir" katanya sambil menerima dessert
Kejadiaan itu juga dilihat oleh Ricardo dan Lucas yang sedang dalam perjalananya ke lapangan istana diamana acara kompetisi pedang di adakan.
" Pantas saja Elona kemarin bilang akan ada hal menarik besok dengan Vander" kata Lucas
" Memang menarik, kapan lagi kita akan melihat kejadian seperti ini"