Elona'S Legacy

Elona'S Legacy
Rumor



Malam itu, Sabrina melihat dari kamar jendelanya Elona diantar seorang pria walaupun pria itu menutupi wajahnya dengan tudung jubah yang dipakainya tetapi Sabrina dapat mengenalinya bahwa pria itu adalah Ricardo seketika itu pula raut wajahnya berubah menjadi sangat dingin dan menyeramkan.


Pagi hari saat mereka sedang menikmati sarapan tiba-tiba Sabrina membuka pembicaraan yang biasanya tidak pernah dilakukannya, dengan ekspresi dan nada yang tenang seperti biasanya dia mulai mengajukan pertanyaan ke Elona.


" Bagaimana dengan misimu kemarin?" tanya Sabrina


" Untunglah semua berjalan lancar barang-barang ilegal dari hasil pembajakan telah disita oleh kerajaan, orang yang terlibat di kapal juga sudah tertangkap semuanya dan aku berharap mereka juga akan mendapatkan informasi yang berguna dari introgasi nantinya.


Bagaimana dengan persiapan misimu? kudengar kau akan melakukannya 3 hari lagi?" jawab Elona


" Ya, aku sudah menyelesaikan semua yang diperlukan. Tapi kemarin malam aku melihatmu diantar oleh seorang pria, kau harus lebih berhati-hati jika ingin bertemu dengan 'teman dekatmu' karena kita sedang ada di istana jika sampai tersebar.." sindir halus Sabrina


" Ah! Terima kasih atas perhatian putri Sabrina saya kira anda tidak suka berteman denganku tapi ternyata sebaliknya" balas Elona dengan senyuman di wajahnya


"*Entah *dia bodoh atau hanya berpura-pura?!" *pikirnya dalam hati walau membalas jawab Elona dengan senyuman


" Aku dengar kau bertemu dengan Putra Mahkota waktu menyelesaikan misimu itu?" tanya Sabrina


" YA! Dari mana kau mendengarnya tidak kusangka beritanya cepat sekali tersebar"


" Kau sangat beruntung misimu akan menjadi lebih mudah karena bantuan dari Putra Mahkota?"


" Pastinya akan lebih mudah jika di kerjakan secara bersama-sama tapi kau tidak perlu khawatir tentang hal itu karena setiap misi yang kita terima mempunyai tingkat kesusahan yang berbeda" kata Elona


Perkataan Elona itu hanya di balas dengan senyuman formal yang biasanya Sabrina tunjukkan saat menghadiri acara kegiatan sosialitanya.


Setelah itu mereka kembali mengikuti pelatihan, malam harinya Sabrina mulai menyusun rencana untuk menghancurkan reputasi Elona sedangkan Elona menulis surat untuk Ricardo tentang kelanjutan kasus pembajakan yang mereka tangani.


Pagi harinya beberapa pelayan istana baik pria maupun wanita saling berbisik-bisik satu dengan yang lain dan selalu melihat ke arah Elona dengan pandangan yang aneh dan sedikit merendahkan ketika mereka sedang berpapasan dengannya.


Elona yang sudah menyadari tatapan mereka juga merasa kebingungan kenapa mereka tiba-tiba menatapnya seperti itu. Akhirnya dia menemui salah satu pelayan wanita yang sedang membersihkan barang-barang istana yang jaraknya tidak jauh darinya.


" Apa yang sedang kalian bicarakan sejak pagi tadi?" tanya Elona pada pelayan wanita muda itu


Saat bersamaan, di dapur istana, Emma, pelayan pribadi Elona yang sedang mengambilkan minuman mendengar pembicaran diantara para pelayan dapur mengenai nona mudanya yang bertemu dengan laki-laki tengah malam


" Apa maksud pembicaraan kalian?" tanya Emma


" Oh! kebetulan sekali kau kan pelayan pribadi dari 'putri bangsawan itu', nonamu itu sangatlah hebat ya!" kata orang itu dengan nada yang mengejek sambil memotong bahan makan yang ada di tanganya.


" Apa nonaku adalah orang yang kau bisa panggil dengan nada rendahan seperti itu? aku tanya sekali lagi apa yang kalian maksud dengan perkataan itu?" tanya Emma dengan nada marah


" Ada orang yang melihat nona mudamu bertemu dengan pria tidak dikenal tengah malam?" kata pelayan itu


Kembali ke tempat Elona


" Kau tenanglah dulu, aku tidak bermaksud untuk menyalahkanmu. Coba ceritakan apa yang terjadi dari awal!" kata Elona menenangkannya sambil tanganya memegang pundak pelayan itu


Lalu pelayan istana itu menceritakan pagi-pagi sekali mereka sudah mendengar kalau calon Putri Mahkota Elona bertemu dengan seorang pria tengah malam kemarin di istana. Tapi dia juga tidak tahu siapa yang mulai menyebarkan-nya.


" Ke depanya kau jangan ikut membicarakan hal-hal aneh dan yang belum pasti, itu akan menyelamatkanmu jika kau mau berkerja lama dan aman di istana. Lanjutkan pekerjaanmu!


" Nona, tadi waktu di dapur aku mendengar rumor yang menjelekan reputasi anda" kata Emma


" Aku juga sudah mendengarnya, tenanglah mungkin beberapa hari lagi rumor itu akan mereda lagipula tidak ada bukti kuat"


" Tapi bagaimana jika para bangsawan lebih percaya pada rumor itu?"


" Saat itu juga belum terlambat untuk menyelesaikannya. Sebelum itu kita lakukan beberapa persiapan pertama kau bantu aku mencari tahu dari mana asal mula rumor ini, selanjutnya kita akan tunggu sesuai keadaan"


" Baik, nona muda"


Tok.. tok....


" Elona, apa aku dapat bicara sebentar denganmu putri Elona?" tanya Sabrina


" Masuklah!" balas Elona


" Aku dengar dari pelayan pribadiku dia mendengar ada rumor buruk yang beredar tentangmu. Apa kau baik-baik saja?"


" Terima kasih perhatian putri Sabrina, aku baik-baik saja hanya rumor tidak usah dipikirkan nanti kebenaran yang akan membuktikannya"


" Tapi kau juga tidak boleh menganggapnya sederhana, rumor juga dapat membunuh orang terlebih kita sekarang akan menjadi keluarga kerajaan itu akan mencemarkan nama kerajaan. Karena itu bisa juga kebenaran itu tidak akan terungkap"


" Aku akan mempertimbangkan peringatan dari anda putri Sabrina tapi aku tidak setuju akan satu hal dengan anda, tidak peduli seberapa lama ataupun susah halangannya suatu hari kebenaran itu pasti akan terungkapkan"


"  Baiklah, aku kesini hanya ingin melihat keadaanmu saja. Aku kembali dulu ke kamarku karena harus bersiap untuk misi esok" kata Sabrina sambil berpamitan.


Setelah Sabrina keluar dari kamar Elona berpikir apa dia dapat mempercayai sikap Sabrina yang datang karena benar mengkhawatirkannya atau ada alasan lainnya. Lalu dia memanggil pelayan pribadinya untuk masuk


" Nona, apa ada yang bisa saya bantu?"


" Emma, besok saat kau selesai menyelidiki para pelayan istana coba kau juga cari tahu tentang para pelayan Sabrina tapi lakukan dengan hati-hati, jangan membuat mereka curiga"


" Baik nona. Apa nona mencurigai putri Sabrina yang melakukannya?"


" Aku tidak dapat mengatakannya dia datang karena khawatir sebagai teman atau sebagai musuh yang ingin melihat keadaan lawannya. Kita hanya bisa berjaga-jaga, ingat besok kau harus berhati-hati!"


Mendengar perkataan Elona, Emma menganggukan kepalanya