
Selama menunggu waktu masuknya ke istana, Elona memutuskan untuk mengajari beberapa gerekan beladiri kepada Maria dan Leana di rumahnya.
Di arena pelatihan para prajurit Marques Delaona
Maria dan Leana berlari mengelilingi tempat arena latihan untuk pemanasan sebelum berlatih beladiri mereka di mulai
" Pertama aku akan mengajari kalian bagaimana cara kalian dapat memukul penjahat biar tidak melukai diri sendiri dan tetap berhasil kabur" kata Elona
" OK!"
Lalu Elona mulai mengejarkan bagaimana cara mereka untuk meninju dan melepaskan diri jika ada yang ingin berbuat jahat
" Jika kalian ditangkap dari belakang oleh penjahat, pertama jika menghadapi situasi seperti ini kalian usahakan tenangkan diri secepat mungkin lalu cara yang paling mudah kita dapat menginjak kakinya dengan sepatu heels atau dapat mengunakan sikut untuk memukul perut lawan. Aku akan berpura-pura sebagai penjahat yang akan menculik kalian dan kalian akan mencoba gerekan yang aku jelaskan tadi" jelas Elona sambil menyergap dan menutup mulut Leana dengan tangannya dari belakang.
Lalu dengan cepat Leana memperagakan gerekan yang diajarkan oleh Elona, akhirnya dia berhasil lepas dari sergapan Elona walau ketika dia berusaha untuk melayangkan tinjunya tetap berhasil ditangkis.
Setelah itu, Elona langsung mencoba menyerang Maria dari depan dengan melayangkan beberapa tinju yang menurutnya tidak terlalu kuat jika mengenai Maria dan masih dapat ditangkis karena pikirnya ini adalah pelatihan pertama mereka.
" Hari ini kita sudahi pelatihan pertamanya, menurutku respon kalian sudah bagus karena kalian dapat tetap tenang dan cepat ketika aku menyerang secara tiba-tiba" jelas Elona kepada temannya
" Apa kau telah mendapatkan ijin dari orang tuamu tentang rencana untuk latihan beladiri dan pedang?" tanya Elona kepada Leana.
" Mhm.. mereka tidak menyetujuinya, tapi mereka akan menyetujui untuk dapat belajar beberapa gerakan beladiri yang mudah darimu. Aku akan meminta ijin lagi!" jawab Leana dengan penuh semangat
" Jika kau sudah berhasil mendapatkan ijin dan jika aku ada jadwal kosong dan diperbolehkan kunjungan untuk teman saat aku masih pelatihan di istana akan ku coba untuk mengajarimu beberapa gerakan dengan menggunakan pedang" kata Elona
" Bagus! aku juga akan tetap ikut pelatihan selama 1 minggu ini, tapi... ehem... apa kalian tidak lapar setelah latihan?" kata Maria
Mendengar perkataan itu, Elona dan Leana tertawa
Hari telah menjelang malam, Leana dan Maria pulang ke rumah mereka masing-masing dan hari-haripun berlalu tak terasa besok Elona akan memasuki istana. Sebelum hari H-nya, Maria dan Leana menginap di rumah Elona sekali lagi untuk memberinya semangat serta mereka berjanji untuk saling mengirim surat bertukar kabar mereka.
" Apa kau sudah siap besok?" tanya Maria kepada Elona
" YA! Entah apa saja yang akan aku pelajari besok" kata Elona
" Jika kau ada waktu jangan lupa untuk mengirim surat kepadaku dan Maria, kami penasaran dengan keadaanmu saat di istana dan jika ada yang mem-bullymu bilang saja pada kami nanti sangat ada acara kunjungan ke istana aku akan membalaskan-nya untukmu" gurau Leana
" Hahaha.... siapa yang berani mem-bullynya, aku takutnya dia yang akan ganti memberi pelajaran ke orang itu" sahut Maria.
" Hahaha..." Elona pun ikut tertawa
" Apa kau ingat waktu dulu kita masih kecil ada 2 orang anak laki-laki yang coba mengejekmu dan kau malah balik dengan menceramahi mereka untuk menjadi seorang pria yang gentlemen biar tidak mempermalukan keluarga jika sudah besar" kata Maria sambil mengenang masa kecilnya dengan Elona
" Hahaha... benarkah, aku tidak menyangka ternyata kau dari kecil sudah bersikap patriotik. Tapi aku lihat waktu acara 'tea party' di rumah putri Sabrina kau dapat melakukan 'pertarungan' dengan para putri bangsawan yang lainnya dengan baik walau itu merupakan pertama kalinya kau pergi acara seperti itu" kata Leana.
" Lalu apa yang terjadi?" tanya Leana dengan nada penasaran
" Mhmm...apa aku melakukan sesuatu yang aneh?!"
" Wah.. kau lupa ya?! meskipun tidak bisa dibilang kau melakukan hal yang aneh atau membuat kekacauan tapi untuk anak kecil cukup mengejutkan" kata Maria
" Cepat, cepat ceritakan aku sangat penasaran" desak Leana ke Maria
" Dia pergi ke tempat anak-anak perempuan itu dan mengambil boneka itu lalu memberikan ke pemiliknya sambil berkata dilarang bawa mainan dalam kelas"
" Hahaha.... kenapa dia seperti orang tua" kata Leana
" Emang aku pernah bilang seperti itu ya?!" tanya Elona ke Maria
" Wah!! kau benar melupakannya, waktu itu aku lihat dia dan berpikir dia sangat keren, dan kita mulai dekat setelah kejadiaan itu"
Maria menganggukan kepalanya sebagai tanda bahwa ia setuju dengan perkataan Leana.
" Benarkah! padahal waktu itu aku sangat gugup jika perkataanku terlalu terus terang untuk kalian"
" Tapi kau harus tetap berhati-hati karena kita tidak tahu apa mereka mempunyai rencana tersembunyi lainnya" kata Maria
" Baik! terima kasih kalian sudah mendukungku"
Esok pagi hari, Elona bersiap untuk berangkat ke istana sedangkan Maria dan Leana kembali ke rumah mereka.
" Elona kau harus berhati-hati ketika sampai di istana!" kata Marques Delaona
" Baik papa, aku juga akan kirim surat mengenai kabarku di istana jadi papa tidak perlu mengkhawatirkan-ku" balas Elona.
Klop... klop.... suara kuda berjalan dari jarak rumah Elona ke istana dibutuhkan waktu +/- 30 menit
Neigh... " Putri Elona, kita sudah sampai di istana" kata kusir
Di Istana kerajaan Bisania, kereta kuda Elona dan Sabrina bersama dengan 1 orang pelayan pribadi mereka masing-masing datang secara bersama, disana kepala pelayan wanita dengan membawa beberapa pelayan wanita lainnya telah menunggu kedatangan mereka.
" Selamat datang kepada kedua calon Putri Mahkota, Putri Sabrina Casia dan putri Elona Delaona. Saya kepala pelayan akan menghantar anda berdua ke ruangan kalian yang telah kami siapkan" kata kepala pelayan wanita itu
Lalu mereka memasuki istana dan kepala pelayan wanita, Dane menunjukkan letak kamar yang akan mereka berdua tinggali dan memberikan jadwal yang akan mereka ikuti mulai besok pagi serta mengingatkan para pelayan pribadi mereka untuk menjaga agar nona mereka tidak sampai terlambat mengikuti jadwal yang telah ada.
Sabrina dan Elona menganggukan kepalanya sebagai tanda bahwa mereka mengerti yang dikatakan kepala pelayan wanita istana itu.
Setelah menyampaikan hal apa saja yang perlu disiapkan untuk esok hari bagi kedua peserta, Dane dan pelayan wanita istana lainnya meninggalkan mereka bersama dengan pelayan pribadi mereka agar dapat menyiapkan diri untuk pelatihan esok harinya.