Elona'S Legacy

Elona'S Legacy
Hint Kembalinya ke Masa Lalu (2)



Hari menjalankan misi telah tiba, mereka berdua telah berangkat sebelum ayam mulai berkokok ke tempat tujuan masing-masing.


Selama dalam misi ke-2 Sabrina terus mendekatkan dirinya kepada Ricardo dengan menunjukkan kemampuan yang dimilikinya, dia berusaha sebaik mungkin untuk meninggalkan kesan bahwa dia lebih pantas menjadi pendampingnya dibanding dengan Elona.


Secara kebetulan mereka bertemu di luar istana setelah menyelesaikan misi mereka seharian.


" Besok siang aku akan mengunjungi tempat kalian jadi bersiaplah!" kata Ricardo


" Baik, Putra Mahkota" jawab Elona dan Sabrina serentak


Kemudian mereka masuk ke istana sedangkan Ricardo juga kembali ke kediamannya. Keesokan harinya mereka bertiga bertemu di taman belakang paviliun tempat tinggal Elona dan Sabrina, ditengah taman itu terdapat gazebo kecil disana disediakan beberapa macam dessert dan teh melati.


" Selamat misi ke-2 kalian juga berakhir dengan lancar. 2 minggu kalian akan mengetahui siapa yang menjadi Putri Mahkota dan beberapa hari kemudian akan diadakan penobatan Putri Mahkota" kata Ricardo


" Pengumuman kemenagan kali ini apakah langsung disampaikan oleh Anda sendiri, Putra Mahkota?" tanya Sabrina


" Ya, setelah itu jika salah satu diantara kalian tidak terpilih baru dapat kembali ke kediaman sendiri setelah upacara penobatan Putri Mahkota berakhir untuk mengumumkannya secara publik" kata Ricardo


" Apakah salah satu dari kita juga akan ikut membantu tugas Putri Mahkota yang terpilih nantinya?" tanya Elona


" Yang Mulia Raja dan aku memberikan kebebasan pada kalian untuk memutuskannya sendiri, kalian dapat memikirkan hal ini dan merundingkannya dengan keluarga kalian besok. Aku berharap siapapun pemenangnya kalian dapat menerima dengan besar hati dan tidak melakukan trik-trik kotor" kata Ricardo sambil melihat kearah Sabrina di kalimat akhirnya sebagai peringatan.


Setelah perbincangan selesai mereka kembali ke tempatnya masing-masing dan memikirkan perkataan Ricardo. Keesokan harinya Marques Casia dan Delaona datang ke istana untuk menemui anak mereka sekaligus merundingkan pilihan mana yang akan diambil.


Jam 10 pagi, istana pavilliun Sabrina dan Elona tinggal kedua Marquess telah berada di kamar putrinya masing-masing untuk mendiskusikan apa yang akan mereka lakukan jika tetap memilih untuk membantu Putri Mahkota yang terpilih.


" Aku dengar kemarin Putra Mahkota datang menemui kalian? apa kau dapat menebak dari sikapnya siapa yang akan dia pilih sebagai pasangan?" tanya Marques Casia.


" Iya, Dia memberitahukan kepada kami untuk tetap tinggal di istana sampai acaraa penobatan selesai dan memberikan kami kebebasan untuk memilih untuk membantu Putri Mahkota atau meninggalkan istan dan kembali ke kehidupan kami seperti biasa" jawab Sabrina


" Apa kau sudah menentukan pilihanmu?"


" Aku akan menjalankan aktivitasku seperti biasanya" kata Sabrina tapi dalam hatinya dia belum menyerah dan akan lebih mudah untuk dia bergerak jika berada di luar istana lepas dari pandangan orang yang mencurigainya sedagkan Marques Casia mengira sebaliknya bahwa Sabrina telah menyerah baik kepada Ricardo maupun posisi Putri Mahkota.


Di sisi lain istana


"...  Lalu apa keputusanmu? tanya Marques Delaona setelah menayakan hal yang sama di awal seperti Marques Casia


" Sebenarnya aku tetap ingin di istana untuk membantu Putri Mahkota atau jika tidak kembali menjadi pengawal pribadi Putra Mahkota tetapi aku tidak mempunyai hubungan yang baik dengan putri Sabrina Casia meskipun tidak juga dapat di katakan buruk. Namun jika aku memilih jadi pengawal Putra Mahkota mungkin tidak ada masalah dengan kita tapi para bangsawan pasti akan mencoba untuk menyulitkan Putra Mahkota dengan berbagai cara" jelas Elona pada Marques Delaona


" Itu juga hal yang baik untuk menjadi prajurit di keluarga sendiri dan juga dapat membantu papa. Apa papa berteman dengan Marques Casia?"


" Tidak, kami hanya akan bicara jika ada hal penting saja, dapat dikatakan hubungan kita tidak jauh berbeda dengan kalian"


" Mengenai hal yang kubicarakan di surat kemarin? Apa yang papa dapatkan?" tanya Elona


" Pembuatnya pernah berkata pada mamamu bahwa gelang itu juga dapat mengabulkan permohonan si pemilik tapi tidak tahu apakah itu benar karena sampai sekarang papa belum pernah melihatnya"


" Apakah gelang ini selalu mama pakai?"


" Tidak hanya pada acara tertentu saja. Kenapa kau tiba-tia menjadi penasaran?"


" Sepertinya Putra Mahkota pernah melihat gelang yang kupakai sekarang? Dia terus melihat gelang yang kupakai?"


" Putra Mahkota? sebanyak yang aku ingat mamamu hanya pernah bertemu 2 kali dengan Putra Mahkota itupun dia masih kecil dan sangat singkat, tidak mungkin Putra Mahkota mengingatnya kemungkinan dia salah ingat karena pria jarang memperhatikan hal seperti itu secara detail"


" Mungkin saja" kata Elona sambil menganggukan kepalanya


" Apakah ada perempuan yang di sukai oleh Putra Mahkota?"


" Aku tidak tahu tapi selama aku menjadi pengawal pribadinya aku tidak pernah melihatnya dekat ataupun menulis surat kepada seorang perempuan sekalipun"


" ... Baiklah, kita kembali lagi ke masalah penobatan jika kau terpilih sebagai Putri Mahkota mungkin akan sering mengalami rumor-rumor tidak baik seperti waktu itu karena pasti banyak dari mereka yang belum setuju dan mempertanyakan kemampuanmu jadi kau harus teliti dalam memilih orang yang kau percayai untuk membantumu di istana" kata Marquess Delaona.


Beberapa jam kemudian sebelum hari menjelang malam kedua Marques kembali ke rumahnya dan keesokan harinya para tutor mengucapkan selamat tinggalnya kepada Elona dan Sabrina yang merupakan hari terakhir untuk menerima pelajaran dari mereka. Sabrina dan Elona telah menunggu kedua tutor mereka di perpustakaan istana.


" Kami mengucapkan perpisahan kepada putri Elona Delaona dan putri Sabrina Casia, terima kasih karena telah menerima pengajaran kami dengan baik" kata mereka berdua


" Kami juga merasa terhormat menerima pengajaran dari kalian" kata Elona dan Sabrina serentak sambil memberikan hormat mereka sambil sedikit menekuk lutut dengan kedua tangan memegang ujung pakaian mereka.


Setelah itu Elona dan Sabrina mengundang ke dua titornya untuk menikmati makan sian bersama mereka sebgai tanda terima kasih dan perjamuan perpisahan mereka sebagai guru dan murid.


" Siapapun yang akan dipilih oleh Putra Mahkota nantinya kami berharap mendapatkan kesempatan untuk melayani kalian sebagai Putri Mahkota dengan baik sesuai kemampuan yang kami miliki"


" Pastinya jika hal itu terjadi saya akan dengan senang hati menerimanya" kata Sabrina


" Saya juga setuju dengan putri Sabrina" kata Elona