Elona'S Legacy

Elona'S Legacy
Pria Misterius dari Kasino



Ruang kerja Ricardo


" Baiklah sekarang kalian sudah kenal !" Ricardo memerintahkan mereka bertiga untuk duduk dengan tangannya


" Lucas apa dia mau membuka mulutnya ?" tanya Ricardo


" Dia masih berusaha keras menjaga rahasianya, kita lihat saja seberapa lama dia akan bertahan dengan penyiksaan kepala interogasi penjara"


"  Vander bagaimana keadaan para sandera ?"


" Anak-anak yang hilang telah kembali kepada orang tuanya, mereka yang tidak memiliki keluarga akan di berikan kepada panti asuhan untuk diasuh setelah luka mereka di obati".


" Elona apa kau memiliki informasi lain yang dapat membantu kami?"


" Saya pernah mendengar pembicaraan Lo dengan seorang pria, walau tidak dapat melihat wajah orang itu tapi jika dilihat dari penampilannya dia adalah seorang bangsawan. Pria itu memberikan perintah kepada Lo untuk menculik dan menjual para anak remaja dari rakyat kecil"


" Yang kau maksudkan Lo hanyalah anak buah mereka dan pria misterius itu adalah dalangnya yang berarti ini bukanlah kasus penjualan budak biasa ?!" kata Lucas dengan nada terkejut


" Aku sudah menduganya, tidak mungkin untuk Lo bertindak seberani itu. Dengan adanya informasi ini kita sudah tidak membutuhkan Lo untuk di interogasi lagi" kata Ricardo


" Pria misterius itu juga yang biasanya memberikan informasi mengenai pembeli besar. Saya pernah mencoba untuk mengikutinya dan dia berhenti di kasino yang berada di kota kemudian saya menyelinap kedalam kasino dan saya menduga dia adalah pemilik kasino atau dia memiliki posisi yang penting karena sikap para pelayan disana sangat menghormatinya, nama kasino itu JOKER" lanjut Elona.


"Aku pernah mendengar nama kasino itu dari rumor yang beredar diluar bahwa tempat itu hanya menerima para bangsawan kelas atas dan pelanggan yang memiliki kartu tanda VIP dari kasino" kata Vander menambahi informasi dari Elona


"Bagaimana cara kita mendapatkannya?" tanya Ricardo


" Ada 3 cara, jadi pelanggan lama mereka, memenangkan semua permainan di kasino, atau bertaruh dalam nilai yang besar. Apa Putra Mahkota mempunyai orang yang dapat bermain kasino dengan handal?" kata Elona.


" Tidak, aku berencana untuk menyusup ke ruangan VIP itu. Kita hanya perlu mengalihkan perhatian mereka dengan membuat keributan di sana"


" Sebaiknya biar saya dan Dame Elona yang menyusup ke dalam sedangkan Lucas dan Putra Mahkota yang lebih handal bermain kartu mengahlikan perhatian mereka".


" Aku setuju dengan idemu Vander"


Malam harinya mereka telah tiba di kasino, Putra Mahkota dan Lucas berhasil masuk ke dalam kasino dan bermain kartu "blackjack"  sedangkan Elona dan Vander berada di atap gedung dengan mengenakan pakaian serba hitam, mereka masuk ke dalam gedung melalui cerobong asap yang terletak di lantai atas. Ketika mereka sampai di lantai atas ada 3 pintu besar yang desainnya terlihat mewah, setelah melihat situasi disana dan mendengar suara ramai di pintu bagian tengah Vander dan Elona memutuskan untuk berpencar agar dapat lebih cepat mendapatkan bukti yang mereka cari. Vander pergi ke pintu sebelah kiri dan Elona di sebelah kanan.


Elona yang tidak menemukan bukti di ruangan yang diperiksanya memutuskan untuk pergi membantu Vander, Vander yang merasa langkah kaki mendekat telah bersembunyi di bawah meja dengan mengeluarkan belati di tangannya.


Setelah melihat bahwa yang masuk ada Elona dia keluar dari persembunyiannya. Tidak lama kemudian mereka berdua menemukan brankas yang disimpan di belakang lukisan, mereka mencoba membuka brankas itu dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kekacauan, setelah mereka mendapatkan semua bukti yang diperlukan mereka keluar dari ruangan itu.


Mata Vander dan Elona bertatapan mengisyaratkan " Misi berhasil"


" Kau turun ke lantai pertama dan berikan sinyal bahwa misi kita berhasil, aku akan mencegah orang-orang yang di pitu tengah itu kabur" kata Vander pada Elona


Lalu Elona memberikan sinyal ke Ricardo dan Lucas, dan setelah melihat sinyal itu Ricardo menjatuhkan gelas bir yang ada ditangannya sebagai tanda untuk mengepung kasino itu kepada para prajuritnya yang telah menyamar dan masuk di dalam kasino itu juga.


" Lucas, Elona kalian selesaikan masalah dibawah, aku akan pergi ke atas. sebagian dari kalian ikuti aku !" perintah Ricardo


" Kalian tutup pintu masuk kasino ini! jangan sampai ada yang keluar" perintah Lucas pada prajuritnya.


" Ada apa ribut sekali ?" kata Count Raymond kepada pelayan yang masuk dengan muka paniknya.


" Count Raymond anda ditangkap atas penjualan budak" kata Ricardo yang sudah berada di luar pintu ruangan itu


"Anda siapa? Beraninya kalian merusak bisnis kasinoku dan menahanku tanpa bukti seperti ini ?!" teriak Count Raymond


" Count nyali anda besar juga ya ! jangan khawatir dengan bukti karena itu sudah ada di tangan kami" jawab Ricardo. lalu Ricardo memberi perintah ke[ada prajuritnya untuk menangkap Count Raymond dan ke 4 bangsawan lain yang ada di ruangan itu.


" Kami tidak tahu apa-apa tentang hal yang kau katakan itu, kami disini hanya ingin membeli barang antik milik Count Raymond" kata salah satu pria bangsawan itu.


" Hal itu akan kami selidiki lagi nanti, jika kalian memang tidak ada hubungannya dengan kasus penjualan budak secara otomatis kalian akan dibebaskan" kata Ricardo dengan wajah datarnya.


Setelah itu mereka semua dibawah ke penjara istana dan pagi harinya Ricardo, Vander, dan Elona sudah berada di tempat introgasi penjara. Ricardo dan Count Raymond saling duduk berhadap-hadapan, sedangkan Vander dan Elona berdiri di samping Ricardo.


" Kau adalah Putra Mahkota Ricardo?!" tanya Cont Raymond dengan wajah pucat


" Apa kau akan mengakui kesalahanmu Count?" tanya Ricardo


" Memang kesalahan apa yang aku perbuat? Aku hanya berbaik hati membantu mereka untuk dapat hidup lebih baik" kata Count Raymond dengan nada sinisnya.


" Membantu mereka?! Hah... dengan menculik, memisahkan dari keluarga mereka, memenjarakan mereka dibawah tanah, dan menyiksa mereka seperti seorang penjahat, apa itu yang kau maksud dengan membantu untuk hidup lebih baik ?!" senta Ricardo.


Di tengah pembicaraan mereka Lucas masuk membisikan hasil interogasinya kepada Ricardo.


" Sekarang aku mempunyai bukti fisik dan saksi'. Kedua temanmu sudah mengakui perbuatannya bahwa kau membagi keuntungan dari hasil penjualan budak, jadi tidak ada gunanya kau terus menolak mengakui semuanya ?" kata Ricardo


Raymond tertawa kecil " Bukti dan saksi sudah di tanganmu, apa lagi yang kau butuhkan dariku"


" Tentu saja informasi yang hanya kau ketahui?"


" HAHAHA..... Apa yang akan aku dapatkan jika aku memberimu informasi?"


" Aku telah memeriksa buku besar antara "BLUE MOON" dan " JOKER", kau sering sekali menyuruh Lo untuk membawa beberapa anak remaja ke rumah kecil yang terletak di hutan pinggir kota, kemana mereka ?"


" Kemana lagi untuk menghasilkan uang?" jawabnya dengan memberikan senyuman menghina


" Aku sudah menutup kasino dan merampas harta benda yang kau miliki, dan juga keluargamu akan dihukum pancung bersamamu sesuai dengan peraturan di negara ini jika kau mau berkerjasama paling tidak aku dapat menyelamatkan keluargamu sedangkan untuk di dirimu aku dapat menyelamatkanmu dari hukuman pancung tapi kau masih tetap harus di penjara atas perbuatanmu itu"


" Bagaimana aku dapat mempercayai perkataanmu itu? Aku membutuhkan  bukti surat perjanjian dan jaminan atas perkataan anda Putra Mahkota ! jawab Count Raymond dengan wajah serius


" Hahaha... Kau orang yang sangat berhati-hati bahkan Putra Mahkota pun yang memberi janji kau masih tidak percaya dan meminta bukti fisik. Baiklah aku turuti keinginanmu" kata Ricardo pada Count Raymond, lalu menyuruh Lucas untuk menyiapkan kertas dan pena untuk menulis perjanjian.


[ Putra Mahkota Ricardo D' Ferderick memberikan perjanjian untuk meringankan hukuman dan menyelamatkan keluarga dari Count Raymond apabila Count membantu dalam memberi informasi yang berhubungan dengan penjualan budak.] setelah itu Ricardo mencap stempel miliknya di kertas perjanjian itu, lalu memberikannya kepada Count Raymond.


" Sekarang kau dapat memberitahu informasi yang ku inginkan?" tanya Ricardo


" Aku hanya di suruh untuk membawa anak-anak itu ke hutan, yang ku tahu anak-anak itu dibawa untuk bekerja di tempat dekat perbatasan, aku tidak bertemu orang yang membeli anak-anak itu".


Setelah selesai interogasi mereka kembali ke ruang kerja Ricardo untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai informasi yang baru mereka dapatkan.