
Setelah Ricardo menceritakan keseluruhan kejadian yang terjadi di acara perburuan termasuk pencobaan pembunuhan yang terjadi padanya, Ricardo kembali ke ruang kerjanya dan mulai mempersiapkan rencananya untuk pergi ke perbatasan bersama dengan Vander, Lucas, dan Elona.
" Bagaimana keadaanmu Vander? Apa kau dapat ikut ke perbatasan?" tanya Ricardo
" Keadaan saya sudah jauh membaik, Terima kasih atas perhatiannya Putra Mahkota" kata Vander
" Baiklah, 3 hari lagi kita akan berangkat ke perbatasan"
3 hari kemudian, di halaman kerajaan mereka mengenakan baju biasa dan bersiap untuk menunggang kuda mereka
" Apa kalian sudah siap? selama kita disana perlakukan aku seperti teman, ok" tanya Ricardo. Mereka menjawab Ricardo dengan menganggukan kepalanya
clop...clop... clop... Setelah satu hari perjalanan mereka telah sampai di daerah perbatasan, karena mereka sampai disana pada waktu malam hari akhirnya mereka memutuskan untuk menyewa penginapan.
" Hari ini kita tidur saja di penginapan 'X' dan besok pagi baru kita ke tempat yang aku maksudkan" kata Ricardo
" Baik, Selamat malam" kata Vander dan kawannya
Pagi harinya mereka telah keluar dari penginapan dan berjalan menuju gua batu permata itu, gua itu terletak di hutan dan posisinya sangat susah untuk dideteksi. Ketika sampai di hutan tersebut mereka berjalan sedikit dalam dan disana mereka bertemu dengan banyak binatang buas dan monster-monster.
Klang.. klang.. haah. mereka menghunuskan pedangnya ke arah monster-monster itu, monster itu berbentuk gabungan antara kepala binatang banteng dengan kalajengking. Setelah beberapa waktu para monster itu terkapar mereka memasuki gua 'Y' dalam dinding gua itu terdapat banyak batu permata, disana mereka mencoba mencari tahu apakah gua itu dapat terhubung dengan suatu tempat. Mereka menyusuri sepanjang jalan gua itu dengan menggunakan batu magi yang dapat mengeluarkan cahaya sekitar satu jam mulai terlihat ada sedikit cahaya dari luar gua.
" Coba kita telusuri sepanjang gua ini dan cari tahu apa ada jalan lain selain jalan yang kita gunakan?" kata Ricardo
" Disana aku melihat cahaya dari luar gua itu" kata Elona sambil menuju ke jalan keluar
" Menurut kalian jalan itu terhubung ke mana?" tanya Ricardo
" Semoga jalan ini dapat membawa kita ke tempat anak-anak itu berada" kata Elona
" Ya, aku tidak peduli kemana jalan gua ini asalkan dapat mendapatkan petunjuk tentang anak-anak itu" kata Lucas
" Aku juga berharap seperti itu" kata Ricardo
Setelah itu mereka keluar dari gua mengikuti cahaya yang mereka lihat, tidak jauh dari sana mereka melihat sebuah desa kecil yang di penuhi anak-anak kecil sampai remaja dan juga terdapat beberapa pria dengan tubuh kekar yang sedang mengawasi pekerjaan mereka. Ketika melihat situasi di desa itu mereka bergerak secara pelan-pelan dan bersembunyi di dekat semak-semak yang ada di sekitar luar desa, saat sedang bersembunyi mereka mendiskusikan bagaimana caranya untuk memasuki desa itu tanpa di curigai.
" Bagaimana cara kita masuk kesana tanpa dicurigai?" tanya Lucas
" Aku rasa diantara kita Elona yang dapat dengan mudah masuk kesana. Kau dapat menyamar sebagai pendatang baru di desa ini atau orang yang tersesat" kata Vander
" Aku setuju denganmu tapi untuk keamanan dirimu lebih baik kau menyamar sebagai laki-laki" kata Ricardo
" Apa kita akan menyerangnya di tengah malam hari? atau besok pagi?" tanya Elona
" Jika keadaan memungkinkan tengah malam, kau coba berilah sinyal kepada kami!" kata Ricardo
Lalu Elona masuk kedalam gua seorang diri untuk mempersiapkan dirinya sebagai seorang pria, dia menggunakan baju yang terlihat lebih besar dan menggunakan rambut palsu sedangkan Ricardo dan yang lainnya menunggu di luar gua.
" Apa kalian akan menunggu di dalam gua?" tanya Elona, mereka menganggukan kepalanya
" Elona berhati-hatilah jika kau membutuhkan bantuan kami langsung nyalakan api sebagai tanda bahwa kau dalam bahaya" kata Lucas
" Baik senior" kata Elona sambil tersenyum
Setelah itu, Elona menuju ke desa dengan menyamar sebagai orang yang sedang tersesat ketika mencari jalan
" Permisi, apakah anda dapat membantu saya?" kata Elona pada salah satu orang kekar disana yang sedang mengawasi anak-anak itu berkerja
" Ada perlu apa?" kata pria itu
" Sepertinya aku tersesat dan kakiku lagi terkilir apa bisa aku menumpang menginap di desa ini sebentar?"
" Tidak bisa, kami sudah tidak ada tempat kosong. Silahkan anda kembali"
" Aku tidak memerlukan kamar, kalian dapat memberikanku tenda aku dapat tidur dan aku akan membayar biaya untuk menginap atau aku dapat membantu kalian membersihkan halaman ini"
Pria itu melihat keadaan Elona dari atas ke bawah, dia melihat badan Elona yang kurus tidak seperti orang yang dapat mengangkat pedang apalagi bertarung dan melihat bahwa dia sedikit ceroboh akhirnya pria itu menurunkan kewaspadaan-nya terhadap Elona.
" Apa kau bisa melakukan pekerjaan dengan kakimu yang terkilir itu?"
" Tenang saja tuan asalkan bukan pekerjaan yang berat atau terlalu banyak menggunakan kaki, aku bisa melakukan semuanya" kata Elona dengan nada semangat. Elona berharap dia dapat masuk kedalam rumah para penjaga itu.
" Kau ikut aku kebelakang dan kau cuci baju-baju ini!"
" Baik, terima kasih tuan"
Selama Elona dibawa ke belakang desa, dia berusaha untuk mengingat jumlah penjaga yang ada di sana dan denah desa itu serta mengingat giliran jaga mereka. Ketika Elona memasuki desa itu dia dapat melihat dengan jelas pekerjaan anak-anak itu seperti sedang membuat peralatan perang. Setelah menyelesaikan pekerjaannya Elona kembali ke gerbang desa berusaha untuk memberikan sinyal kepada teman-temanya bahwa mereka dapat melaksanakan rencana mereka tengah malam nanti.
" Tuan saya telah menyelesaikan semua pekerjaan yang anda berikan, apa ada hal lain yang dapat aku bantu?" kata Elona
" Kau bantu anak-anak ini untuk membersihkan halaman ini. Setelah itu kau dapat tidur di koridor pos penjagaan"
" Baik tuan, aku akan membersihkan seluruh halaman desa ini dan aku jamin belum menjelang malam tiba semua akan bersih!"
Lalu Elona meninggalkan tanda di luar gebang desa yang dapat di lihat dari semak-semak di mana mereka bersembunyi pertama kali. Di dalam kumpulan sampah daun-daun itu, Elona telah meninggalkan catatan meninggal catatan mengenai keadaan desa itu termasuk jumlah penjaga yang ditulisnya di dedaunan kering dengan menggunakan kode-kode.
" Itu tanda dari Elona, kita dapat memasuki desa itu malam ini" kata Vander yang bertugas jaga.
" Baik sekarang kita dapat mempersiapkan semuanya" kata Ricardo