Elona'S Legacy

Elona'S Legacy
Hari Pertama Kerja



Tempat pelatihan pedang, Ricardo dan Elona sedang asik beradu ke- ahlian pedang mereka, tiba-tiba Vander dan Lucas datang menghampiri mereka.


" Kalian sudah datang... sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini" kata Ricardo


" Bagaimana dengan kemampuan berpedangmu setelah lama tidak berlatih? coba kita beradu" canda Lucas kepada Elona


" Aku masih sering berlatih jadi aku akan mengkalahkanmu kali ini 'komandan' Lucas" balas Elona


Hari itu mereka habiskan dengan canda dan saling beradu kemampuan berpedang, kemudian Ricardo berbicara berdua dengan Elona di ruang kerjanya.


" Elona ada yang ingin kutanyakan padamu?" kata Ricardo


" Apa ini berhubungan dengan gelang yang kupakai?"


" Mhm... "


" Aku sudah menanyakan ke papaku, Marquess Delaona bilang bahwa gelang yang ku pakai ini ada magic pelindung di dalamnya" jelas Elona


" Apa ada magic yang lain?" tanya Ricardo


" Ada 1 magic itu dapat mengabulkan permohonan pemiliknya tapi Marques Delaona juga kurang mengetahui dengan pasti karena belum pernah melihatnya sendiri"


" Magic yang dapat kabulkan permohonan!? Kau pasti penasaran kenapa aku sangat tertarik dengan gelang yang kau pakai"


Elona menganggukan kepalanya


" Kenapa kau tidak bertanya apapun?"


" Jika ingin memberitahuku pasti sudah kau lakukan, untuk sekarang aku akan menunggu sampai kau siap"


" Terima kasih Elona, aku tidak mengatakan bukan karena aku tidak mempercayaimu hanya saja aku bingung harus memulainya darimana dan aku sendiri harus memastikan beberapa hal dulu. Setelah semuanya pasti kau akan menjadi orang pertama yang ku ceritakan"


" Akan kutunggu hari itu" balas Elona dengan memberikan senyuman ke Ricardo


Melihat hal senyum itu hati Ricardo jadi berdebar dengan kencang dan pipinya mulai memerah


" Ah! tak terasa hari sudah malam, aku akan kembali ke ruanganku" kata Elona


" Ya! sampai jumpa besok Elona"


Keesokan harinya Ricardo dan Elona disibukan oleh kerjaan mereka masing-masing, beberapa saat kemudian ada surat yang datang dari Maria dan Leana yang mengatakan mereka akan menerima tawaran yang diberikan oleh Elona untuk berkerja di istana 1 minggu kemudian.


Ruang kerja Elona


" Putri Mahkota, Anda mendapatkan surat" kata kepala pelayan wanita, Dane


" Baguslah mereka memutuskan untuk bekerja di istana" kata Elona dengan suara pelan


"  Tolong kau siapkan ruangan kerja yang letaknya di dekatku untuk 2 orang pada akhir minggu depan!"


" Baik, Putri Mahkota"


Setelah itu Dane mengundurkan diri, untuk sementara waktu Dane yang akan membantu Elona sebelum datanganya sekertaris yang baru.


1 Minggu kemudian Leana dan Maria bersama-sama menuju ke ruangan kerja Elona


" Salam Putri Mahkota, Saya Maria Coper dan Leana terima kasih atas kepercayaan andapada kami berdua. Mulai hari ini kami akan membantu Anda dalam urusan istana" kata mereka berdua sambil memberikan hormatnya secara formal.


Mereka membungkukan badan derajat dengan kedua tangan memegang ujung gaunnya.


" Aku sudah menunggu kedatangan kalian" kata Elona


Lalu Maria dan Leana mengikuti Dane, disana mereka di jelaskan tugas yang harus di kerjakan. Beberapa saat kemudian Elona datang ke ruangan Maria dan Leana, tinggalah meeka bertiga di ruangan itu.


" Aku senang kalian menerima tawaranku, aku juga membutuhkan teman disini" kata Elona kepada mereka


" Kita juga senang dapat membantumu" kata Maria


" Lagipula Maria dapat lebih dekat dengan ketua komandan Vander,aku bisa menggodanya dengan puas" canda Leana


" Hahaha... kau benar" kata Elona yang ikut tertawa mendengar candaan Leana


" Harusnya kita yang bisa melihat kau dan Putra Mahkota bermesraan" balas Maria yang tidakmau kalah


" Sayang sekali kalian tidak dapat melihatnya karena kita akan sangat sibuk dengan urusan istana. Baiklah selamat bekerja! aku tidak akan mengganggu. Jika ada yang tidak kalian mengerti langsung saja datang ke ruang kerjaku " kata Elona sambil bersiap keluar meninggalkan ruangan


" Kami akan berusaha sebaik mungkin, Putri Mahkota" kata Maria dan Leana


Kemudian mereka bertiga sibuk mengerjakan dokumen-dokumen istana yang menumpuk seharian.


Pagi hari yang cerah, Ricardo mengunjungi ruang kerja Elona disana dia bertemu dengan Maria dan Leana yang sedang memberikan laporan mereka.


Ketika mereka melihat Ricardo langsung memberikan hormatnya " Salam Putra Mahkota kerajaan Bisania"


Mereka membungkukan badan derajat dengan kedua tangan memegang ujung gaunnya.


" Salam kalian diterima, aku dengar kemarin kalian mulai berkerja di istana?" tanyanya pada Maria dan Leana


" Benar, kami berdua akan membantu Putri Mahkota dalam pekerjaannya" kata Leana


" Apa ada hal yang membuat kalian kurang nyaman?"


" Terima kasih atas perhatian Putra Mahkota, kami berdua merasa nyaman dengan yang ada sekarang" jawab mereka berdua.


" Baguslah! kalian harus membantu Putri Mahkota dengan baik. Kalau begitu aku kembali ke ruanganku, silahkan lanjutkan pekerjaan kalian"


Kemudian mereka memberikan hormatnya kepada Ricardo. Tiba-tiba Ricardo menghentikan langkahnya dan membalikan badan.


" Jika ada waktu senggang kita dapat menghabiskan waktu bersama-sama lagi dengan Vander dan Lucas seperti acara festival waktu itu" kata Ricardo


" Baik, saya akan mengaturnya" kata Elona


Ricardo menganggukan kepalanya sambil tersenyum tipis pada Elona setelah itu dia pergi dari sana. Setelah merundingkan beberapa hal dengan Elona, Maria dan Leana juga kembali ke ruang kerja mereka lagi.


Tok..tok... " Putri Mahkota, saya sekertaris Putra Mahkota membawa pesan untuk anda"


" Masuklah!"


" Putri Mahkota ini jawal Putra Mahkota untuk 1 pekan ke depan" kata sekertaris itu sambil memberikan kertas yang ada di pegangnya


" Kau tunggu sebentar aku akan langsung membalasnya"


Elona mencocokan jadwalnya dengan yang dimiliki Ricardo. Beberapa menit kemudian Elona memberikan balasan ke pada sekertaris Ricardo.


Kemudian Elona memanggil Dane untuk memberitahukan hari mereka akan makan bersama dengan Putra Mahkota dan teman yang lainnya.


" Putri Mahkota ingin menyampaikan pesan kepada kalian berdua untuk bersiap bertemu dengan Putra Mahkota" kata Dane, kepala pelayan istana kepada Maria dan Leana.


" Baik, kami akan melakukan seperti yang di perintahkan Putri Mahkota" jawab mereka berdua serentak


Lalu Dane mengundurkan diri dan menyampaikan kepada Elona.