
Setelah tutor pertama mereka Estia kart selesai memberikan penjelasan tentang misi yang harus mereka lakukan, Sabrina dan Elona langsung menyiapkan segala hal yang diperlukan.
Elona yang mendapatkan misi untuk menyelesaikan kasus pembajakan yang baru saja terjadi, dia memutuskan untuk melakukan penyelidikan secara langsung seperti pada waktu dia masih menjadi prajurit.
Pertama hal yang dia lakukan adalah membaca semua dokumen terkait kasus pembajakan dengan teliti dan kemudian dia pergi untuk melatih kemampuan pedangnya yang tanpa diduga bertemu dengan Ricardo yang saat itu juga sedang berlatih pedang sendirian.
Sore hari, jam 5 di ruang pelatihan pedang istana, Elona yang sedang bersiap untuk melatih kemampuan pedangnya secara kebetulan bertemu dengan Ricardo lalu mengajaknya untuk melakukan latihan bersama
" Salam Putra Mahkota, apakah anda sedang latihan?" kata Elona yang langsung memberi hormatnya ketika melihat Ricardo
" Hei Elona, apa kau juga ingin latihan? jika begitu kita latihan bersama saja!" ajak Ricardo.
" Suatu kehormatan dapat berlatih dengan anda Putra Mahkota"
" Kau tidak usah bicara formal jika hanya lagi kita sendiri. Ayo, keluarkan pedangmu!" kata Ricardo
Lalu mereka berdua saling beradu pedang dengan cukup sengit selama beberapa waktu, walau pada saat ini kemampuan Elona belum sebaik yang diingat oleh Ricardo di masa lalunya tapi dia cukup lama bertahan menangkis serangan dari Ricardo. Akhirnya mereka berhenti setelah beberapa jam latihan pedang untuk beristirahat dan menghabiskan sisa waktu untuk saling berbincang-bincang.
" Kau sudah mengetahui misimu?" tanya Ricardo
Elona menganggukan kepalanya " Aku akan memeriksa kejadian pembajakan yang terjadi 1 bulan terakhir ini di perbatasan laut kerajaan kita"
" Berarti kita akan segera bertemu lagi" kata Ricardo sambil tersenyum tipis ke Elona.
" Apa anda juga sedang menyelidiki kasus ini?" tanya Elona
" Ya, sepertinya aku lupa memberitahu kalian kalau dalam misi yang akan kalian terima aku akan ikut bergabung dari salah satu diantaranya untuk langsung ikut menyelesaikan" kata Ricardo
" Apa kita akan berangkat bersama?"
" Aku akan berangkat lebih dulu dan kau langsung saja ke dermaga setelah selesai misi kita dapat berjalan melihat acara malam di luar istana"
" Jika hal itu ketahuan pihak istana atau bangsawan lainnya akan menjadi pembicaraan nantinya"
" Kau tak perlu takut tidak akan ada masalah yang terjadi"
" Sampai ketemu di dermaga, Putra Mahkota" kata Elona
Lalu mereka meninggalkan ruangan pelatihan bersama dan berpisah di tengah lorong istana sesuai tujuan masing-masing.
3 Hari kemudian, siang terik matahari Elona menunggangi kudanya menuju ke dermaga untuk bertemu Ricardo
" Kau sudah sampai Elona" sambut Lucas
" Koman... hem... senior Lucas kau juga ikut penyelidikan? dimana Putra Mahkota dan senior Vander?" tanya Elona dengan bisik-bisik
" Mereka sudah masuk ke dalam dermaga yang menyamar sebagai orang biasa untuk melihat situasi, Beliau menyuruhku untuk menunggu kamu disini" kata Lucas
" Ok, antar aku temui mereka kita bisa langsung segera memulai misinya" ajak Elona
Elona dan Lucas memasuki lorong dan mengetuk salah satu kamar yang ada dalam kapal pesiar itu, di dalamnya sudah ada Ricardo dan Vander yang sedang menunggu kedatangan mereka dan beberapa dokumen serta sketsa rencana untuk misi mereka.
" Putra Mahkota, kepala komandan Vander salam" kata Elona sambil memberikan salam seperti seorang prajurit
" Elona senang bertemu kau lagi" sambut Vander dengan wajah datarnya
Mereka kemudian mulai membahas rencana selama +/- 30 menit di dalam kamar itu, sore hari mereka mulai menjalankan misinya.
1 Jam kemudian para pembajak kapal telah berhasil di tangkap dan akan segera di bawa ke istana untuk di investigasi lebih lanjut. Mereka bertiga kemudian berhenti di suatu restoran untuk makan malam juga berbincang-bincang ringan layaknya sahabat yang lama tak berjumpa.
*** flash back saat penangkapan***
Ruang tempat penyimpanan barang, Elona menyelinap masuk untuk mengikuti seseorang dengan gelagat yang mencurigakan dan melihat dia berusaha untuk menyelundupkan beberapa barang ilegal termasuk salah satunya batu magic
Dari belakang Elona langsung memukul pingsan dan mengikat laki-laki tua itu dan kemudian dibawanya diam-diam ke kamar Ricardo, Vander, dan Lucas berkumpul. Setelah mereka mendapatkan masing-masing orang yang mencurigakan, mulailah menginvestigasi orang-orang yang di duga terlibat pembajakan.
" Dimana ketuamu? kenapa kau menyeludupkan batu magic ini?" tanya Ricardo kepada para pembajak itu
" Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan, kami hanya berencana untuk menjualnya dengan harga yang mahal" kata pembajak yang di tengah
" Kalau begitu aku akan tanya hal lain apa masih ada kawanmu di kapal ini? kemana kalian akan menjual barang-barang yang kalian bajak? Jika kau mau selamat lebih baik kau berkata yang sejujurnya" kata Ricardo dengan menunjukkan ekspresi wajah yang dingin
Seketika itu suhu ruangan yang ada di kamar kapal juga ikut terasa dingin seakan suhunya menjadi turun beberapa derajat yang diikuti suara hening yang mencekam
" Ti.. tidak ada.. be.. nar hanya.. kami dan bia.. sa.. nya ka.. mi jual... lew.. at pa.. sar gel.. ap" kata orang tersebut sambil terbata-bata dan tubuh yang gemetar karena takut melihat ekspresi Ricardo dan orang yang di sekitarnya.
" Lucas kau bawa mereka ke penjara istana coba liat apa ada informasi berharga lainnya yang dapat kita dapatkan"
" Baik, Putra Mahkota" jawab Lucas
" Tugas kita sudah selesai disini. Ayo! kita pergi dari sini dan melihat kehidupan malam di luar istana" ajak Ricardo ke Vander dan Elona
Setelah itu Ricardo meminta nahkoda kapal untuk memberhentikan kapalnya agar dia dapat segera membawa para pembajak ke istana untuk di investigasi lebih lanjut.
*** flash back end***
Kembali ke restoran tempat mereka bertiga makan malam
" Senior bagaimana kabarmu?" tanya Elona
" Baik saja. Aku dengar temanmu datang untuk mengunjungimu di istana"
" Ah! pasti yang senior maksudkan adalah Maria" kata Elona dengan nada yang sedikit menggoda Vander
" Hmm..." jawab singkat Vander
" Aku berasa waktu kau menjadi pengawal kita lebih sering bertemu dibandingkan sekarang ini. Apa kau tidak merindukan masa-masa menjadi pengawal?" tanya Ricardo
" YA jika dikatakan jujur suasana saat aku menjadi pengawal lebih seru dan ramai dibandingkan sekarang karena aku juga tidak dapat berteman dengan putri Sabrina, aku rasa dia juga tidak ada niatan untuk berteman denganku" jelas Elena.
" Apa kau menyesali keputusanmu ini? apa kau ingin kembali ?"
" Tidak, aku tidak menyesalinya sekalipun"
" Baguslah aku jadi senang mendengarnya dan aku harap kau tidak menyerah hingga akhir kompetisi" kata Ricardo dengan mata yang penuh harap tapi batinya "Aku harap kau jadi pemenangnya".
Mereka bertiga terus berbincang sampai tengah malam dan baru kembali ke istana, Ricardo menyuruh Vander untuk pergi menemui Lucas terlebih dahulu sedangkan dirinya yang mengantarkan Elona pulang sampai ke isttana tempat ia tinggal yang tanpa disangka kejadian itu di lihat oleh Sabrina.