
Esok harinya para kandidat berkumpul di hall tempat mereka tinggal di istana, disana mereka telah disiapkan meja dan kursi untuk mengerjakan lembar tes kompetisi.
" Selamat datang para kandidat silakan kalian mengerjakan tes yang telah kami siapkan di tempat duduk kalian masing-masing dan kalian akan diberikan 2 jam. Waktu pengerjaan dapat dimulai sekarang" kata Mark
Setelah Mark memberikan pengumuman, dia kembali ke tempat duduknya sebagai pengawas tes dengan beberapa pengawas lainnya serta diluar pintu ruangan mereka dijaga oleh 2 prajurit. Para kandidat memulai melihat tes yang ada di depan mereka. Tes itu menanyakan dari sudut pandang sejarah, perdagangan sampai pada militer kerajaan.
2 jam kemudian
Mark memberikan pengumuman bahwa mereka dapat beristirahat dan berkumpul lagi esok harinya untuk mengetahui siapa yang berhasil lolos tes.
" Bagaimana menurut kalian tes tadi?" kata salah satu kandidat setelah semua pengawas keluar dari ruangan
" Bagian sejarah kerajaan aku masih bisa mengatasinya tapi ketika masuk ke bagian perdagangan/ekonomi kerajaan aku mulai kesusahan"
" Apa lagi bagian militer kerajaan, aku tidak memahaminya sama sekali" kata para kandidat satu dengan yang lain saling bersahutan menanggapi tes
" Dame Elona bagaimana denganmu? kau pasti tidak akan ada masalah dengan subjek militer kan? tanya kandidat lainnya
" Tidak juga ada beberapa tidak aku tahu dengan pasti jawabannya" jawab Elona
Setelah tes selesai mereka melanjutkan pembicaraannya pada saat makan siang bersama di ruang makan paviliun tamu istana. Di ruang makan itu terdapat beberapa meja dan kursi yang dapat di isi 5 orang per mejanya, para kandidat langsung duduk dengan kenalan mereka masing-masing.
" Eh! Ternyata masih ada yang tidak dapat kau jawab walaupun itu adalah keahlianmu" kata Elizabeth dengan nada yang agak menyindir
" Tentu saja itu adalah hal yang wajar, apa kau juga dapat menjawab semua pertanyaan di bagian topik yang kau sukai" jawab Elona
Saat melihat Elizabeth terdiam, Sabrina mengambil kesempatan untuk menjatuhkan Elona dengan alasan membantu Elizabeth, sahabatnya itu.
" Sepertinya kau salah mengerti maksud Elizabeth, dia tidak bermaksud mengatakan kau tidak memiliki kemampuan yang cukup di topik yang kau sukai tapi dia hanya terkejut karena kau terlihat seperti orang yang tau segalanya. Seperti yang pernah ku katakan kau hanya terlalu sensitif" kata Sabrina dengan senyuman di wajahnya.
" Aku rasa putri Sabrina juga salah mengerti perkataanku, aku hanya menjawab dengan jujur pertanyaanya karena selalu ada hal baru yang belum kita ketahui termasuk topik yang paling disukai. Tidakkah kau setuju putri Sabrina?"
" Benar perkataanmu itu aku yang tidak berpikir panjang, maafkan perkataanku itu ya" sambil menunjukkan wajah terintimidasi.
Bagi orang lain yang melihat ekspresi wajahnya dari kejauhan akan menganggap bahwa Sabrina sedang di bully oleh Elona dan suasana ruang makan jadi hening sementara hanya terdengar suara para kandidat saling berbisik dari kejauhan.
" Mhm... Kita akan mengetahui hasilnya besok jadi kalian tidak perlu saling khawatir" kata salah satu kandidat yang duduk 1 meja dengan Elona dan Sabrina
" Ya benar"
Esok pagi harinya para kandidat kembali berkumpul di ruang mereka mengerjakan tes pertama untuk mendengarkan nama-nama yang berhasil lolos ke tahap berikutnya.
" Para kandidat harap berkumpul sebentar saya akan membacakan 15 kandidat yang akan masuk ke tahap selanjutnya" kemudian Mark mulai membacakan nama-nama mereka termasuk diantaranya Elona, Sabrina, Elizabeth
" Selamat bagi para kandidat yang berhasil ke tahap berikutnya, untuk tes ke-2 akan langsung diadakan di tempat. Besok pagi jam 9 para kandidat yang akan berkumpul di hall paviliun ini" lanjut Mark
Setelah Mark undur diri, para kandidat yang namanya tidak di bacakan kembali ke kamarnya untuk merapikan barang mereka dan bersiap untuk pulang sedangkan yang lolos ke babak berikutnya masih berada di ruangan itu dan mulai berusaha mendekati satu dengan yang lain karena mereka ingat bahwa para kandidat yang berhasil lolos sampai ke babak ini juga akan ikut andil dalam pemberian nilai mereka selanjutnya.
" Elona, selamat kau juga masuk ke babak berikutnya! kemarin perkataanku jangan kau ambil hati!
Apa mulai sekarang kita dapat menjadi teman?" kata Elizabeth yang tiba-tiba menghampiri Elona
" Ah! sebenarnya dari kemarin ada yang ingin ku tanyakan padamu, kenapa aku tidak melihat 2 teman baikmu itu?" lanjut Elizabeth
" Mereka tidak ikut" jawab Elona dengan singkat
" Kenapa? apa mereka tidak mendukungmu? aku lihat waktu pagi mereka juga tidak datang untuk mengantarmu ke istana"
Tiba-tiba Sabrina datang menghampiri mereka yang sedang bicara
" Elizabeth, kau jangan berkata seperti itu nanti Elona akan sedih jika teman baiknya tidak dapat mendukung keputusannya itu" kata Sabrina
" Sedih?! Sebenarnya mereka juga ingin mengantarku tapi aku larang dan menyuruh mereka untuk datang jika aku sudah memasuki babak terakhir untuk memberiku semangat" kata Elona
Mendengar jawaban dari Elona yang penuh percaya diri kalau dia dapat bertahan sampai akhir, ekspresi wajah Sabrina menjadi dingin melihat hal itu Elizabeth langsung mencoba untuk menganti topik pembicaraan untuk mencairkan suasana.
" Sekarang yang paling penting kita juga harus berkenalan dengan kandidat lainnya karena seperti kata Mark mereka juga akan ikut andil dalam kompetisi ini" kata Elizabeth
" Apa kalian tidak penasaran dengan tes berikutnya?" kata salah satu kandidat yang berada di dekat mereka
" Penasaran! tapi satu-satunya yang ku harapkan tidak ada hubungannya dengan menggunakan kekuatan fisik karena sudah pasti siapa yang akan menang" kata Elizabeth sambil mencuri pandang ke arah Elona.
" Kenapa anda berpikiran seperti itu? aku yakin tidak mungkin para koordinator acara ini akan menyuruh kita bertarung atau unjuk pedang satu dengan yang lain" kata Elona
" Benar perkataanmu aku yang tidak berpikir terlalu panjang" kata Elizabeth dengan senyuman di wajahnya.
Seperti kandidat lainnya mereka juga mencoba untuk mulai bergaul dengan kandidat lainnya dan menghabiskan malam itu untuk saling mengenal satu dengan lainnya baik benar-benar sebagai teman ataupun yang anntinya mereka gunakan untuk dapat melawan satu dengan yang lainnya. Tak terasa waktu telah mencapai tengah malam mereka kembali ke kamar mereka dan menyiapkan diri untuk pertarungan esoknya.