
Setelah Ricardo selesai mendiskusikan permasalahannya, mereka kembali ke istana dan Benzo kembali ke tempat pengungsian para korban. Sesampainya di istana Ricardo membahas permasalahan para pengungsi kerajaan Merioa ke Raja, setelah selesai berdiskusi Ricardo kembali ke ruang kerjanya dan memanggil Vander, Lucas dan Elona.
" Aku telah mendiskusikan masalah para pengungsi kerajaan Merioa pada Yang Mulia Raja dan Raja memutuskan untuk membiarkan mereka tinggal disini, bersama dengan korban bendungan air jika sudah selesai di perbaiki. Lucas dan Elona kau bantu mereka bersiap jika sudah ada kabar selesainya perbaikan bendungan air" kata Ricardo
" Baik, kita akan menyampaikan pesan ini kepada mereka dan juga memberitahu Benzo untuk siap menerima warga baru di wilayahnya nanti" kata Lucas
3 Hari kemudian
Acara festival dimulai semua warga ikut merayakan dan Ricardo bersama para pengawalnya keluar istana untuk melihat perayaan festival di luar istana. Ricardo memperhatikan rakyatnya yang sedang bergembira merayakan festival kerajaan, dari jarak dimana Elona mengawal dia melihat pandangan Ricardo yang bercampur antara sedih dan senang dan didukung dengan langit merah sore sama seperti warna rambutnya membuatnya makin terlihat seperti orang yang kesepian.
" Putra Mahkota, apa yang sedang anda pikirkan?" tanya Elona
" Akan menyenangkan jika keadaan kerajaan dapat selalu tenang dan aman seperti saat ini"
" Walaupun permasalahan tidak dapat dihindari tapi saya percaya anda akan membuat kerajaan selalu aman karena anda mencintai para rakyat" kata Elona
" Terima kasih atas kepercayaanmu itu" jawabnya sambil memberikan senyuman kepada Elona
Tak lama kemudian ada suara dari jauh yang memanggil Elona
" Elona... Elona..." teriak Maria dan Leana dengan melambaikan tangannya ditengah kerumunan orang sambil mendatangi Elona
" Putra Mahkota, kami memberi salam"
Ketika Maria dan Leana ingin memberi salam secara formal Ricardo menghentikan merekan dan menyuruhnya untuk memperlakukannya sebagai orang biasa bukan Putra Mahkota.
" Maria... Leana... Kalian juga keluar melihat acara festival? tapi kenapa kalian hanya sendirian? dimana pengawal kalian?"
" Hmm... tadi ada di belakang kita mungkin terkena arus orang-orang jadi mereka kehilangan jejak" kata Maria
" Lebih baik kita menuggu pengawal kalian disini saja terlebih dulu dan setelah bertemu baru melanjutkan jalan lagi" kata Ricardo
Beberapa menit kemudian para pengawal berhasil menemukan nona muda mereka masing-masing
" Nona muda jangan jauh-jauh dari kami jika dari sesuatu pada anda bagaimana kami menjelaskannya kepada tuan Coper" kata salah satu pengawal Maria
" Iya.. ya.. aku minta maaf tadi terlalu senang karena melihat temanku jadi terbawa suasana" kata Maria
" Bagaimana jika kita merayakan festival ini bersama-sama?" tanya Ricardo kepada Maria dan Leana, lalu mereka menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju
Disana mereka pergi bersama-sama mencoba berbagai makanan yang di jual di stan-stan makanan dan melihat pertunjukan drama yang dimainkan oleh rakyat dan duduk diantara mereka. Pertunjukan drama itu tentang sebuah pasangan yang bertemu kembali setelah perpisahan yang lama dan segala rintangan yang mereka lalui untuk dapat bersatu. Pertunjukan drama itu juga membuka perlombaan bagi orang lain yang ingin menunjukan bakat mereka.
" Acara pertunjukan kami telah selesai dan sekarang kami membuka kesempatan bagi para penonton yang ingin menunjukan bakatnya dapat tampil di panggung acara ini" kata pembawa acara
" Diantara kalian apa ada yang ingin ikut?" kata Ricardo dengan nada bercanda
Lalu mereka bersamaan menggelengkan kepalanya dan memutuskan untuk melihat acara lainnya. Beberapa saat kemudian Maria dan Leana berpamit untuk pulang karena sudah semakin malam dan pada saat perjalanan untuk kembali ke istana Ricardo dan para pengawalnya bertemu dengan Sabrina.
" Iya tapi apa putri Sabrina ada keperluan di istana?"
" Saya juga habis melihat festival bersama dengan Marques Casia akan tetapi beliau mendapat pesan dari Yang Mulia Raja untuk menemuinya malam ini di istana jadi saya ikut mengantar Marques."
" Kita bertemu lagi Dame Elona" lanjut Sabrina
" Iya, senang bertemu dengan anda" jawab Elona
" Apa kau juga sedang menikmati acara festival dengan Putra Mahkota di luar istana?"
" Saya mengawalnya bersama dengan kepala komandan Vander dan komandan Lucas"
" Apa kalian saling mengenal dengan baik?" tanya Ricardo
"Aku tidak ingat jika mereka saling kenal di kehidupan sebelumnya" batin Ricardo
" Saya pernah di undang di acara ' Tea Party' oleh putri Sabrina di rumahnya" jawab Elona
" Saya sebenarnya kagum dengan Dame Elona sebagai seorang wanita yang dapat menjadi seorang prajurit sampai menjadi pengawal pribadi anda diantara para pesaing prajurit pria lainnya" kata Sabrina sambil tersenyum
" Terima kasih atas pujian anda putri, saya juga merasa suatu kehormatan dapat di pilih oleh Putra Mahkota"
" Aku memang memilihnya karena kemampuan yang di milikinya lebih unggul di bandingkan dengan yang lainnya" kata Ricardo.
" Saya berharap untuk dapat berteman dengan Dame Elona, apa kita dapat bertemu lagi dan berbincang-bincang seperti waktu 'Tea Party' waktu itu, kau juga boleh mengajak kedua temanmu"
"Saya terima tawaran anda dengan senang hati"
Di tengah pembicaraan mereka Marques Casia yang telah selesai menghadap Raja datang menghampiri mereka untuk mengajak pulang anaknya.
Keesokan harinya Yang Mulia raja memanggil Ricardo ke ruang kerjanya secara tatap muka
" Ayahanda, ada yang ingin anda bicarakan dengan saya?"
" Ricardo kau bersiaplah karena sebentar lagi akan diadakan acara pemilihan Putri Mahkota" kata Raja
" Kemarin saat aku pulang dari melihat acara festival dan berpapasan dengan Sabrina dan Marques Casia di istana. Apa kemarin Ayahanda memanggilnya untuk membicarakan masalah ini? apa anda mendukung putrinya untuk menjadi Putri Mahkota"
" Benar, aku mendukungnya karena aku dengar dia tidak hanya memiliki paras yang cantik tapi juga pandai dan dapat bersosialisasi dengan mudah dengan para bangsawan lainnya selain itu Marques Casia juga dapat di bilang salah satu bangsawan yan loyal terhadap keluarga kerajaan. Dia memiliki semua kriteria yang di butuhkan untuk menjadi Putri Mahkota"
" Aku tidak setuju dengan Ayahanda, masih ada keluarga bangsawan lainnya yang juga loyal terhadap keluarga kita dan juga memenuhi persyaratan untuk menjadi Putri Mahkota"
" Aku tidak tahu apa keluarganya mempunyai andil dalam pemberontakan pada kehidupan sebelumnya, lebih baik aku berhati-hati terhadap seluruh keluarganya sampai terbukti kalau mereka tidak ada kerjasama dengan kerajaan Merioa" batin Ricardo
" Dalam pemilihan Putri Mahkota akan di adakan kompetisi bagi putri para bangsawan yang mengikutinya. Tapi apa kau tidak tertarik dengan putrinya Marques Casia, apa kau mempunyai gadis lain yang kau sukai? atau kau mempunyai kandidat lainnya yang lebih cocok?"