
Pertandingan dimulai semua orang termasuk Putra Mahkota telah memasuki tempat kompetisi diadakan, sebelum mulai bertarung para prajurit telah mengambil nomor yang di taruh di plat kayu, lawan mereka ditentukan dari plat kayu yang mereka pegang. Host akan memilih dua nomor yang kemudian kedua nomor itu akan saling bertarung satu sama lain.
" Nomor 1 dan nomor 8 maju dan bertarung, nomor 2 dan 10...." kata Host acara kompetisi para prajurit.
Klang.. klang... suara pedang mereka yang saling beradu, kompetisi ini diikuti oleh sebagian prajurit istana baik dari yang masih baru maupun sampai yang sudah senior termasuk Leonard kakak dari Leana teman Elona juga mengikuti kompetisi pedang antar para prajurit istana. Aka tetapi para pengawal pribadi Raja dan Putra Mahkota mereka tidak diperbolehkan untuk ikut dalam kompetisi dan acara diadakan selama 2 hari. Bagi pemenang dalam kompetisi ini, dia dapat meminta 1 hal dari Raja ataupun Putra Mahkota.
"Oh! tuan Leonard juga mengikuti pertandingan pedang" kata Elona dengan suara kecil pada saat dia melihatnya di panggil untuk masuk ke arena oleh Host acara.
" Kau mengenalnya?" tanya Ricardo
" Iya, dia kakak Leana putri bangsawan yang waktu acara perburuan kerajaan aku selamatkan, dia mengenalkan kakaknya padaku pada saat pesta ulang tahunku" jawab Elona dengan suara pelan
" Kemampuanya lumayan bagus"
Satu hari telah berlalu dan besok bagi para prajurit yang lolos tahap pertama akan bertarung lagi sampai final. Leonard merupakan salah satu prajurit yang masuk ke babak berikutnya. Keesokan harinya pertandingan di mulai kembali dan sore harinya akan diumumkan pemenang dari pertandingan ini,. Setelah hari mulai sore Host acara bersiap untuk mengumumkan pemenangnya.
" Acara telah selesai sekarang saya akan mengumumkan pemenangnya adalah prajurit Leonard Bion, silahkan maju dan terima penghargaanmu"
" Kau dapat mengatakan permintaanmu?" kata Putra Mahkota
" Untuk saat ini saya masih belum ada permintaan, apa saya bisa menyimpannya sampai saya mengetahui hal apa yang saya inginkan?"
" Selama permintaan itu dapat aku berikan dan masuk akal aku akan memberikannya padamu, tunjukan belati ini kepadaku jika kau sudah mengetahui apa yang kau inginkan!"
" Terima kasih Putra Mahkota dan Yang Mulia Raja"
Setelah acara kompetisi berakhir Leonard dan Leana bertemu dengan Elona yang sedang mengawal Putra Mahkota bersama Lucas dan Vander untuk kembali ke ruangannya.
" Elona kau bicaralah dengan temanmu dulu, biar Lucas dan Vander yang mengawal ku" kata Ricardo sembari terus berjalan dengan kedua pengawalnya dan meninggalkan Elona dengan temannya
" Selamat atas kemenanganmu tuan Leonard" kata Elona yang telah menghampiri mereka
" Terima kasih Dame Elona" kata Leonard
" Elona, jika kau bisa meluangkan waktumu aku harap kita dapat bertemu dan berbicara seperti waktu itu lagi bersama dengan Maria juga" kata Leana
" Besok aku akan pergi bersama dengan Maria, jika kau besok siang bisa akan kami tunggu di tempat dessert pertama kita bertemu"
" Oke! kalian tunggu aku pasti akan datang"
" Kalau begitu aku permisi dulu" Elona undur diri untuk menjalankan tugasnya
Keesokan sore harinya setelah Elona menyelesaikan tugasnya, Elona langsung pergi menuju tempat dessert dimana mereka berjanji untuk bertemu dan disana Maria dan Leana telah menunggu kedatangan Elona. Mereka bertiga mengobrol sampai petang, akhirnya Leana dan Maria harus pulang ke rumah mereka sedangkan Elona kembali ke istana untuk berganti tugas dengan Lucas untuk menjaga Ricardo pada waktu malam hari.
1 Tahun kemudian
Rumah Marques Delaona, kamar tidur Elona
Tok..tok.... " Nona, anda mendapatkan surat " kata pelayan pribadi Emma, pelayan pribadi Elona, Emma asuk dengan membawa surat yang di pegangnya
[ Dame Elona Delaona,
Saya mengundang anda untuk menghadiri acara ' Tea Party' yang akan diadakan hari sabtu ini di rumah Marques Casia
Salam Sabrina Casia].
Selesai membaca surat itu Elona langsung menyiapkan surat balasan dan kemudian di cap stempel dengan lambang keluarganya, gambar mawar yang di tusuk dengan pedang
[ Nona Sabrina Casia
Saya ucapkan terima kasih atas undangan yang anda berikan dan saya pastikan akan datang untuk menghadiri acara ' Tea Party ' di rumah anda
Salam Elona Delaona]
Setelah itu Elona memberikannya kepada Emma untuk segera dikirimkan ke orang yang bertugas untuk mengantar pesan.
Hari ' Tea Party' di rumah Marques Casia, kebun belakang rumah Sabrina disana telah banyak putri bangsawan yang berkumpul termasuk Leana dan Maria. Sebelum mengundang Elona ke acaranya Sabrina telah menyelidiki informasi penting tentang Elona termasuk dengan siapa saja dia berteman secara diam-diam.
Elona bertemu dengan Leana dan Maria di depan gerbang rumah Sabrina, mereka bertiga masuk bersama-sama menuju ke kebun belakang tempat acara di adakan dengan di pandu oleh kepala pelayan di sana
" Saya Sabrina Casia putri dari Marques Casia mengucapkan selamat datang pada putri Leana, Maria dan Dame Elona"
" Terima kasih atas undangannya putri Sabrina Casia"
Lalu mereka semua duduk di kursi yang telah disediakan dan menikmati macam-macam dessert ( macaron, cup cake, eclair, shorbet) serta teh rosemarry yang ada di meja panjang sambil membicarakan hal-hal yang ada di kerajaan.
" Dame Elona aku penasaran bagaimana kau bisa dipilih oleh Putra Mahkota?" tanya Sabrina dengan nada yang ambigu
" Putri Sabrina anda tidak perlu memanggilku dengan gelar di acara privat seperti ini karena itu terlihat terlalu formal. Mengenai pemilihan itu saya membantu Putra Mahkota untuk memecahkan kasus penjualan budak yang terjadi di kerajaan seperti yang sudah kalian ketahui dan Putra Mahkota menghargai kerja keras saya yang kemudiaan saya diberikan kesempatan untuk menjadi pengawalnya" jelas Elona
" Mhhm... Apakah betul hanya karena itu alasannya?" tanya Elizabeth teman Sabrina dengan nada yang sinis
" Ya" jawab Elona dengan singkat dan tegas
Mendengar jawaban yang singkat dari Elona tempat itu menjadi sunyi sesaat karena mereka tidak sangka mendapatkan jawaban yang sangat singkat, mereka berpikir akan dapat menyerang Elona dengan jika dia menunjukkan celah di jawabannya itu dan di saat itu ada seorang putri bangsawan yang membuka percakapan
" Apa menjadi seorang prajurit adalah cita-citamu dari kecil?" kata putri bangsawan itu
" Tentu saja! sejak kecil aku telah melihat ayahku dan para prajuritnya berlatih dan bertarung untuk menjaga kerajaan karenanya aku juga ingin membantu untuk menjaga kerajaan baik anggota kerajaan maupun rakyatnya"
" Ternyata kau wanita yang sangat unik putri Elona" kata Sabrina
" Unik?" tanya Elona
" Tidak semua wanita dapat menjadi prajurit sepertimu karena biasanya latihan mereka sangat keras dan ku pikir keluargamu mempunyai pikiran terbuka meninggalkan anak gadisnya di antara banyak pria" kata Sabrina dengan nada datar tapi mempunyai makna terselubung
Wajah Leana dan Maria langsung terlihat suram dan menunjukkan kemarahan setelah mendengar perkataan Sabrina, dan mereka saling bertatapan satu sama lain karena Elona tidak terbiasa dengan lingkungan para sosialita yang menggunakan kata yang terlihat seperti pujian tapi sebenarnya merupakan sindiran mereka secara halus, melihat situasi itu mereka memutuskan untuk membantu Elona tapi sebelum mereka membuka suara Elona sudah menjawabnya terlebih dahulu.