Elona'S Legacy

Elona'S Legacy
Tea Party (2)



" Terima kasih atas pujian anda putri Sabrina, walaupun begitu saya kurang setuju dengan pernyataan anda, pelatihan prajurit bukan hanya tidak mudah bagi para wanita tapi juga bagi para pria dan untuk pemikiran Marques Delaona, beliau hanya percaya pada keputusan putrinya dan pada pengajar akademi akan mendidik para generasi selanjutnya dengan baik" kata Elona


Sabrina yang awalnya berniat menjatuhkan harga diri Elona di depan para putri bangsawan lainnya menunjukkan sorot mata yang penuh kebencian karena rencananya telah gagal dan dia mulai memberikan tanda pada temannya Elizabeth untuk mengganti arah pembicaraan ke teman-teman Elona. Maria dan Leana yang awalnya tegang juga terlihat tenang ketika mendengar jawaban dari Elona.


" Ah, aku dengar putri Maria kau mempunyai boutique yang cukup populer di kalangan para wanita bangsawan?" kata Elizabeth


" Iya benar nama boutique ku 'M' jika penasaran kalian dapat berkunjung dan aku sendiri yang akan merekomendasikan pakian yang cocok untuk kalian pakai" kata Maria dengan wajah yang terlihat antusias


" Apa kau juga ikut mendesain baju-baju yang ada disana? apa baju yang kau pakai juga dari boutique milikmu?" tanya Elizabeth dengan melihat pakaian Maria


" Ada beberapa model baju yang aku desain tapi baju yang ku pakai sekarang bukan hasil desainku"


" Tapi apakah baju di boutique mu itu juga berhasil di kalangan bangsawan kelas atas? karena aku tidak pernah mendengarnya dari mereka" kata Elizabeth dengan nada yang menyindir


" Tentu saja, walaupun boutique yang ku miliki baru berdiri tapi ada juga wanita bangsawan kalangan atas yang memesan baju disana"


Suasana acara yang tadinya tegang sekarang mulai mencair dan tidak lama setelah itu acara 'Tea Party' berakhir, para putri bangsawan kembali pulang ke rumahnya masing-masing. Karena hari masih siang Elona mengajak Maria dan Leana bermain ke rumahnya.


" Maria, Leana apa kalian hari ini dapat bermain ke rumahku?"


" Ya" jawab mereka berdua dengan semangat


Rumah Marques Delaona


Setelah sampai di rumah Elona mereka langsung menuju ke kamar tidur Elona, disana mereka mulai membahas masalah yang terjadi selama 'Tea Party'.


" Apa kalian dekat dengan putri Sabrina, tuan rumah acara tadi?" tanya Elona


" Tidak, sebenarnya aku juga terkejut saat menerima undangan 'Tea Party' darinya beberapa hari yang lalu tapi aku pikir ini adalah hal yang bagus untuk memperkenalkan boutique ku kepada kalangan bangsawan kelas atas secara lebih luas lagi karena putri Sabrina di juluki sebagai ratu sosialita" kata Maria


" Aku juga sama aku hanya bertemunya sekali waktu acara perburuan dan itu juga karena ikut dengan temanku tapi apa kau baik-baik saja dengan pernyataan putri Sabrina di acara tadi?" kata Leana


" Memangnya ada yang salah dengan pernyataanya?" kata Elona dengan wajah polosnya


" Waktu mendengar perkataan tadi aku dan Leana merasa kurang nyaman karena pernyataan itu dapat berarti lain jika ada orang yang mendengarnya atau jika ada orang yang jahat ingin merusak reputasimu" kata Maria


" Iya, karena pembicaraan kalangan putri bangsawan itu seringkali mempunyai makna berbeda di baliknya tidak seperti para prajurit atau pria bangsawan terhormat lainnya yang lansung berterus terang atau menolaknya secara halus tanpa menghina di belakang" kata Leana


" Jika dilihat dari perkataan kalian sepertinya putri Sabrina tidak menyukai ku tapi kenapa aku tidak pernah berbicara dengannya sebelum acara ini? dan kalau tidak suka kenapa mengundangku?"


" Dari rumor yang kudengar dia menyukai Putra Mahkota" kata Leana


" Eh, apa hubungannya denganku?" kata Elona


" Mungkin karena kau dekat dengan Putra Mahkota makanya dia tidak suka padamu tapi juga ingin menggunakanmu untuk mendekati Putra Mahkota makanya dia mengundang kita ke acaranya karena kita temanmu" kata Maria sambil melipat satu tanganya dan satu lagi ditaruhnya di dagu


" Tapi aku adalah pengawal pribadi Putra Mahkota jika jarak ku tidak dekat aku tidak akan sempat beraksi dengan cepat jika ada serangan mendadak yang ditujukkan pada Putra Mahkota, kalau dia merasa kita akrab itu hanya perasaannya saja karena Putra Mahkota juga seperti itu terhadap senior Vander dan Lucas" kata Elona


" Sudahlah kita tidak perlu membahas putri Sabrina lagi lebih baik bicara yang lainnya, misalkan Maria yang mendapat dessert dari kepala komandan Vander" kata Leana dengan nada yang menggoda Maria


" Ah! bagaimana kau tahu?!" tanya Maria yang terkejut


" Aku tidak sengaja melihat kalian di sudut lapangan kompetisi"


" Tidak ada yang istemewa dia hanya membelikanku dessert sebagai ganti karena telah memakan semua dessert yang ku sukai waktu acara ulang tahun Elona"


" Beneran cuma seperti itu?! tidak seru aku pikir bisa mendengar kisah percintaan temanku" kata Leana dengan wajah kecewanya


" Apa kau tertarik dengan senior Vander, Mar?" tanya Elona yang juga ikut mulai menggoda Maria


" Mana mungkin aku hanya baru bertemu 2 kali dengannya dan pertemuan awal kita tidak begitu baik, kenapa jadi kalian menggodaku. Malah aku penasaran denganmu El, kamu di antara 3 ( Ricardo, Vander, dan Lucas) orang itu siapa yang paling kau sukai?"


" Mhmm... senior Vander dia terlihat dingin di luar dan juga orang yang pendiam jadi kita tidak terlalu banyak bicara, kalau senior Lucas dia orangnya pandai bergaul jadi aku lebih sering berbicara denganya sedangkan Putra Mahkota dia..."


" Dia... kenapa? apa kau mulai tertarik denganya?" kata kedua temannya itu dengan wajah yang antusias menunggu jawaban darinya


" Ada apa dengan wajah kalian? tentu saja aku menghormatinya sebagai atasan yang harus ku kawal"


"Eh!!!!" mendengar jawaban itu mereka berdua merasa kecewa


" Maksud kita dari ketiga orang itu siapa yang mendekati pria idamanmu?" kata Maria


" Mhmm... entahlah mungkin Putra Mahkota, kalau kalian?"


"  Aku suka orang yang cukup ramah tapi mempunyai wajah yang keren, kalau kau bagaimana Mar?" kata Leana


" Orang yang punya banyak persamaan denganku"


" Apa?! senor (kepala kapten) Vander" kata Elona dan Leana bersamaan


Mereka bertiga menghabiskan waktunya dengan saling menggoda satu sama lain dan tak terasa waktu sudah malam. Mereka berpamitan dengan Marques Delaona yang baru pulang, lalu masuk ke kereta kuda mereka yang telah menunggu di luar rumah Elona.