
Idol! Super Junior
Lucky Fans! Pembaca
Sebuah semesta alternatif dimulai sekarang!
🎶
You trusted me and protected my side so I won’t break down
(Super Junior - From U)
🎶
Kamu melihat ribuan orang berdiri di bawahmu sambil memegang fanlight Super Junior yang tampak seperti kilatan batu safir berteriak iri kepadamu. Sensasi ini jelas tidak akan terlupa. Sensasi menjadi orang yang membuat iri orang banyak. Ah, seharusnya begini memang buah dari kau bertahun-tahun menyukai Super Junior. Sepanggung bersama mereka karena menjadi fans yang beruntung!
Jika turun panggung nanti, kamu akan terus-menerus membanggakan diri di depan temanmu yang menonton konser bersamamu. Benar-benar pemikiran jahil!
SS 8 benar-benar konser keberuntunganmu. Sekarang kau bisa melihat mereka dari tempat yang sangat dekat dan bahkan berbincang dengan mereka walau ada keterbatasan bahasa. Tidak masalah, ini adalah kesempatan emas, terutama saat kau berinteraksi dengan biasmu. Rasanya ingin terus mencubiti diri.
Akan tetapi, kesenanganmu sedikit terganggu ketika kamu sekilas melihat sesuatu yang mengganjal di antara para ELF yang menonton. Apakah ini halusinasi? Seseorang sedang menodongkan pistol ke arah sang Leader, Leeteuk! Kamu membuang muka, lalu kembali melihat ke arah yang tadi. Masih sama! Bagaimana bisa tidak ada yang menyadari itu? Kamu ingin menyampaikan sesuatu, tetapi semuanya tertahan di kerongkongan karena takut. Para member Super Junior pun memberimu pandangan senyum.
"Nah, nona, surat di tanganmu itu untuk siapa?" tanya Translator yang membuyarkan pertimbanganmu.
"Aku akan mendatangi member yang berhak mendapat surat ini," katamu cepat. Si Translator segera menterjemahkannya pada member Super Junior. Mereka mengerti dan memintamu untuk cepat memberikan surat yang sedaritadi kau genggam pada member yang berhak. Rasa penasaran mereka benar-benar tidak bisa ditahan rupanya.
Kau membalas dengan senyuman dan kembali melihat orang yang membawa pistol tadi. Ia menekan pelatuknya!
Dor!
Bersamaan dengan itu, kamu memutuskan untuk berjalan ke arah Leeteuk dan tepat saat itu para ELF yang berada di situ mulai sadar keadaan bahaya apa yang terjadi di venue. Mereka berteriak dan staff segera bertindak. Tidak lama setelah itu kamu merasakan panas dan sakit yang menyengat punggung sampai membuat matamu berkunang dan akhirnya roboh di atas panggung dengan surat yang masih berada di genggamanmu. Selanjutnya semuanya gelap.
Kamu tidak tahu tepatnya berapa lama kemudian kau bisa membuka matamu lagi. Satu yang pasti, ada temanmu yang pertama kali kau lihat duduk di sebelah ranjangmu. Ia begitu senang saat melihatmu bangun.
"Berapa lama?" tanyamu padanya.
"Berapa lama kamu tertidur seperti ini? Sehari! Sehari penuh aku dan delapan orang di luar mengkhawatirkanmu. Ah, aku tidak habis pikir dengan keamanan yang ada di konser itu bagaimana bisa ada seseorang yang masuk membawa senjata?" ia tampak marah dan kau hanya tertawa kecil, "dan kau tertawa?"
"Untuk apa menangis? Itu malam terbaikku sampai pistol itu ditembakkan. Lagi pula aku terlalu bodoh dan takut untuk bilang ke staff. Coba saja aku berani saat itu. Kita tidak perlu ada di sini," katamu pelan, "delapan orang lain itu ... siapa?"
"Jangan terlalu menyalahkan diri. Oh, kabar baik, orang itu sudah tertangkap, kok. Lalu, delapan orang itu siapa lagi kalau bukan para raja yang ada di malam terbaik kita atau lebih tepatnya dirimu," temanmu itu beranjak dan membuka pintu ruanganmu yang setelah kau amat-amati cukup besar dan sepertinya mewah. Tetapi apalah artinya kalau ruangan sebagus ini adalah rumah sakit, bukannya kamar hotel yang nyaman dan bebas dari kesakitan.
Selain sakit kaki karena berdiri terlalu lama di konser, tentunya.
Tidak kamu sangka yang datang ke ruanganmu adalah Super Junior sendiri! Rupanya temanmu tidak berbohong.
"Mengapa mereka tidak pulang?" tanyamu pelan. Translator yang bersama mereka mengalihbahasakan perkataanmu. Super Junior pun paham dan Leeteuk membalasnya, "Urineun myeoc gajireul cheorihaeyahamyeon gamsahabnida. Dangsineun geoeui moksumeul irheul ppeonhaesseubnida."
Kamu melempar pandangan pada Translator setelah Leeteuk selesai berbicara. "Kami harus menangani beberapa hal dan terima kasih pada Anda. Anda hampir kehilangan hidup Anda," jelas translator padamu, "Mereka benar-benar berterima kasih sampai bingung harus melakukan apa lagi untuk Anda. Agensi dan promotor menanggung seluruh biaya pengobatan dan hotel Anda juga teman Anda. Pelakunya sudah ditangkap hari itu juga. Kami sedang mencari orang di bagian keamanan yang meloloskan si pelaku ke venue."
"Kwihaeui pyeonjireul badattseubnida. Ne chingu ga ileonagi jeone uriege jwasseo. Terima kasih," Shindong kini gantian berbicara.
"Joheunn naeyong. Geulsseugireul tonghae gamjeongeul jal jeondalhabnida," puji Eunhyuk.
"Ne, majayo!" sahut yang lain menyetujui.
"Mereka sudah menerima surat dari Anda. Teman Anda yang memberikan itu pada mereka, sebelum Anda terbangun. Terima kasih. Eunhyuk bilang, Anda bagus dalam menyampaikan perasaan di tulisan. Member lain menyetujui," kata si Translator. Kamu tersenyum senang mendengar itu. Kapan lagi dipuji sama member Super Junior?
"Terima kasih."
"Sama-sama."
"Ini untukmu, Lucky Guardian," Siwon menyerahkan album Timeless kepadamu dan kamu menerimanya dengan sedikit bingung, "tidak seberapa memang atau mungkin Anda sudah punya? Tetap ini sebagai permintaan maaf dan terima kasih sekali lagi." Bahasa Indonesia Siwon lancar sekali sampai kamu dan temanmu malah terpaku karenanya.
"Ah- iya ... terima kasih banyak. Ini ...," ketika kamu membuka album tersebut, tampak tanda tangan semua member dan juga julukanmu, 'Lucky Guardian', "Terima kasih banyak."
"Teman Lucky Guardian, ini untukmu," Siwon menyerahkan sesuatu untuk temanmu, itu merch. Dia tampak gemetaran menerima itu dan kamu tertawa kecil karenanya.
"Di situ ada nomor telepon manager-nim. Lain kali jika ada kesempatan kalian bisa main ke gedungnya SM," senyum tulus itu benar-benar lebih memikat dari yang selama ini kalian lihat dari layar kaca. Kalian mengangguk antusias bersamaan.
"Dangsin eui geongangdo dopbosibsio," tambah Kyuhyun.
"Kalian harus jaga kesehatan," si Translator menerjemahkan.
"Kami akan melakukan itu tentu saja," sahut sahabatku mewakilimu yang hanya bisa mengangguk karena kembali merasa perih.
"Hei ada apa? Ah, masih sakit?" Siwon bertanya dengan bahasa Indonesia karena kamu tampak kesakitan. Kamu mengangguk, menjawab dengan jujur.
"Ah, mungkin kita harus undur diri agar dia bisa istirahat," kata Siwon lagi. Wah, kau tidak ingin pertemuan ini berakhir dengan cepat. Uh, rasa sakit sialan, rutukmu.
"C-can we take a photo, together?" tanya temanmu terbata-bata. Ide bagus! Tapi kondisimu benar-benar bukan yang bagus untuk foto bersama.
"Ohhh, sure. Yes," suara mereka berpadu menyetujui usulan itu dengan semangat.
"Kalian saja yang ambil foto di luar. Masa aku seperti ini. Aku tidak ikut," kamu mengatakan itu pada temanmu.
"Ini kesempatan langka, kamu penyelamat mereka. Ayolah, satu saja?" ia gigih mengajakmu.
"Baiklah sekali," kamu menyetujui dan jadilah kalian mengambil foto bersama Super Junior dan si Translator. Foto itu akan selamanya dikenang dan memiliki berbagai rasa. Bahagia, senang, ketakutan, kesakitan, kesedihan dan keberuntungan.
"Hangsang geonganghago Lucky Guardian wa ne chingu!"
"Selalu sehat Lucky Guardian dan temannya!"
"Jujurlah padaku, itu bukan kebetulan 'kan? Kau merendah," temanmu bertanya setelah semua member Super Junior dan translatornya keluar ruanganmu.
"Aku memang kebetulan melihat pelaku mengarahkan ke Leeteuk. Tetapi tertembak bukan bagian dari rencanaku. Ini benar-benar antara tragedi dan keberuntungan," balasmu sambil mengusap tanda tangan semua member grup dan julukanmu yang mereka berikan, 'Lucky Guardian'.