Dream Is An Alternate Universe

Dream Is An Alternate Universe
Escape; No More Mutants



Mutant! WayV


WayV close person! Pembaca


Professor! Kangta H.O.T


(Terinspirasi dari mimpi yang seperti X-Men)


⚠️ Kekerasan pada saat bertarung!


Sebuah semesta alternatif dimulai sekarang!



🎶


Like a kaleidoscope, temptation is everywhere


We’re hovering over the chaotic earth


(WayV - Turn Back Time)


🎶


"Seseorang tolong aku ...," api mengepungmu di segala sisi. Pintu juga terkunci. Suaramu hampir habis karena ini sudah satu jam kau berteriak kepada siapa pun yang mungkin peduli padamu. Sesuatu yang lebih buruk lagi, kamu sepertinya sendirian di ruang apartemen ini.


Saat itu kamu benar-benar pasrah. Badanmu perlahan melemah setelah beberapa kali terbatuk karena asap yang memasuki paru-paru.


Brak!


Langit-langit kamarmu terjatuh dan salah satu reruntuhannya mengenai kakimu. Kamu yang terjebak hanya bisa menangis dalam kesakitan. Dalam pandangan yang mulai menghitam, kamu melihat manusia bersayap.


"Malaikat?" lirihmu sebelum kehilangan kesadaran sepenuhnya.


Saat kamu terbangun lagi,selain selang oksigen dan infus, yang pertama kau lihat adalah makhluk bersayap itu lagi.


"Kau malaikat 'kan? Kita di surga?" tanyamu dengan polos.


"Malaikat? Aku Lucas," ia memperkenalkan diri sambil tertawa kecil,"dan jelas aku bukan malaikat apalagi ini surga. Kalau surga mengapa juga kamu dikelilingi peralatan itu? Aku hanya winged-humanoid-mutant. Ah, ya, itu terlalu rumit, Kun ge benar, seharusnya jangan aku yang kamu lihat pertama."


"Mutan?" tanyamu bingung.


"Lucas, ah, kau ini, tidak baik membuatnya bingung setelah bangun pertama kalinya sejak kejadian itu," sesosok pria berambut biru masuk ke ruanganmu, "Senang kau sudah sadar. Selamat datang di mansion kami. The V-Mansion."


Sejak hari itu, kamu tinggal di mansion tersebut bersama 7 mutan dan mempelajari hal baru. Mutan yang selama ini dianggap memiliki 'penyakit' dan harus 'disembuhkan' ternyata tidak seburuk itu. Keanehan mereka bukanlah sebuah penyakit yang harus disembuhkan bagimu, mereka anugerah. Orang-orang di luar sana hanya iri pada mereka.


"Apa kalian di sini bersembunyi dari dunia luar? Pagar mansion kalian cukup tinggi untuk dikatakan terbuka," tanyamu keesokan harinya, saat kamu merasa lebih sehat dan tidak perlu bantuan untuk bernapas seperti sebelumnya, pada pria berambut biru yang ternyata bernama Kun.


"Awalnya tempat ini terbuka. Professor Kangta menginisiasi persatuan antara manusia dan mutan, ide yang bagus bukan? Sayangnya ia menghilang tahun 2001, bersama beberapa mutan. Kami yang tersisa harus mempertahankan diri. Kau pasti sudah sangat tahu apa yang pemerintah ingin lakukan pada para mutan," cerita Kun lalu menatap foto pria berjas yang tergantung di dinding kamarmu.


"Itu Professor Kangta?" tanyamu pelan.


"Ya, kami sangat ingin menemukannya jika waktunya memungkinkan."


"Tunggu, jika kalian menutup diri dari dunia luar. Mengapa kalian menyelamatkanku?" kamu bertanya lagi.


"Itu karena Lucas. Dia merasakan kehadiran mutan lain di sekitar sana. Tetapi yang dia temukan malah dirimu terjebak dalam kebakaran," cerita Kun membuatmu mengerutkan kening. Apakah ada mutan hidup di sekitar tempat tinggalmu? Kamu tinggal di apartemen, segalanya mungkin. Atau mutanlah yang menyebabkan kebakaran itu? Pikiran paling acak adalah, kamu sendiri seorang mutan.


Yang benar saja.


"Tetapi, aku bukan mutan. Apakah tidak apa merawat manusia di sini?" kamu jadi merasa bersalah. Penyelamatan Lucas bisa membuat mereka diburu.


"Sama sekali tidak. Kun ge, aku akan bergantian jaga," pria lain, yang mereka kenalkan kepadamu sebagai Xiao Jun berdiri di pintu.


"Oh, baiklah. Ingat untuk ganti perban di kakinya lagi karena ...."


"Harus diganti dua kali sehari 'kan? Aku mengingatnya dengan baik,ge. Tenang saja," Xiao Jun tersenyum. Itu membuatmu menebak kekuatannya. Apa dia bisa mengeluarkan cahaya? Melihatnya saja membuatmu merasa tercerahkan.


"Kamu berbicara banyak dengan Kun ge, ya? Sebegitu penasarannya dengan kami," ia membuka pembicaraan denganmu yang masih merasakan kecanggungan di antara kalian.


"Hm ... ya, baru kali ini aku melihat mutan sungguhan. Kukira semuanya sudah dibawa ke Underworld dan dihabisi. Aku senang kalian bertahan di sini," katamu membalas perkataannya.


"Aku juga senang kita masih bisa menatap matahari. Underworld ... dunia yang tersembunyi. Tidak ada seorang pun yang tahu di mana tepatnya itu, bahkan kami," Xiao Jun mendengus dan menatap jendela luar sebelum ingat ada hal yang harus ia lakukan, "Oh, ya, perban kakimu harus diganti." Dengan perlahan, pria itu merawat luka di kakimu yang tidak ingin kau lihat.


"A-a- ... maaf tanganmu dingin," kamu sedikit terkejut ketika tangan dingin Xiao Jun menyentuh kulitmu.


"Itu pasti efek kekuatanku. Aku akan cepat," ia mempercepat pekerjaannya, seketika kamu merasa tidak enak.


"Tak apa, pelan-pelan saja," lirihmu yang disambut senyuman lembut darinya.


"Dejun ge, jangan lupa makan," pria lain dengan rambut ber-highlight krem melintasi pintu dan mengingatkan penjagamu untuk makan.


"Setelah ini makanlah," kamu mengulangi perkataan pria tadi.


"Kamu tidak apa ditinggal di sini sendirian?" tanya Xiao Jun khawatir.


"Aku sudah terbiasa," jawabmu enteng, "Selagi kalian makan aku akan tidur. Lagi pula aku tidak butuh makan 'kan?" Kamu memperlihatkan infus yang menancap di telapak tanganmu sejak hari pertama kamu berada di sini.


"Kamu belum perlu. Baiklah, sudah selesai. Kalau ada perlu teriak saja," Xiao Jun berpesan padamu sebelum pergi ke meja makan mereka.


"Teriak? Aku tidak sampai hati melakukan itu. Kalian terlalu baik," gumammu sebelum mengambil posisi tertidur. Sementara itu, di meja makan, ketujuh mutan pria yang menghuni V-Mansion membicarakan tentangmu.


"Dia tampak lebih baik hari ini. Kita harus menunggu luka di kakinya sembuh baru bisa mengembalikannya ke dunia luar," Xiao Jun mengabarkan keadaannya.


"Ge, kau meninggalkannya sendirian?" tanya Hendery pada Xiao Jun.


"Dia mau tidur katanya. Aku tidak bisa terus-terusan di kamarnya kecuali dia saudaraku atau pasangan sahku," seloroh Xiao Jun.


"Baiklah, setelah ini aku yang berjaga. Selama tidur aku akan di luar kamar saja. Tetapi sepertinya pemulihannya akan lama, dia manusia biasa dan kakinya tertimpa material dari langit-langit, bukankah itu lumayan parah?" sambung Ten.


"Kau benar, Ten dan ... Lucas, apakah deteksi mutanmu masih bekerja saat ini? Kamu tahu di mana mutan yang seharusnya kamu jemput?" Kun meneruskan pembicaraan dengan bertanya pada Lucas.


"Tidak, aku menyesal karena terlambat. Dia sudah tiada saat aku sampai. Hanya manusia itu yang bertahan," Lucas menundukkan pandangan, "Maaf aku baru bercerita."


"Tak apa, kita hanya harus menjaganya sekarang," Kun menghela napas, lalu menggunakan kekuatan telekinesisnya untuk mengumpulkan semua piring kotor di meja itu di hadapannya.


"Kebakaran itu aneh. Masa tidak ada yang selamat selain dia?" komentar Winwin dengan nada rendah.


"Apa maksudmu?" tanya Kun.


"Itu disengaja. Kalian tahu betapa bencinya pemerintah dengan mutan? Ini bisa salah satu skenarionya dan juga ... seberapa lambat kinerja pemadam kebakaran sebenarnya?" Winwin mengeluarkan semua yang ada dipikirannya, "Kalau sudah begini mungkin saja mereka sedang mencari kita sekarang melalui Lucas."


"Aku, ge?" yang namanya disebut membulatkan mata.


"Ya, mereka sengaja memancingmu. Ah, mengapa tidak terpikirkan sebelumnya? V-Mansion yang tadinya sudah mereka yakini sebagai tempat terbengkalai akan kembali diobrak-abrik," Winwin menampakkan wajah kesal.


"Hahahaha, kalau mereka kemari, lawan saja," Yangyang tiba-tiba tertawa sebagai tanggapan kekhawatiran Winwin.


"Seandainya semudah itu," Kun mendengus, "Jangan terlalu dipikirkan saat ini. Kembali saja ke kegiatan kalian."


"Aku akan menjaga tamu kita," Ten beranjak dari meja makan, memakai kekuatan menghilangnya dan membuka kamarmu, "Apa kamu berbohong pada Xiao Jun? Aku bisa membaca kebohongan."


Kamu yang sebenarnya tidak tidur, malah merenungi semua yang terjadi belakangan ini, terperanjat. Posisimu sudah membelakangi pintu, bagaimana dia bisa tahu? Apa itu memang kekuatannya?


"Tidak, tidak, tenang saja. Hanya Professor Kangta yang bisa melakukan itu, Kun saja tidak, meski kekuatannya mirip-mirip," kata Ten yang masih bersembunyi dengan kekuatannya.


"Tunggu, Ten?" kamu memanggilnya.


"Di sini," ia tiba-tiba muncul di bagian ujung tempat tidurmu. Kamu tertawa karena itu.


"Hihihihi!Ini benar-benar tidak baik," tawa kencang menyambut dirimu dari luar, tetapi itu malah membuat Ten bingung.


"Kau bingung karena ada yang tertawa?" tanyamu.


"Karena itu Yangyang. Dia mengalami pseudobulbar affect karena kecelakaan di masa kecilnya yang mengakibatkan bagian korteks prefrontalnya bermasalah. Dia akan menangis jika senang dan tertawa tidak berhenti kalau tertekan atau dalam bahaya," jelas Ten. Tawa Yangyang tidak kunjung berhenti, kamu yang sudah paham kini jadi ikut takut.


Kriet!


"Baiklah, karena kamu tidak mungkin berjalan jauh ...." Menit selanjutnya kamu sudah berada di bawah ranjang dengan bantuan Ten. Infusmu masih terpasang dan pria itu menggantungkannya di dipan besi.


"Diamlah di sini. Jangan bersuara sampai aku menampakkan muka," Ten pun pergi.


"Kalian ... hati-hati," pesanmu dengan lirih sebelum dia benar-benar pergi.


Ten tersenyum sekilas dan menatapmu dalam, "Kita akan mempertahankan mansion ini." Kamu pun hanya bisa berdiam diri di bawah ranjang sambil mendengarkan semua suara pertempuran itu. Dalam hati kamu berdoa semoga 7 mutan itulah yang menang. Di tengah-tengah itu semua, kamu melihat seseorang dengan sepasang sepatu pantofel masuk ke ruanganmu.


Tidak tahu kelanjutannya, satu yang kamu tahu, kamu sangat mengantuk dan tertidur di situ.


Begitu bangun lagi, sekarang kamu berada di ruangan yang sangat dingin dan dindingnya seperti membeku, bukannya dinding kayu mansion.


"Xiao Jun?" awalnya kamu berpikir kalau itu efek kekuatan Xiao Jun karena pertempuran lalu. Pemikiranmu salah begitu melihat pintu kaca yang memperlihatkan bagian luar berupa logam-logam kusam. Di pintu itu tertera angka biner, 0101.


"Apa ini?" sekarang kamu tahu kakimu yang tak terluka terborgol dengan dipan tempatmu berada. Tanganmu juga masih tertancap infus.


"Xiao Jun! Ten! Kun! Lucas! Winwin! Hendery! Yangyang! Siapapun!" kamu lagi-lagi berteriak dan hanya keheningan yang menyambut.


Seperti hari itu.


Sekarang kamu merasakan dingin yang begitu menusuk kulit. Kamu menggigil hebat. Ini parah, terlalu dingin. Mengapa rasanya kamu menjadi target utama pembunuhan dengan api dan kini es? Ruangan itu juga unik, sebuah kamera terpasang di belakang tempat tidur. Seseorang mengawasi pergerakanmu.


"Apa ini ... Underworld? Mereka mengira aku juga mutan?" kamu tertawa miris mengetahui kemungkinan ini. Wah, sungguh sial. Ruangan penyiksaan ini sukses membuatmu tersiksa dengan suhu minusnya yang tidak ramah manusia dan mutan. Karena kamu telah bersin beberapa kali dan itu sangat tidak nyaman.


Sebenarnya, tidak jauh dari tempatmu, ketujuh mutan lain dikurung dalam ruangan penyiksaannya sendiri-sendiri. Kalian dibatasi dinding logam yang tebal dan jarak sehingga tidak bisa saling mendengar. Kabar buruk lainnya, kalian sudah berhari-hari berada di sini.


Kun terjebak dalam padded cell, sangat hening, tidak ada suara apa pun dan ia membenci itu karena ia hanya dapat memikirkan kesalahan besarnya, gagal melindungi kalian. Winwin terikat oleh rantai-rantai di ruangannya, kekuatannya untuk merusak sesuatu berkurang setelah mereka menjejalkan sebutir obat padanya. Lucas tidak lagi bisa menggunakan sayapnya, padahal atap ruangannya terlihat lebih terbuka dibanding yang lain.


Xiao Jun ditempatkan di antara pipa-pipa yang mengalirkan gas panas, sangat berlawanan dengan kekuatannya. Hendery berada di ruangan minim pencahayaan dan punya kolam di tengahnya dengan televisi yang menayangkan dirinya terletak di pinggir kolam. Yangyang terisolasi di ruang penuh coretan yang ia buat sendiri, dia selalu tertawa padahal perasaannya menunjukkan sebaliknya. Sementara itu, Ten mendapat kunjungan dari penjaga penjara.


"Mutan ini memberi kita tambahan pekerjaan saja. Sudah minum obatnya?" tanya pria itu pada Ten. Yang ditanya hanya melempar pandangan pada nampan yang kosong.


"Itu bagus, seharusnya akan bekerja dalam beberapa menit lagi dan tak ada lagi mutan," pria itu tertawa puas di depannya, "Aku akan pergi ke ruang 0101." Ten mengamati gerak-gerik penjaga dengan teliti. Begitu ia yakin penjaga tidak memperhatikannya, ia menghilang dan mengendap-endap untuk mencekiknya sampai roboh. Begitu selesai menaklukkan lawannya, Ten menukar jaket yang ia pakai dengan rompi kulit si penjaga, lalu menaruhnya di tempat tidurnya. Tak lupa, ia mengambil kartu kunci berwarna merah dan peta tempat itu darinya. Lalu, pria itu membuka kamera yang berada di tembok belakang yang sebelummya ia tutupi dengan plester. Ten meludahkan kapsul biru yang sama sekali tidak ia telan dan berjalan keluar masih dalam bentuk tidak terlihat. Kemudian setelah di luar, mutan tersebut mengunci pintu tahanannya yang bertuliskan 1010 dan menuju ke ruang 0101 sesuai peta.


"Aku penasaran siapa yang akan kutemui selanjutnya," kini ia berlari dalam penyamarannya menuruti jalan di peta. Sementara itu, kamu yang merasa makin kedinginan mengeratkan pelukan ke badanmu sendiri untuk mendapatkan kehangatan.


"Ruangan itu tampak beku," monolog Ten begitu sampai di depan ruang 0101, "Eh! Bagaimana bisa dia juga tertangkap?" Dengan cepat, Ten yang masih dalam mode penyamaran membuka pintu dengan kunci kartu, masuk dengan cepat, menutupnya kembali dan menutupi kamera yang ada di ruangan itu dengan plester. Kamu yang tidak fokus dengan keadaan sekitar, hanya terus menunduk, tidak menyadari kehadiran Ten yang mencoba membuka borgolmu yang bersandi.


"Nol lima, ah, terlalu mudah," ia berhasil membukanya dan kau baru menyadari kehadirannya.


"T-Ten? Sejak kapan?" kamu menanyainya dengan suara yang gemetaran.


"Sejak tadi, tenang, aku akan mengeluarkanmu," dia kini sibuk mengoleskan alkohol yang ada di sana untuk melepas infusmu.


"Bagaimana bisa keluar ... kamu?" tanyamu.


"Penjaganya saja yang terlalu bodoh. Nah, selesai," ia menutup bekas jarum di tanganmu dengan kapas yang ditetesi obat merah dan direkatkan dengan plester.


"Selesai, ah, kamu dingin sekali," Ten memberikan rompi penjaga padamu, "Ini memang hanya rompi tapi bisa menghangatkan sampai ruangan selanjutnya. Kakimu juga belum sembuh ... naik ke punggungku, cepat." Tidak ada waktu untuk meragu, kamu memakai rompi itu dan naik ke punggung pria itu. Kini kamu berhasil melarikan diri dengan bantuan Ten. Kalian bergerak menuju ruangan selanjutnya, 1011.


Karena tidak tampak terikat sesuatu atau diawasi dengan kamera, Ten langsung membuka ruangan itu dengan kartu. Kun yang terkejut secara tiba-tiba menerbangkan pecahan-pecahan kaca itu ke arah kalian.


Sebelum itu menyerang kalian Ten berkata, "Kun ge! Ini kami, ayo keluar. Pertanyaan dilayani di pelarian." Kun pun mengurungkan serangannya dan mengikuti pelarian kalian.


"Ke mana selanjutnya?" tanya Ten pada Kun yang sekarang memegang peta.


"Ruang 111." Sesampainya di sana, Ten menurunkanmu dengan hati-hati dan meminta Kun memegangimu.


"Aku harus mematikan kamera di ruangan Winwin," katanya sebelum masuk dan menghilang. Ia melakukan semuanya dengan cepat karena kelincahannya yang lebih dari manusia biasa.


"Winwin, kau bisa menggunakan kekuatanmu. Satu kapsul tidak berpengaruh banyak," kata Ten yang kini memperlihatkan diri. Winwin pun mengerahkan kekuatannya untuk memutus semua rantai yang melilitnya.


"Itu bagus,aku juga perlu bantuan dengan tamu manusia kita ...  dia ada di sini dan kita tahu 'kan dia tak mungkin berlari?" tambah Ten.


"Aku paham apa yang harus kulakukan."


Kini kamu berada di gendongan Winwin, juga memakai jaket yang sebelumnya melekat di badannya. Membawamu di punggungnya tidak mempengaruhi pergerakannya, ia bisa bergerak secepat yang lain karena memang kekuatannya yang lebih dari manusia biasa dan mutan lainnya. Ten berlari dengan lincah dan membuka ruang 10100. Di sana Lucas. Dia memang tidak terikat atau diawasi hanya saja ada yang ganjil.


"Sayapmu ... apa mereka mengambilnya? Luka itu," kamu langsung menanyakannya.


"Ya dan ini sakit. Tetapi, sebentar lagi ini akan tumbuh kembali," jawabnya sambil berlari. Kalian meneruskan pelarian ke ruang 1000.


Begitu Ten membuka pintunya, Xiao Jun keluar dengan terengah-engah dan banjir peluh.


"Ruangan itu sungguh panas. Aku perlu waktu untuk mengembalikan kekuatanku," katanya sambil memggertakkan gigi karena marah.


Perjalanan berlanjut ke ruang 101100 yang dihuni oleh Hendery. Ia tampak basah kuyup begitu keluar.


"Mereka sepertinya menguji kemampuan adaptasiku dan ... aku membawa satu teman baru," cerita Hendery sambil berlari, di samping badannya ada kupu-kupu putih besar mengikutinya. Ia menggunakan kemampuan manipulasi hewan agar kupu-kupu itu menurutinya.


"Baiklah, semoga dia bisa membantu," balas Kun. Ruangan terujung adalah 10110, milik Yangyang. Ia yang tadinya sibuk mencoret-coret dinding kini berlari ke arah kalian sambil tertawa, namun tawanya berhenti ketika melihatmu.


"Sedang apa kau di sini?" tanyanya.


"Mana kutahu?" jawabmu singkat, karena kau juga tidak tahu. Begitu kalian keluar dari lobi penjara, alarm baru berbunyi sehingga ketika kalian sudah berlari lumayan jauh, penjaga lain baru mengejar.


"Ada sedikit plot hole di sini. Tetapi, tak masalah, ayo lawan mereka," Ten yang bersemangat langsung menghilang dan menghajar beberapa penjaga. Kun yang dikelilingi 4 penjaga memejamkan mata, beberapa pecahan kaca datang dari lobi penjara dan langsung menusuk penjaga itu tepat di mata, jantung, atau bagian nadi. Winwin yang sudah menurunkanmu melempar meja logam ke arah penjaga bagai melempar bola bowling ke pinnya.


Lucas kini berusaha menumbuhkan sayapnya dan ketika itu berhasil terkembang, ia segera menyambar salah satu penjaga dan melemparkannya tanpa ampun. Dengan bantuan kupu-kupu putih, Hendery berhasil mendatangkan segala serangga yang ada di tempat itu dan mengerahkannya untuk menggigit semua penjaga yang ada. Kekuatan Xiao Jun telah kembali dan ia membungkus dirinya dengan es juga mengubah peluru yang datang padanya menjadi es, lalu meremukkannya. Kamu dan Yangyang kini terpojok bersama. Empat penjaga dengan flamethrower mengepung kalian.


"Bocah-bocah ini tidak bisa kabur lagi," salah satu dari mereka menggertak. Kamu yang mundur perlahan berpegangan erat pada Yangyang karena tidak dapat berjalan dengan benar. Yangyang tertawa makin kencang dan kamu tahu dia ketakutan.


"Anak ini mengejek ya?" salah satu penjaga menodongkan pistol flamethrower-nya ke Yangyang.


"Jangan!" kamu menghalanginya dengan kedua telapak tanganmu. Api ditembakkan, anehnya kamu tidak terbakar sedikitpun.


"Yangyang, menjauhlah," kamu mengatakan itu karena merasa ada sesuatu yang aneh. Benar saja! Tak lama setelah Yangyang menjauhimu, kamu mengembalikan api itu dan membakar para penjaga. Penjaga lain pun mendekat. Yangyang yang kini dekat dengan saklar lampu segera mematikan semua sumber pencahayaan di ruang itu. Dengan pengelihatannya yang seperti ular, ia menyerang para penjaga dengan memukuli mereka secara membabi-buta.


Ketika lampu kembali dinyalakan, dua orang kembali mendatangimu dan menembakkan icethrower, "Kalau kekuatanmu api maka seharusnya es bisa melemahkan."


Kamu menyilangkan tangan di depan wajah, sekali lagi apa yang dilemparkan kepadamu, akan kembali menyerang si pelempar. Es itu membekukan dua penjaga. Saat kamu masih kagum-kagumnya dengan kekuatanmu, suatu suara di kepalamu menegur untuk berhenti. Suara pria, namun bukan Kun.


'Berhenti dan ikuti aku! Aku sudah menunda alarm untuk kalian.'


Di saat yang bersamaan, para penyerang kalian langsung roboh dan kamu melihat seorang pria yang memakai jubah kulit hitam di satu pintu keluar. Mutan-mutan lain juga menatapnya dengan bahagia. Setelah mengamati beberapa menit barulah kamu ingat itu adalah Professor Kangta.


"Dia kembali, wah, aku tidak percaya. Ayo ikuti beliau," Yangyang sedikit mengeluarkan air mata dan merangkulmu agar bisa berjalan mengikuti mutan-mutan yang lain.


Kalian berjalan menuju sebuah hangar dan melihat sebuah helikopter Agusta Westland AW139 berdiri dengan gagah di sana.


"Aku akan menggunakan helikopter ini bersama anak-anakku. Buka landasannya," entah apa yang ia lakukan, penjaga hangar sama sekali tidak menolak permintaan Kangta. Dua orang, pria dan wanita itu bekerja dengan komputer untuk membuka landasan.


"Silakan naik terlebih dahulu," ucap penjaga yang wanita.


"Terima kasih. Anak-anak, ayo naik. Kun, jadilah co-pilot bersamaku," dengan itu, Kun dan Kangta duduk bersebelahan di depan berbagai panel kontrol helikopter. Sisa 7 kalian duduk di 7 dari 12 kursi yang tersedia. Winwin membantumu duduk terlebih dahulu, barulah Lucas masuk dengan melipat sayapnya. Setelah semua sudah dipastikan ada di dalam, Kangta bekerja sama dengan Kun untuk menerbangkan helikopter tersebut.


Landasan naik ke atas, kalian selama ini berada di bawah laut lepas dan kamu akan mengingat fakta ini. Begitu sampai di permukaan dengan cuaca yang tidak terlalu baik, kalian tetap melarikan diri.


"Kita akan terbang pulang, aku tahu kalian butuh penjelasan tentang diriku dan diriku butuh penjelasan tentang mutan level pertama yang bersama kalian itu. Kita akan membicarakannya di V-Mansion," ucap Kangta sambil terus berfokus menerbangkan helikopter itu. Perjalanannya cukup lama walau pun sudah bergerak dengan kecepatan tinggi, namun kalian sampai dengan selamat. Begitu mendarat, Kangta merapalkan semacam mantera dan menyelubungi seluruh mansion agar tak terlihat.


"Jadi kau adalah manusia sebelum dibawa ke Underworld, ya? Menarik. Mereka menginginkan terwujudnya 'no more mutants' ironisnya mereka malah menambahnya, 'now more mutants'. Menurutku itu karena obat yang seharusnya digunakan untuk mengunci kekuatan mutan diberikan dalam dosis tinggi berhari-hari padamu, mutasi kimiawi. Jika diberikan pada manusia maka kamu jadi bisa memantulkan serangan apa pun, baik dari senjata mau pun mutan. Ada baiknya kau tinggal di sini sampai dunia kembali menerima mutan," Kangta menganggukkan kepala dan memberi saran setelah kamu dan 7 mutan lain bercerita soal dirimu.


"Apa boleh?" tanyamu kebingungan.


"Beliau yang bilang sendiri, tentu boleh," sahut Lucas.


"Kau sangat diterima di sini," tambah Kun.


"Baiklah, lagi pula aku sudah tidak punya tempat tinggal," terimamu.


"Karena kami sudah bercerita, sekarang giliran Anda, Prof!" sahut Hendery.


Kangta menghela napas.


"Ceritaku cukup panjang. Jadi ...." Kalian memasang telinga, siap mendengarkan cerita Professor Kangta. Begitu juga dirimu yang kini menjadi bagian dari V-Mansion.