Dream Is An Alternate Universe

Dream Is An Alternate Universe
The Snap Effect



2018 in MCU! SuperM (Kisah terbentuknya SuperM jika semesta kita adalah semesta sinematik Marvel, bukan kisah sesungguhnya⚠️)


SM Creative Staff! Pembaca


Sibling! Lee Jeno NCT Dream


Producer! Lee Sooman (juga pendiri SM Entertainment)


(Mengandung beberapa istilah yang ada di Marvel Cinematic Universe)


Sebuah semesta alternatif dimulai!



🎶


We'll rise up from the madness


Like a, phoenix from the ashes


(Super M - Better Days)


🎶


Hari berlalu cepat semenjak kamu melihat saudaramu, Lee Jeno, menjadi abu di depan matamu. Ia menemuimu di Cafè SMTown setelah rekaman. Sayangnya, pertemuan itu malah menjadi trauma tersendiri bagimu. Seakan kesakitan itu belum cukup, kedua orang tuamu juga menghilang. Bukan hanya kamu, jutaan orang di semesta ini mengalami hal yang sama. Ini semua karena Alien Ubi Ungu Rasaksa itu, begitulah kamu menyebut Thanos, dan obsesinya dengan keseimbangan semesta.


Tidak, hidupmu tidak akan seimbang tanpa adanya saudara dan juga pekerjaanmu.


SM Entertainment, tempatmu bekerja juga harus merugi karena kehilangan banyak artis serta pekerja dalam snap, begitulah berita mengabarkan soal efek jentikan jari si Ubi Ungu Rasaksa. Dari semua artis yang ada, hanya 7 orang yang bertahan. Itu karena jentikan jarinya menghilangkan setengah populasi semesta dengan acak. Bagaimana pun juga, industri musik harus terus berjalan demi memenuhi kebutuhan semua orang yang berkecimpung di dalamnya. Maka hari ini, setelah bersedih dua minggu lamanya, kamu pergi ke kantor SM Entertainment untuk mendiskusikan rencana darurat.


"Sebelumnya saya meminta maaf karena kalian harus datang untuk rapat kerja di tengah suasana mencekam ini. Seperti yang kita tahu, banyak artis dan staff yang menghilang sebagai efek dari Infinity Stones yang dijentikkan oleh Alien Ubi Ungu itu, maksud saya Thanos. Saya turut prihatin atas kejadian ini," Lee Sooman memulai rapat dan menghela napas. Rapat pun hening beberapa menit karena ini semua terasa berat bagi kalian yang tersisa.


"Namun, kehidupan kita harus terus berlanjut karena sejatinya tidak ada yang tahu apakah mereka bisa kembali atau yang terburuk ... ah, saya tidak bisa bilang," Lee Sooman kembali terdiam, tampak tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Sementara kamu berusaha menahan tangis karena mengingat semua yang terjadi dua minggu lalu.


"Pada intinya, karena yang tersisa hanyalah seorang member SHINee, dua member EXO, empat dari NCT 2018. Saya punya satu plan yang pas dan sepertinya perlu dikerjakan lebih awal, setelah jadwal-jadwal utama yang masih bisa kita kerjakan, jika kita tidak mau jatuh. Ini soal bertahan hidup dan tidak ada pilihan lain," pria yang umurnya melebihi setengah abad itu menaruh sebuah buku rancangannya di atas meja," kita akan mempercepat proyek Super Group ini. Tahun depan, kuarter awal, mulai setidaknya photo shoot. Tidak perlu terlalu cepat, kalian harus memulihkan diri juga. Saya akan berbicara dengan para artis, kapan mereka siap, kita juga sudah siap dengan rancangannya."


Rapat selesai cukup cepat, hari itu kamu duduk di kursi kafè yang sama dengan dua minggu lalu. Bahkan kamu memesan menu yang sama untuk dua orang. Pikiranmu sudah terlalu kacau untuk sekadar hidup, bagaimana bisa memikirkan pekerjaan?


Karena suasana kafè yang sepi sangat mendukung suasana hatimu, jadilah kamu menangis di tempat itu sejadi-jadinya tanpa mempedulikan tanggapan staff bagian kafe.


"Semua ini pasti berat," suara berwibawa yang kamu kenali sebagai Produser Lee Sooman membuatmu menarik kembali air matamu dan mencoba menatap beliau.


"Tidak apa, menangislah. Ini semua memang berat," ia duduk di depanmu dan menghela napas.


"Tidak, Ssaem. Saya menangis karena saya membeli dua gelas susu cokelat dan tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan gelas yang satunya," kilahmu asal namun tetap mencoba terlihat sopan.


"Hei, jangan membuat alasan yang tidak masuk akal, Nak. Kalau memang masih merasa sulit kamu tidak diwajibkan datang kemari. Kami tetap akan membayar setiap staff yang masih ada meski tidak berangkat setiap hari," balasnya dengan tenang.


"Bukan uang masalahnya, Ssaem. Segalanya terasa kosong kalau saya tidak kembali bekerja seperti semula, namun ... saat saya mencoba menjadi normal ... sekitar saya benar-benar tidak normal. Tetapi di saat yang bersamaan, saya tidak ingin terlarut dalam kesedihan. Ah, saya tidak tahu. Segalanya terasa salah," kali ini kamu sudah tidak dapat menatap atasanmu itu karena air mata kembali turun.


"Saya juga merasakan itu saat akan menggelar rapat ini. Semuanya terasa salah ... aku juga tidak tahu harus bagaimana dengan orang-orang yang menjadi debu ... mereka hidup, namun tiada wujudnya ... ah, astaga," kini Lee Sooman yang giliran menghapus air mata. Ini memang pukulan terbesar bagi umat manusia dan tentunya perusahaan kalian. Kehilangan orang yang tidak dapat dianggap ada, namun juga tidak dapat dibilang tiada.


"Bagaimanapun ... kehidupan harus berjalan, Ssaem. Artis yang tersisa, bagaimana kabar mereka? Lalu rencana debut WayV di awal tahun, comeback Taemin, serta debut solo Baekhyun, apakah akan tetap jalan? Terlebih, dua member WayV menghilang," kamu membahas soal para artis.


"Jelas terpukul. Proyek yang kugagas tadi dalam rapat sepertinya tidak akan terwujud tahun ini. Comeback solo Taemin dan debut Baekhyun tidak mungkin ditunda, semuanya sudah pada jadwal, lagi pula, mereka sudah setuju untuk melanjutkan, begitu yang saya tahu dari para pengurus. Untuk WayV, bagaimana pun juga, debutnya mereka tinggal dirilis. Itu harus berjalan, ah, Kun dan Winwin yang malang. Kalian semua butuh waktu untuk menerima ini, begitu juga dengan saya," balas Sooman masih dengan nada yang murung.


"Jika waktunya tiba, kita akan bangkit lagi seperti phoenix dari tumpukan debu," katamu yang mendapatkan semangat tiba-tiba. Hal spontan itu membuat Produser Lee tertawa kecil.


"Itu kalimat yang bagus. Kau memang tim kreatif sejati, benar-benar kreatif. Tingkahmu membuatku mulai rindu dengan Yunho, Siwon, Minho, dan Suho yang suka berkumpul bersama. Ah, sudahlah, intinya ambil waktumu untuk istirahat sampai kau siap, Nak. Kita berkomunikasi lewat ponsel jika kau belum siap berjalan lagi, tak apa," atasanmu itu hendak beranjak saat kamu menawarkan minuman yang kau pesan dua gelas itu.


"Ssaem mau susu cokelat yang saya pesan dobel ini? Anggap saja sebagai ucapan terima kasih sudah menghibur saya."


"Terima kasih, aku akan membayar pesananmu, Nak."


Setelah pertemuan kemarin, kamu perlahan bangkit dan kembali mengumpulkan ide-ide yang mungkin terlintas untuk proyek dadakan ini. Diam-diam kamu selalu berharap agar ada cara untuk mengembalikan saudaramu itu. Begitu kalian di minta berkumpul lagi untuk membahas konsep dan tagline untuk Super Group kalian, kamu sudah siap dengan banyak ide-ide baru yang segar.


"Aku melakukan ini demi keluargaku. Aku harus bisa hidup sampai kalian kembali. Entah kapan itu akan terjadi," monologmu sebelum masuk ke ruangan rapat sekali lagi. Sepanjang rapat, yang kamu dapat adalah, rancangan awal grup super ini adalah super hero yang punya berbagai kemampuan. Karena di dalamnya ada member EXO yang tadinya sudah memakai konsep ekstraterestrial dan punya kekuatan-kekuatan. SHINee pernah memakai konsep kekuatan beberapa kali dalam konsernya. Lalu NCT 127 dan lagunya Superhuman. Ten yang sebelumnya sudah debut di NCT U dengan 'The 7th Sense' dan Lucas yang debut dengan 'Boss', sesuatu kuat. Rencana awalnya juga, SuperM menjadi pillar untuk mewujudkan secara official suatu semesta musik, seperti sebuah film. Kamu tampak puas dengan keterikatan itu, super hero yang seperti diambil dari latar belakang berbeda.


"Namanya SuperM, huruf "M" dalam nama SuperM bisa dijabarkan menjadi kata Matrix dan Master, karena setiap anggota sudah menjadi bintang besar di grup mereka sendiri. Hanya saja, kita belum mendapat tagline yang tepat untuk ketujuh member kita, Taemin dari SHINee, Baekhyun dan Kai dari EXO, serta Taeyong, Ten, Mark dan Lucas dari NCT. Saya meminta saran kalian, presentasikan saja ide kalian di papan tulis ini," Lee Sooman memulai diskusi di antara kalian, tim kreatif yang tersisa, 10 orang.


Satu persatu dari mereka memberikan idenya, begitu juga dirimu. Kamu memilih frasa "We Are The Future" yang diambil dari judul lagu H.O.T, boy grup pertama SM, yang dirilis dalam album 'Wolf and Sheep' pada tahun 1997. Juga menurutmu, frasa ini menggambarkan posisi SuperM sebagai masa depan SM dan industri K-pop. Lagi pula, frasa ini simpel dan tidak sulit diingat.


Lee Sooman tampak menyukai ide itu. Frasa lainnya yang menarik perhatian beliau adalah 'Avengers of K-pop', namun kamu terlalu senang dengan itu. Bagimu Avengers telah gagal melindungi Bumi dan seluruh semesta. Mereka memang hebat, akan tetapi tidak untuk saat ini, nama itu terlalu beresiko.


"Baiklah, pertimbangan saya lebih menyukai tagline 'We Are The Future'. Nama Avengers yang kini telah dianggap gagal oleh beberapa warga terlalu sensitif untuk dipakai, meski secara filosofis memang bagus. Baiklah, saya akan mendiskusikan ini dengan mereka. Rapat ditutup dengan kesimpulan nama grup adalah SuperM dengan tagline 'We Are The Future'." Rapat hari itu ditutup. Saat kamu keluar dari gedung kantor, salju pertama turun.


"Ayah, Ibu, Jeno ... hari ini salju pertama turun dan aku membuat kontribusi lumayan besar. Andai kalian melihat ini," kamu menatap langit, berharap mereka tersembunyi di sana.


"Ketua Tim Kreatif, apa Anda puas? Kami benar-benar keren bukan?" celetuk Baekhyun ketika kamu memonitor hasil rekaman teaser mereka. Ah, ya, kini kamu naik pangkat, untuk menggantikan ketua sebelumnya yang menghilang. Meski sementara, harapanmu begitu, kamu melakukan yang terbaik dan membuat orang yang telah mempercayakan jabatan ini kepadamu tidak kecewa.


"Kalian memang keren. Dunia mengakuinya. Debut solo Anda keren. Hannam dong UN Village hill~ yeah~" jawabmu dengan sedikit tawa dan menyanyikan lagu Baekhyun, "Saya menyukai itu dan 'Psycho'. Kerja bagus."


"Seperti yang diharapkan, Ketua Tim memang punya selera musik yang bagus."


"Ketua Tim Kreatif, jangan terlalu lama menatap monitor. Kami sudah membelikan minuman kesukaan Anda, jangan dianggurkan minuman itu," tambah Lucas sambil tersenyum padamu.


"Terima kasih banyak. Bagaimana debut Anda di WayV bersama Ten dan member-member baru?" kamu berusaha tidak membuat percakapan menjadi canggung.


"Tentu saja saya neomu happy, tetapi juga neomu sad karena Kun-ge dan Winwin-ge yang seharusnya ada bersama kami menghilang karena snap," Lucas menghela napas, saat yang tepat, Ten datang dan meraih pundak Lucas.


"Itu sesuatu yang benar-benar di luar kendali ... Snap Thanos. Tetapi, kita harus terus berdiri kuat agar tidak terjatuh," sahut Ten.


"Yah, kalian benar. Saya juga senang melihat kalian kembali aktif sebagai penyanyi. Itu membuat saya merindukan Jeno," jawabmu dengan menyunggingkan senyuman.


"Mereka semua akan kembali, hanya kita tidak tahu kapan," sambung Taeyong.


"Seandainya aku bisa melakukan sesuatu," Mark menunduk dan mendengus.


"Kita harus melakukan apa yang bisa kita lakukan dengan bertahan hidup. Juga saya berharap mereka kembali," Taemin mendekat dan menyambung pembicaraan kalian, "Eh, Ketua Tim Kreatif, silakan minum dulu."


"Semoga keinginan kita terwujud. Omong-omong, 'Truth' bagus, saya suka lagu itu. Lalu di musik video 'Want' itu ... wah, Anda sangat berani dengan ular-ular tersebut," kamu kini memberi pujian pada Taemin sebelum meminum minuman kesukaanmu yang telah kau anggurkan beberapa jam di meja.


"Kalian ini malah menggoda Ketua Tim Kreatif," Produser Lee Sooman mendatangi set syuting kalian.


"Ssaem!" mereka mengeroyok Sooman seperti anak TK. Catatan, Baekhyun, si kapten grup, yang memulai kebiasaan ini sehingga yang lain mengikuti. Kamu hanya tertawa melihat itu.


Bulan berikutnya, setelah semua rekaman untuk album debut kalian berangkat ke Dubai untuk melakukan syuting musik video. Kamu mengawasi kerja mereka bersama direktor musik video berbekal storyboard yang dibuat oleh tim produksi.


"Ketua Tim Kreatif! Apa Anda tidak kepanasan?" tanpa aba-aba, Taemin yang sedang duduk di sebelahmu secara iseng mengipasi dirimu yang berdiri di luar payung. Hari ini adalah hari di mana kalian mengambil bagian tarian solo Taemin yang berlatarkan gedung-gedung Dubai.


"Jangan khawatirkan saya, Taemin-ssi. Sebagai staff, ini biasa terjadi ... aku pikir," katamu menegaskan kalau kau baik-baik saja bekerja seperti ini. Padahal, ini baru pertama kamu merasakan panasnya Dubai karena saat SM Town in Dubai, kamu tidak ikut.


"Tidak ada staff yang wajahnya semerah Anda. Minumlah," Taemin menyerahkan botol air mineral kepadamu.


"Wah, terima kasih banyak, Taemin-ssi."


"Jangan lupa minum semuanya, kalian harus tetap sehat," pesan Taemin pada semua staff yang ada di sana.


Kejadian tak jauh berbeda ada ketika kamu meninjau set yang digunakan untuk mengambil bagian individual Kai pada hari lain. Pria itu tampak memastikan para staff tidak melewatkan makan.


"Kai-ssi, Anda juga jangan lupa makan," kini giliran kamu yang mengingatkan Kai untuk makan.


"Saya tidak akan lupa dengan jadwal makan, terima kasih!" Kai tertawa kecil. Staff dan artis kini saling menjaga karena jumlahnya benar-benar sedikit. Kalian menjadi seperti keluarga kecil.


Kini kalian mengambil gambar bersama di sebuah jalan tengah gurun saat hari terakhir. Kamu mengawasi mereka dengan sungguh-sungguh. Sekali lagi, mereka memanglah 'Master' dan 'Matrix', semangat kerja mereka tinggi dan tak banyak mengeluh demi mencapai rekaman yang sempurna. Begitu semua gambar telah selesai didapat, mereka berterima kasih berkali-kali dengan wajah sumringah. Tentu, siapa yang tidak senang kalau pekerjaan sudah selesai?


Setelah perjalan panjang itu kamu tetap memantau pembuatan video musik bersama tim produksi sampai hari rilis dan debut mereka, kamu terus mengawal itu. Mereka mengadakan konferensi pers dan juga nonton bareng musik video saat jam rilisnya. Inilah proyek pertamamu mengurus sebuah debut, rasanya seperti mempunyai anak dan itu adalah SuperM. Tentunya kamu terharu saat melihat hasil kerja keras dan tahan banting orang-orang yang terlibat dalam proyek ini.


"Ayah, Ibu, Jeno, seandainya kalian di sini ... aku tidak tahu ke mana Infinity Stones itu membawa kalian, hanya saja ... kerja kerasku terbayarkan hari ini, melihat para fans bahagia, begitu juga member SuperM yang berasal dari latar belakang berbeda juga para staff di balik layar," mereka tersenyum bersama dirimu.


Empat tahun kemudian, 2023 ....


Kamu berniat menenangkan diri dari pusingnya menyusun tema musik video antar grup dan solois agar cerita mereka tidak terputus sebagai lanjutan konsep Culture Universe yang digagas oleh Produser Lee Sooman. Memang itu pekerjaan yang seru, namun memerlukan kecerdikan. Saat kamu berjalan menuju kafè, tiba-tiba orang-orang yang tadinya terdampak Snap Thanos kembali dari debu. Melihat itu, kamu segera berlari ke Cafè SMTown dan mendatangi meja yang kamu datangi bersama saudaramu, Lee Jeno, 5 tahun yang lalu.


Benar saja, di kursi dan meja yang sama, saudaramu duduk di situ kebingungan.


"Lee Jeno!" dengan cepat kamu memeluk saudaramu itu, "Astaga, aku tidak menyangka. Ini benar kamu?"


"Tentu saja, aku bukanlah hologram atau semacamnya. Tunggu, berapa lama aku menghilang. Lima menit?" tanyanya dengan nada kebingungan.


"Lima tahun, Jeno, lima tahun! Aku hampir saja kehilangan akal kalau Produser Lee Sooman tidak mengajakku bicara saat itu," katamu dengan kerinduan yang membuncah.


"Wah, aku harus berterima kasih pada orang-orang yang sudah menjaga saudaraku dengan baik ... selama itu. Wah, benar-benar. Tapi, karena baru saja kembali ... bisakah aku meminta susu cokelatku yang belum sempat aku minum kemarin?" Jeno meminta minuman itu padamu.


"Apa pun untukmu yang baru kembali, juga kedua orang tua kita," kamu menyetujui dengan ringan.


"Apa pun? Berarti termasuk semua gedung SM Entertainment?" canda Jeno.


"Ralat. Apapun yang bisa aku beli. Jadi, itu tidak termasuk. Mau macaron?" kamu menawarkan Jeno hal lain.


"Tentu! Oh, setelah ini jelaskan semua yang terjadi selama 5 tahun ini."


Hari itu kamu pulang ke rumah bersama saudaramu, Lee Jeno dan kehidupanmu kembali lengkap. Kedua orang tua kalian juga sudah kembali. Akan tetapi, dunia kehilangan sosok Tony Stark, sang Iron Man yang mengorbankan diri untuk mengembalikan orang-orang yang terdampak Snap Thanos. Para pahlawan super pun kembali mendapat kepercayaan warga dunia.