Dream Is An Alternate Universe

Dream Is An Alternate Universe
Save Us



Police! Donghae dan Siwon Super Junior


Police Undercover! Changmin TVXQ dan Pembaca


Gifted person! Pembaca


(+Ok Taecyeon 2PM sebagai Polisi Dalam Penyamaran, Oh Taecyeon)


⚠️ Warning! Aliran sesat Gunseowon hanya ada di drama Save Me


(Terinspirasi dari mimpi yang seperti Save Me, dengan cerita yang sedikit berbeda)


Sebuah semesta alternatif dimulai sekarang!



🎶


But the more you reveal the truth, the more it becomes a sin


(Hallucination - The Vane [OST Save Me])


🎶


"Mencurigakan. Organisasi ini benar-benar mencurigakan. Banyak yang ditutupi dari situ. Susah untuk ditembus kecuali terjerumus terlalu dalam," Choi Siwon, pimpinan tim kejahatan intelektual menggeram ditengah presentasinya tentang suatu aliran sesat yang diduga melakukan penipuan besar-besaran dan menyangkut beberapa politisi.


"Terjerumus terlalu dalam, itu artinya harus jadi bagian mereka. Itu terlalu berbahaya. Kita tidak tahu apa yang terjadi dibalik tembok itu. Jika hanya dilihat dari luar pun semuanya terasa baik-baik saja," Shim Changmin menanggapi dengan serius, "Kita tidak tahu apa yang harus kita harapkan jika hanya menjadi orang luar. Hanya saja ... jika ada cara yang lebih mudah seperti menyandung mereka dan bukannya mengirim salah satu dari kita untuk menyamar."


"Ini bukan pekerjaan yang sulit. Hanya kumpulkan data yang diperoleh dari seorang polisi yang sudah lama menyamar di sana dan nantinya kita buka semua data itu," tambah Choi Siwon sekalian menanggapi kawannya.


"Mengumpulkan data? Aku bisa melakukan itu," kamu mengajukan diri, "aku akan menyamar."


"Tunggu, apa? Mengapa kau tiba-tiba?" Shim Changmin terkejut mendengar kamu mengajukan diri.


"Mereka tidak terduga, apa kau bisa menangani ini?" Lee Donghae meragukanmu.


"Sebaiknya kamu jangan main-main. Ini kasus yang sangat serius," Choi Siwon memperingatkanmu.


"Aku punya sesuatu yang bisa membantu memecahkan kasus yang tertutup. Senior sekalian masih ingat kasus penipuan properti kosong. Orang-orang tidak bisa berbohong padaku," kamu meyakinkan mereka kalau ada kelebihan tersembunyi yang tersimpan di dirimu.


"Kau ini cenayang atau polisi, sih? Mana ada orang bisa membaca pikiran orang lain?" Shim Changmin mendebat pernyataanmu.


"Aku percaya, aku percaya. Hanya saja, aku akan ikut dengannya. Aku akan mengawasi anak ini," jawab senior Lee dengan cepat.


"Aku tidak percaya kau mempercayai itu, petugas Lee," protes Changmin.


"Baiklah, aku akan mengutus kalian berdua untuk masuk ke sana dan mendekati polisi itu. Hanya saja, jangan pergi terlalu jauh. Aku akan memberikan berkas penyamaran dia dan memberikan identitas palsu untuk kalian pakai di tengah-tengah mereka," Siwon yang tampak tidak ambil pusing menyetujui usulanmu dan Donghae untuk pergi ke sana, sementara Changmin hanya bisa menggelengkan kepala.


"Kau juga mempercayai dia?" tanya Changmin saat istirahat dan meminum kopi bersama Siwon. Kau dan Donghae sedang mempelajari lebih lanjut tentang orang yang akan kalian temui di organisasi eksklusif tersebut.


"Akui saja, kau bahkan tidak seberani dia untuk mengajukan diri. Lebih baik kita mempersiapkan bagian kita," Siwon tersenyum menanggapi itu dan mengangkat gelas kopinya. Sementara itu, kamu dan senior Lee membahas soal organisasi yang kalian curigai.


"Jadi mereka berkedok sebagai suatu organisasi yang mengatasnamakan suatu agama padahal praktiknya sesat? Itu menarik. Lalu penipuannya ... hmm ....," kamu membaca kertas itu, "Penipuan klasik. Sumbangan untuk memperkaya diri. Pelapornya sangat berani keluar dari sana. Apakah dia aman?"


"Sangat aman. Nah, kita hanya harus pura-pura tertarik dan menerima apa pun yang mereka katakan meskipun itu omong kosong. Tujuan kita hanya bertemu Taecyeon yang sedang menyamar. Lusa mereka akan mencoba menarik simpati dengan mengadakan bagi-bagi makanan gratis di panti asuhan. Mereka sudah lama diintai dan saksi memberikan kekuatan soal ini. Sore ini kita akan melamar menjadi pengasuh panti asuhan tersebut. Ini identitasmu, dipelajari dengan benar, jangan sampai membocorkan nama aslimu," senior Lee memberi sebuah map kuning berisi beberapa identitas yang harus kau ingat.


"Terima kasih."


"Ini salinan soal orang itu. Katanya dia mendapat kepercayaan lumayan sekarang. Jadi, Taecyeon akan ikut dalam aksi seperti ini. Ini makin mempermudah kita," tambah seniormu.


"Saya mengerti, senior Lee."


"Ehm, lalu aku penasaran. Apa kamu benar-benar bisa membaca isi kepala orang?" Lee Donghae memelankan volume suaranya.


"Itu tergantung apa yang Anda ingin percayai, senior Lee," jawabmu sambil tetap mempelajari identitas barumu dan organisasi itu.


"Coba baca pikiranku," senior Lee mengetes kemampuanmu itu. Dengan segera kamu menatap balik matanya dan mendapatkan suara pikirannya.


" 'Ah, aku sangat lapar dan ingin makan sesuatu selain jajangmyeon.' Senior Lee, Anda selalu lapar sepertinya," katamu menyampaikan apa yang telah kau dengar.


"Wah itu akurat. Hei, aku sudah membuat persona keren dan tidak bilang siapapun soal rasa lapar. Apa selama ini ...."


"Maaf, selama ini saya tidak sengaja mendengar suara kepala Anda. Mungkin setelah kita berhasil menyelesaikan misi ini, kita mampir ke restoran langganan saya. Tidak ada jajangmyeon di sana," sahutmu dengan nada ceria setelah sebelum-sebelumnya serius.


"Penawaran yang bagus. Baiklah, sudah siap dengan identitas buatanmu?" tanyanya.


"Saya Lee Yonghae, adik dari Lee Donghwa, ingin melamar pekerjaan di panti asuhan ini bersama kakak saya," kamu mencoba skenario melamar pekerjaan.


"Kalau begitu saya, Lee Donghwa, kakak dari Lee Yonghae. Juga ingin melamar pekerjaan di tempat ini. Kami bisa mengerjakan apa pun termasuk mengurus anak-anak," sahut seniormu itu, "Wah, sepertinya kita bisa langsung melamar pekerjaan lewat telepon agar tempatnya tidak diambil orang."


"Baik, saya akan menelepon," kamu menelepon nomor panti asuhan yang tertera di kolom lowongan kerja sebuah koran. Singkat cerita, sore itu kalian di terima untuk melakukan wawancara, cek data, juga uji coba di panti asuhan tersebut.


"Bagus, sejauh ini kita berada di jalur," senyuman terkembang di wajah seniormu.


"Kita bisa melakukanya. Semangat tim kita!"


"Wah, mereka tampak cocok seperti kakak adik sungguhan yang siap mengacaukan sesuatu," Changmin yang melihat dari jauh mengomentari kalian yang terlihat dekat.


"Sepertinya mereka memang cocok dengan peran yang kita berikan. Aku harap tidak ada kekacauan," balas Siwon sambil menyesap kopinya.


Keesokan paginya, sesuai janji, kalian datang bersamaan ke panti asuhan dengan menaiki bis kota. Kau dan senior Lee langsung menemui pemilik panti asuhan.


"Oh, jadi ini Lee bersaudara yang melamar kemarin sore? Wah, kalian masih muda dan menjanjikan. Akan tetapi, apakah kalian memiliki kesabaran? Di sini banyak anak-anak," kata ibu pemilik panti.


"Yah, mungkin kami punya," jawabmu tidak yakin. Kamu tidak sering berhadapan dengan anak-anak.


"Saya suka bersama anak-anak," balas seniormu itu senang. Kalian mengikuti ibu pemilik panti ke ruang bermain anak-anak. Baru kali ini kamu melihat anak-anak sebanyak ini, bahkan lebih banyak dari sebuah taman kanak-kanak.


"Anak-anak, perhatian," mereka tampak menuruti perintah ibu panti untuk memperhatikan, "Ini pengasuh baru kalian."


"Hai semua! Aku Lee Donghwa. Kalian bisa memanggilku cukup dengan oppa atau hyung. Aku kakak kalian semua di sini," seniormu mulai dengan ramah seperti sudah terbiasa dengan anak-anak. Apa dia sudah memiliki anak? Kamu mulai bertanya-tanya.


"Halo anak-anak! Aku Lee Yonghae. Aku juga kakak kalian mulai saat ini," kamu mengikuti gaya berkenalan senior Lee.


"Halo," mereka semua menyapa balik kalian dengan manis.


"Kalian baik-baiklah dengan mereka. Sebentar lagi makan siang. Ini tugas pertama kalian untuk mengumpulkan mereka di meja makan ruang makan yang ada di balik pintu biru itu saat bel berbunyi. Untuk sekarang awasi mereka. Semoga berhasil," ibu pemilik panti asuhan meninggalkan kalian di tempat itu. Tidak ada masalah berarti sampai bel berbunyi.


Teng! Teng!


"Anak-anak, sekarang saatnya makan! Berbaris di depanku membuat kereta," Donghae mencoba untuk mengumpulkan anak-anak itu. Beberapa menurut dan langsung membuat susunan kereta. Akan tetapi, beberapa masih ingin bermain dan harus kamu bujuk.


"Ayo makan dahulu, setelah ini kita main lagi," kamu mencoba untuk mengarahkan dengan lembut. Anak itu masih sibuk dengan plastisinnya dan dalam kepalanya ia masih sibuk untuk membentuk seekor gajah.


"Setelah makan, aku ajarkan kamu membuat satu kebun binatang dengan plastisin itu. Janji." Anak itu sepertinya tertarik dengan penawaranmu.


"Ya, aku akan bantu. Sekarang ajak teman-temanmu untuk berkumpul. Kita akan makan sesuatu yang enak. Ayo!" Anak tersebut mengajak teman-temannya untuk berkumpul dan sepertinya bilang ke mereka bahwa kamu bisa membuat hewan-hewan di kebun binatang dengan plastisin. Mereka pun membentuk kereta dan siap untuk di bawa ke meja makan. Untuk itu kamu membiarkan senior Lee melakukannya.


Selain membujuk dan menemani anak-anak kecil itu makan, kadang mereka juga sulit untuk diajak tidur siang. Ah, seandainya mereka tahu itu kenikmatan dunia yang perlahan menghilang ketika umur semakin tua. Tetapi, sekali lagi, berkat anugerah membaca pikiranmu, mereka takluk dengan cepat.


"Kerja yang bagus, kalian bahkan mengambil hati mereka dengan cepat. Aku kagum. Kalian dapat tempat khusus di sini. Kamar pengasuh ada di lantai pertama," ibu pemilik panti asuhan menunjukkan kamar sementara kalian masing-masing. Ini memang salah satu fasilitas yang diberikan ketika sudah berhasil diterima di tempat ini, "Istirahat sebentar dan bersiap untuk babak ke 2 nanti sore."


Benar saja, sore itu kalian lebih sibuk. Kamu tidak hanya membuat lebih banyak hewan dari plastisin, mereka juga memintamu untuk membacakan dongeng. Minat baca mereka lumayan tinggi. Mungkin ini karena banyak buku yang datang dari para donatur. Begitu waktu makan malam datang, lagi-lagi kamu harus membujuk mereka. Hari yang begitu melelahkan itu kalian lewati bersama dengan gembira.


"Ini lebih baik dari mengejar para penipu. Meski lebih membuat lelah," kata seniormu pelan saat kalian makan malam berdua saja setelah membuat para anak itu tidur.


"Kakak tampak sudah terbiasa ...."


"Kalian berdua ternyata di sini. Ah, kerja kalian benar-benar bagus. Saya mau bilang, besok akan ada orang-orang dari Gunseowon datang kemari. Kalian bisa santai sedikit," ibu pemilik panti asuhan datang tepat setelah kamu secara tidak sengaja memanggil senior Lee sebagai kakak, setidaknya kalian masih dalam peran.


"Gunseowon?" senior Lee pura-pura bingung saat mendengar nama itu, padahal kalian sudah cukup punya informasi.


"Ah, kalian jiwa yang tersesat! Masih belum terlambat untuk masuk dan berada di kapal keselamatan bersama kami, para jemaat Gunseowon." Kamu merinding saat ibu pemilik panti berkata seperti itu. Ingin sekali kamu mengatai bahwa merekalah jiwa tersesat yang sesungguhnya.


"Baiklah, berpakaian yang bagus besok dan sambut mereka. Akan lebih bagus kalau kalian memutuskan masuk ke sana. Oh, Yonghae-ssi, ada satu pemuda yang cocok untukmu di sana, mungkin saya bisa mengenalkan dia padamu." Kamu hanya tersenyum hambar saat mendengar itu. Isi kepala ibu itu benar-benar sesuai yang diucapkan, mungkinkah beliau bukanlah orang yang mengetahui terlalu dalam tentang itu?


"Saya menghargai undangan itu. Pasti akan menyenangkan bertemu mereka," sahut senior Lee berusaha terlihat ceria dan tertarik. Harus kamu akui, berakting berkebalikan dengan isi pikiran yang sesungguhnya memanglah sulit. Hari itu pun berakhir dengan kalian mendapatkan satu fakta, panti asuhan itu terkait juga dengan organisasi ini.


Paginya benar saja, orang-orang Gunseowon datang ke sana dan mendirikan tenda serta meja. Mereka mengeluarkan beberapa jenis makanan dari mobil. Saat itu juga kamu melihat senior Ok Taecyeon yang bagaimana pun caranya harus kalian ajak bicara. Waktu yang tepat adalah ketika acara makan-makan di mulai. Tidak hanya pada anak-anak panti asuhan, mereka juga membagikan makanan pada pekerja seperti kalian. Taecyeon berada di meja pembagian makanan bersama seorang wanita muda yang terus menunduk dan terlihat tidak nyaman.


Saat pembagian makanan adalah saat untuk kamu bisa menatap mata mereka. Di pikiran Ok Taecyeon, dia ingin segera mengungkap semua ini, polisi itu sudah sangat geram, tetapi tetap memasang wajah ramah. Berbeda dengan gadis di sampingnya, saat kamu menatap matanya hanya ada kalimat, "Selamatkan aku. Selamatkan kami."


"Maaf, Anda baik-baik saja?" kamu berbisik pada wanita itu.


"Oh, ya, saya baik-baik saja."


'Aku tidak baik-baik saja. Tolong ajak aku kabur dari semua ini.'


"Tenang saja, kami akan mengakhiri ini semua," bisikmu lebih pelan lagi di telinga wanita itu. Kamu bisa melakukan ini karena kaulah antrean terakhir. Setelah itu kamu menuju meja bersama senior Lee.


"Apa yang kamu dapat? Kamu memancing dia kemari 'kan?" tanyanya pelan.


"Senior Ok ingin mengungkap ini semua dengan cepat dan wanita itu, yang bersamanya ... dia benar-benar takut. Mereka berdua jelas tahu sesuatu," balasmu sambil menyantap kimchi.


"Aku sudah menyelipkan surat ke tangannya saat dia memberiku tempat makan ini. Semoga ada waktu yang bagus untuk dia membacanya ... oh ... atau kita hanya butuh kamu dan makcomblang," kata senior Lee setelah melihat rekan kerjanya berjalan kemari bersama ibu pemilik panti asuhan.


"Nak, ini namanya Oh Taecyeon. Perkenalkan, dia Lee Yonghae. Baru saja di sini, tetapi kerjanya bagus. Kalian berbicara dahulu, mereka sepertinya tertarik memasuki kapal keselamatan," untungnya ibu pemilik panti asuhan beranjak pergi, jadi kami benar-benar bertiga dengan Taecyeon.


"Kau memang tampan di bawah sinar matahari. Seperti cahaya di tengah dunia yang penuh kejahatan," kamu mengucapkan sandinya. 'Sinar matahari, di tengah kejahatan' itulah yang dipesan pada Taecyeon untuk diingat. Jika ada yang mengucapkan itu dalam satu percakapan, maka orang itu adalah polisi yang akan mengeluarkannya.


"Terima kasih. Kau juga cantik. Ehm, apa kalian benar mau menerima keselamatan?" tanya Taecyeon tampak alamiah, namun muak di dalam.


"Kami akan menyelamatkan," bisik senior Lee padanya, "Beritakan kabar baik."


"Kalau begitu, kalian bisa datang ke ibadah terbuka besok. Mungkin bisa ikut ibu panti asuhan. Kendaraan kami akan menjemput. Di sana ada apa yang kalian cari selama ini, semuanya. Mengajak lebih banyak lebih baik," Taecyeon berkata penuh dengan kode tersembunyi. Ini yang kau dapatkan, besok akan ada suatu transaksi ilegal di ibadah terbuka dan kami bisa menangkap basah mereka.


"Maaf menanyakan ini, wanita yang bersamamu tadi ...," kamu yang penasaran malah langsung dipotong oleh Taecyeon.


"Dia melanggar banyak peraturan. Melalui banyak hukuman."


Sebenarnya senior Ok ingin berkata, "Dia telah disiksa oleh mereka karena tahu kebusukan orang-orang itu."


"Oh, baiklah, mungkin besok kita harus membawa banyak orang," kamu mengambil kesimpulan.


"Buatlah janji hari ini karena di sana alat komunikasi dilarang. Tempat dan waktu ada di sini ... senior Lee," Taecyeon berbisik pada Donghae dan memberikan surat yang telah dilipat berbentuk pita.


Semuanya akan berakhir besok.


Keesokan harinya semua berjalan sesuai rencana. Senior Lee mengirimkan alamat dan waktu ibadah terbuka itu pada senior Choi dan Shim agar mereka bisa koordinasi dengan yang lain untuk menggerebek tempat itu. Ibu panti yang tidak curiga pada kalian dengan senang hati mengajakmu dan Donghae ke tempat itu. Kalian dijemput oleh mobil dari Gunseowon. Sesampainya di sana, kalian datang lebih awal.


"Ponsel dan alat elektronik kumpulkan di kardus ini sementara," supir yang mengantar kalian mengacungkan sebuah kardus. Tanpa beban, kau dan senior Lee mengeluarkan ponsel dari tas kecil yang kalian bawa dan menaruhnya di sana. Setelah keluar dari mobil, kamu berpisah dengan senior Lee untuk melihat ke sekitar. Kamu memilih melihat ke dalam gedung yang tampak besar. Saat kamu masuk ke dalam, ada seorang wanita yang kau lihat kemarin sedang mencari sesuatu di sekitar ruangan itu.


"Kalian mencari apa?" kamu mendekati dengan lembut.


"Oh, kau ... mengapa kamu masuk ke kandang serigala ini? Bukankah kamu mau membantu kami?" tanya perempuan itu padamu.


"Ini caraku membantu. Bilang padaku ini apa dan aku tidak akan bilang ke mereka. Polisi sedang kemari."


"Syukurlah. Akan ada transaksi narkoba di sini. Ini selalu terjadi setiap ibadah terbuka. Aku harus menyingkirkannya atau pejabat itu mendapatkannya," tukas sang wanita sambil terus membongkar bantal-bantal untuk bersimpuh yang ada di pojok aula ini. Kamu pun cepat membantunya dan ini sebuah keberuntungan! Ada satu bungkus kecil butiran seperti kristal di bantal yang kamu buka.


"Aku akan sita ini. Kalian berhati-hatilah," kamu menyimpan benda itu di tas kecil dan berjalan keluar untuk mencari kakakmu. Tak lama kemudian kamu mendengar suara teriakan wanita dari dalam aula. Segera saja kamu berlari masuk lagi. Tampak seorang pria berbadan agak besar menyeret wanita tadi.


"Kurang ajar," umpatmu sambil menampar pipi si pria dengan sekuat tenaga.


Karena hal itu, cengkeramannya mengendor dan kamu bisa mengajak wanita itu berlari dari sana, "Mari keluar dari neraka ini!" Di belakang kalian, pria tadi mengejar. Keadaan di luar benar-benar ramai. Ternyata seorang pejabat daerah datang kemari.


"Itu dia ... pejabat dan pemimpin tempat ini," kata wanita itu padamu sambil menunjuk seorang lain yang berpakaian serba putih di sebrang sang pejabat.


"Semuanya! Tangkap setan itu!" si pria berteriak dan membuat orang-orang yang tadinya hanya tertuju pada sang pejabat jadi mengepung kalian.


"B-bagaimana ini? Kita bisa habis!"  sang wanita sudah panik. Begitu juga kamu. Diam-diam kamu berharap keajaiban seperti ....


Wiu! Wiu!


"Sirine polisi! Kau memang titisan iblis yang hendak menghancurkan kami," seru si pemimpin kepada kalian berdua yang berada di depan pintu gedung.


"Iblis? Kalian itu yang berlagak baik di depan, namun monster sesungguhnya. Kalian membuatku takut dengan manusia!" teriakmu.


"Tahu apa kau soal tempat ini?" tantang si pemilik organisasi.


"Aku tahu segalanya," Taecyeon datang bersama Donghae dan membawa beberapa map dokumen bukti. Tepat waktu sekali. Setelah itu, 5 mobil polisi datang dan menggerebek tempat itu. Kamu memberitahu soal adanya narkoba di tempat ini, sementara Taecyeon dan kakakmu  memberikan semua bukti yang sudah dikumpulkan senior Ok selama misi penyamaran.


"Setidaknya kamu bukanlah salah satu monster berkedok manusia. Terima kasih," wanita itu berterima kasih padamu dan tersenyum melihat tempat yang membuatnya merasa di neraka kini berakhir.


"Kerja yang bagus. Jangan lupa serahkan bukti yang kamu dapat dari rekaman di kamera tas itu," senior Lee mendekatimu, "Terima kasih juga kerja kerasnya, Taecyeon-ssi." Ia mengucapkan terima kasih juga pada Taecyeon.


"Tidak salah aku menurunkanmu dalam misi ini. Benar bukan, Shim Changmin?" senior Choi mendatangimu bersama senior Shim. Changmin mengangguk dan tersenyum tipis. Kamu sangat senang mendapat pengakuan dari mereka berdua.


"Baiklah, senior Lee dan terima kasih senior Choi dan Shim," balasmu. Kemudian kamu kembali berbicara dengan wanita yang kau bantu tadi.


"Ikut dengan mobil kami. Aku akan membawamu ke rumah sakit yang terpercaya dan tidak beraliansi dengan tempat ini. Senior Ok bilang kamu sering mengalami siksaan." Untunglah wanita tadi menurut saat kamu tuntun ke mobil hitam yang datang untuk menjemputmu, senior Lee dan senior Ok.


"Hei, kita sudah berhasil. Jadi ... kapan kita makan-makan?" bisik senior Lee padamu saat masuk mobil.


"Atur jadwal dengan senior Choi dan Shim. Mereka juga harus ikut," jawabmu cepat.


"Kamu mau pamer karena berhasil 'kan?"


"Itu tergantung apa yang Anda ingin percayai, senior Lee."