
Scientist! TVXQ dan Pembaca
Thief! Varian dari Changmin TVXQ
Private detective! Varian dari Yunho TVXQ
Changmin's slibing! Pembaca
Sebuah semesta alternatif dimulai sekarang!
🎶
Where’s the end to this chaos?
(TVXQ! - Rising Sun)
🎶
"Sungguh, sebenarnya pilihan apa yang dapat membuat kau menjadi pencuri cerdik seperti Lupin di semesta lain?" Yunho yang memakai jas hitam, bukannya armor untuk melintasi waktu itu duduk di kursi panjang dalam ruangan kalian dan mengangkat satu kakinya di kursi.
Berasa di angkringan saja, batinmu kesal dengan tingkahnya.
"Aku juga tidak sadar kalau itu bisa terjadi. Ah, mengapa aku di semesta lain bisa jadi penjahat ... varian lain dari diriku itu ... bagaimana bisa? Yunho hyung tetap menjadi orang baik ... walau perilakunya agak beda. Tetap ... intinya aku tidak ingat," balas Changmin kebingungan. Semesta percabangan atau yang biasa disebut multiverse bukanlah hal yang baru diperbincangkan oleh para ilmuan, namun baru kali ini kalian mengalami sendiri. Semesta percabangan terbentuk karena adanya pilihan dalam hidup, yang kita pilih adalah semesta utama, sisanya menjadi pengandaian di semesta utama, namun sebenarnya tetap berjalan tanpa kita sadari, menjadi sebuah alternatif lain. Yah, nama lainnya, semesta alternatif.
"Astaga, rumit sekali. Masa harus mengingat semua pilihan dalam hidup? Kalau sampai saat ini pasti ia sudah memilih banyak hal. Hanya saja bagaimana cara menghentikan dia mencemarkan nama Ilmuwan Shim Changmin? Mengetahui pilihan mana yang menyebabkan kehidupan kalian berbeda tidak akan menyelesaikan masalah. Pencurian ruby kemarin memang ulah Changmin yang lain dan dia hanya terekam bayangannya. Selagi belum ada yang tahu ... sebaiknya kita cepat bergerak mengurus ini," kamu yang tidak tahan dengan interogasi berbelit Yunho semesta lain menegurnya.
"Masalah sebenarnya kalian, manusia di semesta 2612! Buat apa, sih, melakukan penjelajahan waktu? Bahkan salah membawa orang sampai 2 kali! Kalian masalahnya di sini," Yunho itu malah menunjuk-nunjuk muka kalian dengan kesal.
"Kalau begitu," Yunho yang berasal dari realitas asli berlutut di depan Yunho lainnya yang mukanya merah padam, "maafkan kami semua. Selain itu,kami butuh bantuan Anda yang berpengalaman dalam mengejar Changmin pencuri itu."
"Aku suka pria ini. Sangat rendah hati," Yunho tidak jadi marah karena melihat tingkah kembarannya yang tampak menyesal, "Baiklah, karena dirimu aku akan membantu kalian. Nah, kalian berdua harus belajar bagaimana berperilaku yang baik dari diriku yang lain."
"Cukup bicaranya, apa rencanamu ... Yunho Hyung Dari Semesta Lain?" tanya Changmin yang sudah tidak sabar.
"Pertama, aku harus tau apakah dunia kita mirip atau benar-benar berbeda. Berikan peta dunia kalian atau ... paling tidak kota ini. Dia sedang mengincar permata terlangka di negara kelahirannya sendiri," Yunho yang berasal dari semesta lain membenarkan posisi duduknya dan menatap kalian serius.
"Semuanya ada di sini," Yunho semesta 2612, alias semesta kalian, menunjukkan ponselnya yang sudah menayangkan aplikasi peta.
"Menarik, dari segi teknologi kita tidak jauh berbeda. Hanya Yunho dan Changmin saja yang berbeda," komentar kembaran Yunho.
"Kalian dari semesta mana dan bagaimana kau tahu semesta kita bernama Semesta 2612?" tanyamu karena penasaran.
"Kalian yang pertama melakukan ini sebenarnya. Aku menamai sesuai tanggal sekarang ... mengarang ... biar keren," cerita itu membuatmu kesal dan kecewa sekaligus. Di samping kekesalanmu, bisa melihat dua versi dari dua kawan sekaligus atasanmu dalam bekerja benar-benar kesempatan yang tidak akan terulang.
Bagaimana bisa Yunho yang sama adalah Yunho yang berbeda?
Bahkan yang lebih ekstrim lagi ....
Bagaimana Changmin, saudaramu yang baik dan lembut bisa jadi seorang pencuri yang berbahaya?
Kamu tidak mengerti dan itu membuatmu pusing.
"Gedung pameran perhiasan ini! Besok ini akan ada pameran karena batu perhiasan painite yang langka akan dipamerkan di gedung ini ... di semestaku," kata Yunho dengan semangat, namun menjadi ragu ketika mengatakan itu di semestanya.
"Itu juga ada besok. Oh, kita bukannya menjelajah waktu, malah membuka jalan ke semesta lain. Sepertinya perhitungan kita salah, 3 kali," Changmin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Setelah ini benarkan hitungannya. Aku butuh Changmin. Sepertinya untuk menangkap Changmin aku butuh memahami jalan pikiran Changmin yang lain. Kalau di semestaku, itu butuh undangan dan untungnya aku disewa mereka untuk menangkap Changmin di sana," ia mengeluarkan kartu dengan barcode dari saku jasnya, "Aku bisa masuk kalau memang terdaftar, namun itu jelas untung-untungan. Bagaimana kalau masuk lewat pintu belakang? Semua gedung pasti punya pintu masuk lain 'kan?"
"Aku akan mencari cetak biru gedung itu di internet. Ah, apa kita harus berpikir seperti pencuri sekarang, Detektif Yunho?" tanya Changmin.
"Yah, itu motto hidupku, 'berpikirlah sesuai orang yang akan ditangkap untuk menjebaknya'. Hanya saja,aku tidak berhasil menyelami pikirannya. Itulah mengapa aku meminta bantuanmu. Orang yang berbeda dengan asal kepintaran yang sama. Ah, jika kami masih satu pemikiran ... mungkin semestaku tidak akan ada atau mungkin kita masih bekerja sama," Yunho semesta lain yang bekerja menjadi detektif swasta itu menghela nafas sesaat dan mengandaikan hidupnya tidak seperti sekarang ini.
"Ini cetak birunya. Memang ada pintu belakang," Changmin sekarang menyodorkan ponselnya pada Yunho yang lain itu.
"Bagus, kalau kau seorang pencuri. Apa yang akan kau lakukan agar aksimu mulus?"
"Tentu saja menyamar."
Sementara Changmin semesta kalian dan Yunho semesta lain asyik berbicara, kamu memandangi drone bola kristal yang seharusnya bisa mengenali Yunho yang 'asli'.
"Bagaimana kau bisa salah membawa orang? Bahkan dua kali! Senior Yunho dan saudaraku sendiri. Ada sesuatu yang salah juga dengan hitungan mesin utamanya. Bukannya menjelajah waktu, malah menjelajah semesta alternatif. Senior Yunho, mau mengkalkulasi ulang semuanya bersamaku? Saudaraku sepertinya sibuk dengan dirimu yang lain," kamu mendekati Yunho yang baru saja melepas pakaian-menjelajah-semestanya.
"Sejujurnya, kita tidak bisa melakukannya tanpa Changmin. Akui saja, meski kau saudaranya, dia lebih jago soal hitungan seperti ini. Kalau dengan dia saja salah ... bagaimana tanpanya? Tetapi ... baiklah, aku akan mencoba membantumu mencari apa yang salah," ia beranjak menuju komputer dan kamu mengikutinya sambil mempertanyakan satu hal yang aneh lagi.
Tidak biasanya seniormu ini mengerjakan sesuatu dengan tidak berapi-api. Kegagalan sebesar apa pun biasanya ia anggap sebagai kerikil, mengapa yang ini sepertinya sangat memukulnya?
Apakah karena kalian telah membawa penjahat yang seharusnya tidak ada di semesta kalian?
Tetapi kamu menyimpan semua pertanyaan itu dalam diam dan menelusuri lagi semua perhitungan yang tampak di layar monitor bersama Yunho. Kalian mendiskusikan yang mana saja yang membuat mesin itu salah bekerja. Perdebatan di antara kalian hal yang biasa, tidak apa, namanya juga diskusi.
Semua itu berlangsung sampai malam tiba. Hari esok tinggal menghitung jam.
"Bagaimana? Sudah bisa menemukan apa yang salah?" tanya Detektif Yunho.
"Aku hanya harus menjangkar drone-nya pada pakaian khusus yang digunakan Senior Yunho. Dengan begitu kalian bisa kembali ke semesta asli tanpa kembali ke sini. Baiklah, rencana menangkap Changmin Pencuri?" kamu membeberkan apa yang telah kau temukan dan sebagai gantinya Detektif Yunho harus memberikan rencananya dengan Changmin pada kalian, kau dan Yunho semesta ini.
"Kita menyamar. Masuk diam-diam lewat pintu belakang. Info tambahan, pameran ini sedikit unik. Ada satu item dress code yang harus dikenakan yang juga nantinya menguntungkan kita untuk berbaur. Kalian tahu masquerade?"
"Mas ... apa? Seperti tidak asing," kamu mempertanyakan barang yang dimaksud.
"Topeng dansa? Ah, kami mana punya benda seperti itu," saudaramu, Changmin, yang paham soal benda itu mengatakan kebenarannya. Tentu saja, buat apa topeng dansa? Untuk berdansa saja kalian tidak punya waktu.
"Aku punya beberapa. Koleksi keluarga," sahut Yunho semesta ini.
"Ya, keluargaku memang tertarik pada seni dan aku lebih tertarik pada menangkap penjahat, aku yang lain tertarik jadi ilmuan. Mungkin saja ada aku yang lain di luar sana yang melanjutkan aliran seni di keluarga," tambah Detektif Yunho.
"Tunggu apa lagi? Ayo siapkan untuk besok! Sebenarnya aku punya ide yang agak nakal," kamu memaparkan ide liarmu.
"Apa?"
"Pencuri masuk lewat pintu belakang? Terlalu kuno. Jika itu saudaraku, Shim Changmin, dia akan membuat salinan undangan menggunakan data siapa pun itu dan datang awal. Sebelum semua orang ada di sana, menghindari keduluan si empunya data yang asli. Jadi saranku, mengapa kita tidak lakukan itu saja?" penjelasanmu membuat mulut mereka bertiga ternganga.
"Saudaraku ... kamu berpotensi kriminal juga rupanya di sini. Kalau kita melakukan itu, bukankah akan sama saja dengan dia?" tentang Changmin.
"Memangnya masuk lewat back door itu legal?"
"Tidak juga tetapi setidaknya kita tidak merampas data siapa pun 'kan?"
"Bagaimana dengan kemungkinan tertangkap sebelum berhasil?"
Kini Yunho dan Yunho melihat kalian berdebat sambil menghela napas.
"Mengapa tidak tambahkan saja kita di database-nya dan buat barcode undangan sendiri? Belum terlalu lambat untuk menambah tamu 'kan?" usul Yunho semesta ini.
"Bagaimana kalau mereka tahu kalau datanya bertambah 3 orang?" kamu tidak setuju dengan itu, "itu beresiko tertangkap sebelum beraksi."
"Jadi cleaning service saja kalau begitu. Ah, perdebatan kalian buat aku pusing, sungguh," potong Detektif Yunho cepat.
"Seragamnya?"
"Kita akan 'meminjam'. Pakai dan kembalikan. Mudah 'kan?"
Mudah neoui meori (*kepala Anda)! Umpatmu dalam hati. Tetapi, pada akhirnya, cara itulah yang kalian pakai. Keesokan siangnya, sebelum pameran dimulai, kalian menyusup ke gedung tersebut. Yang jadi incaran tentulah ruang ganti cleaning service.
Detektif Yunho yang sepertinya sudah terbiasa dengan semua aksi ini memimpin kalian. Ia bahkan membobol loker-loker itu dengan lihai sampai kamu curiga dia sebenarnya juga pencuri.
"Oh? Pekerja baru, ya?"
"Ya, kami," jawab dua Yunho bersamaan dan penuh percaya diri. Kamu dan Changmin hanya tersenyum untuk menanggapi itu.
"Hari ini museum akan mengadakan pameran besar. Kalian bisa mempelajari sekitar dahulu. Mari ikut saya," di luar dugaan, kalian dapat tur keliling museum. Itu bagus, karena kalian setidaknya tahu tentang letak semua batu-batu mulia itu.
"Kita ada di tengah museum. Bisa dibilang ini jantungnya. Painite merah berkilau yang langka. Jika kalian mau membersihkan sekitar sini, pastikan tidak menyenggol alarmnya. Karena kita tidak bisa mematikan itu," sebuah pengetahuan baru! Ah, tentu saja, barang langka seperti itu harus dilindungi bagaimanapun caranya.
"Seberapa sensitif alarmnya?" Changmin bertanya, "Kalau kita harus membersihkan area ini tanpa keributan maka kita harus tahu."
"Pertanyaan bagus," atasan sementara kalian pun meniupkan bubuk halus ke arah kotak tersebut. Tampaklah jaring-jaring laser rumit yang setiap celahnya hanya bisa dimasuki oleh satu jari.
"Itu benar-benar rumit," komentarmu.
"Pekerjaan tingkat tinggi yang penting," komentar Yunho bersamaan. Mereka saling bertukar pandang sejenak dan tertawa kecil.
"Kalian kembar identik?" tanya orang itu yang mulai menyadari kalau ada dua Yunho di sini.
"Iya," lagi-lagi mereka menjawab bersamaan. Sungguh, mereka benar-benar mendalami peran sebagai orang kembar.
"Siapa nama kalian? Aku selalu tertarik dengan orang yang kembar identik."
"Jung Yunho," jawab Yunho semesta ini.
"Jung Junho," jawab Yunho yang lain. Kamu dan saudaramu kagum bagaimana mereka bisa bekerja sama tanpa kode atau rencana sebelumnya.
Benar-benar seperti pikiran satu orang dalam tubuh dua orang.
"Ah, senang berkenalan dengan kalian. Lalu yang dua lainnya? Kalian bersaudara juga?"
"Ya," kamu dan Changmin menjawab bersamaan. Pikiran saudara bersatu.
"Dua bersaudara. Bekerjalah dengan baik."
Pameran dibuka pukul 8 malam. Banyak orang berpakaian indah dan mengenakan topeng dansa yang juga menawan masuk satu persatu.
"Celaka, kalau begini, bagaimana bisa kita menemukan aku yang lain?" komentar Changmin.
"Gunakan sinkronisasi pikiran. Dia adalah dirimu. Pikirkan apa yang akan kau pakai dalam acara seperti ini. Aku dan diriku yang lain berhasil melakukan itu," Detektif Yunho tampak bangga.
"Apakah ada kemungkinan kami punya baju yang sama setelah semua perbedaan ini?" tanya Changmin ragu.
"Mungkin saja. Dari pada kita tidak pernah mencoba. Dekripsikan saja," Detektif Yunho mengarahkan Changmin agar ia berani mencoba.
"Hm,baiklah. Aku membayangkan diriku dengan setelan jas hitam kotak-kotak, rompinya senada, kemejanya putih, dasi hitam, sepatu pantofel, rambut ditata ke atas,topeng dansanya ... aku tidak tahu apakah aku yang lain punya itu, tetapi warnanya hitam. Kalian tahu aku tidak suka sesuatu yang mencolok, mungkin tidak mudah terlihat," Changmin mendeskripsikan imajinasinya.
"Tampan," balasmu tak sadar.
"Hah?" Changmin malah membalas reaksimu dengan bingung.
"Eh, y-yah, aku hanya membayangkan," kamu merutuki diri dan keadaan. Mengapa orang setampan ini jadi saudaramu dan bukannya pasangan?
"Biasanya juga Yunho hyung yang kamu bilang tampan. Kepalamu habis terbentur sesuatu sepertinya," saudaramu itu malah menertawakan, "Setidaknya kamu sudah punya gambaran bagaimana aku yang lain akan tampil."
"Cukup bagus, semoga saja dia memang seperti itu. Mari kita berpencar tempat terlebih dahulu, tetapi tetap awasi batu painite," Detektif Yunho memerintahkan kalian untuk berpencar dan kamu melakukannya.
Kamu berkeliling berbagai ruangan, sesekali kembali ke ruangan painite. Tetapi kamu melihat sesuatu yang aneh diputaran kedua. Seseorang mirip Changmin yang ada di imajinasimu beberapa saat lalu masuk ke ruang belakang. Karena penasaran, kamu mengikutinya secara diam-diam dan berjeda.
Pria tinggi itu kini berbelok ke ruang cleaning service. Ia membuka salah satu loker menggunakan jepit biting. Kamu tidak kaget lagi, rupanya ia mau menyamar menjadi salah satu dari kalian!
Ini kemajuan,juga bahaya buat saudaramu.
Kamu membuat jarak dengan keluar dari bagian staff di gedung itu dan membiarkan dia mengganti pakaiannya. Tetapi, dia tidak sepintar saudaramu juga. Jika dia memang sepandai itu, seharusnya kamu sudah tertangkap. Sejauh ini pengamatanmu berjalan mulus dan dia sungguh mirip saudaramu.
Uh, faktanya, dia memang saudaramu di semesta lain.
Perlahan tapi pasti, dia bergerak tanpa menimbulkan kecurigaan. Membersihkan kaca-kaca penyimpanan permata dengan teliti, sangat normal. Akan tetapi, ketika tidak ada yang memperhatikan selain kamu, ia perlahan menyentuhkan jarinya ke kotak kaca painite.
Kriiing!
Lampu laser berubah menjadi merah, begitu juga seluruh ruangan itu. Changmin Pencuri kabur dan kamu segera mengejarnya.
"Jangan kabur kau maling!" teriakmu yang sudah jelas menjadi pusat perhatian para tamu. Untungnya, itu membantu, dua Yunho yang sedang berada di sekitar sana ikut bersamamu dalam pengejaran itu dan mereka berlari lebih cepat dari dirimu.
Saat kalian masih mengejar, Changmin, saudaramu di semesta ini, tiba-tiba mencegat dirinya yang lain.
Bruk!
Tabrakan antara duo Shim tidak terhindarkan dan kalian bertiga mengerem mendadak.
"Kau tertangkap, diriku yang lain," dengan geraman, saudaramu itu menahan dirinya yang lain.
"Ouh, sial!" Changmin pencuri juga menggeram dan kini ia tidak berdaya ketika Detektif Yunho memborgol tangannya.
"Shim Changmin Pencuri sudah teratasi ... lalu apa? Masa kita harus menjelaskan tentang adanya semesta lain? Dunia kita belum siap untuk itu," tanyamu pada duo Jung dan Changmin.
"Saudaramu ini siap sedia. Kita hanya harus mencari sesuatu yang berkilat dan menyebarkan cahaya," jawab Changmin sambil mengeluarkan sesuatu yang berbentuk seperti pistol mainan.
"Euh ... pistol air?" Detektif Yunho mengerutkan alis melihat benda itu.
"Pistol Cahaya Penghilang Ingatan. Ini akan membuat mereka melupakan yang terjadi beberapa menit kebelakang, membuat efek kebingungan, sangat cocok digunakan sekarang," sekarang Changmin terdengar seperti Doraemon.
"Bagus, Doraemon, di sini banyak permata. Tembakkan ke salah satunya dan yang lain akan menjadi efek berantai," usulmu.
"Wah, kau memang saudaraku. Detektif Yunho, pegangi orang ini dan kalian semua tutup mata!"
Kalian menurut saja.
Zap!
"Buka mata," begitu Changmin meminta kalian membuka mata. Semuanya berjalan normal. Alarm berhenti berbunyi dan lampunya kembali putih, mungkin penjaga yang mengetahui soal alat itu juga kena efeknya.
"Mari kita cepat pergi dari sini. Maaf, tidak ada waktu untuk ganti pakaian," kalian pun keluar dengan cara yang sama lewat pintu belakang dan segera bergerak menuju lab untuk mengembalikan Detektif Yunho dan Pencuri Changmin ke semesta asalnya.
Klak!
Kunci ruangan kalian diputar dan membuat pintu terbuka. Kamu dan Changmin cepat-cepat mengaktifkan perangkat yang diperlukan. Yunho semesta ini mengenakan kembali armor perjalanan antar-semestanya.
"Aku sudah mengkalibrasi ulang dirimu. Jangan salah lagi," kamu menyalakan drone bola kristal dan membiarkan itu memindai Yunho yang mengenakan armor. Setelah selesai, benda itu terbang dengan sendirinya mengelilingi pemiliknya.
"Kita punya perjalanan yang panjang dan sedikit menyakitkan. Berpegangan erat padaku karena, kalian sudah tahu rasanya," Yunho memegang erat lengan dirinya yang lain dan menyeret Pencuri Changmin.
"Kalian bisa masuk kalau sudah siap," kata Changmin. Di ruangan kalian ada lift yang terbengkalai dan itulah 'kendaraan' Yunho untuk menuju semesta lain. Pintu lift itu terbuka sesuai perintah Changmin.
"Baiklah, hyung, waktumu hanya 30 detik mulai dari ...."
"Sekarang!"
Pintu tertutup, kamu dan Changmin menghitung waktu. Tiga puluh detik pas, saudaramu itu membuka pintu dan Yunho yang memakai armor keluar dari sana, seorang diri.
"Kita berhasil! Kita bertiga berhasil!" serunya. Kalian tertawa bersama melihat percobaan kali ini berhasil dan tidak harus menurunkan Changmin ke sana untuk menjemput dan berakhir menjemput orang yang salah.
"Kita harus mengembalikan ruby dan seragam ini ke tempat yang sebenarnya. Setelah itu, mari kita mengambil cuti," kata Yunho sambil memperlihatkan ruby kecil yang dicuri Changmin semesta lain. Setelah kalian melakukan apa yang dikatakan Yunho, masalah ini sudah teratasi, namun kalian lupa jika ini barulah sebuah permulaan.
Tahukah kalian bahwa 'Pistol Cahaya Penghilang Ingatan' tidak bisa menghapus rekaman CCTV gedung pameran dan rekaman pencurian itu masih ada di sana. Juga sedikit banyak yang kalian tahu bahwa kekacauan pada semesta percabangan baru saja di mulai.