
Bibir mungil basah merekah dengan warna oranye tampak menggairahkan. Berlahan-lahan bibir itu menyentuh bibir tipis pemuda yang tengah tertidur pulas di kursi.
Sedikit lagi... sedikiiiit lagi...
hanya dalam hitungan detik kedua bibir itu akan saling ******* dengan intens.
Huuuaxs....
Tiba-tiba si pemuda mengerakkan tangan dan dengan refleks mengusap-usap bibirnya.
Hidung bangirnya mengendus -endus udara kosong. Mencium Ada aroma khas kosmetik.
Indra penciumannya yang tajam tidak mungkin salah. Baru saja ada yang ingin mencuri ciuman darinya.
Ah! Tepisnya. Tidak ingin rumit dengan indra penciumannya sendiri yang terkadang langsung mempengaruhi kinerja otaknya.
Pemuda itu memilih untuk melanjutkan acara tidur dengan menyandarkan kembali tubuhnya yang bongsor di kursi meja makan.
Tidak berselang lama, pemuda itu tampak membuka mata lagi. Rupanya sudah terlambat untuk malas berfikir. Aroma yang baru saja tercium sangat mengganggu. Aroma stroberi itu sangat akrab dengan dirinya. Akan tetapi dia melupakan di mana? dan milik siapa? aroma itu.
Aroma yang memaksanya mengingat-ingat sesuatu yang sangat akrab namun di lupakan.
Haaaaaah...! Pemuda itu mendengus kesal, merasa terganggu. Dia membanting kedua tangannya ke meja dan merubah posisi tidur dengan gelisah.
Otaknya terus saja memaksa penasaran dengan aroma yang baru saja datang. Aromanya yang begitu akrab...
Pemuda itu tampak mengingat-ingat lagi. Mengesalkan! sekuat apa usahanya untuk mengingat, rupanya semua itu sudah menjadi sebagian dalam memori ingatannya yang terlupa.
Ah!
Pemuda itu mengubah posisi tidur lagi. Matanya tak lagi khusyuk dalam tidur. Sebentar-sebentar terbuka, terpejam, terbuka lagi dan akhirnya... Mengingat-ingat...
Sudah ke sekian kali pemuda itu merubah posisi rebahan.
Mencoba tidur lagi dan tidak peduli. Mengabaikan perasaan akrab yang meninggalkan ingatan.
Namun gagal!
Berlahan-lahan matanya terbuka semakin lebar. Meneliti sekitar.
Tidak melihat ada siapapun di sekitarnya, kecuali sosok gadis mungil yang sedang asyik dengan layar handphone di sisi rak piring, tidak jauh dari tempatnya tertidur. Itu adalah Ayu adik kandungnya.
Huuuuaxxss...Pemuda itu menguap lagi.
Punggung tangannya mengacak-acak mata yang terasa gatal dan berat.
Kesadarannya yang mulai pulih membuat dia mengingat kejadian sebelum ia tertidur di ruang makan.
Pemuda itu meneliti dan mencoba mengintip beberapa ruangan yang terjangkau oleh matanya. Dari sela-sela pintu dan jendela. Tetapi tidak ada siapapun di sana ia temukan.
Selain adiknya yang berada di dapur tidak ada tanda-tanda ada orang ke tiga.
Kemungkinan...?
pemuda itu melirik adiknya. Tidak ingin mengambil spekulasi yang mustahil.
Ayu sendiri tengah berdiri tenang di sisi rak piring. Sedikit jauh dari tempatnya tertidur. Seperti biasanya Ayu mengenakan baju tidur wanita yang sedikit seksi.
Tubuh Ayu yang mungil berisi tampak bulat mengemaskan. Terkadang otak Bayu sedikit meslek melihat pemandangan yang selalu di tawarkan adiknya.
“Yu, di mana mbak mu?”
Ayu Begitu tenang dan sangat menikmati keseruannya. Hal itu membuatnya seolah tidak peduli dengan sekitar. Bahkan keseruannya mampu mengalahkan kesadaran logika.
Gadis mungil itu mampu berdiri berjam-jam di satu tempat dengan ditemani benda pusaka masa kini ‘handphone’.
Mata dan pikirannya terfokus pada layar yang mengembang biru dengan warna merah dasar dunia Maya. Sesekali kakinya tampak bergerak-gerak melonggarkan pegal sembari saling garuk kaki di sebelahnya secara bergantian.
“Yu...?”
Pemuda itu bernama Bayu Gatra, kakak kandung dari Ayu sendiri.
Bayu kembali mengusap bibirnya dengan ujung jari, mencoba meresapi rasa yang baru saja seperti menempel di bibirnya.
Sesekali lidahnya mengelilingi bibir tipisnya, menjilat dan Bayu menemukan sedikit rasa manis. Rasa manis yang sangat familiar namun ia melupakan rasa apa itu.
Ujung jari Bayu masih terus menekan-nekan bibir bawahnya. Lidahnya terus menjilat mengelilingi bibirnya. Dia terus mengingat rasa manis apa sebenarnya itu?
Hmmm...
Dia melirik Ayu dengan tatapan menuduh. Tapi Ayu terlalu fokus untuk menjadi terdakwa.
Ayu terlalu seru dengan dunia barunya. Bisa di pastikan bahwa gadis mungil itu benar-benar telah di kuasai oleh benda kecil kotak yang konon kabarnya benda itu mampu menembus batas dimensi dunia virtual.
BETSAMBUNG...
Salam manis pembaca tersayang...maaf bangunnya kesiangan jadi baru bisa update novel baru'ku... selamat menikmati dan semoga suka dengan fantasinya.
Arjuna Bayu 🍓