Big Is Beautiful And Smart

Big Is Beautiful And Smart
Episode 21



Aku dan Tere berpamitan dan bersalaman dengan tante Rani,


"Tante, kami pulang dulu ya."


"Iya, hati-hati ya, kalian naik taxi apa sama sopir?"


"Kami sama sopir Ran."


"Aku pulang dulu ya Ran."


Tante Rani melambaikan tangan kepada kami,


"Iya Rit, bye."


Kami berjalan menuju pintu utama mall, tepat di depan pintu utama mall, Ibuku menelepon Pak Maman,


"Pak, kami sudah menunggu di pintu utama yang tadi."


Setelah Ibu menelepon Pak Maman, Ibu menutup telepon dan meletakkan handphone ke dalam tas.


Kami menunggu Pak Maman sambil melihat hujan turun sore itu.


Tidak lama kemudian, mobil yang di kendarai Pak Maman datang, mobil tersebut berhenti tepat di depan kami.


Kami menaiki mobil lalu pulang menuju rumah.


Di perjalanan hujan semakin deras dan jalan mulai macet.


Kami menunggu macet selama 1 jam, hingga pukul 6 sore kami sampai di rumah.


Tiba-tiba handphone Tere berbunyi, Tere mengangkat teleponnya,


"Halo, iya Bu, ini tadi aku kena macet, setelah ini aku pulang."


"Chel, Tante, saya mau langsung pulang ya, orang tua saya sudah menelepon saya."


Ibuku bertanya kepada Tere,


"Kamu enggak masuk dulu Ter?"


"Maaf tante, ini tadi orang tua saya sudah menelepon, dan saya di suruh pulang."


"Oh begitu, ya sudah enggak apa-apa."


Tiba-tiba Ayahku keluar dari rumah,


"Kamu mau pulang Ter?"


"Iya om, saya sudah di cari sama Ibu saya"


"Iya, kamu pulang saja, daripada Ibu kamu khawatir."


Tere mencium tangan Ayah dan Ibuku,


"Iya Om, Tante saya pulang dulu."


Tere pulang mengendarai motornya, setelah motor yang di kendarai Tere tidak tampak. Tiba-tiba Ayahku bertanya,


"Sekarang jam berapa? Ibu sama Chelsea kok baru pulang?"


"Maaf Yah, tadi di jalan macet, Ayah sudah makan belum?"


Kali ini Ayah mengajak kami untuk malam-malam di luar,


"Belum Bu, kita beli makan di luar saja, enggak usah masak."


"Ya sudah kalau begitu."


"Ayah ambil dompet dulu ya Bu."


"Iya Yah."


Ayah pergi masuk rumah mengambil dompet, tidak lama kemudian Ayah datang dan menutup pintu rumah.


Aku dan Ibu menunggu Ayah di dalam mobil.


Kemudian kami berangkat menuju rumah makan untuk makan malam.


Setelah 30 menit kami keliling mencari makan, tiba-tiba kami berhenti di rumah makan Nasi Padang.


Kami turun dari mobil dan masuk ke dalam.


Kami menikmati makanan malam ini, tetapi aku dan Ibuku hanya makan sedikit karena tadi sore sudah makan.


Tidak terasa, makanan yang kita makan sudah habis. Kami pun pulang dengan perut kenyang, perjalanan pulang kami tidak lama dan tidak seperti saat berangkat.


Tidak lama kemudian kami sampai di rumah.


Mobil Ayah di parkir di dalam halaman rumah, lalu kami turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


Aku langsung menuju kamar mandi karena tubuhku sangat lengket karena keringat.


Aku menyalakan air hangat di kran kamar mandiku.


Setelah aku mandi, aku tidak bisa tidur dan aku tidak tahu mau ngapa'in.


"Enaknya ngapa'in ya? aku Chat Tere saja deh, mengajak dia besok mau joging," gumamku.


Tiba-tiba aku menulis pesan untuk Tere.


"Tere."


"Iya Chel."


"Besok temani aku joging yuk."


"Kamu enggak di marahi sama orang tua kamu? kan kamu barusan sembuh."


"Pasti enggak apa-apalah, kan enggak harus lari-lari Ter."


"Oke, besok jam setengah 6 pagi, aku ke rumah kamu ya? tolong nanti kalau aku ke rumah kamu, kamu sudah siap dan aku enggak mau kalau kamu masih tertidur saat aku datang."


"Iya Ter, siap."


Tidak terasa chatku bersama Tere sudah larut malam, aku berpamitan untuk menyudahi chatku kepada Tere.


"Iya Chel, ingat loh ya, jangan molor dan harus sudah siap saat aku datang."


"Iya siap bawel."


Setelah aku menyudahi chatku dengan Tere, aku mematikan handphoneku agar aku tidak terganggu saat tidur dan aku meletakkannya di atas meja.


Aku berusaha memejamkan mataku walau tidak bisa karena aku belum mengantuk.


Tiba-tiba Ibu mengetuk pintuku.


"Tok...Tok...Tok..." Suara ketukan pintu kamarku.


Ibuku menyuruhku untuk minum obat


"Chel, ini obatnya di minum dulu."


"Iya Bu."


Setelah Ibu memberikanku obat, Ibu pergi dari kamarku agar aku tidur.


Dan tidak lama kemudian mataku mengantuk dan aku pun tertidur.


Aku tidak lupa untuk menyeting alarmku agar aku bangun lebih pagi lagi.


Pukul 05.00 wib tepat, alarmku berbunyi. Aku beranjak dari tempat tidurku dan bergegas ke kamar mandi.


Terlihat Ibu sudah bangun dan membuatkan kopi untuk Ayah pagi ini, dan ternyata Ayahku sudah terbangun.


Ayah dan Ibuku terbangun sebelum aku terbangun. Aku mandi terlebih dahulu sebelum menghampiri Ayah yang sedang melanjutkan pekerjaan di ruang tamu.


Setelah aku mandi, aku mengganti baju untuk joging. Aku keluar dari kamar, dan menghampiri Ayah dan Ibuku.


Ibu menemani Ayah yang sedang mengerjakan pekerjaan kantor, tiba-tiba aku datang.


"Pagi Ayah, Ibu," sapaku.


"Pagi Chel, kamu mau joging?"


"Iya Yah, ini aku lagi menunggu Tere."


Ayah menanyakan kepada Ibu,


"Ayah boleh ikut ya Chel? Ibu ikut enggak?"


Akhirnya Ibu menginginkan untuk ikut joging,


"Kalau Ayah ikut, Ibu juga, boleh kan Chel?"


"Iya Yah, Bu, boleh saja Ayah dan Ibu ikut tapi aku menunggu Tere dulu."


Ayah dan Ibu bergegas untuk ganti baju,


"Oke, Ibu ganti baju dulu ya Chel."


"Ayah Juga ganti baju dulu ya Chel."


"Iya Yah, Bu, aku tunggu."


Setelah beberapa menit aku menunggu Ayah dan Ibuku mengganti pakaian. Kemudian mereka keluar dari kamar sudah memakai baju untuk joging.


Ayah tidak sabar ingin segera berangkat untuk joging pagi ini,


"Ayo Chel, kita berangkat."


"Bentar Yah, aku masih menunggu Tere."


Ayah menyuruhku untuk menghubungi Tere kembali,


"Oh ya, Ayah lupa, kamu hubungi Tere gih. Khawatir dia kelupaan lagi."


"Iya Yah."


Aku membuka handphoneku, dan aku mulai chat Tere.


"Ter, sudah sampai mana?"


Tere tidak membalas, chatku hanya centang 2.


"Mungkin Tere masih di jalan," ujarku dalam hati.


Tidak begitu lama aku menunggu, tiba-tiba terdengar suara Tere,


Aku mendengar ada suara memanggilku,


"Chelsea."


Aku langsung menoleh ke arah pintu dan aku melihat Tere sudah berada di depan pintu.


Aku mempersilahkan Tere untuk masuk ke rumahku,


"Masuk Ter."


"Iya Chel."


Mendengar suara Tere sudah datang,


Ayah dan Ibuku langsung keluar. Ia langsung menyapa Tere yang berdiri di depan pintu


"Hai Ter, Om kira kamu tidak datang."


Tere yang saat itu berdiri dan menjawab sapaan dari Ayahku,


"Hehehehe, pasti datanglah Om."


Melihat aku sudah siap untuk berangkat, Ayah mengajakku untuk segera meninggalkan rumah,


"Ayo Chel, kita keluar, Ibu, ayo"


Ibu berdiri dan bersiap untuk berangkat juga,


"Iya yah."