
Tiba-tiba Ibu menghampiriku,
"Chel, kamu belum tidur."
"Aku masih menyiapkan buku pelajaran buat besok Bu."
"Ibu boleh masuk?"
"Iya, Ibu masuk saja."
Ibu masuk ke dalam kamarku,
"Chel, katanya kamu tidur? kok sekarang malah ribet sama buku? apa enggak takut telat bangun?"
"Sebentar lagi, aku mau tidur Bu, aku tadi itu lupa belum menyiapkan pelajaran buat besok."
"Ya sudah kalau begitu, kamu tidurnya jangan malam-malam ya, Chel?"
"Iya Bu."
"Iya sudah, Ibu balik ke kamar dulu ya Chel."
"Iya Bu."
Ibu meninggalkanku dan kembali ke kamarnya untuk tidur.
Hari ini aku sangat lelah sekali, kegiatanku hari ini membuatku capai dan ingin merebahkan diriku di atas kasurku yang sangat empuk.
Aku menyalakan AC seperti biasa dan mematikan sebagian lampu kamarku. Aku tertidur sangat pulas hingga alarmku berbunyi.
Aku terbangun saat alarmku berbunyi, dengan mata yang masih mengantuk, aku berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diriku sebelum aku berangkat ke sekolah.
Setelah aku mandi, aku menuju kamarku untuk ganti baju.
Setelah aku ganti baju, aku menyisir rambutku yang panjang, dan memakai make up yang tipis agar aku terlihat fresh.
Setelah aku menyisir rambutku dan make up, aku bergegas untuk sarapan pagi.
Aku mulai sarapan pagi di temani Ayah dan Ibuku seperti biasa.
Setelah itu, aku berpamitan dan bergegas untuk pergi ke sekolah.
Pagi ini cuacanya agak mendung dan sepertinya tidak akan turun hujan, angin sepoi-sepoi dan daun berjatuhan.
Cuaca hari ini membuatku tambah mengantuk, di tambah lagi jalanan yang agak macet.
Sehingga aku mulai mengantuk, aku menyuruh Pak Maman untuk membangunkanku kalau telah sampai di sekolah.
"Pak, aku tidur dulu ya, nanti kalau sudah sampai, Pak Maman bangunkan aku, aku mengantuk banget Pak, apalagi dari tadi jalanan agak macet."
"Baik Non, nanti saya bangunkan kalau sudah sampai sekolah."
Pak Maman berusaha untuk menyalip kendaraan satu persatu, tetapi tetap saja tidak bisa. Akhirnya aku terjebak di kemacetan.
Hingga aku berada di dalam mobil tertidur pulas.
Tepat 30 menit aku tertidur di mobilku, tiba-tiba Pak Maman membangunkanku.
"Non Chelsea, bangun. Sudah sampai sekolah" Kata Pak Maman sambil menggoyahkan tanganku agar aku terbangun.
Aku terbangun dan menguap
"Iya pak."
Aku terbangun dan keluar dari mobilku, jam di tanganku menunjukkan pukul 06.45 wib.
Aku belum terlambat waktu itu, saat aku berjalan. Tiba-tiba ada seorang cowok dengan tubuh atletik, berwajah oriental, dan angkuh menabrakku,
"Brak" aku terjatuh dan tersungkur di atas lantai saat aku tertabrak olehnya.
Sontak aku marah kepadanya,
"He, kalau jalan itu lihat-lihat jangan asal menabrak donk!" bentak suaraku kepada cowok tersebut.
Cowok tersebut tidak terima dan kembali membentaku.
"He gendut, seharusnya loe yang minggir, satu jalan di pakai sendiri, minggir dong!" bentak cowok itu kepadaku.
Aku terkesima melihatnya karena aku belum pernah melihat cowok tersebut.
Aku bergumam dalam hati saat dia melihatku,
"Aku keliru marah-marah sama cowok ini. Cakep banget cowok ini, tapi aku enggak pernah lihat, sudah salah, bentak-bentak pula."
Cowok tersebut langsung pergi meninggalkanku, tiba-tiba Tere menghampiriku dan membantuku untuk berdiri.
"Kamu tidak apa-apa kan Chel?" Tere membantuku untuk bangun.
"Aku enggak kenapa-kenapa kok Ter," jawabku dengan tersenyum.
"Nah loh, mengapa kamu tersenyum sendiri Chel?"
"Chel, kamu itu tadi di marahi sama dia, padahal dia yang salah, sekarang kamu malah penasaran sama dia, kamu waras Chel?"
"Aku masih waras kok Ter, aku masih normal kalau lihat cowok seperti itu bentuk fisik dan gantengnya membuatku suka sama dia."
"Aduh, itu kamu enggak normal, sudah tahu kamu di bentak-bentak, sekarang malah suka, ayo kita masuk ke kelas, daripada kita berdiri di sini" kata Tere sambil mengajakku untuk masuk ke dalam kelas.
Kami berjalan menuju kelas, dan tidak lama kemudian bel berbunyi tanda masuk kelas.
"Kringggg... Kringggg... Kringggg..." suara bel berbunyi.
"Benaran kan sudah masuk."
"Lah kan memang benar Ter, sekarang jam berapa coba? memang waktunya masuk."
Aku dan Tere mulai memasuki kelas, kami duduk di bangku tengah-tengah dan di belakang kami ada Daren.
Daren terlihat murung pagi ini, aku dan Tere menyapanya,
"Pagi Ren."
Daren menjawab dengan tidak semangat
"Pagi juga."
"Bagaimana dengan keadaan kamu Ren? kok sepertinya tidak bersemangat dan ada masalah?"
"Iya Ren, kamu ada masalah apa?" Tere pun ikut bertanya.
Daren menyembunyikan sesuatu dari kami,
"Aku enggak ada masalah apa-apa kok" Daren tersenyum dengan terpaksa.
Tere langsung menjawab dengan spontan,
"Halah, kamu berbohong, kelihatan Ren dari ekspresi kamu.
Aku mulai menasihati Tere,
"Sudah Ter, kalau memang enggak mau berbagi cerita ya sudah"
Tiba-tiba ada guru masuk ke kelasku dan memulai untuk pelajaran hari ini.
"Selamat Pagi anak-anak" sapa guru tersebut.
"Selamat Pagi Bu" jawab murid-murid.
"Selamat datang saya ucapkan kepada murid-murid yang ada di kelas ini, nama saya Anita, saya mengajar Matematika, dan saya wali kelas di kelas ini. Saya absen dulu ya, karena saya ingin mengenal semua anak didik saya di kelas ini."
Semua murid di panggil satu persatu dan saat aku di panggil, Bu Anita bertanya tentang penampilanku kemarin.
"Chelsea" panggil Bu Anita.
"Iya Bu, saya" aku mengangkat tangan kananku.
"Kamu yang kemarin nyanyi itu ya, yang ramai banget, itu kan dari kelas ini ya?"
"Hehehehe, iya Bu, kemarin saya yang nyanyi dan diiringi oleh teman saya Daren."
"Suara kamu merdu sekali Chel, nyanyi sedikit dong untuk ibu, lagu apa saja boleh," pinta Bu Anita kepadaku.
Aku mulai bernyanyi sedikit bait lagu, dan setelah aku bernyanyi.
Seluruh siswa dan Bu Anita bertepuk tangan.
Bu Anita mulai memujiku lagi,
"Merdu sekali suara kamu Chel."
"Terima kasih," aku tersenyum malu setelah di puji.
Bu Anita melanjutkan absennya hingga selesai.
Setelah 2 jam pelajaran selesai, Bu Anita meninggalkan kelas kami dan di ganti oleh pelajaran Bahasa Indonesia.
Hari ini adalah awal pelajaran di kelas X, jadi semua guru mengawalinya dengan perkenalan.
Jam istirahat berbunyi, aku dan Tere beranjak ke kantin.
Tetapi aku melihat Daren hanya duduk di bangkunya tanpa beranjak untuk istirahat.
Aku mengajaknya ke kantin,
"Ren, ayo ke kantin."
"Enggak Chel, aku lagi malas ngapa-ngapa'in hari ini."
"Ren, kamu ini kenapa, ayolah cerita, kita kan berteman, siapa tahu kita bisa membantu, iya kan Tere?"
"Iya Chel, kita itu berteman Ren, jadi kamu bisa bercerita" kata Tere.