
Daren menuju ruang kesenian untuk meminjam gitar.
Setelah beberapa menit aku ganti baju dan memakai make up, aku keluar dari kamar mandi.
Aku terlihat cantik dan anggun, walau tubuhku besar tetapi dengan make upku yang natural membuat tubuhku tidak begitu bermasalah.
Tere yang sudah lama melihatku dandan, ia terkesima dengan make upku.
"Kamu cantik banget Chel."
"Sudahlah Ter, jangan keterlaluan begitu, biasa saja kali Ter, ayo keluar!" jawabku dan mengajak Tere keluar kamar mandi.
Aku menuju kelasku dan melewati teman-teman yang sedang duduk di depan kelas.
Semua mata tertuju kepadaku, dan aku melihat Gladys beserta kawan-kawannya sangat kaget melihatku berjalan memakai make up yang natural dengan baju dan high heals yang serasi sama bajuku.
Dari kejauhan aku melihat dan mendengar ucapan Gladys, aku hanya bisa tersenyum dengan puas karena Gladys tidak terima kalau aku terlihat cantik saat itu.
"Wow, si Gajah tumben kelihatan cantik," kata Gladys. Sementara Cindy dan Rena menjawab omongan Gladys,
"Loe merasa tersaingi ya Dys? Hahahahahaha."
Gladys menjawab dan tidak mau tersaingi,
Gladys membentak Rena dan Cindy,
"Ya enggak mungkin si Gajah bisa menyaingi aku!"
Aku tidak peduli dengan apa yang di bicarakan oleh Gladys dan teman-temannya.
Aku tetap berjalan menuju kelasku untuk menemui Daren.
Saat aku tiba di depan pintu kelasku, aku mengetuk pintu kelasku karena aku ingin mengagetkan Daren.
"Permisi."
Daren langsung menoleh ke arahku tanpa berkedip, matanya melihatku yang saat itu memang beda dari sebelumnya.
Aku dan Tere langsung masuk dan menghampiri Daren.
Tere menepuk pundak Daren saat itu,
"He Ren, kalau lihat orang jangan kayak begitu dong."
Daren kaget dan terbata-bata menjawab Tere,
"Ya ampun, sorry Ter, gue terkesima lihat Chelsea yang wow dan beda banget dari biasanya."
"Jadi kalau biasanya enggak wow begitu? ya enggak mungkin gue pakai make up kayak begini tiap hari," aku menjawab dengan mengerutkan dahiku.
Tiba-tiba Tere meledekku,
"Ter, bagus juga loh, kalau tiap hari kayak begini, cantik tahu apalagi make up kamu natural dan tidak terlihat mencolok. Rekomendasi banget buat ke sekolah."
"Gue kesini itu mau sekolah dan belajar, bukan nyanyi atau fashion."
"Chel, aku kan sudah bilang kalau make up kamu ini natural banget, dan terlihat cantik. Jadi kan enggak apa-apa Chel," kata Tere mengungkapkan pendapatnya.
"Terserah loe Ter, nanti gue pikir-pikir lagi dan gue omongkan ke Ibu gue."
"Sudah ya berantemnya, ayo sekarang mulai latihan sebelum kita tampil," kata Daren sambil membawa gitar.
Aku dan Daren latihan untuk tampil hari ini, 2 jam kemudian kami mendengar grup dari Gladys dan kawan-kawannya di panggil untuk tampil di atas panggung.
Kami langsung berlari menuju pinggir panggung untuk bersiap-siap karena kita sebentar lagi akan mulai tampil.
Kami berdiri di sekitar panggung, dan kami melihat Gladys dance dengan kawan-kawannya.
Tiba-tiba musik yang mengiri dance mereka terhenti, Gladys dan kawan-kawannya bingung di atas panggung.
Sontak seluruh murid menertawakan Gladys dan kawan-kawannya hari itu.
Aku, Tere, dan Daren juga ikutan tertawa melihat kejadian itu.
"Hahahahahaha, rasakan," aku tertawa terpingkal-pingkal melihatnya.
"Iya ya Chel, rasaikan, Hahahahahaha," Tere juga ikut menertawakannya.
Kami dan semua murid menyorak-nyoraki agar Gladys dan kawan-kawannya turun.
Merasa tidak terhibur, seluruh siswa menyuruhnya untuk turun,
"Turun, turun, turun," teriak seluruh siswa saat itu.
Dengan rasa malu di atas panggung, tak lama kemudian mereka turun padahal kesalahan bukan dari mereka tapi dari gangguan teknis.
45 menit kemudian, aku di panggil ke atas panggung oleh MC yang ada di panggung tersebut.
Kami langsung naik ke atas panggung, dan aku mendengar suara Tere mendukung kami.
"Chelsea, Daren, semangat ya," teriak Tere dari kejauhan sambil melambaikan tangan.
Aku dan Daren bersiap-siap, kami mulai menyetel gitar dan mencocokkan nada.
Tidak lama kemudian, aku mulai menyanyi dan Daren mulai memainkan gitar.
Saat aku mulai menyanyi, seluruh siswa ikut menyanyi saat itu, dan aku melihat Kak Rangga dan Kak Kevin kaget dengan penampilanku saat itu.
Aku melihat Kak Rangga berbisik dengan Tere, aku tidak tahu apa yang dibicarakan oleh mereka.
Setelah lagu pertama selesai, kami menyanyikan lagu ke2.
Dilagu ke 2, semua murid lebih ramai mendengarkanku menyanyi.
Setelah selesai, kami menyudahi penampilan kami.
Tetapi seluruh siswa menyuruh kami untuk tampil lagi.
"Lagi...Lagi...Lagi..." teriak seluruh siswa saat itu.
Aku dan Daren saling berpandangan dan bingung mau dilanjutkan lagi atau selesai.
"Bagaimana Ren?" tanyaku di atas panggung kepada Daren.
"Enggak tahu Chel, menunggu MC-nya saja."
Tidak lama kemudian, MC datang dan menyuruh kita untuk turun karena durasinya enggak lama.
MC mengambil alih acara tersebut,
"Maaf, ya teman-teman sepertinya tiap peserta memang harus membawa 2 lagu, nanti kalau ada sisa waktu bisa dilanjut lagi ya."
Kami lega mendengar MC tersebut, kami segera turun setelah tampil.
Tere menyambut kami saat kami turun.
"Chelsea," teriak Tere sambil memelukku.
Aku membalas pelukan Tere.
"Chel, keren banget, aku suka sekali sama penampilan kalian."
"Terima kasih Tere."
Kami melihat pertunjukan hingga selesai.
Ketika kami menikmati acara tersebut, tiba-tiba Kak Rangga dan Kak Kevin menghampiri kami.
Kak Rangga dan Kak Kevin langsung memberi ucapan selamat dan bersalaman dengan aku dan Daren.
"Selamat ya, kalian hebat banget."
Tiba-tiba Kak Rangga memujiku,
"Iya, dan kamu Chelsea, kelihatan cantik banget hari ini."
Aku tersipu malu saat Kak Rangga memujiku,
"Terima kasih Kak."
Tiba-tiba Kak Rangga dan Kak Kevin meninggalkan kami,
"Bentar ya, aku tinggal karena ada perlu."
Rangga berlari menuju ke belakang panggung.
Kami menikmati acara hari itu hingga selesai.
Sebelum acara selesai, tiba-tiba kami dipanggil kembali untuk tampil dipanggung oleh MC-nya.
"Di mohon untuk Chelsea dan Daren untuk tampil di atas panggung."
Aku dan Daren bingung, kami tidak langsung naik ke panggung.
Kak Rangga langsung mensuport dan memanggil kami.
"Chelsea, Daren, Chelsea, Daren,"
suara kak Rangga memanggil kami berulang-ulang agar kami naik ke atas panggung.
Akhirnya kami naik kembali ke atas panggung, ternyata kami disuruh menyanyi lagi oleh MC-nya.
Sebelum menyanyi, kami di sambut yang ke2 kalinya oleh MC-nya.
"Nah, akhirnya yang dipanggil muncul juga."
Kami berdua menjawab dengan senyuman.
"Menurut request dari ketua OSIS kita, katanya kalian di suruh tampil lagi, bersedia ya, untuk menghibur kami semua yang ada di sini?"